The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.373. HEBAT



Pangeran Tatius terus mempercepat kekuatan terbangnya, tujuan nya kali ini agar bisa sampai di atas puncak gunung di mana awal mula dirinya melemparkan keris dan kerangka secara terpisah, bagaikan kilat tubuh pangeran Tatius terbang menembus kekegalapan di mana keadaan alam masih begitu mencekam. semua pangeran Tatius lakukan agar bisa dengan cepat membuat keris yang menancap di atas langit bisa segera kembali masuk ke dalam kerangka nya.


bayangan pangeran Tatius yang terbang dengan cepat secara kilat dapat tertangkap mata tajam paman patih Lembu ireng yang mana dengan cepat paman Patih lembu ireng menggikuti nya.


"Busyet, benar benar pangeran Tatius memiliki kekuatan terbang yang sangat sempurna, cepet sekali terbangnya aku bahkan tidak ada seujung kukunya." lirih paman Patih lembu ireng memuji." Tunggu, bukankah arah itu memuju gunung yang kemarin itu, untuk apa Pangeran Tatius kembali kesana seandainya kerangka keris itu sudah ada dan dengan cara apa pangeran Tatius akan mengambil keris yang menancap di langit, ini sangat mustahil dan menghalu memangnya pangeran Tatius mau jadi Dewa apa?"bisa terbang ke langit biru dan mengambil keris dengan mudah aku betul-betul tidak mengerti apa yang akan pangeran Tatius lakukan pasti semua akan sia-sia belaka, dia hanya seorang pangeran Vampire yang kebetulan memiliki kekuatan terbang dan ilmu yang bagus tapi tetap saja pangeran Tatius bukan Dewa yang mana bisa Naik turun dari langit ke Bumi sesukanya, kau benar benar bermimpi Pangeran atau jangan-jangan sekarang kondisi dari pangeran Tatius sedang tidak stabil, yang artinya jika dalam bahasa sebutan Bangsa Manusia gila, Oh...No! jangan sampai pangeran Tatius ku gila, tapi tindakan dan kelakuan nya sudah benar-benar menunjukkan tanda-tanda gilaa tidak ada cerita nya seorang Makhluk Bumi bisa terbang ke langit Naik turun seperti Naik turun tangga, aku harus lebih mengawasi nya jika memang benar benar terbukti kondisi kesehatan pangeran Tatius sedang tidak baik-baik saja yang mana memasuki tanda-tanda gilaa aku harus cepat membuat kan obat agar pangeran Tatius tidak gilaa semakin parah."Gumam paman Patih lembu ireng dalam hati.


Dengan menambahkan kekuatan kecepatan terbangnya paman Patih lembu ireng akhirnya bisa sampai di atas gunung yang mana kini jarak antara paman patih lembu ireng dan pangeran Tatius tinggal 12 meter.


Puncak gunung yang menjulang tinggi yang terlihat dari bawah ketika kita memandang ke atas seperti kerucut dimana ujung lancip di atas menandakan sangat sempit ternyata tak sesempit bayangan kita yang mana ternyata ujung dari gunung itu masih sangat lebar dan luas, buktinya jarak antara paman Patih lembu ireng dan pangeran Tatius 12 meter.


Paman Patih Lembu Ireng mengatur pernapasan nya akibat mengeluarkan seluruh tenaga dalam yang dimiliki nya agar bisa cepat sampai di atas gunung.


"Aku beristirahat dulu lima menit baru aku akan mendekati pangeran Tatius ini napas rasanya sudah mau putus saja."


"Hooosss .. Hoooosss..... Hoooosss...!"suara napas paman patih lembu ireng yang ngos ngosan, akibat kelelahan mengejar pangeran Tatius.


Sementara Pangeran Tatius yang berdiri di atas puncak gunung wajahnya tengadah ke atas.


"Jika benar dengan mengembalikan keris masuk kembali kedalam kerangka nya bisa membuat Kakek kembali maka aku akan melakukan nya."


