The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.116.GUNDAH.



Ratu Derbah masih tidak bergeming dari tempatnya, hingga seorang Dayang istana menyuruh nya masuk.


"Mari Ratu, silahkan masuk."


Ratu Derbah mengaggukan kepalanya yang kemudian menggikuti dayang untuk masuk ke dalam.


Ratu Derbah sedikit terkesima melihat ruangan dalam Istana yang sangat indah dan tak pernah dia bayangkan di dalam ruangan istana ini Ratu Derbah diperlakukan dengan sangat baik bahkan diberikan perawatan tubuh yang tak pernah seumur hidupnya selama menjadi permaisuri kerajaan mendapatkan perhatian sebesar ini.


Sementara di Puri istana kamar pangeran Tatius sedang duduk termenung pikiran nya melayang tak karuan.


"Apa yang di lakukan Tania srkarang ya...?" dua hari tak bertemu rasaanya rindu sekali, apakah aku lebih baik datang ke sana, bisa gila jika hanya memikirkan nya." Gumam pangeran Tatius dalam hati.


Perlahan-lahan pangeran Tatius membuka pintu gerbang kamarnya dan hendak melesat terbang akan tetapi gerakan nya terhenti ketika sebuah suara mencegah nya.


"Pangeran Tatius, kau mau kemana?"


Dengan gerak refleks pangeran Tatius menoleh ke sumber suara dan terlihat lah di hadapan nya telah berdiri seorang gadis cantik dengan senyum rupawan.


"Putri Lin Ying..!" apa yang kau lakukan di sini?'


"maaf pangeran, aku tidak bisa tidur jadi aku berjalan jalan mencari udara segar dan kebetulan aku melihat Pangeran Tatius di sini, apa pangeran bisa menemaniku agar aku bisa tidur aku tidak bisa tidur tapi aku ingin segera tidur."


"Apa..?" menemani aduh aku lagi ada perlu kebetulan aku juga tidak bisa tidur jadi aku bermaksud untuk jalan jalan sebentar."


"Pangeran Tatius mau jalan jalan kemana aku ikut?"


Pangeran Tatius mengaruk leher nya yang tiba-tiba terasa gatal.


"Itu tadi, sekarang, hoaaaaamm aku lelah dan ingin tidur."


Pangeran Tatius menguap pura-pura sudah mengantuk.


"Tapi pangeran...!"


"Putri Lin Ying..!" kenapa kau ada di sini?"


Sapa seseorang yang tiba tiba datang dari ujung jalan yang ternyata pangeran Yervan.


"Pangeran Yervan..!" kok kamu ada di sini?"


"Nah.. kebetulan ini ada kanda pangeran Yervan, Tolong temani putri Lin Ying dia bilang tidak bisa tidur sedangkan aku ngantuk sekali permisi semuanya aku mau tidur dulu."seru pangeran Tatius yang kemudian buru buru masuk ke dalam kamarnya dan segera menguncinya.


"Yaa...kok pergi sih pangeran,"keluh putri Lin Ying sedih.


"Mari, Putri saya antar dan saya temani sampai Tuan putri Lin Ying bisa tidur."


"Tidak perlu aku bisa tidur sendiri."


"lho tadi katanya ngak bisa tidur bagaimana sih"


"itu sih tadi, sekarang sudah ngak,"ucap Putri Lin Ying sambil cepat melangkah pergi, pangeran Yervan yang tidak mau ketinggalan segera mengejar dan menggikuti langkah dari putri lin Ying.


Malam semakin larut Ratu Derbah tersenyum kecut melihat waktu semakin malam dan janji Raja yang akan datang cuma omong kosong belaka.


Dengan kasar dan cepat Ratu Derbah menarik selimut tebalnya dan dalam sekejap Ratu Derbah sudah terlelap dalam tidur nya, hingga tak menyadari jika di sampingnya sudah ada sang Raja yang lagi memandangi wajahnya.


