The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.322.PERGI



Malam yang dingin mulai merangkak naik, langit yang gelap menjadi indah, dengan hiasan bintang bintang bertaburan di angkasa, warna kelap kelip kuning bercahaya manambah indah nya suasana jagat raya serta sapuan desiran angin yang berterbangan menerjang dedaunan spoi spoi, angin melambai-lambai di iringi dengan merdunya suara jangkrik yang bersahut sahutan menandakan hari masih begitu malam.


Berkali-kali Pangeran Tatius memejamkan mata bukan untuk tidur akan tetapi untuk mengusir keresahan yang ada di hati, entah mengapa hatinya begitu kalut rasa was-was dan takut tiba-tiba muncul begitu saja bermain main di ruang khayalan yang mana hadirnya sangat meresahkan jiwa.


"Mengapa perasaan ku begitu sangat resah, ada apa ini? besok pagi-pagi sekali aku harus cepat menyuruh Tania pergi, sebelum semuanya terlambat."Di tatap nya lekat lekat Gadis yang ada di pangkuan nya, dengan perlahan dan penuh kasih Pangeran mengecup lembut pucuk kepala Tania, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman tipis ada sekelebat kegetiran di dalam kalbunya.


"Maafkan aku, yang selalu membuat mu susah dan selalu membuat mu dalam masalah, maafkan ke egoisan ku, karena selalu meminta dirimu untuk selalu ada di dekat ku, yang mana justru membawamu selalu dalam masalah bahkan aku tidak bisa melindungi mu, tapi aku berjanji kau akan baik-baik saja, tidak akan kubiarkan terjadi sesuatu yang buruk menimpa mu dan mungkin malam ini akhir dari pertemuan dan kebersamaan kita, aku sangat mencintai mu amat sangat, apa kau tau..! aku menunggu mu sangat lama, aku berkelana hanya untuk mencari mu hatiku sudah jatuh kedalam gengaman mu, jauh sebelum kau memiliki rasa cinta padaku, apa kau tau orang yang paling aku takutkan dalam kehidupan cinta kita, dia teman setia mu, aku sangat tidak bisa percaya jika kau berada dekat dengan Devan dia juga sangat mencintai mu dan cintanya juga sangat besar padamu, mungkin kini aku harus rela, mungkin aku harus ihklas kan kau kembali padanya, karena bersamaku aku tidak mampu membahagiakan, bahkan untuk memastikan apakah aku masih bisa hidup untuk hari esok akupun tidak tau, tidak ada yang bisa membantu ku, kecuali keris itu terbuka dari kerangka nya atau kakek Raja Sangkala bersedia datang membantu ku, tapi itu hanya mimpi, kakek sangat benci dengan Ayahanda Raja dan tidak mungkin sudih untuk ikut campur semua ini sedang kan paman Patih Lembu Ireng dia tidak memiliki kekuatan yang cukup, aku sangat senang masih memiliki kesempatan bisa melihat mu, taukah kamu hatiku sangat sakit aku tidak rela jika pada akhirnya takdir memisahkan kita, tapi apalah dayaku, aku yang bermimpi Ingin bisa hidup selalu bersama mu bahagia selalu, mungkin kini akan tinggal menjadi mimpi, aku sangat rapuh aku sangat takut kehilanganmu, tapi aku akan menjadi sangat egois jika membiarkan dirimu selalu dalam bahaya disampingku, sayang kenanglah cintaku, kenanglah diriku jangan pernah hapus namaku dalam ingatan mu, biarkan malam ini aku menatap wajahmu dengan puas, akan kubawa cintamu sampai akhir nafasku."


Buliran bening mulai mengenang di sudut kelompok mata Pangeran Tatius, dengan senyum yang sangat dipaksakan Kembali pangeran Tatius mengecup puncak kepala kekasih nya.


Menjelang pagi, ketika udara dingin mulai menusuk kalbu, perlahan-lahan Pangeran Tatius mengoyang-goyang kan tubuh Tania dengan sangat perlahan dan hati-hati.


"Sayang....! bangun...!sayang sudah pagi ayo, bagun."


Tania hanya menggeliat perlahan.


"Masih ngantuk, Nanti saja bangun nya."


"Tidak boleh, sayang harus bangun sekarang, ayolah bangun."


"Aduh, bentar lagi ya, katanya boleh tidur di sini ini belum pagi sudah di bangunin, bilang saja ngak ihklas...! aku beratkan makanya disuruh bangun."


"Iya, kamu sangat berat sekali ayo sekarang bangun."


"iiih, menyebalkan." Sungut Tania sambil turun dari pangkuan Pangeran Tatius dan berpindah merebahkan tubuhnya di lantai."


"Hei, sayang ! apa yang kau lakukan,ayo bangun tidak boleh tidur di lantai begitu."


"iiiih.... brisik, di situ ngak boleh di sini ngak boleh gimana sih....! Sungut Tania kesal.


"Ssssst.....pelankan suara nya,"


"Kenapa...?"


"Pemuda itu ada di luar,"


"Apa? Pangeran Yasza ada di luar?