Perlahan lahan pangeran Tatius meletakkan kerangka keris di atas tanah dengan posisi kerangka terbalik di mana ujung dari kerangka menancap ke tanah diatas gunung sedangkan bagian pangkal kerangka keris terbuka menghadap lurus ke langit.


Apa yang dilakukan Pangeran Tatius tak lepas dari pandangan mata paman Patih lembu ireng yang masih mengontrol napasnya yang serasa mau putus putus akibat mengeluarkan tenaga dalam yang begitu besar, sehingga memilih untuk beristirahat sejenak sebelum menghampiri pangeran Tatius.


Tatapan mata tajam pangeran Tatius kearah langit, kemudian kedua kakinya mundur satu langkah kebelakang dengan kedua tangannya mulai di putar beberapa kali, mulut pangeran Tatius komat kamit merafalkan sebuah mantra.


"Kalian adalah satu, aku yang memisahkan kalian aku yang membuat kalian terpisah kini aku perintahkan menyatulah kembali, masuklah kedalam rumah sarang mu, baik itu dengan suka rela, maupun terpaksa, masuklah.... masuklah. . . masuklah ...!"kembalilah keasal tempat mu hiyaaaaaa... .Duuuarrrrrr,.... Boooommm.....glegaeeeerrrrr....cetaaarrr..... wuuuuuuzz...... wuuuuuuzz.


Langit tiba-tiba mengeluarkan suara Guntur nya berkali-kali di sertai dengan kilatan kilatan yang menyambar nyambar kemudian disusul dengan hembusan angin yang begitu kencang dan dahsyat yang mana tubuh paman Patih lembu ireng yang tak memahami apa yang dilakukan pangeran nya sehingga dia tidak bersiap siaga membuat tubuhnya ikut terbawa angin dengan berguling guling, ketika tubuh dari paman Patih lembu ireng hampir menyentuh bibir puncak gunung dengan cepat paman Patih lembu ireng mengeluarkan keris dan menancapkan ketanah dengan disertai ilmu tenaga dalam, semua paman Patih lembu ireng lakukan untuk mengontrol tubuh nya agar bisa berpegang hingga tidak sampai terbawah angin dan jatuh dari ketinggian gunung.


Paman Patih lembu ireng menelan ludahnya dengan kasar.


"Apa-apaan, pangeran Tatius ini, apa dia Lagi mengamuk, sehingga membuat keributan lagi jika begini terus Dewa langit akan semakin murka dan marah, kenapa sih pangeran Tatius itu marah marah dengan mengeluarkan seluruh tenaga kekuatan nya, apa dia tidak tau jika hal itu bisa membahayakan orang yang ada di sekitarnya seperti aku ini, beruntung aku bisa menancapkan keris untuk aku buat berpegangan, jika tidak maka tamatlah riwayat ku harus jatuh dari ketinggian yang begitu tinggi dan pastinya akan sangat sakit." keluh Paman patih lembu Ireng bergidik membayangkan Nasib dirinnya jika sampai jatuh ke bawah.


Kekacauan yang kembali terjadi berlangsung kurang lebih tiga puluh menit, sampai kemudian terlihat lah sebuah cahaya putih yang menyilaukan mata, semakin lama semakin dekat Sehingga kilau dari cahaya nya sangat menhalagi pandangan mata


Paman patih lembu ireng yang melihat itu kini menggalami kesusahan melihat wajah dan tubuh pangeran nya seolah olah tertutup kabut putih tebal tubuh dari pangeran Tatius tidak kelihatan karena terhalang kilau sinar cahaya putih yang berasal dari langit dan meluncur ke Bumi.


"Duuuuuuuaaaaaarrrr...!


"Bruuugh...!


