The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 350.WITING TRESNO JALARAN SOKO KULINO



Suasana siang hari menjadi sendu kebahagiaan yang tadinya terpancar dengan begitu indah kini hilang sudah, kebanggaan yang ingin Devan curahkan bersama Sang Nenek telah sirna Karena ternyata Neneknya lebih mengerti dan mengetahui tentang kisah perjalanan cinta nya.


Dengan tatapan mata kosong dan hampa Devan duduk termenung, wajahnya terlihat sangat murung, Sang Nenek tidak tega melihat kesedihan dari Devan dengan hati-hati sang Nenek duduk di samping nya.


"Maafkan Nenek, sekarang kamu sudah tau semuanya lalu apa yang akan kamu lakukan?"


"Menurut Nenek aku harus apa, bukankah rasaanya sangat sakit dan percuma mendapatkan cinta Tania jika dengan cara yang begitu hina." jawab Devan dengan suara parau masih terlihat jelas kekesalan yang ada di dalam hatinya.


Sang Nenek menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar perlahan lahan Sang Nenek bangkit dari tempat duduknya, melangkah menatap ke luar halaman yang luas.


"Apa yang Nenek lakukan memang salah dan kamu tidak salah jika marah pada Nenek, tapi ketahuilah semua ku lakukan demi kebahagiaan dan kebaikan mu, jika kamu tidak suka, Nenek bisa menarik kembali mantra gaib yang menyatu dengan kalung yang di pakai Tania, akan tetapi apakah kamu sudah siap untuk kehilangan nya."tanya Sang Nenek dengan wajah serius.


Sungguh pertanyaan yang sulit untuk di jawab di satu sisi apa yang dilakukan Neneknya adalah perbuatan hina dan di sisi lain dirinya benar-benar mengginginkan Tania untuk bisa mendampingi hidupnya.


Devan menelan ludahnya dengan kasar kerongkongan nya terasa tercekat, hatinya begitu bimbang antara ingin dan tidak. Sang Nenek yang melihat Devan diam tak menjawab sepatah kata pun akhirnya melangkah menghampiri.


"Dalam cinta semua halal, apa yang terjadi jalani saja, bukan kah pepatah kuno orang Jawa mengatakan witing tresno jalaran Soko kulino, kamu mengerti maksud nya kan? cinta bisa hadir dan datang karena terbiasa, untuk itu seiring dengan berjalannya waktu kalian yang sering bersama pasti akan menghadirkan cinta hanya butuh kesabaran sedikit jadi bersabarlah, itu menurut pendapat Nenek jadi pikirkan baik-baik apa keinginan mu, Nenek akan menggikuti tapi satu yang Nenek minta kepadamu, jangan pernah menyesal."tutur Nenek panjang lebar, di mana semua ucapan Nenek adalah benar.


Dia bisa memulai dan membuat Tania untuk bisa jatuh cinta padanya dan jika Tania sudah bisa dia miliki, cepat atau lambat pasti akan datang yang namanya cinta karena bagaimanapun juga jika Nanti sudah menikah dia adalah suaminya, mau tidak mau terpaksa atau dengan suka rela cepat atau lambat pasti akan menumbuhkan cinta, terlebih jika kelak Tania memiliki buah hati dari cinta nya tidak akan ada lagi kata untuk tidak cinta.


"Baiklah, Nek aku trima jasa kebaikan mu dan aku putuskan untuk membiarkan saja mantra kalung perekat cinta itu tetap ada dan mengalir di setiap denyut nafasnya."


Senyum Nenek langsung mengembang ketika Devan sudah memutuskan apa jalan yang di pilih nya.


"Bagus...! biarkan waktu yang akan bicara percaya lah semua akan baik-baik saja dan jangan sekali-kali kau merasa hina dan rendah karena sesungguhnya Tania itu adalah hakmu, karena secara tidak langsung kaulah yang telah bersusah payah menyelamatkan nyawanya."


"Iya, Nek aku tidak akan merasa hina lagi, trimakasih Nenek sangat mengerti dan memahami perasaan ku, andai Ibu ku seperti Nenek pasti aku akan sangat bahagia."


"Sudah, jangan pikirkan orang tuamu yang hanya mementingkan kepentingan nya sendiri, raih dan kejar sendiri kebahagiaan mu."


Devan merasa terharu dan trenyuh mrndengar semua penuturan dari Sang Nenek yang begitu sangat perhatian kepada nya.


