The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.372. SEDIH



Teriakkan dan panggilan dari Tania tak di hiraukan Pangeran Tatius dia terus berjalan pergi meninggalkan tempat itu, Tania yang juga memiliki sifat keras kepala tidak begitu saja menyerah setelah sampai di bawah Tania langsung berlari mengejar langkah kaki Pangeran Tatius, karena suasana gelap Tania yang hanya fokus memandang ke depan melihat tubuh kekasihnya menjauh pergi tidak mengetahui jika di depannya terdapat batang pohon yang ada di tengah tengah jalan, mungkin batang pohon itu baru saja tumbang akibat tiupan angin yang besar bagaikan angin topan yang terjadi beberapa jam yang lalu sehingga tidak ada yang menyingkirkan nya.


"Bruuugh.....Aaaauuww...!"teriak Tania yang jatuh tersungkur, apa yang terjadi dengan Tania sama halnya dengan apa yang terjadi dengan Pangeran Tatius mereka juga sama sama jatuh karena pohon tumbang yang sama yang mana karena gelap tidak terlihat oleh mata.


Mendengar suara jatuh dan teriakan kesakitan membuat Pangeran Tatius langsung berbalik dan berlari menghampiri.


Entah mengapa rasanya tidak tega jika mrndengar dan melihat orang yang kita cintai terluka. Dengan perasaan panik Pangeran Tatius segera membantu Tania untuk berdiri.


Tania Tersenyum dalam hati, ada rasa senang karena sang kekasih masih mau peduli.


"Tatius, kenapa kau pergi ketika aku memanggilmu ?"ucap Tania sambil menatap wajah kekasihnya yang menunduk membantu meluruskan kaki Tania yang menabrak pohon.


" Apa ini sakit?"


Rasanya Tania mau menampar saja wajah tampan didepan nya karena tidak mau menjawab pertanyaan nya tapi justru bertanya balik.


"Aku tadi bertanya kenapa tidak kau jawab, mengapa kau tidak menghiraukan panggilan ku?" sunguut Tania kesal, nada ucapannya juga penuh penekanan, Pangeran Tatius menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Maaf, aku tidak dengar. jika tidak sakit aku pergi dulu dan kembalilah ke kamarmu, ini sudah malam."


"Bohong...! mana mungkin kamu tidak dengar, yang ada kamu sengaja pergi dan tidak mendengar kan teriakanku dan jika aku tidak jatuh mungkin kau juga tidak akan menghampiri ku."geram Tania hingga meluapkan kekesalannya,kesal sekali rasanya melihat sikap cuek dan datar dari pemuda yang ada didepannya.


Pangeran Tatius meneguk ludahnya dengan kasar.


"Jika kamu sudah tau, untuk apa kau bertanya."


Mendengar jawaban dari pangeran Tatius yang sangat di luar dugaan nya, kedua bola mata Tania membulat seketika, kekesalan nya semakin meningkat.


Rasanya ingin sekali memukul pemuda yang ada didepannya dengan kedua tangan nya biar bicara sedikit sopan, sebenarnya sudah sopan akan tetapi berasa menyakitkan hati.


"Kalau begitu pergi, untuk apa masih pura-pura peduli." sinis Tania dingin, hatinya benar-benar meradang melihat sikap cuek dan tak bersalah orang yang ada di depannya.


Pangeran Tatius bangkit dari tempat nya berjongkok membantu Tania yang baru terjatuh karena dahan pohon yang tumbang di tengah jalan dan tanpa banyak bicara Pangeran Tatius segera melangkah kan kakinya untuk pergi.


Tania yang tidak menyangka dengan perbuatan Pangeran Tatius yang tiba-tiba pergi menjadi panik dan semakin kesal.


Pangeran Tatius tersenyum mendengar perkataan gadis yang ada di belakang nya.


"Kenapa aku harus marah, ini sudah malam kembali lah ke kamar mu,"


"Kenapa kau ada disini kau ingin menemuiku kan?"


"Tidak, aku tidak tau kalau aku akan berada disini aku hanya mencari kerangka keris ini, sekarang kamu tidur lah ini sudah sangat malam."


"Aku ingin bersama mu disini, Tatius aku ..


"Ssssst... !"jangan bicara apapun aku tidak memiliki banyak waktu cepat kembali ke dalam kamar mu, karena aku Harus cepat pergi."ucap Pangeran Tatius seraya membelai lembut rambut Tania yang tergerai terkena terpaan angin malam.


"Kau takut dengan Ayah kan?' jangan khawatir Ayah pasti sudah tidur jadi tidak akan ada yang tau jika aku menemuimu dan aku Ingin...


"Sudahlah Tania aku tidak lagi memikirkan itu, aku harus pergi cepatlah Naik dan tidur ini sudah malam."


Tania tercengang dengan apa yang diucapkan Pangeran Tatius, sama sekali pemuda yang ada didepannya terlihat sangat berbeda sikapnya, dia begitu tenang dan biasa saja.


Tania meneguk ludahnya, hatinya menjadi ciut dia merasa perubahan yang terjadi pasti akibat dari perbuatannya sehingga Pangeran Tatius begitu dingin dan acuh.


Karena gadis yang ada di dekatnya diam tak bergeming, Pangeran Tatius menarik napas panjang dan menghembuskan dengan perlahan seolah menahan beban berat.


Tanpa banyak bicara Pangeran Tatius segera melingkar kan tangannya pada pinggang ramping milik Tania dan dalam sekejap Pangeran Tatius sudah membawa Tania Naik ke atas kamarnya.


Ketika tangan Pangeran Tatius melingkar pada pinggang nya Tania mengulum senyum hatinya merasa senang karena kekasihnya ternyata masih perhatian, akan tetapi senyum itu tiba-tiba menghilang ketika dengan cepat Pangeran Tatius pergi meninggalkan dirinya.


"Tatius....! Teriak Tania Ketika Pangeran Tatius yang langsung pergi setelah membatu Tania masuk ke dalam kamarnya.


Pangeran Tatius tak lagi menghiraukan teriakan dari Tania yang memanggil namanya , merasa tidak dihiraukan Tania menghentakkan kakinya di lantai.


"Tatius tega sekali kau, apakah semua karena Perbuatanku padamu kala itu, Tatius apa kini kau sedang membenciku, tidak..! aku harus bicara dengannya aku yakin dia tinggal disekitar tempat ini, baiklah besok aku akan mencari tau dimana kamu tinggal aku tidak suka hubungan kita menjadi seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal, meskipun kita tidak bisa bersama setidaknya bersikap lah yang manis padaku apa kau tau apa yang kau lakukan sangat menyakitkan diriku." lirih Tania yang mana kini mulai menutup jendela kamar nya karena sosok Pangeran Tatius sudah hilang dari pandangan.