"Cukup cantik, meskipun tidak seperti...tidak aku tidak boleh membandingkan apalagi menggingat gadis manja itu, suami tidak lebih penting dari pada Ayah nya, aku heran betah sekali dia tinggal di rumah Ayahnya hampir tiga Minggu tidak pulang dan tidak ingat aku jadi bukan salahku jika malam ini aku akan jadi milik orang lain." keluh Sang Raja dalam hati yang pikiran nya melalang buana kemana mana, Sedang Ratu Derbah yang sudah terlelap tiba tiba tersentak kaget ketika tangan nya tanpa sadar menyentuh wajah sang Raja ketiika hendak berganti posisi sontak saja hal itu membuat nya menjerit.


"Aaaaa...!"siapa kau beraninya tidur di ranjang ku pergi."teriak Ratu Derbah sembari kakinya mendorong tubuh orang yang ada di sampingnya hingga terjatuh.


"Buuuuugh...!"suara jatuhnya tubuh sang Raja. "Hei...apa yang kau lakukan, sakit tauk."


Ratu Derbah segera mengusap dan mengerjap ngerjapkan matanya melihat dengan seksama siapa orang yang ada di ranjang nya.


"Ra-Raja...!" kau, kenapa kau tiba-tiba ada di sini."


"Pertanyaan bodoh, bukankah aku sudah bilang aku akan datang ke sini."


"Tapi..!"kenapa Raja tidak membangun kanku."


"Kan kamu sudah tidur masak aku ganggu."


Ratu Derbah tersenyum malu mendengar ucapan Raja Awang Awang Vampire, entah mengapa hatinya begitu berdebar debar dengan sangat cepat satu rasa yang tak pernah dia rasakan ketika patih Ramboka dekat dengan nya maupun ketika menyentuh nya.


"Apa kamu capek hingga tidur mu cepat sekali.'


"Eh .em..iya,"jawab Ratu Derbah gugup.


"Kalau begitu lanjutkan tidur mu."


Ratu Derbah melongo tak percaya, bukannya Raja....


Sebelum Ratu Derbah melanjutkan ucapannya Raja sudah memotong.


"Tidak juga tapi jika kamu tidak capek boleh juga."


"Apa, Raja yakin Bisa... sebaiknya Raja minum arak dulu agar Raja tak merasa canggung pada saat ketiika...


"Sudahlah, ayo bukankah kau ingin aku bersikap adil,"


Tanpa menunggu lama Raja mulai melakukan apa yang seharusnya dia lakukan, meskipun tidak mampu sepenuh hati tapi Raja berusaha memberikan yang terbaik untuk istri keduanya.


Malam yang dingin tak lagi terasa dingin nya ketika dua manusia Vampire itu melakukan penyatuan, hingga keduanya sama-sama mencapai titik puncak kenikmatan. nikmat yang belum pernah di rasakan seorang Ratu permaisuri, karena ini kali pertama Raja menyentuh nya tanpa meminum arak agar yang di lakukan bisa mudah karena di luar kesadaran di mana pada dasarnya tidak ada sedikitpun ruang cinta untuk sang Ratu permaisuri Derbah, karena pernikahan nya dengan istri kedua hanyalah sebuah amanah dari orang yang telah banyak berjasa pada kerajaan nya.


Rasa puas dan bahagia menyelimuti hati Ratu Derbah hingga dia tertidur dengan pulas nya. sementara Raja segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya dan ketika ritual mandi selesai Raja segera pergi meninggalkan Puri istana kerajaan di mana Ratu Derbah sedang terlelap.


Ketika Raja membuka pintu kamar dan melangkah kan kakinya keluar kamar dan bermaksud hendak kembali ke Puri kamar istana kepribadian nya, Raja di kejutkan dengan tatapan seorang wanita cantik yang ada di depan pintu hatinya menjadi gundah.


Melihat siapa yang berdiri di depan pintu tubuh Raja bergetar, tiba-tiba bibirnya terasa keluh terlebih melihat tatapan mata wanita yang ada di depannya yang sangat tajam seakan akan ingin mencabik cabik tubuhnya.


Tanpa ada sepatah katapun wanita itu pergi meninggalkan Raja yang masih tertegun dan termangu untuk beberapa detik lamanya sampei.


"Ratu Shima tunggu...!"