Di sisi lain tepatnya di kerajaan Sangkala Tampak Raja Sangkala yang gusar dan kesal pada tusuk konde milik istri manusia nya yang masih sangat menyala dengan warna yang begitu kuat di mana menandakan jika kekuatan gaib dari Matra itu bekerja dengan sempurna, membuat Raja Sangkala gusar dan tidak bisa memejamkan mata meskipun sedetik saja.


Karena terlalu resah dan penasaran akhirnya Raja Sangkalah memutuskan untuk melihat dan mencari tau siapa laki-laki berondong yang sudah menggikat hati istrinya.


Dengan langkah sedikit terburu-buru Raja Sangkala, bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju ke istana kerajaan di mana di dalam Ruang utama terdapat kamar Rahasia.


Dengan gerakan cepat Raja Sangkala langsung membuka kelambu jendela yang mana dari balik kelambu itulah Ruang Rahasia berada.


Setelah sampai Raja sanggala langsung mengambil baskom dan menaruh bunga tujuh rupa di mana hanya dengan sekali perintah salah satu pengawal pribadi nya sudah menyediakan bunga tujuh rupa yang di minta nya.


Raja Sangkala segera merafalkan matra di mana di dalam baskom yang terdapat bunga tujuh rupa kini perlahan-lahan di masukkan tusuk konde yang menyala, hanya dalam hitungan menit air di dalam baskom pun bergolak seperti air yang sedang mendidih yang lama kelamaan kemudian menjadi berkurang sampai pada akhirnya air di dalam baskom mulai tenang.


Pada saat itu juga Raja Sangkala langsung mengambil bunga tujuh rupa yang ada di dalam baskom, hingga tersisa tusuk konde di dalam nya.


Air dalam baskom yang tenang mulai menampakkan sebuah bayangan yang sangat gelap dan samar yang mana semakin lama bayangan di dalam baskom mulai terlihat jelas dan muncullah wajah Tania yang mana ketika terjatuh dari balik bajunya menyembul kan satu Kalung yang langsung terkena sinaran cahaya matahari sehingga Kalung yang di pakai Tania pun menyala laksana cahaya yang sedang bersinar terang.


Raja Sangkala menelan ludahnya dengan kasar, sambil mengeryitkan dahinya, wajahnya yang sudah berusia senja seolah olah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Berkali-kali Raja Sangkalah menarik nafas panjang sebelum mengakhiri apa yang sedang di lihat nya dengan menutup mantra penutup.


"Apa maksud dari Wanita tua itu, dia tidak sedang mengincar berondong muda tapi dia sedang memberikan guna-guna dan Mantra penggikat cinta untuk gadis itu dan bukan kah gadis itu kekasih dari Pangeran Tatius cucunya lalu untuk apa dia melakukan itu semua?"Raja Sangkala sibuk bermonolog sendiri.


Dia berusaha keras mencari dan memecahkan alasan dari Istri Manusia nya memberikan mantra pengikat cinta untuk Gadis yang sesungguhnya dia juga tau dia adalah kekasih dari Pangeran Tatius.


Keluar dari dalam kamar Rahasia Raja Sangkalah pikiran nya masih di penuhi pertanyaan pertanyaan yang sulit untuk di jawab nya.


Hingga lelah karena tak bisa memahami apapun akhirnya Raja Sangkalah . memilih merebahkan tubuhnya di kursi panjang dengan memejamkan mata berusaha membuat dan menghilangkan rasa kekalutan dari dalam hatinya, yang mana Tiba-tiba Raja Sangkala membuka kedua bola matanya dengan cepat dan bangkit dari duduknya.


"Jangan-jangan Nenek tua itu berniat memisahkan Pangeran Tatius dengan Gadis itu, bukankah di dalam gambar tadi, di belakang Gadis itu ada sosok pemuda yang tidak begitu jelas wajah nya tapi dia pemuda asing yang mana dia bukan pangeran Tatius, benar bukankah wanita tua itu benci tinggal di istana negri Vampire, bisa jadi Wanita itu mau menghalangi hubungan Antara Pangeran Tatius dan Gadis itu, Benar-benar Nenek tua tidak tau diri, sekarang aku tau maksud semua itu, ternyata semua berhubungan dengan kebencian pribadimu padaku, baik ..kita lihat siapa yang akan menang dalam pertarungan ini, aku atau kamu karena aku akan datang untuk menghalangi semua niatmu, tunggu kehadiran ku Nenek tua cintaku, kau benar-benar membuat ku murka, kau tidak pernah berubah selalu saja bersikap keras kepala." desis Raja Sangkala yang kemudian bangkit dari duduknya berdiri dengan menatap langit yang ada di luar sambil mengibas kan jubah hitam nya.