The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.321.TIDUR



Hampir satu jam lamanya Tania mengobati luka cambuk yang diderita oleh pangeran tatius sehingga tidak menyadari akan kehadiran seseorang yang sudah berdiri di belakang mereka, begitu juga dengan pangeran tatius yang hanya menunduk dan membelai wajah cantik kekasihnya dia tidak menyadari jika di depan mereka telah berdiri sosok Pemuda dengan wajah merah padam menatap pada keduanya dengan tangan bersilang dada.


Cukup lama pemuda itu berdiri di depan pintu kelambu sebagai penutup nya, dia sengaja membiarkan kedua orang yang ada di depannya melakukan apa yang mereka inginkan.


Dengan perlahan lahan kelambu itupun di tutup kembali bersama dengan dirinya yang juga beringsut mundur dan pergi.


Pemuda itu memilih duduk di sebuah kursi bambu yang ada di ruang utama, wajahnya masih memperlihatkan ketegangan dan kemarahan di mana sesekali pemuda itu mengusap wajahnya dengan kasar.


"Nikmati saja kebersamaan mu hari ini, karena esok aku akan pisahkan kalian berdua dan pasti akan sangat seru Melihat Gadis itu menangis dan mengemis ampunan padaku." lirih pemuda itu sambil tersenyum menyeringai.


Sementara di dalam Tania sudah selesai mengobati luka cambuk pangeran Tatius.


"Bagaimana..?apa sakitnya sudah mendingan."


"Sudah sayang, trimakasih, ini sudah sangat malam beristirahat lah, kamu pasti lelah,"


"Iya, sangat lelah, aku lelah memikirkan mu,"Sungut Tania kesal.


"Hmmmm,..maaf, bukan niat hati,"lirih pangeran Tatius sambil membelai lembut rambut Kekasih nya yang masih merebahkan kepalanya di atas pangkuannya dengan tangan kiri yang tidak terikat.


Tiba-tiba Tania mendongakkan wajahnya.


"Aku ingin kita cepat pergi dari sini,"


"Bersabarlah,"


"Tatius, bagaimana cara membuka rantai yang menggikat mu ini."


"Ini, tidak bisa di buka sayang, karena pemuda itu menggunakan ilmu kekuatan gaibnya."


"Lalu, apa harus begini terus, aku tidak mau begini terus aku capek aku ...


"Ssstt...! tenanglah, kita akan pikirkan nanti jalan keluar nya, lebih baik kamu beristirahat dulu."


"Tatius, keadaan mu masih begini bagaimana aku bisa tidur, katakan padaku apa yang bisa aku lakukan agar Rantai yang menggikat mu itu bisa terlepas."


"Sudahlah, kamu jangan memikirkan itu, tidur lah ini sudah sangat malam."


"Jika kau tidak mau menjawab akupun tidak mau tidur,"


"Tania...! jangan bandel aku tidak mau kamu sakit karena kurang tidur."


"Percuma sekarang hatiku lebih sakit karena kamu lebih suka menjadi Tawanan dari pada mencari jalan agar kita bisa cepat keluar dari tempat yang sangat menjengkelkan ini."


"Hmmm, baiklah jika kau ingin tau Rantai ini hanya bisa di buka dengan keris ku, jika keris itu bisa terbuka kerangka nya maka rantai ini akan bisa terlepas dengan sendirinya karena kekuatan keris itu akan mengalir ketubuhku meskipun aku tidak memegangnya."


"Keris itu berada di tangan pemuda itu, dia sudah mengambil nya, sekarang ayo tidur aku sudah menceritakan semuanya kan, jadi tidurlah, karena ini sudah sangat malam."


"Boleh aku tidur dengan begini."


"Jangan, tubuhmu bisa kedinginan kalau dengan duduk di lantai begitu, sini Naik saja ke atas pangkuanku biar tidak dingin."


"Tapi aku berat."


"Hmmmm, apakah itu bermasalah buatku, tidak kan cepat tidur besok pagi kamu harus segera pergi dari tempat ini,"


"Memangnya kenapa?" apa kamu tidak suka aku di sini."