Pangeran Tatius mengagguk kan kepala nya.


"Makanya sebelum dia bangun kamu harus cepat pergi dari sini,"


"Tidak mau, aku mau bersamamu,"


"Hmmmm, aku mohon kali ini menurut lah padaku, jangan bandel."


"Tapi, bagaimana dengan dirimu, tidak aku tidak mau meninggalkan mu aku mau bersamamu selamanya...!ucap Tania dengan mantap.


Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Kita pasti akan bersama tapi bersabar sedikit ya, aku tidak bisa kalau kamu di Sandra lagi aku tidak akan bisa melawan lho, kamu tidak mau aku kalah kan?


Tania mengagguk kan kepalanya.


"Kalau begitu turuti apa yang ku perintahkan padamu, pergilah ke arah barat jangan pernah balik lagi aku akan memanggil paman patih lembu ireng untuk membawamu pergi ke Dunia Manusia kembali,"


"Kembali ke Dunia Manusia lalu kamu bagaimana apa menemuiku di sana "


Pangeran Tatius tidak menjawab pertanyaan Tania dia hanya menyunggingkan sebuah senyuman kecut.


"Jawab...!


"Ngak perlu kujawab kamu pasti tau jawabannya, cepatlah sebelum pemuda itu bangun."


"Tapi...!


"Dengar kan aku untuk kali ini jangan membantah dan ingat jangan balik lagi apapun yang kau lihat maupun yang kau dengar mengerti."


"Idih....perintanya mengerikan, seolah olah ini perpisahan terakhir kita saja."


"Hahaha.. !itu cuma pemikiran mu kan aku khawatir kekasih ku ini sangat keras kepala dan bandel."


"Baiklah..!


"Tania sayang...!


"Boleh aku minta ciumann di sini sekali saja."


"Idiiih.... apaan sih lagakmu itu lho aneh, kayak orang mau pergi jauh saja, minta ciuum saja, tumben ijin boleh tidak nya, mau di mana berapa kali."


"Serius boleh."


"Kamu kan Kekasih ku tentu saja boleh."


"Serius ..!


Tania mengagguk


"Sebanyak banyaknya." jawab pangeran Tatius sambil tertawa hambar.


Tania mulai memberikan kecupan pada kekasih nya mulai dari kening, pipi kiri, pipi kanan, kelopak mata kanan dan kiri, karena tidak tahan menahan beban gejolak hatinya yang seolah olah di tusuk duri pangeran Tatius langsung mendekap erat tubuh kekasih nya tak mampu di tahan buliran bening akhirnya jatuh mengenai leher jenjang Tania.


Tania sangat terkejut hingga langsung melepaskan pelukan Kekasih nya.


"Hei... kau menangis kenapa?


Menyadari kesalahannya pangeran Tatius buru-buru menghapus air mata nya.


"Menangis apa, ini kena debu habisnya kamu sih terlalu keceng menciuuum di kelopak mataku pedes tauk."


"Ohh ...begitu, maaf !" aku ngak tau," ucap Tania sambil tersenyum nyengir membuat Pangeran Tatius memijit pelan hidung kekasihnya.


"Ngak apa-apa sayang, sudah ya sekarang cepat pergi, ingat pelan-pelan jangan menimbulkan suara, kau mengerti, sini ikat mulut mu biar ngak kelepasan Kalau Melihat sesuatu suka berteriak dan menjerit."


"Jadi harus di tutup begini."


"Benar,"


"Baiklah, aku pergi aku akan datang dengan membawa bantuan agar kamu bisa bebas."


Pangeran Tatius Tersenyum kecut mendengar perkataan dari Kekasih nya.


"Itupun jika aku masih hidup," Gumam pangeran Tatius dalam hati.


"Aku pergi dulu ya,"


"Sayang...!


"Ya, ada apa?"


"I love you....aku sangat sangat mencintai mu."


"Iiiiih ....lebay...!"


"Sayang...!"


"Apa lagi,"


"Boleh minta kiiss sekali lagi gak,"


"Kamu tuh bener bener aneh deh hari ini, kayak kita tidak akan bertemu lagi."


"Cup...!Tania mendaratkan kecupan nya di pipi Pangeran Tatius meskipun sambil mengurut sementara pangeran Tatius Tersenyum.


"Trimakasih banyak, trimakasih atas cintamu."


"Hmmmm, gimana sudah boleh pergi belum."


"Pergilah dan berhati-hati lah di jalan, ingat pesanku apapun yang kamu lihat dan dengar jangan pernah Balik lagi."


"Iya-iya."


Tania melangkah dengan perlahan lahan membuka kelambu dan benar saja hampir saja Tania menjerit ketika melihat pangeran Yasza sudah berada di ruang itu, beruntung Pangeran Tatius menyuruhnya menutup mulut dengan kain sehingga jeritan dan teriakan nya tidak terdengar.


Sementara Pangeran Tatius mulai menitikkan air mata.


"Selamat berpisah sayang namamu dan cintamu akan ku kenang selalu, I love you."