The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.111.KESAL



Dengan perasaan kesal pangeran Yervan akhirnya ikut terbang melesat menggikuti putri Lin Ying yang telah lebih dulu terbang ke kerajaan Awang Awang Vampire istana bagian depan, tak lama kemudian setelah kehadiran pangeran Tatius kemudian disusul dengan putri Lin Ying dan yang terakhir datang pangeran Yervan. Membuat sang Raja mengeryitkan dahinya.


"Ada apa ini?" kenapa semua berkumpul di sini."


"Aku, ingin melihat keadaan Raja."ucap pangeran Tatius.


"Aku juga, aku ingin melihat kondisi Raja."


"Aku, aku juga,"seru pangeran Yervan yang mendapat bagian menjawab pertanyaan paling akhir.


"Aku, baik-baik saja, pergi lah dan bersihkan tubuh kalian kita akan bertemu di meja makan."


"Baik, Raja kalau begitu saya permisi." ucap pangeran Tatius cepat yang kemudian segera melangkah keluar.


"Aku juga permisi dulu Raja,"seru Putri Lin Ying yang kemudian langkah kakinya menjajari langkah pangeran Tatius.


Melihat putri Lin Ying menjajari langkah kaki adiknya pangeran Tatius dengan cepat tanpa mengucapkan sepatah kata Pangeran Yervan langsung meraih tangan Putri Lin Ying, melihat tangan nya disentuh dan di pegang pangeran Yervan putri Lin Ying mengeryitkan dahinya.


"Apaan sih!" lepaskan tanganku."


"Kenapa buru buru ngikutin pangeran Tatius, kita bisa berjalan berdua dengan santai."


"Ngomong apa sih!"aku ada perlu sama Pangeran Tatius kamu tunggu disini saja jangan menggikuti ku." Seru Putri Lin Ying sambil mengibaskan tangannya.


Kecewa, kesal dan geram itulah yang dirasakan pangeran Yervan dengan sangat marah pangeran Yervan pergi ke Puri istana mahkota intan di mana di dalam Puri itu terdapat berbagai macam benda benda bersejarah yang tertata rapi dan kesemuanya memiliki keutamaan sendiri sendiri di dalam kamar Puri mahkota intan pangeran Yervan menatap wajahnya di depan cermin keabadian di mana cermin itu bisa di ajak bicara.


"Hai..cermin!" katakan padaku apa kekurangan ku di bandingkan dengan pangeran Tatius mengapa putri Lin Ying terlihat lebih tertarik pada pangeran Tatius dari pada padaku."


"Karena Pangeran Tatius lebih tampan wajahnya, lebih pintar dan lebih lembut hatinya."


"Hai...cermin kau bicara apa? apa kau menuduhku pangeran yang buruk rupa hah?"


"Pangeran Yervan sungguh tampan tapi pangeran Yervan tidak memiliki kharisma yang menawan dan tidak sebanding dengan ketampanan pangeran Tatius."


"Halah...cermin gila aku tidak percaya dengan semua ucapanmu," Dengan kasar pangeran Yervan pergi meninggalkan tempat itu dengan hati kecewa, dia sering melihat ibu Ratu Derbah dulu sering bicara pada cermin keabadian dan semuanya mengecewakan andai Raja bukanlah orang yang suka menghukum siapapun sudah pasti cermin keabadian itu dia hancurkan.


Dengan tatapan mata sinis penuh dengan kecemburuan Pangeran Yervan menatap puri istana pangeran Tatius di mana di dalam Puri itu mereka berdua lagi berduaan.


Kekesalan yang ada dalam hati pangeran Yervan membuat pangeran Yervan pergi ke sebuah puri istana kecil yang tidak begitu luas di mana di tempat itu banyak para pengawal kerajaan maupun pembesar istana datang hanya untuk minum dan mabuk mabukan bersenang senang dengan para Dayang cantik yang bisa di ajak untuk menghabiskan malam, melihat kedatangan salah satu pangeran istana kerajaan bergegas para pengawal menyingkir dari tempat itu, mereka terkesan takut dan segan pada putra mahkota kerajaan.


Dengan sangat gagah dan berwibawa pangeran Yervan duduk di tempat itu yang dengan cepat datanglah seorang pelayan yang menawarkan minuman apa yang di inginkan pangeran. Karena ini adalah kali pertama pangeran Yervan masuk ke tempat di mana jika sampai kedatangan nya ketahuan Raja Sunda pasti juga pangeran Yervan akan mendapatkan hukuman.


Patih Ramboka yang kebetulan juga berada di tempat itu menatap pangeran Yervan dengan tatapan penuh tanda tanya, dengan Langkah pasti Patih Ramboka mendekati pangeran Yervan.


"Pangeran Yervan, ada apa, mengapa kau datang ketempat ini?"


"Aku lagi pusing paman, aku mau mencari hiburan di sini, pelayan cepat ambilkan aku minuman terbaik yang ada di sini..!"


"Pangeran, jangan macam macam ayo aku antar kembali jika Raja sampai tau pangeran ada di sini pasti Raja akan menghukum pangeran."


