
Putri lin Ying tidak menyangka jika pak guru akan mengatakan bahwa dia adalah pacarnya entah mengapa rasanya terasa sangat lucu tapi juga menyenangkan
"Kenapa kau harus bohong kalau aku adalah pacarmu padahal di antara kita tidak ada hubungan apa-apa," ucap Putri lin Ying.
Pak Guru Willi hanya menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan mau bagaimana lagi jika aku tidak mengatakan seperti itu mungkin mereka akan banyak bertanya dan aku tidak akan bisa mengerti dengan berikan jawaban apa kepada mereka.
"Tapi setidaknya kau tidak boleh berbohong karena hal itu tidak baik, lebih baik apa adanya daripada kamu bohong.
"Sudah lah masalah ini tidak perlu diperpanjang lagi, Ayo kita pulang saja bukannya kau sudah makan, apa kau masih lapar." tanya Pak Guru Willi pada Putri lin Ying.
"Tentu saja aku tidak lapar tetapi aku sangat kesal makanan yang akan aku makan untuk yang ke sekian kalinya harus jatuh karena wanita sialan itu." kata Putri dengan berapi-api dan Pak Guru Willi itu pun. tertawa mendengar perkataan dari Putri Lin Ying.
"ha...ha..ha ada-ada saja kamu juga harus menggakui kehebatan nya jika dia bisa mengetahui kalau kamu adalah seorang Vampire.
"Namanya juga siluman sesama siluman pasti bisa dengan mudah menggetahui." jawab Putri lin Ying dingin, dia merasa kesal dengan sikap pak guru Wili.
"Bagaimana, sekarang apa yang akan kamu lakukan Apakah kamu akan pulang, aku sudah cukup berterima kasih kamu mau menemaniku pergi ke pesta temanku meskipun kamu bikin ribut dan bikin kacau suasana".
"itu semua juga bukan salahku mereka yang bersalah." kata Putri Lin Ying yang membela diri.
"Oke, baiklah sekarang Apa rencanamu atau Apakah kau akan kembali ke kerajaan istanamu atau kau akan menginap di rumahku "
"Apa, menginap di rumahmu tidak-tidak lebih baik aku pergi saja daripada menginap di rumahmu, makan apa di sana bisa kelaparan aku nanti." jawab Putri lin Ying.
"Baiklah kalau begitu silakan Tuan Putri lin Ying keluar dari mobil saya karena saya mau pulang, Bukankah Tuan Putri Lin Ying tidak ingin ikut pulang bersamaku jadi silakan turun. ucap Pak guru Wili seraya membukakan pintu mobil untuk Putri Lin Ying.
Dengan perasaan kesal Putri Lin Ying mau tidak mau Akhirnya turun dari mobil. dengan senyum mengembang pak guru Wili melajukan mobilnya meninggalkan Putri Lin Ying sendirian di tengah jalan.
"Dasar manusia tidak berperasaan dan dia benar benar meninggalkan aku sendirian di tengah jalan, awas saja kau,"seru Putri Ying sambil berlalu pergi yang tidak tahu arah hanya mengikuti kata hati.
terbang dari satu dahan ke dahan yang lain hingga jauh dari perkotaan Putri lin ying sengaja tidak ketengah perkotaan karena dia tidak bisa hidup beradaptasi dengan manusia, karena kebanyakan manusia nanti akan sangat takut melihatnya, untuk itu Putri lin Ying sengaja mencari perumahan yang jauh dari perkotaan.
Setelah sekian lama terbang dari dahan ke dahan akhirnya Putri lin yin menemukan satu tempat yang dianggapnya sangat cocok antara ragu dan yakin Putri lin ying berjalan mendekati satu rumah yang ada di sekitar tempat itu akan tetapi tiba-tiba putri Lin Ying menghentikan langkah kakinya, jika aku memaksa masuk ke sana otomatis penghuni rumah itu akan sangat ketakutan, mungkin lebih baik aku tinggal di dahan pohon saja, daripada membuat mereka takut. Akhirnya Putri lin ying memutuskan untuk tinggal di dahan pohon.
Di sisi lain pak guru Willi yang melajukan mobilnya menghentikan mobil dengan mendadak, kemudian berbalik arah ke tempat semula.
"Aku kan hanya menggertak saja dan tidak serius ingin meninggalkannya kira-kira lagi apa dan di mana Putri Lin Ying sekarang, lebih baik aku samperin saja dari pada dia nanti di gebukin banyak orang, bukankah dia telah menyelamatkanku jadi tidak ada salahnya jika aku sedikit saja mengalah kepadanya." Gumam Pak Guru Willi dalam hati.
Sementara di kerajaan Sangkala pesta penyambutan berjalan dengan lancar semua warga Vampire berteriak dan bersorak Sorai bersuka cita dengan mengelu elukan kecantikan dari calon istri pilihan dari Pangeran Tatius
Sementara Sein Zee tak bergeming sedikitpun dengan segala hidangan yang ada di depan mata.
