The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 240.DI TOLONG



Pangeran Yervan adalah sosok Vampire yang memiliki ilmu dan kekuatan yang cukup tinggi sehingga dia mampu dengan mudah menghadang lari Tania, meskipun Tania berlari dengan sangat kencang.


Wajah cantik dengan rambut terikat menjdi satu itu menggigil ketakutan ketika tiba-tiba Pangeran Yervan sudah berdiri di hadapan nya kembali.


Mengetahui Pangeran Yervan sudah berdiri dengan senyum tersungging di bibirnya dengan cepat Tania berbalik arah dan Kembali berlari dengan sangat kencang. Pangeran Yervan terkejut melihat sikap Tania yang sangat keras untuk menghindari nya.


"Tania ...tunggu! kau mau lari kemana? percuma kau berlari berhenti lah Nanti kau bisa kecapean." seru Pangeran Yervan khawatir, rasa cinta yang ada di dalam hatinya membuat nya tidak tega melihat gadis yang dicintainya itu harus berkali-kali jatuh dan bagun dengan kaki lecet lecet akibat terjatuh.


Tania yang ketakutan tidak lagi mempedulikan dirinya dia terus berlari dan berlari.


"Cukup,Tania...! kakimu bisa terluka terus jika kau terus berlari berhenti lah aku mohon," seru Pangeran Yervan yang tak pernah ada artinya dimana Tania tidak memperdulikan dirinya lagi."Tidak ada cara lain selain aku harus menghentikan nya." gumam Pangeran Yervan dalam hati yang kini dirinya semakin khawatir melihat gadis yang sangat dicintainya berlari dan terjatuh.


Dengan kekuatan yang dimiliki Pangeran Yervan dengan cepat Pangeran Yervan terbang melesat menghadang langkah kaki Tania kini bukan hanya berdiri di depan Tania akan tetapi Pangeran Yervan langsung merengkuh tubuh ramping itu masuk kedalam dekapannya yang mana hanya sekali sambar tubuh Tania sudah mampu dia kuasai.


"Lepaskan aku ..! teriak Tania meronta Karena Pangeran Yervan mendekap nya."


"Tenang, Tania! aku tidak akan menyakiti mu, aku betul betul ingin menjadikan mu istriku."


"Aku tidak mau, lepaskan aku!" teriak Tania yang masih dengan meronta ronta minta dilepaskan.


"Kenapa kau menolakku, apakah karena Tatius lebih tampan dariku, dengan Tatius mungkin lebih tampan dariku tapi aku akan lebih mampu memuaskan mu Nanti percaya lah apapun yang akan kamu minta akan aku berikan, menikah lah dengan ku."


"Tidak..! aku tidak mau."


"Tania, dengar percayalah perlahan-lahan Nanti kau juga akan bisa mencintai ku, beri kesempatan padaku untuk membuktikan cinta ku ."


"Sekali aku tidak mau, aku tetap tidak mau."


Karena emosi dengan sikap Tania yang keras kepala, Pangeran Yervan menangkup wajah cantik Tania hingga kedua mata mereka saling bertatapan.


Pangeran Yervan bisa melihat Wajah Tania dengan lebih dekat, hal itu membuat jantung Pangeran Yervan kembali berdetak dengan tidak normal karena detak nya lebih kencang, beberapa kali Pangeran Yervan terpaksa menelan ludahnya karena memandang wajah cantik Tania yang sangat menggemaskan, terlebih bibir ranum yang ada di depannya sangat lah mengoda.


Tania yang merasakan tatapan mata Pangeran Yervan yang aneh berusaha membuang muka, tapi sayangnya tidak bisa karena Pangeran Yervan sedang menangkup wajahnya yang mana mau tidak mau Tania pun harus memandang nya, muak, jijik, kesal semua menjadi satu hingga terbesit satu cara agar dirinya bisa lepas dari cengkraman Pangeran Yervan.


Dengan sekuat tenaga diam-diam Tania mengangkat tinggi kakinya dan dengan kekuatan yang masih tersisa dengan sangat keras, Tania memberikan tendangan pada titik berbahaya bagi kaum laki-laki yang biasanya berfungsi untuk menyuntik goa para wanita.


"Auuw ...! terdengar suara erangan kesakitan dari Pangeran Yervan ketiika titik nya di tendang dengan keras, sehingga membuat Pangeran Yervan yang menangkup wajahnya menjadi terlepas.


