The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.117.TAK SANGGUP



Raja mengejar kepergian Ratu Shima dengan menjajari langkah nya, hati Raja begitu kacau ada rasa bersalah dan malu yang tiba-tiba menyelimuti hatinya, tiba-tiba Raja merasa sangat kotor dan tak bersih lagi.


Ratu Shima berhenti di sebuah taman dekat dengan puri istana kamar kepribadian nya dan duduk dengan santainya di depan taman taman bunga dengan cahaya lampu yang meneranginya.


"Kenapa, Raja menggikuti ku?"tanya Ratu Shima tenang.


"A-aku, minta maaf aku tidak tau kamu datang dan aku ..


Belum juga Raja menyelesaikan ucapannya Ratu Shima sudah memotong pembicaraan.


"Tidak perlu menjelaskan aku tidak apa-apa, Ratu Derbah juga istri mu, jadi dia juga berhak memiliki mu, kembalilah ke Puri istana di mana Ratu Derbah ada di sana, nanti dia bingung mencari keberadaan Raja." ucap Ratu Shima lembut.


Ucapan lembut Ratu Shima Bagaikan pedang tajam yang mengiris hati sang Raja sungguh hatinya merasa sesak dan lebih merasa bersalah, ingin rasanya Raja memeluk dan memberikan kehangatan agar wanita di depannya tidak sedih, Raja tau dan bisa merasakan di balik kata kata bijaknya dan ketenangan dirinya dalam bersikap sesungguhnya di lubuk hatinya yang paling dalam dia sedang merasakan sakit yang sangat dalam dan seandainya Ratu Shima bisa merasakan Hati Raja pun sedang sakit karena merasa bersalah dia telah menjadi seorang penghianat dalam cinta mereka.


"Aku, ingin di sini menemanimu, boleh kan."tanya Raja sendu.


"Tapi aku sudah lelah dan aku ingin beristirahat."ucap Ratu Shima.


"Beristirahat lah, tapi ijinkan aku di sini setidaknya untuk malam ini,"lirih Raja berharap Ratu Shima mengijinkan nya.


"Terserah, Raja, jika mau di sini silahkan."Setelah mengucapkan itu Ratu Shima segera membuka pintu dan masuk kedalam kamarnya yang kemudian di ikuti sang Raja.


Ini adalah kali pertama Raja bertemu dengan Ratu Shima tanpa mendapatkan dan memberikan satu kecupan manis yang biasanya selalu ada, Ingin meminta tentu saja Raja tidak punya nyali terlebih Ratu Shima sudah memergoki dirinya selesai bercinta dengan Ratu Derbah sudah pasti Ratu Shima akan menolak dan marah bagi Raja bisa duduk dan memandang Ratu Shima dari dekat. itu saja hatinya sudah bahagia.


Raja memilih duduk di kursi sofa dekat Ranjang Ratu Shima, entah mengapa Raja tak memiliki nyali sedikit pun untuk berani mendekati nya bagaikan seorang pecundang menunggu dengan sabar mangsanya terlelap tidur dalam mimpi indahnya, tak lama kemudian Ratu Shima pun tertidur, perlahan lahan Raja bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Ranjang Ratu Shima dengan sangat hati-hati bahkan sangat lembut tak sedikit pun menimbulkan suara Raja Naik ke atas Ranjang dan ikut tidur di sampingnya, tapi sebelum itu ditatapnya lekat lekat wajah gadis yang di cintai nya dengan tatapan mata sendu.


"Maafkan aku!"aku sudah menyakiti mu." lirihnya sebelum kemudian dengan sangat perlahan Raja memberikan kecupan manis pada kening Ratu Shima sebelum dirinya juga terlelap tidur.


Sedangkan di dalam puri istana kamar, pangeran Tatius, sedikitpun dia tak mampu memejamkan mata hatinya begitu kesal dan geram, seharusnya malam ini dia sudah bisa melihat wajah gadis pujaan hatinya, tapi faktanya karena di ganggu putri Lin Ying semua rencana gagal total, tidurpun tak bisa mata sulit di pejamkan. Malam ini terasa begitu panjang dan lama seolah-olah pagi engan datang menyapa.


Di sudut belahan dunia lain Tania pun sulit memejamkan mata hatinya begitu kesal dengan sikap Pak guru Wili di mana dari hari ke hari semakin menyebalkan dan semakin memberikan peraturan yang tak sewajarnya di berikan guru kepada murid nya terlebih sedikit sedikit selalu mengatakan kalau Tania adalah calon istrinya.


