The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.245.PANIK



Pak guru merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh pangeran tatius, pak guru Wili bisa melihat betapa takutnya Pangeran tatius jika melihat dan menerima kemarahan dari Tania sungguh pak guru Willi baru melihat betapa besar cinta dari seorang laki-laki yang bukan berasal dari bangsa manusia kepada seorang anak manusia, kasih sayang yang cukup tinggi dan perhatian yang cukup besar di mana demi kebahagiaan sang kekasih dia rela melakukan apa saja.


Sesungguhnya pak guru Willi juga menyadari jika menyelamatkan putri Lin Ying itu bukanlah karena cinta ataupun karena lebih perhatian kepada putri lin Ying, akan tetapi Pangeran Tatius menyadari, melihat dan menilai Jika putri lin Ying keadaannya lebih berbahaya dibandingkan dengan Tania.


Cinta yang begitu besar dan pengorbanan yang begitu tinggi itulah Pandangan pertama yang dilihat oleh pak guru Willi terhadap sikap Pangeran Tatius terhadap Tania, pak guru Wili mulai merasa bingung dengan apa yang akan direncanakannya, mungkinkah dia tega memisahkan dua insan yang saling mencintai hanya karena diantara keduanya berbeda, satu berasal dari anak manusia dan yang satu berasal dari kerajaan Vampire.


Cinta memang buta itukah yang sebenarnya terjadi di antara Pangeran Tatius dan Tania. Di mana keduanya memang berbeda tapi keduanya saling mencintai dan saling menyayangi, pak guru Willi bisa merasakan meskipun diantara keduanya lagi terjadi perselisihan tapi Pak guru Willi bisa merasakan jika keduanya masih memiliki rasa sayang dan cinta yang tinggi di mana kedua-duanya sesungguhnya tidak ingin saling berpisah.


Tidak ada satu manusia pun yang bisa melawan takdir itukah yang terjadi diantara keduanya mungkinkah diantara keduanya memang sudah tersurat takdir bawah mereka ditakdirkan untuk bersama meskipun begitu tidak menutup kemungkinan kehadiran cinta di antara mereka berdua akan menimbulkan suatu konflik yang sangat besar di dalam kerajaan ini. Dimana notabenya pangeran Tatius adalah seorang pangeran Vampire yang tentunya tidak akan pernah diizinkan memiliki seorang istri yang berasal dari kalangan manusia.


Lalu apakah yang akan terjadi di antara keduanya jika cinta mereka tidak mendapatkan Restu ataupun izin dari penguasa kerajaan Vampire ini, akankah Pangeran Tatius memilih cinta mempertahankan cintanya ataukah cinta mereka akan berakhir dengan sangat tragis. Pak guru Wili mengacak rambutnya dengan kasar pikirannya yang kacau dan kalut serta hatinya yang resah memikirkan masa depan dan apa akan terjadi di hari depan pada kehidupan putri dari mantan kekasihnya Zhara sungguh sangat membingungkan dirinya.


Karena merasa pusing dan bingung memikirkan apa yang akan terjadi di hari depan pada kehidupan Pangeran Tatius dan Tania lama-kelamaan pak guru Wili tertidur dengan pulas.


Sementara di tempat lain seorang wanita cantik berteriak dengan sangat histeris kepada para pengawal nya.


"Pengawal cepet angkat Pangeran masuk ke dalam Puri Istana kepribadian nya, cepat...!"


"Baik, Ratu!


Dengan di bantu para pengawal temannya yang lain, mereka bersama sama mengangkat tubuh dari seorang pangeran kerajaan Istana Awang Awang Vampire yang sedang pingsan.


Setelah meletakkan pangeran di atas ranjang beberapa pengawal segera meninggalkan tempat itu dengan wajah menunduk, lain halnya dengan Ratu cantik yang ada di tempat itu dia berteriak dengan histeris melihat sang putranya tak juga bangun dari pingsannya.


"Bangun Pangeran...! kenapa kau masih juga pingsan, tabib katakan padaku kapan putraku akan bangun dari pingsannya.


"Ampun Ratu, luka yang dialami Pangeran Yervan sangat parah beberapa tulang terlihat remuk, mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk dapat melewati masa kritis nya."


Mendengar perkataan dari tabib istana, Ratu Derbah semakin geram dan murka.


"Putar CCTV nya sekarang juga, aku mau lihat siapa yang sudah berani membuat putraku menjadi begini cepat ..!"


"Baik, Ratu!"


Dengan sedikit tergesa-gesa para pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire, segera memutar CCTV yang ada di hadapannya.


Terlihat lah dengan jelas adegan demi adegan dimana ketika itu Pangeran Yervan sedang bersama seorang gadis tiba-tiba datang seorang Raksasa besar yang mengacuhkan segala nya dan dengan sangat bringas menghajar dan membanting putranya di atas tanah.