Kesempatan itu digunakan Tania untuk kembali berlari dengan kencang, Tania sudah tidak tau lagi arah dan kemana dia harus berlari, dia hanya tau harus berlari jauh dan harus bisa terlepas dari kejaran Pangeran Yervan.


Sedangkan Pangeran Yervan yang melihat Tania lolos dan berlari menjauhinya membuat Pangeran Yervan marah dan emosi sehingga bibirnya menimbulkan suara gemretak.


"Kau memang tidak bisa di ajak dengan cara halus Tania, jadi jangan salahkan aku jika kali ini aku akan membawamu dengan cara yang sangat kasar." desis Pangeran Yervan yang sedang menahan marah.


Kembali dengan menggunakan Indra penciuman, Pangeran Yervan Kembali bisa menemukan arah berlarinya Tania. Pangeran dengan cepat kembali terbang melesat dengan capat yang tidak menunggu berapa lama dia sudah kembali berdiri di hadapan Tania.


Lagi-lagi Tania terkejut dan menjerit ketakutan ketika tiba-tiba di depan nya sudah berdiri sosok Vampire yang tak lain adalah Pangeran Yervan.


"Pergi....! jangan ganggu aku, biarkan aku pergi " seru Tania ketakutan dimana keringat dingin mulai membasahi dahinya.


Pangeran Yervan tersenyum menyeringai ketika melihat wajah ketakutan dari Tania.


"Kau tidak akan bisa lari dariku, Jangan melawan turuti saja apa yang ku mau, kau tidak akan ku sakiti."


"Tidak..!aku tidak mau, pergi lah jangan kau menggangu ku."


"Mengagumu...! tidak cantik aku tidak mengagumu aku hanya ingin menjadikan mu istriku, ayolah jangan kau keras kepala."


"Aku, tidak mau..!


Pangeran Yervan terkekeh mendengar perkataan dari Tania.


"Kau tidak bisa menolakku, karena aku tidak perduli kau mau atau tidak kau tidak punya pilihan karena aku akan memaksamu."seru Pangeran Yervan dengan suara penuh penekanan.


"Aku, tidak mau..!ucap Tania seraya mundur yang mana Pangeran Yervan maju dan maju melangkah mendekati nya." Stop....!"jangan mendekat."


Tidak mau gagal dan tidak mau melihat gadis yang diinginkan nya lepas, Pangeran Yervan segera menangkap tangan mungil yang halus dan putih milik Tania.


"Lepaskan ..!teriak Tania ketiika tangan nya berhasil di genggam Pangeran Yervan.


Seakan tuli Pangeran Yervan tidak memperdulikan teriakan Tania dan dengan sedikit kasar Pangeran Yervan menarik Tangan itu untuk berjalan menggikuti nya.


"Lepaskan aku, aku mohon! ucap Tania dengan suara mengiba yang mana sama sekali tidak didengar dan diperdulikan Pangeran Yervan.


Merasa Pangeran Yervan tidak memperdulikan rengekan nya Tania mencoba sekuat tenaga bertahan dengan tidak mau berjalan. Hal itu membuat pangeran Yervan sedikit geram yang akhirnya menghilangkan kesabaran dari Pangeran Yervan. Sehingga Pangeran Yervan menarik Tangan Tania dengan kasar dan dengan kekuatan sehingga tubuh Tania yang berusaha menahan kaki agar tidak berjalan akhirnya terseret


"Aaaaaa. ... sakit!" teriak Tania dengan air mata yang membasahi pipi, Pangeran Yervan yang kesal tidak perduli dengan jeritan dan teriakan kesakitan dari Tania.


"Bukan kah ini yang kau mau, aku bersikap kasar padamu."


"Hizk. hizk ..hizk sakit lepaskan tanganku, biarkan aku berhenti sebentar ini sakit."


"Kamu, yang minta dengan cara seperti ini kan? ayo...jalan."


Tania tak lagi berdaya untuk melawan ataupun menolak karena jika Tania tidak menurut dan melawan Tarikan tangan Pangeran Yervan akan sangat kuat dan membuat nya sakit dengan terpaksa dan dengan berderai air mata Tania menggikuti langkah dari pangeran Yervan.


