The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.352.CANTIK



Paman Patih lembu ireng menatap kepergian pangeran Tatius dengan senyum mengembang di bibir. Meskipun dia tidak pernah bisa memahami terlalu dalam makna dari sebuah cinta akan tetapi paman patih lembu ireng sangat tau jika pangeran Tatius tidak akan pernah bisa jauh dan melepaskan cintanya.


Suasana pagi menjelang siang yang cukup ramai di mana di luar sangat bising dengan para ibu-ibu yang sedang bergosip, entah apa yang di gosip kan para ibu-ibu itu, paman Patih lembu ireng memilih untuk tidak ikut campur meskipun sayup-sayup telinga nya Mendengar kan sedikit topik masalah pembicaraan mereka, dimana suara para ibu-ibu itu sangat keras.


"Bagaimana, apa kalian sudah dengar berita terbaru dari tetangga kita, duda keren yang Rumahnya ada di ujung sana yang memiliki satu putri yang katanya sudah meninggal di Rumah sakit tapi ternyata dia sehat dan masih hidup."


"Iya, beritanya sudah menyebar ke seluruh kota ini, semua berbondong-bondong melihat dan memberikan ucapan selamat dan ternyata yang baru putrinya selamat karena ada yang menolong nya dan kabarnya sebentar lagi putrinya itu akan segera di nikahkan."


"Benar-benar, aku juga sudah dengar itu bahkan aku dapat undangan langsung untuk membantu di dapur,"


"Ayo, kita pulang aku mau bersiap siap untuk Minggu depan jadi tukang bantu-bantu di Rumah nya."serentak para ibu-ibu itupun mengagguk dan pergi.


Paman patih lembu ireng yang mendengar percakapan para ibu-ibu jadi bertanya tanya apa maksud dari menikah Minggu depan dan siapakah yang di maksd para ibu-ibu itu, kalau duda keren dan Rumah nya paling ujung, bukankah itu Rumah Non Tania dan bukankah Ayah Non Tania seorang duda dan benar Ayah Non Tania sangat tampan, jika itu benar terjadi maka gawat, siapa yang akan menjadi Suami Non Tania dan jika sampai Pangeran Tatius tau wah bisa ngamuk dan marah-marah dia bagaimana ini, aku benar-benar penasaran, apa lebih baik aku pergi menyelediki saja, dari pada Nanti terlambat dan Pangeran Tatius tidak boleh tau tentang hal ini bisa kacau Nanti." Gumam Paman Patih lembu ireng dalam hati.


Dengan sedikit hati-hati dan berusaha tidak menimbulkan suara apapun karena Pangeran Tatius sedang tidur, paman patih lembu ireng berjalan mendekati pintu dan bermaksud keluar untuk mencari informasi, akan tetapi belum ada tiga langkah sebuah suara khas menghentikan langkah kakinya.


"Paman kau mau kemana?"Tanya pangeran Tatius tiba-tiba, sontak saja hal itu membuat Paman patih lembu ireng terkejut dan menoleh ke belakang.


"Pangeran, katanya tadi tidur Kenapa cepat sekali,"


"Aku tidak bisa tidur paman aku ingin segera malam biar bisa menyelinap masuk ke dalam kamar Tania."


Paman patih lembu ireng Tersenyum.


"Pangeran, ini saja hari masih siang, datang nya malam masih lama, pangeran Tatius beristirahat saja, agar Nanti malam tidak ngantuk saat bertemu dengan Non Tania." ujar paman Patih lembu ireng menasehati.


Pangeran Tatius mencoba mencerna dan memahami apa yang di sarankan paman patih lembu ireng kepadanya.


"Baiklah, paman, kalau begitu aku akan beristirahat meskipun tidak ngatuk, tapi ngomong-ngomong paman tadi mau ke mana? sepertinya paman ingin keluar."Pangeran Tatius bertanya dengan menatap intens pada paman Patih lembu ireng membuat paman patih lembu ireng sedikit gugup, pasalnya dia berniat pergi untuk mencari tau tentang berita gosip yang baru saja tanpa sengaja di dengar nya dari para ibu-ibu yang kebetulan lewat dan ngerumpi di depan Rumah.


