The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.375. SADAR



Dengan perasaan cemas paman Patih lembu ireng segera mengangkat tubuh Tania dan membawanya masuk ke dalam kamar yang berbeda.


Setelah membuat beberapa ramuan obat yang terbuat dari daun, paman Patih lembu ireng kembali masuk ke dalam kamar Tania, di lihatnya gadis itu masih pingsan dan belum sadar.


"Apakah aku harus mencipratkan air kewajah nya, agar Non Tania cepat sadar, tapi bukankah itu namanya lancang dan tidak sopan atau biar ku tunggu sampai Non Tania sadar sendiri, Araaaaaagggghhhh.... Kenapa aku jadi pusing begini, kalau tidak kuat itu jangan datang, tapi ngomong-ngomong dari mana Non Tania tau kalau Pangeran Tatius ada di tempat ini, dan kenapa dia datang dengan marah marah apakah diantara mereka ada pertemuan dan bertengkar aduh semakin pusing aku, sudah ku bilang cinta itu hanya akan membuat luka dan gilaa, sudahlah lebih baik aku tunggu Non Tania sadar dengan sendirinya, dari pada aku sadarkan terus Kembali histeris seperti tadi bisa tambah kacau Nanti, tapi aku juga bingung kenapa pangeran Tatius lama sekali pulihnya, sebenarnya dia bisa pulih kembali atau tidak dan kalau tidak, bagaimana, apalagi jika kejadian masa kecilnya yang terbaring selama satu purnama. aduh, jangan sampai ini terjadi, aku harus mencari cara agar pangeran Tatius bisa cepat pulih, tapi aku tidak tau caranya, Sialnya pangeran tidak memberitahuku, sekarang aku harus bagaimana."keluh Paman patih lembu ireng bingung.


Berkali-kali paman Patih Lembu Ireng bangkit dan duduk kembali dari tempat nya, bahkan tanpa sadar gerakan nya bagaikan cuplikan sebuah sinetron yang ada di sinetron maju mundur cantik tapi yang di lakukan paman Patih lembu ireng duduk bangkit cantik, tingkah dan kelakuan orang orang yang Bingung memang bermacam-macam.


Tidak terasa paman patih lembu ireng telah menunggu selama kurang lebih satu jam barulah terlihat, Tania menggerakkan tangannya.


"Non, Tania telah sadar." lirih paman patih lembu ireng yang langsung berjalan mendekati Ranjang dimana Tania berbaring.


"Non...! Apakah Non Tania bisa mendengar suaraku?"


"Paman aku ada dimana?"


"Non Tania, ada di penginapan dua, disini tempat saya dan pangeran Tatius menginap."


"Tatius....! Paman, Bagaimana keadaan Tatius sekarang, paman, aku mau melihat nya tubuhnya dingin dan wajahnya sangat pucat seperti kapas, paman aku mau kesana."seru Tania cemas yang mana dengan tergesa-gesa bangkit dari ranjang tempat nya berbaring.


"Tunggu, Non Tania mau kemana?'


"Aku mau melihat Tatius paman, aku ingin menemuinya dia sepertinya sedang sakit, paman, lepaskan aku biarkan aku melihat nya." seru Tania dengan wajah yang sangat panik yang mana paman Patih lembu ireng mencegah nya dengan menggenggam tangan Tania.


"Jangan, Non, Nanti Non Tania pingsan lagi, paman tambah pusing jadinya."


"Paman ..! aku kan baru bangun dari pingsan masak mau pingsan lagi, sudahlah Paman tidak perlu khawatir aku tidak apa-apa kok."


"Apa Non Tania yakin?"


"Sangat yakin, aku mau berada di dekat nya walaupun sebentar, paman jangan menghalangiku ya..please.... biarkan aku sejenak bersamanya."


"Baiklah,"


"Mari aku temani."


Paman Patih lembu ireng dan Tania segera pergi ke kamar dimana pangeran Tatius sedang berbaring.


