
Dragon yang mampu menangkap cambuk dari pangeran Timur dengan taringnya mulai memainkan mulutnya dengan mengerak gerakkan badannya yang besar, pangeran Timur yang memegang pangkal cambuk pun tidak bisa mengikuti keseimbangan nya sehingga kemana harimau itu melompat maka pangeran timur pun ikut melompat, bagaikan memainkan sebuah bola Dragon memutar mutar cambuk yang ada dalam gigitan taringnya.
Pangeran Timur di buat bulan bulanan oleh Dragon, tubuh terangkat dan terjatuh berkali-kali, karena sudah tidak tahan lagi maka di lepaskan nya cambuk yang ada di dalam gigitan taringnya nya. Ketika cambuk itu di lepas, Dragon dengan cepat melompat dan hendak menerkam pangeran Timur, pangeran Timur segera berguling lagi demi tidak tercabik-cab tubuhnya dari cakaran harimau yang buas itu, tapi naas tenaga sudah terkuras habis untuk menghindar ketika Dragon hendak menerkam Pangeran Timur dengan cepat melesat lah sebuah bayangan yang dengan cepat menendang kepala Dragon sehingga Dragon yang tidak menyadari adanya serangan lain terjungkal jatuh ke tanah, tapi tidak lama kemudian Dragon segera bangkit berdiri dia mengaum dengan keras.
"Auuuuumm..!" Auuuuumm..!"
Beberapa peserta pemenang yang akan melawan Dragon bergetar ketakutan ada yang diam diam mengundurkan diri ada pula yang tidak suasana sangat mencekam ketiika keganasan Dragon tidak main main mencakar dan mencabik-cabik tubuh lawan tanpa Ampun.
Dragon kini berhadapan dengan manusia Vampire lainnya. tanpa menunggu Dragon langsung melakukan penyerangan dengan melompat dengan cepat kearah lawannya sementara sang lawan dengan cepat mengeluarkan jurus andalan nya dengan mendatangkan angin topan semua yang ada di tempat itu segera berpegangan agar tidak ikut tersapu angin yang sangat dahsyat.
Kekuatan angin itu menyerang dan menerjang ke arah Dragon dengan cepat Dragon mencengkram kan kuku kuku panjang nya ke tanah.
berkali-kali angin yang berhembus kencang menerjang tapi tetap tak mampu membuat Dragon terhempas terbawa angin sejurus kemudian justru Dragon melompat dengan cepat dan menerjang lawan sehingga jatuh tersungkur tidak membuang buang waktu Dragon segera mencakar tubuh lawan sampai sang lawan tersungkur tak berdaya tiba-tiba terdengar suara teriakan.
"Hentikan Dragon!"
Dragon yang sudah siap membunuh lawan akhirnya menghentikan aksinya ketika mendengar seruan dari seorang wanita cantik yang tak lain adalah putri Lin Ying.
"Melihat, ini, apakah kalian masih yakin dan punya nyali untuk melawan Dragon."
Untuk beberapa saat semua terdiam nyali mereka pada menciut dan mereka memilih mundur. Hilang sudah harapan dan impian para pangeran yang sudah datang jauh jauh ternyata harus kalah karena di hadapkan dengan seekor Harimau.
Pangeran Yervan yang ada di barisan paling belakang segera mendorong saudaranya pangeran Tatius.
"Ayo, kamu majulah, kamu pasti bisa?'
"Tapi kak, itu Harimau?" kanda Yervan saja yang maju."
"Apa? kau menyuruh ku?" apa kamu mau melihat ku mati hah?"
"Aku juga bisa mati kak, Harimau itu ssngat kuat."
"Aku, tau, tapi ingat Ayah mengharapkan kita menang kita tidak bisa langsung menyerah begitu saja kita harus melawannya agar kita tau kita menang atau kalah."
"Kauu..!"pangeran Yervan mengepalkan tangannya karena kesal.
Kembali terdengar suara putri Lin Ying memecah keheningan.
"Aku hitung sampai tiga Kalau tidak ada yang berani aku persilahkan kalian pergi dari kota ini, satu...dua...!"
"Aku...! aku akan mencoba melawan nya."
"Majulah..!"
Seorang laki-laki paruh baya yang berasal dari bangsa manusia maju mendekati area pertandingan di mana Dragon sudah menunggu di sana.
Tatapan mata tajam dan dengan wajah yang tenang laki-laki itu berdiri di hadapan Dragon yang sepertinya sudah siap untuk mencabik cabik musuh yang seperti nya tak gentar dan takut kepada nya.
wajah para penonton kembali menegang mereka berfikir pertandingan sudah usai dengan tidak ada satu pemenang pun yang bisa memenangkan sayembara yang telah
menawarkan hadiah yang sangat mengiurkan semua para peserta yang pada akhirnya mereka kecewa karena musuh mereka ternyata seekor Harimau.
Pertandingan antara Harimau dan bangsa manusia berlangsung dengan cukup lama kekuatan manusia itu sangat tinggi sehingga
tak mudah bagi Dragon untuk menjatuhkan nya bahkan Dragon berkali-kali harus terjatuh karena serangan manusia itu.
para penonton yang juga para peserta dalam pertandingan sayembara kini di buat terheran heran dan terpaku dengan kekuatan manusia paruh baya meskipun dia tidak begitu tua tapi wajahnya membuat takut putri Lin Ying, jiwanya mulai meronta ronta berharap jangan sampai Dragon kalah Karena jika sampai kalah maka dia harus menyerahkan dirinya pada laki-laki tua yang usianya sejajar dengan Ayahnya Putri Lin Ying tidak mau hal itu terjadi tidak sudih dirinya di peristri laki-laki tua.
Putri Lin Ying mondar mandir maju mundur bagaikan setrika berjalan dia begitu sibuk berfikir bagaimana caranya agar laki-laki manusia paruh baya itu tidak bisa menang.
"Hanya ada satu cara, aku harus meminta bantuan Ayah! tidak sungguh aku tidak sudih diriku di peristri laki-laki tua seperti dia."
Bergegas putri Lin Ying berlari masuk ke dalam istana.