Karena kesal dan jengkel Tania melempar satu guling ke lantai dan bersamaan dengan itu sebuah telpon berdering, sejenak Tania melongok kan kepalanya mengintip siapa gerangan malam malam begini menelpon ke ponsel hapenya dan ketika Tania melihat satu nama tertera di layar telpon cepat cepat Tania Naik ke Ranjang nya dan menutup kedua telinganya dengan bantal.


"Pak guru Wili ngapain malam malam begini menelpon nya sudah pasti itu bukan urusan dan masalah pelajaran sekolah, malas tau dan mengaggkat telpon di biarkan nya telpon itu berdering dan Tania pura-pura tak mendengar karena sudah tertidur dan ya akhirnya telpon itupun berhenti berdering. Tania menarik nafas lega di buka nya kembali bantal yang dia gunakan untuk menutup telinga, sambil tersenyum puas Tania meraih ponsel hapenya.


"Syukurin, malam malam kok telpon ngagguin orang," Sungut Tania kesal.


"Ting..!" satu pesan masuk.


Tania yang ketika itu memegang hapenya tanpa sadar membuka pesan itu.


"Aku..tau, kamu belum tidur kenapa tidak di anggkat telpon dariku."


"Sapa juga yang sudih menggangkat telpon darimu."desis Tania dalam hati.


"Ting...!" pesan kedua masuk


"Kenapa cuma di read doang balas dong."


"Hiiii...lebay ogah." gumam Tania dalam hati yang tetap tak mau memberikan pesan balasan.


"Ting...!" pesan ke tiga datang.


"Ya, sudah kalau tidak mau membalas pesan ku tidak apa-apa, aku cuma pesan besok aku jemput kamu, selamat bobo dan mimpi indah sayang eemuuaach.


"Busyet...nekad amat ini guru, idih amit amit deh."


Tania cepat cepat Naik ke Ranjang nya dan segera memejamkan matanya.


Pagi telah tiba, sinar mentari mulai muncul dengan malu malu, cahaya sinarnya belum terang, Raja yang mulai terjaga dari tidurnya tersentak kaget ketika tak lagi ada Ratu Shima di samping nya. hatinya mulai was was dan tiba-tiba muncul rasa ketakutan yang dalam, takut jika Ratu shima pergi meninggalkan nya lagi. Dengan cepat Raja menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dan turun dari Ranjang tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu Raja langsung berteiak.


"Ratu ..!" Ratu Shima kau di mana?"


Langkah kaki Raja terhenti ketika kedua bola matanya melihat sosok tubuh wanita cantik yang sedang tertidur pulas di sofa, ada perasaan lega dan senang Ratu Shima tidak pergi meninggalkan nya tapi juga ada rasa sesak yang tiba-tiba menghimpit hatinya. Ratu Shima tidur di sofa itu artinya semalaman Ratu Shima meninggalkan nya tidur sendiri an di Ranjang dan itu artinya diam diam Ratu shima tidak sudih tidur satu ranjang dengan nya, Raja menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Sebenci itukah dia padaku." keluh Raja dalam hati. hanya untuk sekedar tidur satu ranjang dia tak mau apalagi jika Ratu Shima tau dia mencuri ciuman nya pasti lah Ratu Shima akan sangat membencinya, menunjukkan rasa tidak suka dan marah secara halus itu lebih menyakitkan dari pada menunjukkan kemarahan dengan terang terangan," Raja mengusap wajahnya dengan kasar kemudian pergi ke dalam kamar mandi, di sanalah Raja melampiaskan kekesalan nya.


"Sok bijak, sok lembut, sok baik-baik saja tapi sesungguhnya hatinya menyimpan Amarah yang dalam, munafik."


"Duuuussssss.... Dusssss... duuuussss!"beberapa kali Raja memukul dinding kamar mandi untuk melampiaskan kekesalannya tak perduli jika tangan nya terluka dan menggeluarkan darah hitam, dengan suara parau dan sesak di dada Raja bergumam dengan lirih.


"Jangan hukum aku dengan cara seperti ini Shima sungguh ini sangat menyakitkan lebih baik kau berikan aku hukuman pukulan atau apa, tapi jangan kau bersikap pura-pura baik-baik saja jika sesungguhnya hati mu terluka, ini sangat menyakitkan."Keluh Raja yang kini mulai menyalakan shower untuk menyiram tubuhnya.