" Paman, apa kau baik-baik saja," sikap aneh yang tak biasa nya di perlihatkan paman Patih Lembu Ireng membuat pangeran Tatius penasaran.


Paman Patih Lembu Ireng mengagguk sambil tersenyum dengan santun.


"Paman belum menjawab pertanyaan ku, Paman tadi berniat mau kemana?"


"Tidak ada pangeran, cuma mau jalan-jalan di luar sebentar."


"Untuk apa?" jangan macam macam Paman kalau orang di kota ini sampai menggetahui kita Vampire mereka bisa membunuh kita beramai-ramai Paman, lebih baik Paman urungkan niat paman aku khawatir akan membuat masalah."


"Tenang saja pangeran, aku akan jaga diri baik-baik, mereka tidak akan menggetahui siapa kita."


"Baiklah, terserah paman, tapi cepat kembali jangan terlalu lama di luar?"


"Siap, pangeran! kalau begitu saya permisi dulu."ucap Paman patih lembu ireng yang kemudian langsung keluar pintu setelah memberikan salam hormat.


Setelah kepergian paman patih lembu ireng, pangeran Tatius kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sementara di luar paman Patih lembu ireng sedang celingukan menengok ke kiri dan ke kanan, merasa aman dan tidak ada satu orang pun dengan cepat paman Patih lembu ireng segera terbang melesat menuju ke arah di mana Rumah Tania berada.


Di sisi lain Devan sudah bersiap dengan motornya, hari ini dia akan menemui Tania dan menggajaknya jalan-jalan untuk menemui satu orang desainer ternama untuk memesan gaun pengantin.


Tidak menunggu lama Devan sudah berada di depan halaman Rumah Tania, setelah mengetuk pintu dan di bukakan oleh sang Ayah, Devan meminta ijin untuk membawa Tania pergi ke sebuah Desainer ternama yang memiliki butik sangat terkenal di mana semua kebutuhan baju mulai dari baju biasa sampai baju resmi untuk pernikahan semua ada.


Tidak ada penolakan sama sekali ketika Devan meminta Tania untuk memilih sendiri gaun yang akan di pakainya untuk pesta setelah mendapat kan ijin dari Ayah Tania, Devan pergi membonceng Tania dengan motor nya menembus panasnya mentari.


Kepergian Devan dan Tania tak lepas dari pengamatan sosok laki-laki berjubah hitam yang sejak lama telah memperhatikan kedua nya.


Tubuh Paman Patih lembu ireng segera terbang melesat meninggalkan tempat di mana Tania tinggal dia tidak berani berlama-lama di luar Rumah, khawatir jika Pangeran Tatius akan binggung mencari nya dan lebih khawatir lagi jika sampai Pangeran Tatius melihat kekasih nya bersama dengan Pemuda lain, pasti hal itu akan menimbulkan masalah besar, jadi sebelum Pangeran Tatius pergi mencari nya dan Melihat kekasihnya bersama dengan orang lain yang pastinya akan sangat menyakiti hatinya, untuk itu Paman patih lembu ireng memilih cepat kembali ke Rumah kontrakan nya.


Sementara Devan dan Tania yang sudah sampai di depan toko butik, mereka segera masuk dan langsung di bawa pelayan toko untuk melihat rancangan baju pengantin terbaru dan terhits pada bulan bulan ini, tanpa memikirkan berapa biaya yang harus di keluarkan untuk mendapatkan baju pengantin terpopuler dan terbagus.


Semua baju yang di sarankan pelayan toko sangat pas dan cocok dengan ukuran tubuh Tania yang langsing tapi berisi.


Berkali-kali Devan harus menelan Saliva nya ketika Tania menunjukkan baju yang pilih dan di pakainya.


"Cantik, sangat cantik, tanpa baju terbagus saja sudah cantik apalagi memaki baju ini, bikin hati semakin berdesir di buatnya, aku sudah tidak sabar ingin menunggu Minggu depan dan resmi menjadi suami mu, kau benar-benar memabukkan," gumam Devan yang terus menatap Tania dengan tak berkedip.


"Bagaimana, yang mana yang harus ku ambil dan cocok dengan ku?" tanya Tania sambil memutar tubuhnya yang sedang menggenakan gaun pengantin, lagi-lagi Devan menelan ludahnya dengan kasar Melihat penampilan Tania yang sangat mempesona.