Samar samar cahaya putih yang menyilaukan mata seperti gumpalan asap akan tetapi sangat tipis dan terang lama-kelamaan semakin memudar dan beberapa menit kemudian sinarannya mulai menghilang, paman Patih lembu ireng kini bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depannya.


Wajah tuanya langsung menegang dengan kedua bola matanya membulat seketika ketika di depannya kini terlihat tubuh pangeran Tatius yang ambruk, dengan cepat Paman Patih lembu ireng berlari menghampiri tubuh Pangeran Tatius.


"Pangeran....!" teriak paman Patih lembu ireng histeris, ternyata suara benda yang sangat keras dan menggetarkan gunung itu adalah suara jatuhnya tubuh Pangeran Tatius yang ambruk.


Dengan tangan bergetar paman patih lembu ireng menyentuh tangan pangeran Tatius.


"Pangeran....! pangeran apa yang terjadi dengan mu mengapa menjadi begini."seru paman patih lembu ireng panik.


"Pa-paman, kau disini."


"Iya, pangeran aku disini! mengapa semua ini terjadi apa yang pangeran lakukan, kenapa pangeran menyakiti diri sendiri."


Mendengar pertanyaan yang banyak pangeran Tatius hanya mengulum senyum.


"Bawa aku kembali ke penginapan paman aku tidak memiliki kekuatan untuk terbang, dan ambilkan keris itu disana, aku sudah berhasil membuat nya kembali kedalam kerangka nya"lirih pangeran Tatius yang kemudian mulai memejamkan mata.


"Pangeran...! pangeran ....! pangeran.....! jangan tinggalkan aku...jangan pergi...uhuk...uhuk...!paman Patih lembu ireng berteriak histeris sambil menaggis sementara tubuh pangeran Tatius semakin memucat.


"Paman, aku tidak mati aku hanya lelah biarkan aku beristirahat." lirih pangeran Tatius yang mana masih bisa di dengar oleh telinga paman Patih lembu ireng sebelum pangeran Tatius memejamkan mata.


Paman Patih lembu ireng yang mendengar kan itu langsung menghentikan tangisnya dan menatap lekat lekat wajah tampan yang ada didepannya.


"Benar..! ini pangeran Tatius tidak sedang mati napasnya masih ada meskipun kedua bola matanya terpejam, itu artinya pangeran Tatius pingsan, atau tertidur, wajahnya sangat pucat sekali aku harus cepat membawa nya kembali ke penginapan, tapi tadi pangeran Tatius bilang keris sudah masuk ke dalam kerangka nya apa itu benar, coba aku lihat." Paman Patih Lembu ireng bangkit dari tempat nya kemudian berjalan kedepan mencari keris yang kata pangeran nya sudah kembali masuk ke dalam kerangka nya.


Setelah celingukan dengan mengedarkan seluruh pandangan matanya ke sekeliling tempat itu, barulah paman Patih lembu ireng bisa menemukan sebuah keris yang tergeletak di atas Tanah dalam keadaan sudah terbalut dan menyatu dengan kerangka nya.


"Astaga....!apa aku tidak sedang bermimpi, keris yang menancap di atas langit sudah kembali ke Bumi, pangeran Tatius benar-benar hebat, siapa yang melatihnya kenapa kekuatan nya begitu besar." desis Paman Patih lembu ireng kagum.


"Cetaaaaaaarrr.... Glegaeeeerrrrr.....!


Paman Patih lembu ireng terkesiap mendengar petir dan Guntur yang mana tiba-tiba turunlah hujan dengan panik paman Patih lembu ireng segera mendekati pangeran Tatius.


"Hujan....! aku harus cepat pergi dari sini."


Dengan kekuatan tenaga dalam nya paman Patih lembu ireng menggankat tubuh Pangeran Tatius setelah menyelipkan keris kedalam bajunya yang mana dalam hitungan detik Paman Patih lembu ireng sudah membawa tubuh Pangeran Tatius pergi dari tempat itu sebelum hujan turun semakin deras.