The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.310.KEBAKARAN.



Keadaan kerajaan Ambawarta terlihat sangat tenang dan damai, hal ini terjadi karena suasana dan keadaan hati para penduduknya yang kini sedang berbahagia, pancaran kebahagiaan mereka jelas terlihat dari sikap yang selalu riang dan bersenda gurau suasana tenang dan damai, terpancar dari raut wajah masing-masing penduduk nya yang beberapa waktu lalu mendapatkan jamuan pesta dan uang yang melimpah karena pangeran Yasza membagi bagikan semua kebutuhan penduduk nya.


Di elu elukan dan di Agung agungkan itulah yang kini di dapat Pangeran Yasza karena dia telah mampu membuat nama kerajaan Ambarwata berjaya.


Tak jauh dari kerumunan orang orang yang berada di sebuah kedai sedang membicarakan tentang kehebatan dan keberhasilan dari Pangeran yasza, tampak dua orang pemuda melintasi jalan dan berhenti di hadapan mereka, karena wajah keduanya tertutup cadar dan dengan wajah menunduk, tidak ada satupun yang memperdulikan kehadiran mereka, terlebih melihat baju jubah yang di kenakan kedua orang itu sangat lusuh dan kumal.


"Permisi, Tuan ...tuan apakah benar ini kerajaan Ambarwata yang baru saja menggalami kemenangan yang Hebat itu."


Para pemuda yang berkerumun dan bergerombol sejenak saling pandang sebelum memberikan jawaban pada dua orang pemuda yang ada di depannya.


"Hei....kau bukan orang sini ya?"


Dengan penuh santun kedua orang itupun mengagguk.


"Apa kau ingin mengenal Pangeran ku yang sangat hebat itu ...?"


Lagi-lagi kedua orang itu pun mengagguk.


"Ya, kau benar ini kerajaan Ambarwata yang baru saja menang melawan kerajaan besar seperti kerajaan Awang Awang Vampire, kau tau Pangeran Yasza sudah membuat mereka semua bertekuk lutut di hadapan Pangeran Yasza, seluruh prajurit kerajaan awang-awang Vampir dalam tahanan kerajaan dan mereka kini menjadi budak dari kerajaan kami mereka bekerja siang dan malam dan jika ada yang membangkang maka mereka akan mendapatkan siksaan, kau tau Pangeran Yasza juga menawan Raja dan satu gadis mungkin dia putri Raja itu, Pangeran Yasza baru saja menyiksa Raja Awang Awang Vampire dengan hukuman cambuk dan Gadis cantik itu pasti lah sudah menjadi pelayan pemuas Pangeran, ha-ha-ha....Malang benar Nasib mereka Hahahaha..!seru salah satu penduduk Ambarwata yang bergerombol di kedai.


Mendengar perkataan dari salah satu penduduk kerajaan Ambarwata diam-diam salah satu dari kedua orang itu mengepalkan kedua tangannya dengan kuat hingga getaran kakinya yang ikut menegang tanpa sengaja menendang salah satu penduduk Ambarwata yang tadinya memberikan informasi sambil tertawa terbahak-bahak.


"Duuuuuuuss....!


"Buugh...!


Akibat dari tendangan kaki salah seorang pemuda yang ada di depannya satu orang penduduk Ambarwata yang terbahak-bahak pun langsung jatuh tersungkur di tanah.


"Hei...kurang ajar kau, mengapa kau menendang ku," seru salah satu penduduk kerajaan Ambarwata yang jatuh tersungkur, tubuhnya segera bangkit dan mencengkram kuat pemuda yang telah membuat nya terjatuh.


"Ma-maaf saya tidak sengaja, saya hanya ikut bahagia cuma saya tidak berani memeluk Tuan jadi saya menendang tuan karena bahagia."


"Bohong....! mana ada orang bahagia itu menendang."


"Ada, Tuan, di tempat asal kami jika bahagia itu ada dua cara bisa memeluk dan menendang, benar kan paman hongjie.


Salah satu teman dari dua orang yang berjubah lusuh itupun dengan gugup mengiyakan apa yang di katakan pemuda yang ada di sampingnya.


"I-iya."


"Tuh, dengar sendiri kan, coba kamu tanya temanmu ada tidak yang bahagia nya menendang seperti ini."seru pemuda itu dengan santainya.


