The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.390.PANIK



Suasana pagi yang cerah dengan sinar mentari yang masih malu-malu untuk menampakkan diri, tidak membuat rasa malas pada diri Pangeran Tatius yang ingin memperlihatkan keindahan kota istana kerajaan Awang-awang Vampire yang mana Pangeran Tatius sengaja membawa Tania untuk pergi melihat lihat.


Kerajaan istana Awang-awang Vampire yang sangat luas dengan beberapa penduduk yang juga sangat padat serta beberapa taman alam yang sangat indah dan asri.


Pangeran Tatius sengaja membawa kereta kuda untuk mengajak sang istri jalan-jalan.


"Sayang, kita ke danau yang ada disana itu di sana tempat nya sangat indah,"ajak pangeran Tatius pada sang istri." paman cukup sampai disini saja paman mengantarkan kami, sekarang paman boleh pergi."


"Siap, Pangeran."


Pangeran Tatius dan Tania turun dari kereta kuda mereka memilih melihat keindahan danau dengan berjalan kaki.


Tania yang tidak pernah melihat suasana alam seperti hutan akan tetapi sangat rapi dan indah merasa takjub dan terpesona, terlebih tanpa sadar kedua bola matanya melihat seekor rusa yang sedang berjalan.


"Tatius ada rusa ...!"teriak Tania yang mana Pangeran Tatius masih berjalan di belakangnya, tanpa menunggu Pangeran Tatius Tania sudah berlari kecil mengejar rusa, Pangeran Tatius yang melihat itu terkejut.


"Sayang jangan di kejar," Pangeran Tatius segera terbang melesat hendak menyambar tubuh sang istri akan tetapi kekuatan gaib yang ada di sekitar tempat itu lebih cepat dari pergerakan Pangeran Tatius hingga tubuh dan bayangan Tania menghilang dari pandangan.


"Sayang dimana kamu?" teriak Pangeran Tatius gusar." Bodoh kenapa Aku bodoh sekali kenapa Aku tidak bilang apa saja yang di larang di tey ini, Aku harus segera mencari pintu gaib itu agar Aku bisa menemukan nya.


Sementara Tania terus berjalan dengan sangat berhati-hati menggikuti arah kemanapun rusa itu pergi, hingga Tania merasa geram karena Tatius tak juga muncul untuk membantu menangkap nya.


"Tatius kemana sih, kok lama, sudahlah biar Aku sendiri tapi bagaimana caraku bisa menangkap nya,"Tania mulai berfikir tapi tidak menemukan satu idepun, tiba-tiba netranya melihat seorang laki-laki paruh baya sedang membawa cangkul sedang berjalan Mungkin dia mau bekerja karena hari belum begitu siang, dengan sangat cepat dan terlihat buru-buru Tania mendekati sosok laki-laki paruh baya.


"Maaf Pak boleh saya numpang bertanya?"tanpa menjawab laki-laki paruh baya itupun mengagguk, melihat anggukan dari sang Bapak, wajah Tania berbinar senang.


"Apa bapak melihat rusa yang tadi berjalan melewati sini," lagi-lagi seorang laki-laki paruh baya itu pun mengangguk.


"Kemana perginya rusa itu pak?"


Tangan laki-laki paruh baya itu segera menunjuk arah barat, Tania yang sudah dua kali bertanya akan tetapi bapak paruh baya itu tidak menjawab dia hanya mengagguk dan menunjukkan arah, Tania jadi berfikir jangan-jangan orang yang dia tanya adalah orang yang bisu, Tania juga heran ternyata di dunia Vampire masih ada Manusia.


Dengan senyum tersungging di bibir dan dengan mengganggukan kepala Tania segera pergi menggikuti arah telunjuk yang di katakan bapak paruh baya.


Ketika Tania asik melangkah tiba-tiba dia menghentikan langkah kakinya.


"Tatius mana ya, kok tidak ada?" harus nya dia ada di belakang ku," lirih Tania yang kemudian menoleh kebelakang dan alangkah terkejutnya dia ketika di belakang nya terdapat tebing yang menjulang tinggi dengan bebatuan sementara pohon yang rindang dan berwarna hijau serta bapak yang membawa cangkul yang tadinya dia sapa sudah tidak terlihat lagi.


"Kemana Bapak tua tadi dan mengapa hutannya berubah menjadi begini, apakah Aku sedang salah lihat dan Tatius kenapa tidak terlihat jangan-jangan, Aku tersesat, ah tidak jika Aku tersesat Aku harus bagaimana?" Tatiuuuuuss....dimana kauuuuu.....!"


"Tatiuuuuuss...!Aku disini...!Ah kenapa jadi terasa seram begini Aku harus cepat cepat pergi dari tempat ini, siapa tau ini tempat yang berbahaya."dengan langkah kaki sedikit tergesa-gesa Tania berjalan lurus menjauhi tempat dimana dia berdiri.


Sementara di tempat lain tak jauh dari Tania yang kebingungan mencari jalan pangeran Tatius berlari terbang mencari kesana kemari.


