The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.189.TEMBAKAN



Deg....!


Hati gadis itu berdegup dengan kencang ketika tangan pangeran Tatius melingkar dengan manis di pinggang nya, nafasnya seakan terputus maju mundur, naik turun tak beraturan, suatu rasa aneh yang belum pernah dia rasakan ketika berdekatan dengan sang pacar yang entah bagaimana sifatnya, terkadang terlihat manis dan romantis tapi terkadang bagaikan dua orang asing yang baru saja saling mengenal, seperti saat ini ketika asik asiknya lagi berkencan, lagi berduaan tiba-tiba dia kabur demi melihat seorang gadis yang entah siapa, dia berlari bagaikan orang kesetanan dan meninggalkan ku bagaikan orang yang tak berperasaan, bayangkan saja aku cewek di tinggal begitu saja di pantai dengan suasana menjelang sore dan dengan mudahnya cuma bilang pulang lah dengan taksi dan ini uangnya, sudah gila apa? di pantai mana ada taksi yang ada harus telpon dulu.


Suatu keberuntungan di saat lagi sendiri dan sedih tiba-tiba menemukan satu orang yang baik hati mau menemani dan mau membawa nya keluar dari pantai ini, bahkan sang maha pencipta sangat bermurah hati dengan menurunkan satu pangeran tampan untuk nya, tidak bisa di pungkiri laki-laki yang sedang memeluk pinggang nya dia sangat tampan dan rupawan, andai saja laki-laki di sampingnya mau menjadi kan nya pacar, sudah tidak perlu berfikir lagi pasti dengan senang hati ku trima.


"Kenapa aku merasa tubuku seperti terbang, ataukah ini semua hanya perasaan ku, kenapa pula laki-laki itu tidak membolehkan aku membuka mata, Ah...ya dia kan cuma melarang ku tidak boleh membuka mata tapi kan tidak melarang ku untuk mengintip, jadi boleh lah aku sedikit memicingkan mataku untuk mengintip, toh laki-laki di sampingku tidak akan tau." Desis Gadis itu dalam hati, yang dengan cepat memicingkan kedua matanya untuk mengintip apa yang terjadi kenapa tubuhnya seperti terbang dan ketiika gadis itu mulai memicingkan kedua bola matanya maka terlihat dengan jelas lah jika kini tubuhnya benar benar melayang di atas Awang Awang di antara tinggi nya pohon pohon yang ada di sekitar tempat itu, hingga membuat jantung nya hendak meloncat karena terkejut dan kaget.


"Aaaaaaah...!"teriak gadis itu sekencang kencangnya membuat pangeran Tatius langsung menurunkan laju terbang nya dan berhenti di sebuah jalan raya yang sudah jauh dari pantai.


"Kenapa berteriak, ada apa?"tanya pangeran Tatius penasaran karena melihat mimik ketakutan di wajah gadis yang ada di sampingnya.


"Apakah aku bermimpi? bukankah ini tadi kita terbang?" tanya gadis itu penasaran dengan wajah yang masih penuh dengan ketakutan, membuat Pangeran Tatius terkekeh.


"Memang kita terbang, emang kenapa?"takut makanya aku sudah bilang jangan membuka mata sebelum aku perintahkan, kamu ngak nurut."


"Jadi ini bukan mimpi..!


"Ya bukan lah, Mbak nya Tolong jangan banyak tanya yaa, mau lnjut ikut atau tidak saya ini juga sedang ada urusan saya mau mencari teman saya yang hilang entah sekarang ada di mana, jadi please tolong..jangan brisik saya harus konsentrasi melacak jejaknya."


"Apakah yang kamu cari itu seorang wanita."


"iya..!"


"Jangan.. jangan yang pacarku kabur menggejar nya."


"Maksud mbak nya apa?"


"Tadi, pacarku ninggalin aku gara gara ngejar seorang gadis yang di culik beberapa laki-laki masuk ke dalam mobilnya."


"Di mana? maksud ku ke arah mana perginya?"


"Ke sana lurus..... melewati jalan ini."


"Baik, cepat tutup matamu aku akan mengejar mereka."


"Apakah akan terbang lagi....?'


"Tentu saja, masak mau berlari maraton, Cepat tutup matamu jika takut tapi jika tidak boleh kamu buka mata."


"Di samping mu, aku tidak akan pernah takut."