"Benar, memang ada yang begitu, dulu sewaktu kakakku melahirkan dia menangis histeris ternyata itu bukan tangisan sedih tapi tangis bahagia, jadi benar pasti menendang juga bisa sebagai ungkapan bahagia,"


"Tapi ini tidak adil kenapa hanya aku yang anak muda ini tendang jika memang menendang adalah suatu ungkapan kebahagiaan seharusnya dia menendang kita semua," protes salah satu penduduk kerajaan Ambarwata yang baru saja mendapatkan tendangan.


"Tenanglah kawan kebahagiaan ku ini akan ku perlihatkan pada kalian semua nya jadi mohon di jadikan maklum adanya karena aku akan melupakan kebahagiaan dengan menendang kalian," ucap pemuda itu dengan sangat tegas.


"Ya ...ya.... lakukan luapkan kebahagiaan mu anak muda, kita berpesta bahagia bersama."


Dengan senyum menyeringai Pemuda itupun menghimpun kekuatan tenaga dalam nya dan dalam hitungan detik ketika kaki di hentakkan dan di putar mengenai satu kursi tempat duduk seluruh penduduk Ambarwata yang sedang berkumpul duduk dan bergerombol di sebuah kedai, langsung terjungkal bersamaan dengan kursi yang mereka duduki.


"Duuuuuuuss....!"


"Aaaaahk....!


teriak mereka yang sedang duduk di kursi karena terkejut hanya dengan satu hentakan kaki pada satu kursi bisa membuat semua kursi ikut bergetar yang akhirnya membuat mereka terjatuh. Mereka semua jatuh tersungkur dari tempat duduknya masing masing, sementara pemuda yang di panggil paman hongjie, menutup mulutnya rapat-rapat sambil menahan tawa.


"Ternyata penduduk Ambarwata itu bodoh bodoh di bohongi percaya saja." Gumam paman hongjie sambil menahan senyumnya.


"Sekarang katakan padaku di mana Raja dan Gadis itu di tahan, aku juga ingin berbagi kebahagiaan dengan memukul mereka."


"Di sana paling ujung, Nanti kau lihat ada Bangunan istana yang bagus dan di belakang nya banyak tumbuh bunga dan ada tiang di sampingnya di situlah Raja kerajaan musuh di Tawan dan gadis itu seperti nya berada di dalam Puri yang ada di depannya."


"Baik, trimakasih..! ayo paman."


Kedua orang berjubah lusuh yang tak lain adalah Pangeran Tatius dan Paman jungjie segera pergi ke tempat yang telah di tunjukkan para penduduk yang ada di sekitar kerajaan.


"Paman. ! apa kau sudah siap, kita akan melakukan penyerangan saat ini juga."


"Siap, Pangeran, sekarang apa yang harus aku lakukan."


"Kita buat tempat itu terbakar dengan menggunakan panah api, di saat mereka panik dan sibuk dengan memadamkan api aku akan menyusup ke dalam ingat paman , buat kebakaran di tiga titik agar mereka semua menjadi kacau."


"Baik, Pangeran! perintah siap kita laksanakan."


Sesuai dengan rencana yang telah di susun Pangeran Tatius paman jungjie segera melempar kan anak panah api yang dalam sekejap kobaran api menyala dengan sangat tinggi dan besar asap hitam mulai mengepul di atas gedung gedung tinggi istana, semua prajurit kerajaan Ambarwata menjadi kebinggungan karena kebakaran terjadi pada tiga titik di mana semua nya harus segera di padamkan, karena jika tidak api nya akan nenjalar ke mana mana


Suara hiruk piuk para prajurit dan pelayan dayang dayang di dalam kerajaan Ambarwata berteriak histeris, karena kebakaran ada di mana mana, para prajurit berlarian untuk segera memadamkan api yang semakin berkobar.


"Kurang ajar, kenapa ada kebakaran di dalam istana, jika kebakaran ini akibat kelaian dari pelayan dayang istana di dapur, mana mungkin bisa sampai tiga tempat penting yang terbakar, siapa yang berani main-main dan coba coba membakar dan mengacuhkan kerajaan ini, aku harus melaporkan ini semua pada Pangeran Yasza, pasti Pangeran Yasza tidak tau tentang hal ini."desis seorang laki-laki prajurit kerajaan Ambarwata dengan geram, yang kemudian dengan cepat tubuh nya terbang melesat ke tempat di mana Pangeran Yasza berada.