
Vampire satu yang sudah gelap mata karena emosi merasa gadis itu penyebab kakaknya pingsan dan menutup mata, dengan garang mencengkram dengan kuat Tania, sehingga menimbulkan jeritan dan Teriakan yang cukup histeris membuat Vampire satu yang terlihat pingsan terbangun dan membuka mata melihat gadis di depannya di Cengkram dan di tarik dengan kuat membuat emosi amarahnya kembali naik dengan cepat berdiri dan menyerang Vampire satu yang berusaha menggigit paksa Tania.
"Hiyaaaaaaaaaaa...!" Duuuuuusssstt.. dussssss!'
Tendangan dan pukulan keras mendarat sempurna di tubuh Vampire yang kemudian membuat Vampire terjungkal jatuh ke tanah, belum lagi rasa terkejutnya hilang tiba-tiba kembali mendapatkan pukulan yang bertubi tubi dan dengan garang Vampire itu menarik kasar jubah panjang milik Vampire satu menggangkat tubuh nya dan memutar mutar nya di udara kemudian melemparkannya jatuh tersungkur di tanah darah segar berwarna hitam pun keluar dari mulutnya.
"Kakak..!apa yang kau lakukan padaku? apa kau ingin membunuh ku,"Ucap Vampire yang badannya sudah terasa remuk semua, sedangkan Tania yang melihat itu hanya menutup kedua matanya dengan perasaan takut, melihat keganasan dari Vampire satunya, jika sesama Vampire saja bisa saling pukul dengan begitu ganas apalagi dengan dirinya yang cuma sebagai manusia santapannya,Tania merasa ngeri membayangkan apa yang akan terjadi dengan nasib dirinya selanjutnya.
"Apa kau tak mengenaliku?"
"Kakak...!" aku tidak tau kenapa kau tega padaku.'
"Kakak....ha..ha..ha... perhatikan baik baik oleh mu siapa aku, masihkah kau tidak menggenali diriku atau haruskah aku membawamu ke penjara pendingin besi agar kau tau siapa aku."seru Vampire satunya yang raganya telah di masuki Pangeran Tatius.
"Penjara pendingin besi..!"
Vampire itu mencoba mengingat sesuatu, yang memiliki kekuasaan penuh atas kerajaan penjara pendingin besi adalah Pangeran Tatius di mana Karena cinta dan kasih sayang nya sang Raja Sangkala kepada cucu kesayangan nya jika ada yang membuat pangeran Tatius marah dan murka maka akan di masukkan kedalam kerajaan pendingin besi dan Raja Sangkala membiarkan apapun yang akan pangeran Tatius lakukan pada orang itu.
"A-,apa benar ini pangeran Tatius?"apa aku tidak salah lihat."
"Tidak, aku masuk dalam raga kakakmu, sekarang cepat pergi dari sini dan jangan ganggu gadis ini dia tamuku."
"Ba-baik, Pangeran."
Dengan tertatih-tatih Vampire itu berdiri dan mulai beranjak pergi."
"Tunggu...!"
"Iya, Pangeran!"
"Kembali lagi ke sini, bawa kan kami makanan, ingat makanan nya harus sudah masak dan matang, awas kalau kamu bawa mentahan aku hukum kamu."
"Baik, pangeran."
Setelah kepergian Vampire satu kini tinggallah Tania dan Vampire yang raganya telah di masuki oleh Pangeran Tatius. Pangeran Tatius menatap Tania dengan senyum tersungging di bibirnya dan mulai melangkah mendekati Tania.
Namun Tania yang masih ketakutan beringsut mundur dan menjauh.
"Jangan.. jangan hisap darahku, lebih baik bunuh saja aku , tapi tolong jangan hisap darahku aku tidak mau menjadi Vampire." teriak Tania dalam ketakutan.
"Jangan takut, aku tidak akan menghisap darahmu, ayo duduklah jangan tegang kamu tidak akan baik baik saja, oh ya nama mu siapa?'
Melihat Tania hanya diam dan tidak mau menjawab pertanyaan nya pangeran Tatius kembali bicara.
"Bagaimana kamu bisa ada disini?"
Lagi-lagi tak ada jawaban dari Tania, suasana memang sudah tak setegang tadi Vampire di depannya pun tak lagi berusaha menggigit dirinya tapi rasa takut Masih juga ada, seolah mengerti apa yang di rasakan gadis di depannya Pangeran Tatius tersenyum meskipun senyuman nya justru menunjukkan giginya yang runcing.
"Dengan siapa kamu ke sini?"boleh aku menggenalmu."ucap pangeran Tatius sambil menggulurkan tangannya yang justru tambah membuat Tania takut.
"Jangan takut, aku tidak akan menyakiti mu, apakah wajahku begitu jelek sampai kau takut begitu."