"Tentu saja suka tapi aku ini tawanan sayang pemuda gila itu bisa berbuat buruk padamu, jika tau kau ada di sini kamu harus cepat pergi jangan sampai mereka melihat mu disini,"


"Aku tidak takut."


"Kamu memang tidak akan takut, tapi aku yang takut, Sudah cepat Naik dan tidur."


Tanpa membantah lagi Tania Naik ke atas pangkuan pangeran Tatius dan tidur seperti seorang anak bayi yang sedang tidur dalam pangkuan Ayah nya, melihat kekasih sudah memejamkan mata pangeran Tatius Tersenyum smrik, membelai lembut anak rambut yang menutupi wajah tania.


Tak lama kemudian pangeran Tatius pun tertidur dengan menyandarkan kepalanya di kursi sementara Tania bersandar pada dada bidang Pangeran Tatius.


Di luar ruangan pemuda yang tak lain adalah Pangeran Yasza tidak bisa memejamkan mata sama sekali, meskipun dia berusaha,malam itu Pangeran Yasza terbangun dari tidurnya ketika tak lagi merasakan tubuhnya di oles dan si pijit Tania dan tanpa berfikir dua kali pangeran Yasza memastikan pasti gadis itu pergi menemui kekasihnya dan ternyata dugaannya benar.


Pada awalnya pangeran Yasza ingin menghandrik kedua nya saat itu juga, tapi pangeran Yasza urungkan, pangeran Yasza sengaja memberikan waktu untuk mereka berdua bisa bersama untuk yang terakhir kalinya, karena pangeran Yasza akan menghabisi pangeran Tatius esok pagi tidak ada lagi negosiasi ataupun tawar-menawar, nyawa harus di bayar dengan nyawa, kematian Paman Hamdan dan tujuan utama menyerang ke kerajaan Awang Awang Vampire adalah untuk membalas dendam, untuk itu tidak ada alasan lagi untuk membiarkan Pemuda yang telah membuat Paman Hamdan mati itu hidup.


Karena perasaan resah di tambah dengan sedikit rasa cemburu yang tiba-tiba mengkoyak relung hatinya, Pangeran Yasza bangkit dari duduknya dan berjalan dengan perlahan lahan mendekati ruang kecil di mana pangeran Tatius di tahan.


Dengan sangat perlahan-lahan Pangeran yasza membuka tirai kelambu penutup dan ketika kelambu itu terbuka Pangeran Yasza menatap nanar pada Tania dan Pangeran Tatius yang sedang tertidur.


Kecemburuan pangeran Yasza semakin menjadi jadi mana Kala kedua netranya melihat kemesraan yang ada di depannya, dengan wajah merah padam pangeran Yasza Kembali ke ruang tamu dan menutup kembali kelambu yang ada.


"Sial....! bisa-bisa nya mereka itu bermesraan di kala situasi begini, aku benar benar tidak habis pikir apa tidak ada rasa takut dan khawatir heran aku." sungut Pangeran Yasza sambil naik ke atas kursi rotan yang panjang dengan menarik satu selimut untuk menutupi wajahnya.


Sementara di dalam kamar Pangeran Tatius membuka kedua bola matanya dan menatap nanar pada kelamu yang bergerak seperti tertiup angin.


"Ada yang masuk ke sini rupanya, kelambunya bergoyang goyang, aku harus mengunakan Indra penciuman ku agar aku tau kenapa kelambu itu bergerak sedangkan angin tidak mungkin bisa masuk ke dalam sini."


Pangeran Tatius memejamkan kedua bola matanya dan menyalurkan kekuatan untuk mempertajam Indra penciuman.


"Gawat, pemuda itu ada disini, bagaimana ini Tania masih tertidur pulas, tidak tega juga jika harus kubangun kan." lirih pangeran Tatius sambil menunduk menatap wajah kekasihnya yang masih tertidur pulas di dadanya yang bidang.


"Aku tidak akan tidur, aku tunggu sampai pagi menjelang dan aku harus membangun kan Tania sebelum matahari terbit agar dia bisa lari dari sini."gumam pangeran Tatius dalam hati.