"Tatius..! Tolong aku, kamu dimana " seru Tania di sela sela tangisnya.


"Sudah, tidak perlu kau panggil Tatius dia tidak akan datang karena Tatius sedang bersama kekasih barunya."


"Tidak ..! Tatius tidak akan seperti itu."teriak Tania emosi.


"Oh, ya ! kau sangat yakin pacarmu itu setia, bodoh kamu hanya dibodohi Tatius tidak pernah mencintai mu, sekarang pasti dia bersama gadis lain."


Pangeran Yervan terkekeh mendengar perkataan dari Tania.


"Kita lihat saja Nanti."ucap nya sambil terus memegang tangan Tania.


Mata indah Tania membulat seketika ketika netranya melihat sebuah puri istana kepribadian Pangeran Yervan dari kejauhan.


"Tidak ..!aku tidak mau masuk kesana lagi."


Tania Kembali memberontak dan mogok berjalan hingga membuat pangeran Yervan kembali menyeret nya dengan kasar.


"Tidak, aku tidak mau.... kesana lagi!"


"Aku akan memaksa mu."


Ketika pangeran Yervan berniat menarik tangan Tania dengan kasar tiba-tiba sebuah tendangan punggung mendarat dengan manis hingga membuat gengaman tangan nya pada Tangan Tania terlepas.


"Kurang ajar, siapa kau yang berani mengacuhkan utusanku." seru Pangeran Yervan dengan sangat geram, ketika mengetahui ada yang menolong Tania bebas dari cengkeraman tangannya.


"Apakah kau masih ingat padaku?"


Pangeran Yervan untuk sesaat tertegun melihat sosok tinggi besar yang ada didepannya.


"Kau Raksasa yang pernah menjadi tawanan kerajaan Istana Awang Awang Vampire ini? mau apa kau kesini dan mengapa kau mencampuri urusan ku, berikan gadis itu padaku." teriak Pangeran Yervan pada sosok tinggi besar.


"Kau tidak bisa memaksa gadis ini karena dia tidak mengginginkan mu."


Pangeran Yervan tersenyum menyeringai mendengar perkataan dari sosok Raksasa yang ada di depannya.


"Itu bukan urusan mu, pergi lah dan jangan ikut campur jika tidak ingin aku musnahkan dirimu."


Terdengar suara tawa sang Raksasa yang merasa tidak takut dengan ancaman Pangeran Yervan. Tania yang berhasil lepas dari cengkeraman tangan Pangeran Yervan segera bersembunyi wajahnya begitu ketakutan dua kali lipat, dimana dia bisa bersyukur lepas dari cengkraman tangan Pangeran Yervan tapi akan lebih masuk kandang buaya dimana dia akan jadi tawanan sang Raksasa.


Untuk menghilangkan rasa takut nya Tania segera bersembunyi di tempat aman dimana nantinya Pangeran Yervan maupun Raksasa tidak bisa menemukan nya.


"Mungkin disini tempatnya aman, kenapa nasibku begitu buruk, apakah Raksasa itu juga mau menjadikanku istri, jika begini terus lebih baik aku mati saja dari pada aku harus hidup bersama dengan orang orang yang mengerikan." desis Tania dalam hati.


Mendengar tawa dan sikap yang tidak merasa takut atau pun gentar, Pangeran Yervan segera melakukan kuda-kuda dan bersiap akan memberikan serangan kepada sang Raksasa.


"Majulah...! aku akan membinasakan mu dan tidak akan mengggampuni mu lagi."


Tanpa banyak bicara lagi laki-laki Raksasa langsung meniupkan angin dari dalam mulutnya dan dalam hitungan menit segala sesuatu yang ada di tempat itu berterbangan dan Pangeran Yervan segera duduk bersila untuk menahan kencang nya serangan angin yang menerpa kearahnya, sedangkan Tania yang juga ikut merasakan kencangnya angin Segera berpegangan dengan pohon yang ada di sekitar tempat itu.


Raksasa yang melihat Pangeran Yervan duduk bersila berusaha mengeluarkan kekuatan nya dengan perlahan namun pasti Raksasa itu menggulurkan Tangan nya dan menggangkat tubuh Pangeran Yervan yang terlihat seperti seekor semut kecil bagi sang Raksasa.