"Kenapa kau, tidak lagi menghisap darah ku, apakah kau mau menjadi kan aku Vampire juga seperti mu?" aku mohon jangan aku tidak mau menjadi Vampire."
"Siapa yang mau menjadikanmu Vampire, tenanglah tidak akan terjadi apa-apa padamu, boleh aku lihat tangan kiri mu,"
"Mau apa?"
"Tidak ada apa-apa cuma mau memastikan apakah tangan kirimu ada bekas luka dengan satu simbul nama."
Tania menatap Vampire di depannya dengan perasaan takut dan heran bagaimana bisa Vampire di depannya tau kalau tangan kiri Tania pernah ada luka dan luka itu membentuk simbul satu huruf nama.
"Apa aku boleh pergi, aku ingin pergi dari sini."
"Tentu saja boleh tapi ini masih sangat berbahaya banyak Vampire di sekitar sini mereka yang tidak tau bisa membunuhmu, bersabarlah aku akan mencari kan jln untuk mu, tadi pertanyaan ku belum kamu jawab."
"Benarkah, boleh aku melihat sendiri."
Panggilan Tatius mencoba meraih tangan Tania tapi dengan cepat di tariknya tangan itu."
"Jangan sentuh aku, jika kau benar benar mau menolong ku."
"Baiklah, tapi katakan yang sebenarnya."
"Sudah ku bilang tidak ada apapun."
"Aku tidak percaya, aku mau lihat sendiri.'
Dengan cepat Tania justru berusaha keluar dari tempat itu dan lari, akan tetapi di cegah Pangeran Tatius dengan menggenggam tangan Tania.
"Lepaskan kau mau apa..?"
"Sudah ku bilang aku ingin melihat sendiri dan karena kamu tidak mengizinkan nya maka maaf...."
"Sreeeeeeet...!"
Pangeran Tatius merobek paksa lengan panjang berwarna putih yang mana ketiika itu Tania memakai baju seragam abu-abu dan putih, Tania menjerit kaget ketika baju lengannya telah robek.
Wajah ketakutan nya mulai muncul kembali pikiran Tania mulai berubah berpikiran buruk jangan jangan Vampire di depannya mau memperkosa nya, ini lebih gawat dan wajah Tania seketika berubah pucat.
Pangeran Tatius yang melihat itu hanya mengelengkan kepalanya tak perduli dengan perubahan wajah Tania dalam gengaman Tangannya Tangan Tania ditatapnya dengan penuh seksama dan terlihat lah dengan jelas sebuah ukiran goresan seperti luka cakar yang membentuk huruf nama. Pangeran Tatius puas melihat nya, entah apa yang terjadi tiba-tiba pangeran Tatius mendekatkan tangan nya pada bibir bertaringnya dan...
"Cup..!" sebuah kecupan mendarat di tangan halus Tania sontak saja hal itu membuat Tania menjerit ketakutan karena awalnya dia berfikir tangannya akan di gigit Vampire sambil menarik tangan nya.
"Maaf." ucap Pangeran Tatius tersipu malu.
Di luar pintu telah berdiri Vampire satu dengan membawa beberapa makanan yang sudah masak.
"Pangeran ini makanan nya."
"Trimakasih, sekarang kau boleh pergi dan ingin jangan ganggu gadis ini dan teman temannya bantu mereka keluar dari sini jika sampai terjadi sesuatu pada mereka aku ,akan datang membuat perhitungan dengan mu."
"Baik, pangeran!"
"Satu lagi cari teman gadis ini dan bawa kemari secepatnya."
"Baik Pangeran."
"Sekarang pergilah."
Setelah menggagguk Vampire itupun pergi.
"Hai..!" sini, makanlah ini makanan matang tapi rasanya pasti tidak senikmat masakan manusia ini tidak ada penyedap nya semua cuma di rebus," tutur pangeran Tatius menjelaskan.
"kau masih takut, aku memang berwajah buruk ya, jangan khawatir sebentar lagi pangawalku akan membawa teman temanmu ke sini tunggu saja ."
Di pinggir kota kerajaan Barat Daya tampak Patih lembut ireng modar mandir dengan perasaan cemas.
"Kenapa lama sekali pangeran Tatius perginya, ini sudah sangat malam dan hanya tinggal satu jam pangeran Tatius harus kembali ke raganya tapi kenapa tidak muncul muncul ada apa dengan nya!?"sekarang apa yang harus aku lakukan pesta pernikahan sudah mulai seperti nya, hei...ada apa itu ramai ramai orang berhamburan keluar aku harus melihat nya tapi raga Pangeran Tatius bagaimana? ya .aku tinggal sebentar saja..
Patih lembu ireng segera melompat mendekati para kerumunan orang yang berhamburan ke luar istana.
"Maaf, ada apa?"kenapa semua berlari keluar."
"Ada, yang menculik dan membawa kabur putri Lin Ying..!
"Apa...? putri Lin Ying di culik."