"Sein Zee....!" ayo makan, kenapa kamu bengong saja, kalau kamu tidak makan nanti kamu sakit lho, sudah pasti Ibu kamu ngak akan masak untuk makan malam karena beliau pikir kamu pasti sudah makan di sini, ayo makan jangan sampai Nanti perutmu sakit karena lapar." seru Caolin pada Sein Zee.
Sein Zee hanya tersenyum kecut mendengar celotehan temannya pandangan matanya tetap lurus ke depan di mana terlihat di sana Pangeran Tatius sedang tersenyum bahagia bersama seorang gadis yang ada di sampingnya.
Menyadari temannya tetap bengong Caolin segera menyentuh lengan temannya.
"Sein Zee...! ayo makan!
Sein Zee yang melamun menatap ke depan segera menoleh dan menagguk, meskipun tidak ada selera makan dan tidak ada perasaan lapar Sein Zee menggikuti apa yang di katakan Caolin temannya.
"Sein Zee lihat...! siapa yang datang menuju ke sini!' seru Caolin pada Sein Zee yang lagi sibuk mengaduk aduk makanan nya, sontak saja seruan dari Caolin membuat Sein Zee menengadahkan wajahnya dan melihat ke arah depan di mana Caolin berteriak sambil menunjuk dengan jari.
"Pangeran Tatius...! dia akan ke sini!"seru Sein Zee dengan wajah berbinar senang.
Caolin segera mengganguk menggiyakan.
Wajah yang tadinya mendung kini menjadi bersinar terang, senyum Sein Zee pun mulai menggembang, tapi beberapa detik kemudian senyum itupun kembali menghilang ketika melihat seorang gadis muncul di samping nya.wajah Sein Zee kembali seperti orang yang di tekut tak ceria lagi, Caolin yang melihat itu kembali Prihatin.
dengan perasaan sedih srolah olah ikut murung Caolin menepuk-nepuk bahu temannya.
" sabar ya...!" ucap Caolin bmenguatkan hati temannya yang langsung mendapat kan sambutan sebuah senyuman.
sementara Pangeran Tatius yang berjalan mendekati meja dimana Sein Zee sudah sampai di depan mereka.
"Sein Zee..! Caolin..! kenalkan ini Tania Dan kau Sayang sini, kenalkan mereka berdua itu teman teman terbaik ku ketiika aku berada di kerajaan Sangkala ini." ucap Pangeran Tatius menjelaskan yang langsung mendapat kan senyuman dari Tania seraya mengagguk.
"Hai... Tania, kenalkan namaku Caolin, apa aku boleh memanggilmu Tania atau Tuan putri Tania?"
"Tania saja cukup."
"Trimakasih, Pangeran Tatius bolehkah aku membawa Tania melihat lihat istana ini?
Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya raut wajahnya menampakkan rasa ketidaksukaan, Tania yang menyadari kekasih nya itu susah dan tidak pernah menyukai siapapun yang membawa nya pergi, mulai bergelayut manja satu taktik agar dapat ijin.
"Boleh ya, aku juga ingin melihat lihat suasana malam di sini."
"Ya, Baiklah tapi.... jangan lama lama cepat kembali."
"Baik, Pangeran! ayo Tania,"ajak Caolin pada Tania,, sementara mata Caolin menatap Sein Zee sambil mengedipkan sebelah matanya, Sein Zee mengerti maksud dari Caolin dia sengaja menbawa calon istri Pangeran Tatius menjauh agar Sein Zee bisa berduaan dengan Pangeran Tatius.
Pangeran Tatius yang memiliki kemampuan insting yang tinggi dapat mengerti dan memahami maksud dari Caolin sedikit kesal tapi perasaan itu dia simpan, pangeran Tatius juga ingin tau apa yang akan Sein Zee katakan di saat berdua tentang calon istri nya.
"Pangeran apakah kau tidak keberatan jika menemaniku makan."
Pangeran Tatius menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
" boleh tapi aku tidak ikut makan kau saja yang makan aku sedikit kenyang."
Sein Zee tersenyum kecut mendengar penolakan dari Pangeran Tatius.
"Sein Zee..! aku pergi mencari Caolin aku khawatir Caolin mrmbawa Tania ke tempat tempat yang gelap Tania itu takut gelap jadi aku....
"Kenapa begitu menghawatirkan kita tunggu saja pasti Caolin juga akan cepat kembali."sahut Sein Zee memotong perkataan dari Pangeran Tatius.
Dengan berat hati pangeran Tatius akhirnya menggikuti saran dari Sein Zee, melihat pangeran Tatius menuruti saran nya Sein Zee tersenyum miring sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Aku akan buat gadis itu pergi meninggalkan pangeran Tatius lihat saja apa yang akan kulakukan Nanti." Gumam Sein Zee dalam hati.