
Para pengawal yang bertugas membawa patih Ramboka sudah sampai pada pintu penjara bawah tanah dan segera mendorong tubuh patih Ramboka masuk ke dalam nya.
"Masuk..!"seru para pengawal kerajaan yang kemudian menutup jeruji besi itu dengan gembok berwarna kuning keemasan dan melangkah pergi setelah semua beres.
"Hei.. tunggu, jangan tinggalkan aku disini." Teriak Patih Ramboka yang tidak di dengarkan oleh para pengawal istana.
Patih Ramboka mengusap wajahnya dengan kasar kemudian duduk didekat dinding, hati dan pikiran nya kacau.
Raja yang telah meninggal kan Puri istana Kepatihan bergegas kembali ke dalam kamarnya dia bermaksud ingin merebahkan tubuhnya yang terasa lelah dengan pikiran nya sendiri. Ketika Raja menyandarkan tubuhnya pada kursi dengan mata terpejam tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekati nya, sontak saja hal itu membuat Raja Awang Vampire membuka matanya dan alangkah terkejutnya dia ketika tau siapa yang berdiri dihadapannya.
"Ratu Derbah..!" apa yang kau lakukan disini?"
Ratu Derbah tersenyum sinis, membuat Raja mengeryitkan dahinya.
"Kembali ke Puri istana kamar mu!" aku ingin sendiri."Titah Raja.
"Kenapa, Raja?" Kenapa kau tidak menghukum ku, bukankah kau sudah menghukum Patih Ramboka dengan memenjarakan nya, lalu kenapa kau tidak menemuiku dan memberikan hukuman pula padaku?'seru Ratu Derbah.
"Apa, kau menggakui telah melakukan salah, ha..ha..ha..."cibir sang Raja seraya tersenyum miring.
"Menurut mu, apa yang akan ku lakukan?"jika aku ke sini menemuimu."
"Sudah pasti seperti biasa, kau datang untuk menggatakan aku tidak bersalah, aku di jebak dan pasti banyak alasan lain agar aku tidak menghukum mu, untuk itu aku membiarkan mu karena aku sudah muak melihat dan mendengar bualan kelicikan mu." sinis Raja Dingin yang di sambut senyuman sinis pula dari Ratu Derbah.
"Kau begitu yakin dengan pikiran mu sendiri Raja, sedangkan semua itu tidak benar aku tidak minta kau tidak menghukum ku tapi aku datang kesini untuk menyerahkan diriku hukuman apa yang akan kau berikan padaku aku siap, aku memang tidur dengan patih Ramboka dan aku memang memiliki hubungan dengan Patih Ramboka, jadi silahkan kau juga menghukum ku sesuka hatimu."
Raja yang tidak menyangka permaisuri Ratu Derbah berani bicara terus terang bahkan dengan tanpa ragu menggakui semua perbuatannya membuat darah Raja mendidih tangannya yang berkuku tajam mencengkram kuat kursi tempat dimana dia duduk giginya terbuka dengan runcing runcing panjang seolah olah siap untuk memangsa yang ada di depannya, kepalanya bergerak memutar dan kedua bola matanya merah menyala .
"Ratu....!"Berani sekali kau bicara seperti itu di depan ku, apa kau ingin cepat mati hah?"sini Raja sambil berdiri mencengkram bahu Ratu Derbah.
"Mati, ha...ha..ha..kau mau membunuh ku, ayo bunuh saja, apa kau ingin tau berapa kali tubuhku ku serahkan pada nya dan berapa kali dia bermain dalam setiap permainan nya.
Wajah Raja semakin memerah darah nya semakin mendidih, dia benar benar tidak percaya Wanita yang ada di depannya berani berkata terus terang, dengan garang Raja mendorong Tubuh Ratu Derbah hingga jatuh ke lantai.
Ratu Derbah meringis menahan sakit tapi bibir mungilnya menyunggingkan sebuah senyuman, yang mengejek.
"Untuk apa kau terlalu lama bermain main Raja yang Agung, cepatlah jika kau ingin membunuh ku, aku tidak takut."
"Kau benar benar memancing emosi ku trima ini,"
"Plaaaak...plakkkk.. plakkkk! Raja menampar wajah Ratu Derbah tiga kali hingga mengeluarkan darah hitam dari sudut bibirnya.
Sakit itu pasti tapi Ratu Derbah berusaha tidak menitikkan air mata bahkan dia tetap tersenyum sinis, sambil mengusap darah hitam yang keluar dari sudut bibirnya kemudian berdiri melangkah mendekati Raja.
