The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.249.SEPERTI DRAKULA



Dengan cepat Patih Ramboka terbang melesat menuju puri Istana kepribadian Pangeran Yervan.


Ketika Patih Ramboka hendak masuk tiba-tiba sebuah bayangan hitam menghadang langkah kakinya.


"Berhenti di situ Patih...?"


"Kau, Ratu Derbah, minggir lah jangan menghalangi ku aku juga ingin melihat keadaan putraku."


"Diam...! jangan sekali-kali kau berani menyebut Pangeran Yervan putramu jika kau masih ingin bisa bertemu dengan nya, karena aku tidak akan segan segan membuang mu jauh dari putraku."


"Kau tidak bisa berbuat tidak adil padaku, aku ini Ayah nya dan aku juga berhak atas putraku."


"Diam!" kau pikir jika Pangeran Yervan menggetahui kau Ayah nya apakah dia akan bisa menerima mu, pikirkan akibatnya Patih Ramboka, kau jangan hanya memikirkan perasaan, tapi pikirkan juga perasaan putramu, dia sangat bangga menjadi putra mahkota kerajaan ini lalu tiba-tiba kau datang dan menggatakan dia putramu, apakah Pangeran Yervan tidak akan sedih dan hancur hatinya jika menggetahui sesungguhnya dia bukan putra Raja. Kau tidak mau melihatnya sedih bukan dan lagi apa yang bisa di bangga kan dari seorang Ayah yang cuma bekerja sebagai Patih kerajaan, tidak ada kan...?"


Patih Ramboka terdiam, dia mengerti apa yang dikatakan wanita di depannya semua adalah benar, belum tentu putra nya mau mengakui nya dan akibat dari kejujuran nya bisa jadi Pangeran Yervan putra nya akan semakin sedih dan terpuruk, tidak ada satu orang tua pun yang ingin melihat Anaknya sedih, setiap orang tua bisa menahan derita apapun tapi tidak akan sanggup melihat derita dan kesedihan putra mereka.


Melihat Patih Ramboka diam Ratu Derbah tersenyum miring.


"Bagaimana?"apakah kau masih mau menggatakan kalau kau adalah Ayah nya, sudah lah terima saja takdir Nasib mu, jadi lah Patih kerajaan yang baik dan setia." ucap Rati Derbah seraya tertawa.


Patih Ramboka menelan ludahnya dengan kasar hatinya begitu sakit dan terluka, tapi apalah daya di depan wanita yang menjadi ibu dari putranya Patih Ramboka tak pernah bisa berbuat apa-apa.


Kembali terdengar suara lantang dari Ratu Derbah sebelum dia masuk ke dalam Puri Istana kepribadian Pangeran Yervan.


"Lebih baik kau pergi dan pulang ke Puri Istana mu dari pada Nanti hatimu lebih terluk, jika kau melihat kemesraan kami bertiga."


Patih Ramboka mengepalkan tangannya dengan kuat ada perasaan marah dan sakit yang hadir, harga dirinya telah di injak-injak wanita yang ada di depannya.


Dulu Patih Ramboka lah yang membuat wanita itu bisa masuk ke dalam kerajaan Istana, kini setelah menjadi orang penting di dalam istana dengan sangat mudah menghina dan merendahkan nya.


Di belahan dunia lain di mana Pangeran Tatius sedang mencari sebuah toko tempat orang menjual benda pipih, Pangeran Tatius merasa binggung karena dia belum pernah sama sekali masuk ke sebuah toko besar, meskipun dirinya kini bukankah seorang Vampir yang menakutkan akan tetapi tetap saja Pangeran Tatius merasa binggung harus bagaimana.


Di depan Toko besar dengan gambar benda pipih yang juga besar terpampang di depan Toko Pangeran Tatius mondar-mandir bagaikan kitiran, dimana kala itu juga terdapat banyak pengunjung yang keluar masuk ke dalam toko sedangkan Pangeran Tatius mau masuk binggung mau ngomong apa tidak masuk binggung juga.


"Dunia manusia kenapa membingungkan begini, jadi manusia itu ribet nya minta ampun mana di dalam padat orang bikin gerah saja, apa yang harus aku lakukan."


Tak lama kemudian berhenti lah sebuah mobil cantik berwarna pink yang tak lama kemudian turunlah seorang gadis cantik dengan pakaikan seksi hanya setinggi paha, Pangeran Tatius yang tanpa sengaja melihat nya cepat-cepat membuang muka.


"Itu gadis kenapa berani pergi hanya dengan pakaian yang begitu kurang kain nya, apakah para manusia itu miskin.. miskin, perduli dengan gadis itu aku binggung ini harus bagaimana meminta benda pipih yang sama seperti ini, bisa ngambek lagi nih pacar kalau ketahuan aku pecahkan." gumam Pangeran Tatius dalam hati.