"Raksasa....! bukan kah Raksasa itu dulu yang menjadi tawanan kerajaan ini dan bukankah sudah di usir oleh Sang Raja dan Pangeran Tatius, atau jangan jangan kehadiran Raksasa di istana ini, itu karena Pangeran Tatius, jika semua itu benar, jangan harap aku akan membiarkan mu lolos dan hidup bahagia Pangeran Tatius, aku akan membuat semuanya hancur seperti halnya aku membuat hati Ratu Shima hancur karena terpaksa harus menerima aku sebagai madu nya."desis Ratu Derbah dengan perasaan kesal dan emosi.


"Apa yang terjadi pada Pangeran Yervan, Raja harus tahu dan Raja harus mengerti jika semuanya adalah akibat dari perbuatan Pangeran tatius sehingga Raja akan menghukum Pangeran Tatius, secepatnya untuk itu aku harus cepat-cepat memberitahu Raja." gumam Ratu Derbah dalam hati." Pengawal ..!"


"Siap, Ratu!


"Kau jaga Pangeran Yervan, aku akan pergi dulu."


Ratu Derbah segera keluar dari Puri kepribadian Pangeran Yervan dan melangkah keluar hendak menuju ke dalam Puri istana kepribadian sang Raja, akan tetapi langkah kakinya terhenti ketika di hadapan nya telah berdiri sosok laki-laki yang tak lain adalah Patih Ramboka.


"Kau, mau kemana, Ratu!"


"Minggir, itu bukan urusan mu."


"Sombong sekali kau,"


Patih Ramboka menatap tajam pada Ratu Derbah yang berdiri di hadapan nya dengan Tatapan penuh tanda tanya.


"Katakan padaku, jika tidak, aku tidak akan memberi mu jalan bahkan aku tidak akan segan segan menghalangi langkah mu."


"Patih, Ramboka...!" apa kau sadar apa yang telah kau ucapkan padaku.'


"Tentu saja aku sadar!" sekarang katakan padaku mau apa kau menemui Raja."


Ratu Derbah yang sudah tidak tertarik lagi dengan Patih Ramboka yang mana dirinya sudah mendapatkan perhatian dan cinta dari Raja, hal itu membuat Ratu Derbah tidak lagi memandang dan memperdulikan lagi kehadiran Patih Ramboka.


"Terserah, kamu yang jelas kau jangan ikut campur urusan ku jadi kamu tidak perlu tau."


Mendengar perkataan dari Ratu Derbah, Patih Ramboka tertawa dengan sangat lebar.


"Kau benar benar sudah berubah Ratu Derbah, aku memang tak sempurna Raja sehingga aku bisa. dengan mudah kau campakkan."


"Patih Ramboka pergilah dan lakukan tugasmu tidak perlu kau ikut campur lagi urusanku apa yang terjadi di antara kita itu semua adalah cerita lalu yang mana tidak perlu lagi kau ungkit kau harus sadar jika aku sekarang adalah Ratu istri dari Raja jadi jaga sikap mu jika kau tidak ingin aku menggadukan mu di hadapan Raja."


"Apa kau pikir aku takut, lakukan saja jika kau berani."


"Tentu saja aku berani."


Ratu Derbah segera melesat terbang tinggi meninggalkan Patih Ramboka yang sedang kesal, sementara Patih Ramboka semakin kesal ketika tanpa bicara apapun Ratu Derbah pergi meninggalkan nya.


Awalnya Patih Ramboka ingin mengejar kepergian Ratu Derbah, akan tetapi langkah kakinya terhenti ketika mersa aneh, mengapa ada tabib istana yang sedang duduk di dalam Puri istana kamar Ratu Derbah apa yang terjadi di dalam kamar itu, karena penasaran Patih Ramboka segera melesat terbang mendekati tempat itu.


Netranya semakin terkejut ketika melihat sosok tubuh laki-laki. sedang tertidur di atas Ranjang.


"Pangeran Yervan...! bergegas Patih Ramboka mendekati tabib istana..


"Tabib, katakan padaku apa yang terjadi dengan pangeran Yervan."seru Patih Ramboka panik.


"Maaf, Patih Pangeran Yervan sedang dalam keadaan pingsan akibat di jatuhkan dari ketinggian."


"Kurang ajar siapa yang berani melukai putra..,.


"Diam kau patih Ramboka....!


Tiba-tiba Ratu Derbah datang dan memotong pembicaraan." Jangan berani berani kau membicarakan sesuatu yang aku tidak inginkan, pergilah biar aku sendiri yang akan menyelesaikan nya."


"Tapi Ratu, aku itu....


"Stop... hentikan ucapanmu dan pergilah atau aku akan meminta Raja untuk memindahkan mu jauh dari sini biar selama nya kau tidak bisa bertemu dengan Pangeran Yervan bagaimana?"


"Baiklah, aku pergi tapi aku juga tetap akan mengawasi karena dia juga....


"Aku tau, pergi lah jangan lagi kau mencari masalah disini jika kau masih ingin melihat nya.


Dengan perasaan kesal dan jengkel Patih Ramboka melangkah pergi meninggalkan Puri istana di mana di dalam Puri terdapat Pangeran Yervan yang sedang terbaring pingsan.