Melihat wajah sang kekasih masih tetap sama tidak ada perubahan sedikitpun, wajahnya masih tetap pucat seperti kapas dengan tubuh dingin.


"Paman, katakan padaku apa yang bisa kulakukan agar Tatius bisa kembali pulih seperti sedia kala."


Paman Patih lembu ireng menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, sebelum kemudian mengelengkan kepala nya dengan lemah.


"Saya juga tidak tau Non, saya juga sedih dan bingung harus bagaimana agar saya bisa membuat pangeran Tatius Kembali pulih." ucap paman patih lembu ireng dengan suara putus asa.


"Paman... bukankah paman dan Tatius seorang Vampir, paman pasti Tatius membutuhkan darah, paman ambil darahku aku manusia, ayo paman cepat lukai aku dan berikan darahku padanya pasti Nanti Tatius tidak akan pucat lagi."seru Tania antusias dia sangat yakin dengan memberikan sdikit darahnya pasti pangeran Tatius akan kembali pulih.


"Ide yang bagus Non, tapi sayangnya itu tidak berlaku bagi pangeran Tatius, karena Pangeran Tatius sudah menelan mutiara hijau yang telah di buang Raja ke laut samudra xx dan dengan kesabaran serta kekuatan nya pangeran Tatius berhasil menemukan mutiara hijau yang berada di dalam perut Naga betina yang ada di dasar laut dan sejak saat itu pangeran Tatius sudah berubah menjadi manusia dia tidak lagi membutuhkan darah."


"Lalu sekarang kita harus bagaimana, apa yang akan kita lakukan, masak iya, kita diam saja dan tidak berbuat apapun, lihatlah paman tubunya tidak ada perubahan dari tadi."


"Bukan hanya dari tadi Non, tapi sudah dari kemarin malam dan aku tidak tau harus berbuat apa."keluh Paman Patih lembu ireng.


"Paman ayolah coba ingat-ingat lagi, paman aku mau Tatius sadar aku mau sebelum hari pernikahan, aku bisa tertawa dan bercanda dengan nya untuk yang terakhir kali, paman aku mencintai nya."


"Cinta, Non Tania itu aneh, bilang cinta tapi meninggalkan pangeran Tatius jangan Ngombal Non,"


"Issh, ini Vampir kenapa ngerti bahasa ngegombal segala." desis Tania dalam hati." Paman salah sangka sapa bilang aku ngegombal aku serius paman, jika bukan karena harus membalas Budi aku juga tidak akan menikah dengan orang lain, semua karena aku berhutang budi padanya dan Devan mencintai ku untuk itu aku harus rela menjadi miliknya, karena jika saat itu tidak ada Devan aku juga pasti sudah mati paman."


"Jadi yang Non Tania lakukan bukan karena cinta tapi karena hutang Budi."


"Iya, paman."


"Ternyata cinta itu sungguh Rumit.'


"Paman tidak penting membahas cinta ayo sekarang pikirkanlah bagaimana Tatius bisa sadar dan tidak pucat lagi."


"Paman juga bingung Non, harapan paman hanya pada keajaiban dan mungkin Raja Sangkala yang bisa membuat Pangeran Tatius pulih, tapi masalah nya Raja Sangkala masih di penjara di istana langit.


"Bukan kah paman pernah bilang jika keris Tatius kembali bersatu dengan kerangka nya Raja Sangkala akan dibebaskan,"


"Itu, benar, tapi sampai detik ini tidak ada tanda-tanda Raja Sangkala bebas jadi aku khawatir ucapanku salah."


"Aku yakin Paman benar dan aku juga yakin Raja langit tidak akan berbohong, aku akan menunggu Raja Sangkala muncul meskipun aku tidak akan pulang ke Rumah."


"Baiklah, Non kuta akan menunggu bersama smoga Raja Sangkala cepat kembali."