
Segera para pengawal kerajaan mengantar Raja Sangkala untuk menemui Raja Awang Awang Vampire.
"Mari Raja, ikut saya, Raja kami telah menunggu kedatangan Tuan Raja,"
Dengan langkah tegap dan berwibawa Raja Sangkala menggikuti para pengawal kerajaan, mereka membawa Raja Sangkala ke tempat pertemuan para Raja di istana.
"Silahkan masuk Raja,"
"Trimakasih,"
Ketika langkah kaki Raja Sangkala mulai memasuki ruang istana kepribadian Raja, yang mana sering di buat pertemuan dan menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di istana. Raja Awang Awang Vampire segera turun dari tahta singgasana nya dan memberikan hormat kepada Raja Sangkala Ayah mertuanya.
"Salam Ayah, ada angin segar apa yang membuat Raja datang kemari malam malam begini,"
"Aku, ingin bertemu Ratu Shima, apa boleh,"
"Tentu, Ayah, kenapa tidak, Ratu Shima adalah putri Ayah jadi Ayah boleh kapan saja menemui,"
"Oh, ya! Benarkah itu?"
"Tentu saja Ayah, silahkan Ayah duduk kita berbincang sebentar lalu Ayah istirahat baru besok Ayah bisa menemui Ratu Shima."
"Aku tidak mau menunggu besok Raja, aku mau hari ini juga bertemu dengan Ratu Shima,"
"tapi ini sudah malam Ayah?"
"Apakah, Raja melarang ku bertemu dengan putriku?"
"Oh, tentu saja tidak, Ayah, kuharap Ayah tidak salah paham "
"ijinkan aku bertemu putriku malam ini juga,"
"Baiklah, aku sendiri yang akan mengantar Ayah, mari silahkan Ayah,"
Raja Sangkala menggikuti langkah kaki Raja Awang Awang Vampire, Mereka berjalan menuju puri istana Ratu Shima, ketiika mereka sudah sampai Puri istana terlihat legam, dengan cepat Raja Awang Awang Vampire memerintahkan salah satu pengawal istana untuk pergi memanggil Ratu Shima, setelah menunggu beberapa menit keluarlah dari istana puri pengawal istana itu dengan tergopoh-gopoh, berlari menghadap Raja.
"Ampun, Raja, Ratu Shima tidak ada di tempat, kamar nya kosong, dan tidak ada yang tau kemana Ratu Shima pergi,"
",Apa,?"Ratu Shima tidak ada di puri istana?"tanya Raja terkejut.
"Bagaimana mungkin Ratu Shima tidak ada di istana, tapi tidak ada yang tau?tanya Raja Sangkala cemas.
"kalau begitu cepat cari di manapun Ratu Shima berada kalian harus menemukan nya,"
"Baik, Raja! perintah siap kami laksanakan.
Bergegas para para pengawal kerajaan berpencar mencari keberadaan Ratu Shima, sementara Raja Awang Awang Vampire dan Raja Sangkala bergegas masuk ke dalam puri istana di mana Puri itu adalah tempat tinggal Ratu Shima, Raja Sangkala dan Rajab Awang Awang Vampire yakin, pasti akan ada petunjuk yang tertinggal di dalam puri itu.
"Bagaimana, kau bisa teledor, Raja Awang Awang Vampire, kenapa engkau sampai tidak mengetahui di mana istrimu. berada," bentak Raja Sangkala murka.
"Maaf, Ayah, pagi tadi Saya dan Ratu Shima masih bercengkrama jadi saya tidak tau jika malam nya Ratu Shima tidak ada,"
"Dasar bodoh, aku tidak mau tau suruh semua anak buahmu mencari dan harus bisa menemukan malam ini juga,"
"Baik, Raja, kami akan berjuang keras agar Ratu shima bisa kami temukan.
******
Melihat Ratu Shima sudah tergeletak karena minuman yang di berikan Ratu Derbah, bergegas Ratu Derbah menyuruh para pengawal untuk membawa Ratu Shima ke kamar, tahanan di mana Ratu Shima akan di kurung, Ratu Derbah sangat puas dengan apa yang kini di raihnya, akhirnya Ratu Shima bisa dengan mudah dia lumpuhkan, di sela sela gelak tawanya Ratu Shima memperketat penjagaan, kemudian Ratu Derbah pergi meninggalkan tempat itu.
"Selamat tidur panjang Ratu Shima yang cantik, sekarang aku tidak memiliki pesaing apapun lagi dan kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini,"
Sementara Ratu Shima belum sadarkan diri, para pengawal istana yang berjaga bersorak sorai karena keberhasilan nya mereka semua mendapat kan imbalan yang sangat besar dari Ratu Derbah.
*****
Di hutan belantara di dekat kawasan kerajaan Barat Daya tampak seorang pemuda tampan sedang memanggang ikan kelinci hasil dari buruannya, aroma harum keluar dari balik ikan kelinci yang sudah hampir matang.
"Pangeran ini enak sekali, tangkapan pangeran sungguh jitu hasil tangkapan kita pun cukup banyak kita dapat empat ekor kelinci, kita bisa makan sepuasnya,"
Di sambut dengan suara tawa yang renyah.
"Iya, paman, boleh makan berapapun paman mau,"
"Pangeran Tatius, apakah pangeran yakin jika pangeran Yervan akan melewati jalan ini,"
" tentu saja, paman, aku yakin kita akan menunggu kedatangan mereka jadi bersabarlah, sekarang ayo, kita nikmati ikan hasil buruan kita ini,"
Ketika mereka sedang menikmati makan ikan kelinci hasil buruan Mereka tiba-tiba bayangkan hitam berkelebat sangat cepat dan berhenti di hadapan mereka, tanpa basa basi lagi, langsung menyambar satu kelinci yang sudah matang dan langsung melahapnya, karena sangat terkejut dan tidak menyadari akan ada yang datang patih lembu Ireng segera menggeluarkan keris dari balik bajunya dan siap untuk memberikan pelajaran pada sosok baju hitam.