
Sang Nenek mulai beranjak dari tempat duduknya di mana dia sedang duduk di tepi Ranjang, akan tetapi ketika Sang Nenek hendak melangkah pergi tiba-tiba dia melihat sehelai Rambut panjang yang ada di atas bantal, di mana beberapa hari waktu lalu Tania tidur di sana.
Di pungut nya sehelai Rambut panjang itu kemudian di bawahnya pula keluar dari Ruang kamar di mana kala itu Tania tidur dan menginap.
Pangeran Tatius yang melihat hal itu merasa cemas bercampur dengan rasa geram.
"Nenek....! jangan di ambil Rambut Tania, aduh gimana sih, mana aku tidak memiliki Raga sehingga tidak bisa mengambil helaian Rambut itu, untuk apa juga sih Nenek menyentuh dan mengambil helaian Rambut Tania, sikap Nenek betul-betul mencurigakan, apa mungkin Nenek sengaja, aku kan cucunya masa iya Nenek tega berbuat begitu seolah olah Nenek memang sengaja menjauhkan aku dari Tania, menggingat kejadian tadi sore lihat saja betapa marahnya tadi sore ketika aku berniat masuk ke sini, Nenek terlihat sangat tidak suka, haiss. . kenapa aku berfikiran buruk pada Nenekku dasar aku cucu tidak baik hati," desis pangeran Tatius sambil terkekeh sendiri.
Melihat Nenek sudah keluar kamar dengan membawa helaian Rambut dari Tania pangeran Tatius pun melanjutkan rencana nya Melihat seluruh keadaan yang ada di dalam kamar itu dengan lebih mempertajam Indra penciuman nya.
Setelah beberapa menit berkeliling tidak menemukan sesuatu pun pangeran Tatius berencana hendak pergi, dia hanya menemukan satu helai Rambut yang Pangeran Tatius yakini itu adalah helaian rambut panjang Tania yang tertinggal, tapi sayangnya sang Nenek sudah membawa bukti itu, pangeran Tatius merutuki kebodohan nya karena hanya neniup kecil helaian rambut Tania yang awalnya berada di samping bantal menjadi di atas bantal, seharusnya dia meniup lebih kencang agar helaian rambut itu jatuh dan tidak terlihat oleh netra Nenek.
Kekecewaan terlihat jelas di wajah tampan Pangeran Tatius, hatinya sedih, mengapa selalu saja mengalami rintangan hanya untuk bisa mendapatkan dan menyatukan cintanya, lagi-lagi Pangeran Tatius menyesali kebodohannya dengan tanpa sadar memeluk Putri Lin Ying yang kala itu rela terkena panah demi menyelamatkan nyawanya.
Pangeran Tatius meneguk ludahnya dengan kasar.
" Andai kejadian itu tidak ada, andai dirinya bisa waspada dan mampu melindungi dirinya sendiri maka dia tidak akan membutuhkan orang lain untuk melindungi nya dan Tania tidak akan pergi darinya dengan rasa kecewa dan marah, Nasi sudah menjadi bubur jalinan kasih yang sudah dengan susah payah dia rajut dan dia pertahankan kini terlihat mulai hancur. entah apa yang sekarang ada di dalam pikiran kekasih nya, apakah dia masih marah ataukah semua akan baik-baik saja.
Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Smoga Tania tidak marah apalagi membenci ku, jika sampai membenciku hanya karena tanpa sengaja aku memeluk tubuh putri Lin Ying dan Tania meninggalkanku, aku tidak akan sanggup aku rela kehilangan semua nya tapi aku tidak rela jika kehilangan Tania tidak akan lalu dimana Tania sekarang berada, aku harus cepat pergi dari sini dan mencari tau ke mana Nenek menbawa helaian rambut Tania, Karena hanya itu satu-satunya jalan yang bisa ku gunakan untuk melacak keberadaan nya."
cahaya kuning milik pangeran Tatius segera berputar di dalam ruangan kamar sebelum membumbung tinggi keluar melalui langit langit atap, Tapi sebelum pangeran Tatius terbang melesat ke langit langit kamar, kedua mata tajamnya melihat kilau sinar berwarna putih di bawah Ranjang, karena penasaran pangeran Tatius meniup kilau yang ada di bawah Ranjang agar bisa terlihat dengan jelas.
Tiupan dengan Ilmu Kanuragan tinggi membuat satu benda kecil berwarna hitam dengan berhias kilau bintang berwarna putih bergeser yang tadinya berada di bawah Ranjang kini sudah berada di lantai dekat cahaya kuning milik pangeran Tatius yang ternyata benda kecil itu adalah sebuah jepitan rambut.
Senyum manis tersungging dari bibir pangeran Tatius, kini dia benar-benar yakin jika Tania masih hidup dan Tania pernah ada di kamar ini.
Tidak mau teledor dan kecolongan lagi dengan Langkah sang Nenek yang seenaknya saja mengambil bukti helaian rambut Tania, kini pangeran Tatius meniup jepitan rambut milik Tania dengan sedikit kencang ke arah sudut meja yang mana tidak akan terlihat oleh mata sang Nenek.