"Baik bersiap lah "


Kembali pangeran Tatius melingkar kan tangannya pada pinggang gadis yang ada di sampingnya, dan kembali rasa berdebar debar dan jantung berdegup dengan kencang kembali terasa, kali ini gadis itu tidak takut lagi dan kali ini justru gadis itu pun ikut melingkar kan tangannya pada pinggang Pangeran Tatius.


Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Tania sayang, sabar ya....aku pasti datang menolong mu dan siapapun yang berani menyakiti mu akan ku hancurkan, kurang ajar sekali berani beraninya menculik pacarku, lihat saja akan ku jadikan perkedel kalian nanti." Gumam Pangeran Tatius dengan geram, sedangkan gadis yang ada di sampingnya sedang tersenyum senang.


"Andai, dia nembak aku jadi pacarnya sudah pasti akan ku trima dan dia yang pacarku yang tak bertanggung jawab akan ku buang biar tau rasa kau," sunggut gadis itu yang sedang bermonolog sendiri.


Sementara di tempat lain sebuah motor melaju dengan kecepatan kencang bagaikan seorang pembalap Nomor satu seperti Valentino Rossi, ya nama yang akrab di panggil dengan sebutan Rossi yang banyak menjadi perbincangan dan banyak yang mengidolakan nya karena permainan balap motor nya yang sangat menakjubkan dan super keren.


Dengan kecepatan tinggi dan dengan kecerdikan dalam membalap motor yang di kendarai seorang pemuda bisa dengan mudah membalap laju mobil yang ada di depannya sehingga dengan terpaksa sang pengemudi pun menginjak Rem dengan kuat karena di depan nya telah berdiri seorang laki-laki dengan motor menghadang di depan nya.


"Ciiiiiiiiiittttt....!" bunyi suara Rem yang terinjak dengan paksa.


"Sial... siapa kau? mau cari mampus apa ya, cepat minggir, jangan halangi jalanku." teriak sang supir yang ada di dalam mobil dengan wajah merah padam karena marah, dia merasa laju mobilnya terhambat gara gara laki-laki di depannya.


"Minggir...!" ha .ha. ha... jangan mimpi cepat bebaskan gadis yang kau Tawan itu."seru laki-laki si pengendara motor dengan berani.


"Hei ...anak muda, kalau kau masih mau hidup Cepat pergi sebelum aku bunuh kau."


"Ha . ..ha ...ha...Apa? kau bilang! mau membunuh ku, lakukan saja jika kau bisa."seru laki-laki sang pengendara motor dengan berani nya.


"Brengsek ..!" benar benar mau cari mampus itu anak, biar aku yang keluar dan membereskan bocah ingusan itu."


"Baik, hati-hati adik dan cepatlah selesaikan tugasmu."seru laki-laki yang memegang kemudi mobil.


"Beres, kakak !"bocah ingusan seperti ini kecil bagiku." ucap laki-laki itu membanggakan dirinya sendiri, dengan langkah tegap bak polisi dadakan yang baru saja di Lantik dan siap di terjun kan dalam Medan pertempuran laki-laki itu segera menghampiri sang pemuda pengendara motor.


"Katakan, apa mau mu bocah!"


laki-laki pengendara motor pun tersenyum menyeringai, dengan tatapan mata yang sangat tajam tertuju pada laki-laki di depannya.


"Bebaskan, gadis yang kau Sandra itu?"


"Apa? membebaskan nya, kau pikir kami ini takut dengan gertakan mu, kalau kau bisa coba saja bebaskan dia sendiri,"


"Kurang ajar..!trima ini...


"Duuuussss.....!" sebuah tendangan kaki yang dilakukan dengan gerakan melompat menerjang bagian depan dada lawan berhasil dengan sempurna sehingga sang lawan pun terhuyung kebelakang tidak menyia nyiakan kesempatan ketika laki-laki di depannya Belum sepenuhnya siap dengan sangat cepat laki-laki si pengendara motor kembali memberikan serangan tendangan lagi sehingga laki-laki itu kesulitan untuk bangkit.


Senyum menyeringai terlukis dari bibir sang pengendara Motor yang dengan sigap menyerang kembali laki-laki penculik Namun pada saat sebuah tendangan akan kembali menghantam tubuh nya dengan cepat laki-laki itu meraih sebuah pistol yang ada di balik bajunya dan ....


"Dooor....!" bunyi satu tembakan yang membuat pengendara motor terkejut hingga membuat nya membuang tubuh nya kebelakang bagaikan orang yang sedang melakukan kayang.