"Tania....Sayang, kau dimana?"teriak Pangeran Tatius berulang kali, akan tetapi tak juga menemukan jawaban bahkan Tania seolah olah tak bisa di temukan, dengan perasaan gusar dan panik Pangeran Tatius mempertajam Indra penciuman nya, berkali-kali mencoba akan tey Hasilnya tetap nihil.


"Kemana Aku harus mencari nya dan mengapa, Tania tiba-tiba menghilang, ada apa ini dan mengapa tempat ini menjadi seperti ini, pasti ada sesuatu yang tidak beres di sini, pasti Tania sedang bingung mencari ku, sedangkan Aku tidak mampu melacaknya, apa yang harus Aku lakukan?" Pangeran Tatius mengusap wajahnya dengan kasar dan berkali-kali mengacak Rambutnya yang tidak gatal, dengan cepat kembali Pangeran Tatius terbang melesat mengelilingi tempat itu untuk mencari keberadaan istrinya.


"Apa boleh buat Aku harus menggunakan kekuatanku agar Aku bisa menemukan Tania."Pangeran Tatius Kembali mulai menatap langit ,cuaca siang yang cerah, perlahan lahan Pangeran Tatius menggeluarkan keris yang dimiliki dan membuka nya.


"Menyingkirlah semua yang ada disini Aku tidak akan bertanggungjawab jika seandainya ada terbunuh akibat dari kekuatan keris ku ini, menyingkirlah," teriak Pangeran Tatius lantang


Pangeran Tatius memejamkan kedua bola matanya sambil bibir nya berkomat kamit membaca dan merapalkan sebuah mantra, tak lama kemudian terdengar deru angin yang sangat besar dan kencang.


Pangeran Tatius terus menggikuti jejak sang istri sampai pada satu bukit yang tinggi yang mana hanya ada gunung kecil berlumut. Pangeran Tatius lagi-lagi menarik napas panjang dan mengembuskan nya dengan kasar perasaan kesal dan geram Kembali mencuat dalam permukaan, lagi-lagi di tempat ini Pangeran Tatius harus kehilangan jejak sang istri Indra penciuman nya tak lagi bisa di gunakan, karena merasa kesal dan habis kesabaran, entah apa yang terjadi pada sang istri saat ini karena Pangeran Tatius sudah mencari hampir selama dua jam akan tetapi sampai kini belum bisa menemukan nya, Indra penciuman nya muncul dan tenggelam itu artinya ada kekuatan besar yang sedang berada di tempat itu.


"Baik, jika kalian mau membuat masalah padaku, Aku akan hadapi keluar lah... jangan menjadi pengecut, kembalikan istriku,"


Hening tiada satu suara apapun, lagi-lagi hal itu membuat geram Pangeran Tatius, untuk itu pangeran Tatius tidak mau lagi basa-basi dengan sangat cepat dan tidak mau membuang-buang waktu lagi Pangeran Tatius segera mengeluarkan kekuatan yang paling besar dari kerisnya yang mana tanah yang di pijak kini mulai bergetar dengan sangat hebat dan angin bertiup dengan kencang bagaikan angin topan.


Pangeran Tatius memutar tangan nya kemudian menghentakkan ke tanah.bagaikan suara bom nuklir yang bersahut-sahutan, semua pohon dan dedaunan berterbangan dari tempat nya yang tidak lama kemudian terdengar suara jeritan.


"Hentikan...!


Pangeran Tatius mempertajam Indra pendengaran nya setelah mengetahui arah dari sumber suara itu dengan sangat cepat Pangeran Tatius terbang melesat dan menangkap sumber suara.


"Tolong, lepaskan jangan bunuh Aku."


"Siapa kau dan mau apa kau mengaggu kami dimana istriku cepat katakan?'


"Aku hanya mau minta tolong, Aku sudah lama menunggu saat seperti ini tolong bebaskan kakakku dia terkurung di sana."


"Aku tidak mau tau itu, sekarang katakan dimana istri ku kalian bawa?"


"Aku, akan beri tau jika Tuan sudah membebaskan kakak ku,'


"Aku tidak ada urusan dengan kalian, cepat katakan atau Aku bunuh kau."


"Tuan jika ingin tau dimana Istrimu maka bebaskan dulu kakak ku,"ucap sosok mahluk berbentuk kelelawar.


Pangeran Tatius tersenyum miring dengan apa yang dikatakan seorang wanita bertubuh kelelawar, tanpa memperdulikan Pangeran Tatius terbang melesat pergi dengan mengitari dan menggelilingi seluruh tempat itu.


Sementara sosok mahluk berbentuk kelelawar berdecak geram.


"Sial harus dengan cara apalagi Aku akan bisa menarik perhatian nya."


________


_________


**Assalamualaikum


bagi yang bingung kenapa tambah nya banyak


disini Author lagi mengisahkan awal perjalanan sebelum Tania hamil jadi lumayan banyak part tambahan.


hai kk


season ke dua sudah publis ya dan di season kedua itu Tania bayinya sudah lahir.


jika ada yang bertanya lho thor kok season dua anaknya Tatius sama pemeran utama Arsasila kok beda apa Arsasila bukan anaknya Tatius


kasih sedikit bocoran aja .. Arsasila Anaknya Tatius juga... apakah anaknya Tatius ada dua jawaban nya mari ikuti terus in syaAllah seru**.