Setelah yakin merasa aman pangeran Tatius segera pergi dari kamar itu.
"Aku sudah mendapatkan buktinya, aku akan bisa dengan mudah menemukan di mana Tania berada dengan bantuan penjepit Rambut itu, aku harus segera kembali ke kamar dan aku akan datang lagi kesini tentunya dengan raga ku agar aku bisa menggambil jepitan rambut itu.
Di sisi lain di sebuah kamar tertutup seorang Nenek tua memperhatikan cermin kaca yang mana di dalam cermin itu memperlihatkan segala gerak gerik dari cahaya kuning yang berada di dalam kamar belakang Bangunan Rumahnya.
"Pangeran Tatius ..! ternyata benar dugaan ku jika cahaya itu adalah dirinya, beruntung aku segera pergi ke kamar dan melihat dirinya dengan kaca ajaibku, aku harus satu langkah lebih cepat dari diri nya, sekarang Pangeran Tatius pasti masih masuk kembali ke dalam raganya dan waktu yang singkat ini aku harus mengambil penjepit Rambut itu, Pangeran Tatius tidak boleh bertemu dengan Tania sebelum Devan dan Tania menikah, aku tidak boleh membuang-buang waktu lagi aku harus menggambil dan menghapus semua jejak Tania.
Dengan cepat Sang Nenek pergi ke bangunan Rumah nya yang ada di belakang. Tidak menunggu waktu lama sang Nenek sudah sampai dan dia langsung masuk ke dalam kamar.
Di pungut nya penjepit kecil dengan hiasan bintang berkilau putih. Setelah itu Sang Nenek memasukkan penjepit Tania ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan di dalam nya ada bunga sentani, setelah mendiamkan penjepit itu beberapa menit kemudian sang Nenek menggambil penjepit itu dan meletakkan kembali ke tempat di mana pangeran Tatius meniup kan penjepit itu.
Tidak hanya itu sang Nenek juga memercikkan air hangat yang di dalamnya ada bunga sentani ke seluruhan ruangan, setelah semua selesai, sang Nenek kemudian pergi kembali ke dalam kamarnya yang ada di Rumah depan.
Sampai di dalam kamar sang Nenek Tersenyum.
"Aku sudah menghapus semua Aroma yang bisa menjadi petunjuk di mana Tania berada, kau tidak akan bisa menemukan nya dalam waktu dekat ini, karena aku akan selalu menghalangi mu, maafkan Nenekmu ini, semua ku lakukan demi kebaikan kalian berdua, mungkin kalian akan bahagia bisa bersama tapi itu hanya dalam waktu singkat saja, selebihnya akan ada penderitaan batin yang tiada akhir, jadi sebelum semua itu kalian rasakan aku pisahkan kalian, lagi pula Devan yang telah berkorban menyelamatkan nyawa Tania jadi dia berhak mendapatkan cinta Tania, Pangeran Tatius cucuku, maafkan Nenekmu ini semua yang Nenek lakukan itu juga demi kebaikan mu." desis Sang Nenek dalam hati.
Sementara di dalam kamar Paman Patih lembu ireng Tersenyum bahagia ketika melihat cahaya kuning sudah datang itu artinya Pangeran Tatius sudah kembali dan dia akan segera masuk ke dalam raganya.
Tidak menunggu lama cahaya itupun masuk ke dalam Raga nya, hanya menunggu beberapa menit Pangeran Tatius membuka matanya.
"Paman...!
"Pangeran kau sudah kembali, bagaimana hasilnya," tanya paman Patih lembu ireng pemasaran.
"Beres, paman, aku sudah menemukan titik terang, ada helai Rambut Tania dan ada juga penjepit Tania yang tertinggal, tapi sayangnya helai rambut Tania di bawa Nenek, awalnya aku sangat putus asa karena aku tidak memiliki petunjuk lagi, tapi ketika aku hendak pergi aku melihat penjepit Tania di bawah Ranjang, paman aku akan segera bertemu dengan Tania aku akan segera menemukan nya, paman aku sangat bahagia," seru Pangeran Tatius sambil memeluk Paman Patih lembu ireng.
Paman patih lembu ireng sangat terharu dan senang melihat Pangeran Tatius kembali ceria dan bersemangat.
"Paman...!aku harus cepat pergi aku mau mengambil penjepit Tania sekarang juga aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nya paman aku sangat merindukannya." seru Pangeran Tatius dengan mata berbinar
"Pergilah Pangeran, kejar kebahagiaan mu, smoga secepatnya Pangeran bisa bertemu dengan Nona Tania."
"Amin, paman, ternyata doa para manusia itu ampuh paman, cuma berolahraga sedikit apa yang kita minta di kabulkan, paman aku pergi dulu,"seru Pangeran Tatius yang mana tubunya langsung terbang melesat ke Bangunan Rumah yang ada di belakang.