"Cantik,' Desis Devan lirih.


"Kamu ngomong apa sih?'


Menyadari salah menjawab pertanyaan, Devan Tersenyum simpul.


" Semua bagus, dan cocok di tubuh mu kamu boleh ambil semua nya,"


Tania melotot tak percaya dengan apa yang di ucapkan calon suaminya.


"Untuk apa banyak banyak satu saja cukup kan, kita menikah nya juga cuma satu hari bukan tujuh hari jadi tidak perlu banyak-banyak."


"Satu hari kalau tidak ganti ganti kan bisa lengket dan bau sayang, sudah ambil saja semuanya paling juga cuma enam potong itu."Putus Devan memberikan jawaban.


"Hahahah, dah berani panggil sayang di tempat umum nih, malu kah jangan lebay."ucap Tania sambil tersipu malu.


"Yeeee, ngapain harus malu, kan kamu calon istri ku,"ucap Devan gemas yang dengan sengaja langsung menarik pinggang ramping Tania hingga dekat dengannya dan dengan penuh kasih sayang di sibak kan nya anak Rambut Tania yang menghalangi wajah cantik Tania.


Adegan Romantis di tempat umum membuat sang pelayan Toko buru-buru membuang muka, bukan karena tidak suka akan tetapi karena merasa iri dengan kemesraan mereka serta merutuki dirinya yang masih jomblo berkarat sampai saat ini.


Begitu juga dengan salah satu pengunjung tua berjubah panjang dan bertopi lebar.jika bagi sang pelayan toko itu sesuatu yang bisa membuat orang iri tapi beda lagi dengan pendapat dan pandangan laki-laki tua paruh baya yang wajahnya tertutup cadar meskipun hanya tipis, Adegan mesra itu sangat memuakkan.


"Permisi mbak, ' sapa laki-laki tua pada sang pelayan toko.


Karena mode melamun dan sedang menghayal tentang Nasibnya sendiri pelayan toko pun sedikit terkejut.


"Eng....Oh, iya, ada apa Om?isst kenapa jadi binggung begini dia tua tapi tdk begitu tua dan dia juga tidak muda apa pantas aku panggil Om dan jika aku panggil Pak, apa pantas juga hadew..... bikin pusing saja." keluh sang pelayan toko dalam hati.


"Begini, mbak, tolong bilang pada gadis yang memakai baju pengantin itu untuk menemui saya di bawah, saya tunggu di samping toko ini dan cuma dia sendiri mba jangan sama laki-laki yang ada di sampingnya itu, katakan ini penting dan jika dia bertanya siapa yang ingin bicara padanya bilang saja teman dari. Ayah nya.


"Baik, Om, akan saya sampaikan."


Setelah berpesan laki-laki tua yang sedikit Paruh baya itupun melangkah pergi keluar toko batik dan sesuai dengan permintaan laki-laki tua itupun sang pelayan segera menghampiri Tania dan menyampaikan apa yang di pesankan oleh laki-laki paruh baya itu kepada nya.


Pada awalnya Devan tidak mengginginkan Tania untuk menemui seorang laki-laki yang tidak tau siapa dan apa maksud nya karena khawatir Nanti adalah orang yang berniat buruk pada Tania Devan melarangnya Namun karena rengekan Tania akhirnya Devan menggijinkan meskipun dengan berat hati.


Tania Tersenyum bahagia dan senang karena Devan mau mengerti dan memahami nya. Sampai di luar Tania menoleh ke arah samping dan terlihat lah sosok tua paruh baya yang sedang duduk menunggu kedatangan nya.


Dari kejauhan Tania tidak bisa menggenali laki-laki tua paruh baya itu, tapi setelah dekat, Tania menelan ludahnya dengan kasar karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ka-kakek...! kenapa dia ada di sini dan apakah Kakek datang bersama dengan Tatius.... tidak-tidak mungkin mataku yang salah lihat dia bukan kakek Sangkala wajahnya saja barangkali yang mirip," Gumam Tania dalam hati yang kemudian perlahan lahan berjalan mendekati laki-laki paruh baya.