Terkejut dan sedikit kaget jika Raksasa itu tiba-tiba menggangkat tubuh nya yang belum siap yang tidak lama kemudian Raksasa itu melempar kan tubuh Pangeran Yervan, sehingga terdengar suara erangan kesakitan dari Pangeran Yervan.


"Brugh....!


"Kurang ajar, kau melempar ku, akan aku bunuh kau, "seru Pangeran Yervan kesal dan emosi ketika bangkit dari terjatuhnya.


Dengan kekuatan ilmu lambar awan dimana satu ilmu itu di dapat Pangeran Yervan dari Patih Ramboka yang kala itu bertugas membimbing nya, ilmu yang bisa merubah keadaan langit menjadi mendung dengan tiba-tiba, kemudian mendatangkan hujan badai yang mana tiba-tiba terdengar suara Guntur bersahut-sahutan dengan disertai hujan dan suasana langit menjadi gelap.ppp


Tania semakin menggigil ketakutan melihat situasi yang semakin mencekam. Hujan deras yang turun membasahi Bumi tempat itu membuat angin yang tadinya kencang tiba-tiba menghilang terkena hujan.


Raksasa yang menyadari Lawannya menggunakan ilmu baru untuk menahan serangan angin yang di ciptakan nya segera menghentakkan kakinya ketanah dan dalam sekejap seluruh tanah menjadi bergetar, Pangeran Yervan yang menyadari Raksasa memberikan serangan balik dengan cepat melompat mundur dan menggeluarkan sebuah pedang dan sangat cepat Pangeran Yervan memberikan serangan pada Raksasa yang ada di depannya.


Raksasa yang geram melihat serangan dari pangeran Yervan segera menyambar tubuh Pangeran Yervan dan menjatuhkan nya dari ketinggian, tubuh Pangeran Yervan pun terjatuh dengan sangat keras, tanpa menunggu lagi, Raksasa pun langsung membawa Tania pergi dari tempat itu.


Tania yang tidak menyangka jika tubuhnya disambar dan di bawa pergi berteriak histeris, dirinya semakin ketakutan.


"Lepaskan aku...! jangan bawa aku."


Mendengar teriakkan dari gadis yang dibawanya Raksasa itupun langsung menghentikan langkah kakinya dan dengan perlahan lahan menurunkan tubuh Tania.


"Kenapa Nona minta berhenti! apakah cengkraman saya terlalu sakit." tanya sang Raksasa dengan lembut.


"Tidak aku tidak mau ikut bersama mu."


"Jangan takut Nona aku tidak akan menyakiti mu, aku datang kesini itu atas perintah dari pangeran Tatius."


"Apa? kau juga mengenal Tatius..!"


"Tentu saja, Nona!


"Benarkah itu"


"Iya, Nona! Pangeran Tatius sangat khawatir pada Nona untuk itu dia menyuruh saya untuk membantu Nona."


Tania menyunggingkan sebuah senyuman ketiika mendengar penjelasan dari Sang Raksasa.


"Lalu kita akan pergi kemana?" tanya Tania.


"Mari, Naiklah ke tanganku aku akan membawa Nona ketempat yang aman."


Beberapa jam kemudian Raksasa yang membawa Tania sudah sampai pada satu tempat dimana terdapat sebuah bangunan kecil namun terlihat sangat sejuk dan asri.


"Tinggal lah Disini Nona, Nanti Pangeran Tatius akan datang kesini."


Tania mengagguk lalu berjalan masuk ke dalam Bangunan rumah kecil itu. Setelah beberapa hari berada dalam tawanan Pangeran Yervan dan tidak mandi sama sekali Tania merasa gerah dan langsung membersihkan tubuhnya, tiga puluh menit kemudian ritual mandi pun selesai Tania membuka Almari namun semuanya kosong dan ketiika membuka satu Almari kecil Tania hanya menemukan sebuah kain panjang berwarna hitam tanpa pikir panjang dari pada tidak berganti baju akhirnya Tania Menganti bajunya dengan baju yang ada.


Setelah menggunakan baju, Tania tiba-tiba merasa perutnya lapar dengan perasaan sedikit takut, Tania mencoba membuka kulkas yang ada di sana lagi lagi semuanya terlihat kosong tidak ada apapun selain air mineral putih, Tania mulai mencari sesuatu yang ada di dalam rumah itu untuk bisa di masak.