
Senopati panglima kerajaan Ambarwata menatap tak berkedip seolah olah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, sehingga kedua bola matanya mendelik seketika.
Bahkan untuk memastikan pandangan matanya apakah lagi konslet atau tidak Senopati panglima kerajaan Ambarwata mengerjap-ngerjapkan matanya bahkan sesekali mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apa ini? apakah aku sedang bermimpi bukankah yang di serang Pangeran Yasza ini Kerajaan Awang Awang Vampire yang terkenal kehebatan nya itu, lalu ini apa, mengapa yang ku dapati di sini dan yang ku lihat justru wanita wanita tangguh, ini kerajaan apa padepokan pendekar wanita, mereka begitu cantik cantik dan hebat hebat, sayang sekali Wanita ini merusak rencanaku pemandangan yang indah dan langka itu hanya bisa ku nikmati beberapa menit saja, sial tidak jadi melihat tubuh indahnya huuuuff...., menyebalkan."
"Ada apa...? otakmu lagi berfikir apa Kakek tua, masih bermimpi bisa melihat lekuk tubuh kami ayo, sini babatkan pedangmu robek bajuku dan lihat tubuhku jika kau bisa," seru sang penolong yang ternyata dia juga seorang wanita.
"Ayo, serang aku....!hiyaaaaaa..... duuuuuuuss..... duuuuuuuss!"
Karena bengong mungkin sang Senopati tidak pernah melihat seorang Wanita cantik sehingga setiap melihat Wanita cantik dirinya tertegun dan tidak bisa berkonsentrasi, akibatnya tubuh kekar dan tegapnya beberapa kali mendapat kan serangan tendangan yang telak dari Pendekar Wanita di depannya.
Sementara Ratu Shima yang sudah mendapatkan baju penutup untuk tubuh nya yang hampir polos akibat dari ulah musuh di depannya, menatap tak percaya pada sodok Wanita yang telah menolong nya.
"Ratu Derbah...! lirih Ratu Shima sambil mengerjap-ngerjapkan kedua bola matanya, Ratu Shima pun mencoba menampar pipinya sendiri."Apa aku sedang bermimpi."
"Plaaak....!"
"Auuuwwh....! sakit, aku tidak sedang bermimpi, tumben baik juga maduku itu,"
Diam diam Ratu Shima menyungingkan sebuah senyuman.
"Baguslah Ratu Derbah otaknya masih waras, melihat aku begitu parah dan hampir menanggung malu dia masih mau perduli, aku harus bersyukur untuk kali ini, karena hari ini otak dari maduku tidak sedang konslet seperti hari hari biasanya."ucap Ratu Shima sambil tersenyum smrik dia sangat merasa geli mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Ratu Derbah selir dari sang Raja yang mana di setiap harinya dia adalah musuh bebuyutan nya selalu saja membuat ulah dan keributan, bahkan baru satu hari yang lalu keduanya Ratu Derbah dan Ratu Shima mendapatkan hukuman dari Raja akibat ulah mereka yang selalu saja bertengkar setiap kali bertemu bahkan Raja sampai mengatakan Ratu Shima dan Ratu Derbah bagaikan kucing dan anjing tidak ada akur nya dan hari ini Ratu Derbah berbuat baik pada Ratu Shima itu sesuatu yang langka bagi para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang sangat memahami dan menggenal Ratu mereka.
"Tumben akur..!
"Betul, tumben Ratu Derbah dan Ratu Shima bisa berteman, jika Raja Melihat ini pasti beliau sangat bangga."
"Aku juga berfikir begitu."
Entah siapa yang memulai sejak peristiwa baju Robek pertarungan Antara kerajaan Awang Awang Vampire dan kerajaan Ambawarta para prajurit nya berhenti bertarung mereka diam menjadi penonton, sementara prajurit kerajaan Awang Awang Vampire diam dengan menutup mata.
Menyadari dirinya di serang beberapa kali dengan beberapa kali tendangan mengenai tubuhnya Senopati kerajaan Ambarwata mulai mengerahkan tenaga dalam dan memberikan serangan balik yang mana kini Ratu Derbah mulai terpojok dan terdesak karena sesungguhnya kemampuan bertarung Ratu Derbah sangat lemah.