"Ha. ha. .ha ...Raja tidak akan sekejam itu padaku patih, kau pergi lah biar aku di sini."


"Cepat pergi!" teriak pangeran Yervan kepada Patih pramboka kasar.


"Pangeran Yervan...!!!apa yang kau lakukan di sini pergi dan kembali ke Puri istana mu!"


"Ibu Ratu Derbah!" mengapa ibu Ratu ada di sini juga dan mengapa ibu Ratu membela Patih jelek itu apa jangan jangan ibu Ratu...


"Diam ..!" kembali ke Puri istana kamar mu sekarang juga."Titah Ratu Derbah.


Dengan sangat kesal pangeran Yervan pergi meninggalkan tempat itu tanpa meminum arak yang di suguhkan Dayang istana, pangeran Yervan terbang melesat ke kamarnya.


Meskipun hatinya bertanya tanya mengapa Ratu Derbah ada di sana bersama dengan Patih Ramboka ada hubungan apa antara ibu nya dan Patih itu karena keduanya terlihat sangat dekat dan terkesan sang Ibu Ratu membelanya.


"Tidak mungkin ibu Ratu mau dengan seorang patih, karena hal itu akan sangat memalukan patih Ramboka tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan sang Raja mulai dari wajah dan kulit nya semuanya tak lebih menarik dari sang Raja, ayahku paling tampan kalau ketahuan ibu Ratu Derbah macam macam di belakang Raja aku sendiri yang akan menuntaskan nya." desis pangeran Yervan geram.


Putri Lin Ying yang sedang berada di dalam Puri istana pangeran Tatius tak henti hentinya menatap pemuda itu dengan senyuman manis di bibirnya.


"Kenapa menatapku begitu, putri sekarang katakan apa yang ingin Tuan putri Lin Ying bicarakan."


putri Lin Ying berjalan mendekati pangeran Tatius seraya tersenyum dia melangkah sangat dekat dan membisikkan sesuatu tepat di dekat telinga pangeran Tatius.


"Aku mencintaimu pangeran apapun akan ku lakukan demi bisa mendapatkan dirimu."


Mendengar perkataan putri Lin Ying pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar dengan sedikit buru buru pangeran beringsut mundur agar tidak terlalu dekat tapi rupanya Putri Lin Ying tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada pangeran Tatius untuk menjauh dengan cepat kedua tangan halus berkukuh panjang itu menangkup wajah pangeran Tatius hingga sangat dekat dengan nya.


"Pu-putri apa yang kau lakukan!" lirih pangeran Tatius gugup berusaha menepis kedua tangan Putri Lin Ying yang berada tepat menangkup wajahnya.


Di saat tangan pangeran Tatius hendak melepaskan diri dari Tangkupan tangan Putri Lin Ying dengan cepat putri Lin Ying meraih tangan pangeran Tatius dan menuntunnya turun ke pinggang putri Lin Ying, membuat pangeran Tatius mendelik seketika.


"Apa aku tidak cukup cantik Pangeran!" lirih putri Lin Ying dengan tatapan mata sayu.


Pangeran Tatius sedikit gelagap juga ketika tangan nya di paksa menyentuh pinggang ramping milik putri Lin Ying. Dengan sangat hati-hati pangeran Tatius melepaskan diri.


"Jangan begini, ingatlah Tuan putri Lin Ying adalah calon kakak ipar saya."


"Aku tidak mencintai nya aku hanya mencintai pangeran Tatius saja percayalah aku hanya akan menjadi milikmu."


Karena melepaskan diri dengan perlahan-lahan sangat sulit diam diam pangeran Tatius mengeluarkan kekuatan tenaga dalam nya untuk bisa lepas dari Kungkungan tangan Putri Lin Ying, yang seperti nya lagi mabuk.


"Maaf..!"


satu kalimat sebelum pangeran Tatius mendorong tubuh putri Lin Ying agar bisa menjauh dari nya.


Putri Lin Ying sangat terkejut melihat pangeran Tatius menggunakan kekuatan tenaga dalam untuk menghindar darinya. Melihat pangeran Tatius berdiri dengan membelakanginya dengan cepat putri Lin Ying memeluk tubuh pangeran Tatius dari belakang hal itu membuat Pangeran Tatius tersentak kaget dua kali lipat pasalnya tanpa merasa malu Putri Lin Ying sengaja merapat kan tubunya hingga pangeran Tatius merasakan ada benda kenyal yang menghimpit punggung belakang nya ,hal itu membuat pangeran Tatius tanpa sengaja menggigit Saliva nya. Bagaimana pun pangeran Tatius juga laki-laki normal biasa, bahkan untuk sesaat pangeran Tatius justru membayangkan yang ada di belakang dan sedang memeluknya adalah Tania gadis yang sudah lama mencuri hatinya.


Melihat pangeran Tatius diam saja putri Lin Ying tersenyum senang, dia semakin mempererat pelukannya hingga....


"Bruaaaaaakk....!!! suara pintu di dobrak dari luar, membuat pangeran Tatius dan putri Lin Ying tersentak kaget hingga tanpa sadar pelukan mereka terlepas.