"Ayo, kita masuk kalau kelamaan nanti toko bisa tambah Ramai." ajak salah satu gadis yang ikut turun bersama nya.


"Tunggu....!"


"Ada apa?'


"Lihat disana itu."


"Oh,itu hihihi..... manusia aneh panas panas begini pakai pakaian hitam dan panjang, mirip drakula saja.'


"Iya, siang siang kok bajunya norak begitu,"


"Tapi aku penasaran kamu masuk saja dulu Lis biar aku tanya orang aneh ini mungkin dia lagi tersesat."


"Terserah, kamulah tapi jangan lama lama ya."


"Sip!"


Perlahan lahan gadis berambut panjang sebahu dengan penjepit di Rambutnya berjalan mendekati Pangeran Tatius.


"Mas...!"sedang apa kau disini.'


Mendengar ada suara yang sangat dekat dengan nya Pangeran Tatius menoleh.


"Astaga, cewek yang miskin ini datang mendekati ku dia bicara pafa siapa." lirih Pangeran Tatius dalam hati.


"Mas..! teriak sang gadis sambil mencolek lengan Pangeran Tatius.


Karena ada yang mencolek mau tidak mau Pangeran Tatius pun menoleh, tapi dia tetap tidak bicara apa-apa. Sang gadis berambut panjang sebahu menelan ludahnya dan menggigit saliva nya.


"Tampan sekali pemuda ini." gumam nya dalam hati ketika melihat Pangeran Tatius menoleh kepadanya.


"Hei...Mas kau mau apa kesini!" tanya Gadis itu mengulang pertanyaan.


"Kau bicara padaku."


"Astaga tampan tampan kok bodoh, tentu saja aku bicara padamu."


"Nona bicara apa?'


"Aku tanya....kamu itu mau apa kok mondar-mandir di sini."


"Nona...lain kali kalau tidak punya kain buat baju jangan keluar rumah."


Gadis yang ada di depan Pangeran Tatius mendelik seketika.


"Kau manusia aneh, aku bertanya tidak kamu jawab tapi kamu justru membahas kain, sebenarnya telinga mu apa lagi tuli, sakit begitu."


Pangeran Tatius tertawa mendengar perkataan gadis di depannya yang terlihat kesal kepada nya.


"Aku tidak tuli Nona, aku dengar semua nya aku cuma sedang menggingat kan kalau keluar rumah jangan pakai baju yang kain nya kurang."


"Kau meledek ku?"


"Bukan meledek tapi kan benar nona pakai baju kurang sampai tuh terlihat begitu."


Gadis itu menelan ludahnya dan mengepalkan tangannya karena geram.


"ini baju bukan kurang kain tapi model begini."


"Model, kok seperti model sobek."


"Kamu ngeselin banget sih, kamu terpesona kan dengan bentuk pahaku."


"Nona kamu itu, aneh terpesona bagaimana yang ada aku kasian nona tidak punya uang untuk beli kain panjang."


"Kau.... !" gadis yang geram itu segera mengepalkan tangannya dan berniat menpar Pangeran Tatius yang dianggap nya telah bicara lancang tapi kemudian dia urungkan setelah melihat penampilan Pangeran Tatius yang aneh.


"Kau sendiri lihat dirimu panas panas begini pakai baju begitu, apa gak gerah memang sih bagus seperti model kerajaan kerajaan begitu, tapi kuno bajumu, tuh lihat cowok yang ada di dalam situ semua nya pakai baju yang keren, sedangkan kamu apa ini baju kedodoran begini."tunjuk tunjuk sang gadis pada baju yang di pakai Pangeran Tatius.


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya kemudian melihat dan menelisik penampilan nya dari atas sampai bawah, tapi setelah itu Pangeran Tatius abaikan model bajunya.


"Aku mau mencari ini, bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan ini." Tanya Pangeran Tatius pada sang gadis.


"Tinggal bilang beli ponsel seperti ini di dalam sana Nanti langsung di kasih beres kan."


"Oh, begitu ya, trimakasih kalau begitu aku mau masuk dan bilang mau beli sel biar langsung di kasih."


Ketika pangeran Tatius hendak masuk ke dalam.


"Hei.. tunggu! namanya ponsel bukan sel jangan salah."


"Oh, ponsel! baik aku ingat ingat kamu juga ingat lain kali pakai kain yang tidak sedikit itu di pakai jelek."saran Pangeran Tatius sanbil ngloyor masuk ke dalam.


Sedangkan sang gadis menghentakkan kakinya ke tanah karena geram.


"Masih saja ngatain bajuku kurang kain, dasar manusia drakulla tampan, tapi cowok itu jika aku ajak ngediet pasti keren tinggal poles dan rubah tata caranya berpakaian, bagus lah bisa buat Manas manasin si Irvan yang play boy itu."lirih gadis itu sambil menyunggingkan sebuah senyuman karena sudah menyiapkan rencana yang menurut nya keren.