Melihat Ratu Derbah kewalahan dan setelah Ratu Shima sadar dari rasa syok nya kini dengan cepat tubunya melayang terbang tinggi ke arah Senopati kerajaan Ambarwata.
"Berikan padaku...! dia bagianku dia harus membayar semua perbuatan yang di lakukan padaku."seru Ratu Shima memberikan aba aba pada Ratu Derbah agar Ratu Derbah mundur.
"Baik, ambil dan buat kakek tua itu tak berdaya seperti mu."
"Siap, Ratu Derbah, Hei....mau melihat lekuk tubuhku sini, ayo dekat sini mana yang belum kau lihat."tantang Ratu Shima dengan wajah merah padam.
"Hahaha....kau mau aku buat polos lagi sabar cantik kau pasti akan polos di hadapan ku dan lekuk tubuhmu akan ku....
"Ku nikmati, begitukah? Hahahah...jangan mimpi di siang bolong begini trima ini.....
"Hiyaaaaaa.....!
Ratu Shima segera naik ke atas kuda dan dengan kecepatan yang tinggi kuda menyerang Senopati panglima kerajaan Ambarwata dengan menggunakan kuda beberapa kali Senopati panglima kerajaan Ambarwata harus berlari menghindari injakan kuda dan babatan pedang dari Ratu Shima.
Merasa kurang aman Senopati kerajaan Ambarwata melompat mundur dan merampas kuda milik prajurit nya, kini Senopati dan Ratu Shima bertarung di atas kuda.
"Tang....tueng....tang....tueng..!
bunyi dari pedang Ratu Shima dan Senopati yang berbenturan.
"Kau telah berani merobek bajuku dan mempermalukan aku jangan sebut aku Ratu Shima putri dari kerajaan Sangkalah putri dari seorang Raja yang memilki kesakitan luar biasa yang mana sangat di takuti dalam dunia persilatan, akan ku buat kau pun menanggung malu yang lebih parah dari ini." desis Ratu Shima dengan wajah merah padan.
"Hoooop..... hiyaaaaaa...! Ratu Shima melompat dari kudanya terbang dengan kecepatan tinggi dengan kedua kakinya menghantam punggung Senopati kerajaan Ambarwata yang masih berada di atas kudanya hingga membuat nya jatuh terpental dari kudanya.
Ringkikan suara kuda milik Senopati yang kehilangan sang pengemudi nya mengema tinggi.
Melihat musuh nya jatuh, Ratu Shima tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan cepat pedang panjang nya di arahkan kepada tubuh sang Senopati, menyadari dirinya dalam bahaya sang Senopati pun melakukan gerakan menghidar dengan berguling guling untuk menghindari pedang yang terus terusan mengincarnya.
Ratu Shima Tersenyum miring melihat Senopati di hadapan nya sibuk menghindari pedang panjang nya.
"Kau pikir aku tidak bisa melukaimu, rasakan ini.'
"Ratu Shima menggarahkan pedang dengan cara membalik jika semula serangannya dari arah kanan ke kiri sekarang di balik dari arah kiri ke kanan, sehingga Senopati yang berguling dari arah kanan ke kiri langsung saja di sambut dengan tajamnya pedang.
"Sreeeeeeettttt.....! punggung Senopati langsung tergores pedang sehingga bajunya robek dan dari punggung menggeluarkan darah.
Senopati meringis menahan sakit.
"Sial dia berhasil melukai ku, aku tidak akan lagi segan segan memberikan serangan balik padamu.
"Duuuuuuuss....!
"Kau mau berbuat kurang ajar lagi hah....!" seru Ratu Derbah yang mana kedua tangan nya menarik kuat Rambut Senopati.
"Kau Wanita pengacau, Wanita iblis rasakan ini."
Senopati panglima kerajaan Ambarwata melayangkan pukulan yang kuat pada wajah Ratu Derbah akan tetapi sebelum tangan itu sampai menyentuh wajah Ratu Derbah sebuah tangan halus akan tetapi sangat kuat bagaikan tangan sepuluh prajurit manahannya.