"Kenapa...?" kenapa cuma tamparan mana cambuk mu, cambuk aku siksa aku, seperti yang sering kamu lakukan ketika aku berbuat salah." teriak Ratu Derbah emosi.
"Araaaaaagggghhhh....!" Raja membanting perabotan yang ada di dekatnya.
"Maaf..!"kau menyuruh ku minta maaf, lalu kau memaafkan ku ha..ha.ha apa kamu lagi mabuk Raja yang sangat Agung yang terkenal kerasnya dalam memimpin menyuruh ku minta maaf atas kesalahan ku lalu di maafkan, ha..ha..ha.. Tidak , aku tidak akan minta maaf padamu,"
Raja Awang Awang Vampire semakin geram dan marah mendengar ucapan Ratu Derbah yang sangat menjengkelkan.
"Kau..!"Berani sekali membantah apa kau memang sudah bosan hidup."
"Ya....aku bosan hidup dan ini, trima ini dan bunuh aku secepatnya."
Ratu Derbah meraih sebuah pedang panjang yang terpajang di dinding kamar dan di lemparkan nya ke arah sang Raja, membuat Raja Awang Awang Vampire tertegun dengan kenekatan Ratu Derbah.
"Kau sudah gila Ratu!"
"Gila...ha..ha..ha... tidak aku serius bunuh aku dan aku tidak akan melawan."
"Kau sudah gila pergi kembali ke kamar mu." seru Raja sambil melempar pedagang yang di berikan Ratu Derbah kepadanya.
"Mengapa kau tidak membunuh ku, apa kau tau aku sudah lelah dengan hidup menjadi Istri mu, aku lelah harus selalu kesepian dan kesakitan menahan sikapmu, bunuh saja aku karena jika aku hidup aku akan selalu menyerahkan tubuh ku pada patih itu."
"Ratuuuu Derbah...!"hentikan ucapanmu dan pergi ke kamarmu cepat."
"Ha. ha .ha..kau pikir aku main main aku benar benar sudah lelah jika kau tidak ingin membunuh ku biar aku sendiri yang akan mengakhiri hidupku."
Ratu Derbah segera memungut pedang yang ada di lantai dan membuka pedang itu dari kerangka nya dan beberapa menit kemudian Ratu Derbah mengarahkan pada tubuhnya sendiri tapi sebelum itu Raja yang memiliki kemampuan cukup tinggi dengan cepat sudah mengambil alih pedagang itu dan membuangnya ke lantai.
"Kau sudah gila..?"seru Raja kesal.
"Kenapa..?' kenapa kau menghalangiku, aku sudah lelah aku ingin mati saja untuk apa aku hidup sebagai istri mu jika tidak pernah sekalipun kamu mau menyentuh ku hatimu hanya untuk Ratu Shima lalu untuk apa kau menikahiku apa untuk pajangan pelengkap saja, Raja...!" kau tidak pernah adil padaku kau pun tak pernah berusaha mencintai ku lalu untuk apa pernikahan ini aku tidak butuh kemewahan saja sekarang aku sudah lelah aku sangat lelah, aku lelah mencintai mu."teriak Ratu Derbah yang mulai menitikkan air mata.
Raja memejamkan matanya mendengar semua keluh kesah istrinya, Raja sadar memang sudah berlaku tidak adil dan Ratu Derbah tidak salah menurut hatinya jika dia lantas mencari kepuasan dengan orang lain. Raja melangkah mendekati Ratu Derbah dan menarik tangan nya dengan kasar.
"Ikut aku...!'
"Raja, lepaskan tanganku kau mau bawa aku ke mana?"
Tanpa bicara Raja membawa Ratu Derbah terbang melesat dan berhenti di sebuah puri istana kecil yang tidak terlalu besar dengan cepat Raja membuka pintu dan membawa Ratu Derbah masuk ke dalam nya.
"Dayang....!"
"Siap, Raja! layani Ratu Derbah dengan baik."
"Baik Raja."
"Kau, di sini dan persiapkan dirimu untuk melayaniku nanti malan." ucap Raja yang kemudian melesat terbang pergi membuat Ratu Derbah diam termangu,
"Apa dia bilang?" dia menyuruh ku untuk mempersiapkan diri apa dia sudah tidak waras, benar benar Raja yang aneh." Gumam Ratu Derbah dalam hati