Senopati panglima kerajaan Ambarwata kembali' tersentak kaget.
"Kau....
"Plaakk...plaak plaak. ..! belum juga Senopati menyelesaikan ucapannya sebuah tamparan bertubi-tubi mendarat di wajah Tampan sang Senopati.
"Hajar dia Ratu Shima, ayo kita kroyok....!seru Ratu Derbah bersemangat.
Kedua Ratu kerajaan dengan bersemangat memukuli wajah dan tubuh Sang Senopati, tak Aya lagi sang Senopati menjadi bulan bulanan dari kemarahan Kedua Wanita yang ada di depannya.
Ratu Shima yang masih sakit hati atas sikap dan perilaku laki-laki di depannya dengan cepat mengoreskan pedangnya merobek seluruh baju yang melekat pada tubuh sang Senopati.
"Pengawal..!"
"Siap, Ratu!
"Cepat ikat orang ini.'
"Baik...!"
Merasa dirinya sudah tidak berdaya dengan cepat Senopati pun berteriak memerintahkan pada prajurit nya.
"Bodoh...!Kenapa kalian diam saja, serang Wanita ini cepat."
"Siap Senopati!ayo semuanya ,seraaaaaang.....!"
"Cukup, berhenti kalian atau baku tidak akan segan segan membunuh kalian."
"Jangan dengarkan wanita itu cepat serang."
"Baik, ayo seraaaaaang....!"
Merasa ancaman nya tidak di dengar kan Ratu Shima mundur dan mengeluarkan anak panah, tanpa menunggu lama Ratu Shima langsung melepaskan anak panahnya.
Lagi-lagi apa yang dilakukan Ratu Shima membuat Sang Senopati merasa terkejut satu anak panah bisa langsung membidik dan melukai sepuluh orang sekaligus, hal itu membuat Para prajurit kerajaan Ambarwata menciut nyali nya sehingga mereka tak ada yang berani bergerak.
"Maju, siapa lagi yang berani menantang ku maju kalian...? teriak Ratu Shima lantang yang para prajurit dari Ambarwata diam tak ada satupun yang berani' bicara maupun melawan.
"Dan kau....mau merobek bajuku, begini.... sreeeeeeettttt.....baju atas sang Senopati langsung di robek Ratu Shima dengan pedangnya" Prajurit ikat dia dengan kuat gunakan rantai besi."
"Baik, Ratu,!
Bergegas prajurit kerajaan Awang Awang Vampire berlari mengambil rantai besi untuk menggikat sang Senopati.
"Ratu Derbah trimakasih sudah menolong ku."
"Sama sama, aku juga berterimakasih kau sudah membuat ku terlepas dari tamparan orang itu,"
"Sudah lupakan, ayo sekarang kita pergi ke pintu gerbang utara mungkin Raja ada di sana."
Ratu Derbah mengaggukkan kepala nya sebagai tanda setuju.
"Kalian tetap berjaga di sini dan awasi tawanan kita ini apa kau mengerti.'
"Siap , Ratu!
Ratu Shima mendekati beberapa prajurit kerajaan Ambarwata yang tinggal lima ratus orang prajurit.
"Pergi kalian dan katakan pada pimpinan kalian di pimpinan nya ada yang kami Tawan.
Tanpa banyak bicara para prajurit itupun berhamburan pergi dari tempat itu. Ratu Shima menyungingkan sebuah senyuman dan mendekati Senopati yang sudah terikat tali besi.
"Lihat...! anak buahmu sudah kabur semua, kau kalah hanya melawan seorang wanita memalukan, memalukan, nih pakai aku tidak suka melihat laki-laki sudah bertubuh pendek buruk lagi jadi tidak ada indahnya untuk di lihat , pakaikan dia baju tahanan."
"Baik, Ratu!"
Setelah mendapat kan perintah dari Ratu Shima para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire segera menbantu sang Senopati menggenakan baju tahanan, sementara Ratu Shima dan Ratu Derbah terbang melesat ke arah pintu gerbang Utara.