
Secepat kilat kedua bayangan itu melesat
bagaikan anak panah, sangat terlihat
sekali jika mereka memiliki ilmu yang
cukup tinggi, dalam sekejap keberadaan
pangeran Tatius, beserta patih lembu
ireng dapat dengan mudah di temukan.
Sengaja seorang yang di panggil dengan
sebutan putri itu tidak serata merta
langsung menemui dan menghadang
pangeran Tatius dan patih lembu Ireng.
Mereka memilih bersembunyi dan
menggintai pangeran Tatius dan patih
lembu Ireng dari balik semak belukar.
Tatapan tajam dari sang putri tak henti
hentinya tertuju pada pangeran Tatius
dan patih lembu ireng.
Sesekali sang putri menarik nafas panjang
diamatinya mereka berdua dengan sangat
teliti.
"Tidak ada yang istimewa dari mereka
berdua, lalu bagaimana mungkin mereka
bisa mengalahkan para harimauku."Desis
sang Putri.
"Dayang..!"
"Iya, Tuan putri,"
"Coba ceritakan padaku, bagaimana cara
mereka menghadapi dan menggalahkan
para harimauku,"
"Saya, tidak tau, putri, ketika itu seorang
laki laki tua yang ada di samping pemuda
itu, sedang terluka parah dan terdesak,
lalu tiba-tiba, anak muda itu mengeluarkan
sebuah keris dari balik bajunya, yang saya
ingat Tuan Putri, pemuda itu belum sempat
memberikan serangan, tapi tiba-tiba para
harimau putri sudah, hormat dan pergi."
"Itu, artinya, kekuatan dalam keris itu yang
mampu membuat para Harimau ku takut
dan tidak jadi menyerang."
"Benar, putri, sayapun berfikir demikian."
"Baiklah, kalau begitu, kita harus mengambil
keris itu dari tangan nya, karna sepertinya
kekuatan terbesar dari anak muda itu
terletak pada keris."
"Putri, benar, tapi bagaimana caranya kita
bisa merampas, keris itu? Tanya sang
Dayang
"Mendekatlah,"
Sang Dayang segera mendekati putri.
Sang putri membisikkan rencananya
yang akan dilakukan sang putri,
pada pangeran Tatius dan patih lembu
Ireng.
Mendengar rencana yang akan dilakukan
sang putri, sang Dayang sangat terkejut.
"Apa putri yakin dengan rencana yang
akan putri lakukan,"
"Tentu saja aku yakin, apa kamu tidak
percaya,"
"Saya percaya Tuan putri, tapi apakah
itu tidak membuat putri jijik,"
Mendengar ucapan dari sang Dayang
sang putri tertawa dengan lebar.
"Jika tidak dengan rencana itu, lalu
dengan rencana apa, apakah Bibik
Dayang punya ide,"
"Kita serang saja Tuan putri, pasti'
mereka akan kalah,"
"Bagaimana mungkin kamu bisa yakin
kalau kita akan menang, sedangkan
mereka bisa dengan mudah mengusir
para harimau ku."
Sang Dayang menarik nafas dan menghembuskan nya dengan sangat
kasar.
"Tuan putri benar, kita belum tentu bisa
menang menghadapi mereka,"
"Kelihatannya, mereka bukan para
Vampir biasa, sangat terlihat jelas dari
pakaian yang mereka kenakan."Ucap
sang putri.
"Benar, putri, jangan jangan mereka
seorang pangeran yang ingin menggikuti
Barat Daya,"
"Kamu benar, Dayang, mungkin mereka
datang ingin menggikuti sayembara itu.."
"lalu, apakah Tuan putri masih mau
melanjutkan rencana Tuan putri?"
"Tentu saja, aku sangat penasaran dengan
keris yang bisa membuat para harimau ku
bertekuk lutut di hadapan mereka dan
tidak mau menggaggu mereka, aku
akan rampas keris itu,"Jawab sang putri
berapi api.
"Tapi cara Tuan putri ini sangat licik,
dan itu bukan sikap kesatria Tuan putri."
"Apa kamu bilang?"berani sekali kau
menggatakan rencanaku, rencana
yang licik,"
"Ampun putri..!"bukan maksud hamba
nenghina Tuan putri, cuma sebagai
seorang putri kerajaan yang Agung
Tuan putri di larang berbuat curang."
"Halah..."itu peraturan ketika kita ada
di istana, tapi sekarang kita di luar
istana jadi peraturan itu tidak berguna,
kau paham?"Bentak sang putri.
"Baik putri, saya paham," Ucap Dayang
sanbil bergetar dia sangat tau jika
sang putri murka bisa bisa dia akan
di bunuh nya.
"Bagus..!" jadi ikuti rencanaku,"
"Baik Tuan putri,"
****
Sementara beberapa pengawal suruhan
dari kerajaan Sangkala sudah sampai
di istana kerajaan Awang Awang Vampire.
Kedatangan mereka yang di perintahkan
oleh Raja Sangkala untuk menjemput
putri Ratu Shima telah di ketahui oleh
para pengawal Abdi Ratu Derbah.
Dengan cepat para pengawal itu pergi
melapor kepada Ratu Derbah.
"Permisi Ratu..!"hamba mau melaporkan
bahwa di depan pintu gerbang istana
ada para pengawal dari kerajaan Sangkala
Meraka di perintahkan untuk menjemput
Ratu Shima, tolong Ratu Derbah sampaikan
pada Ratu Shima,"
"Apa ..?"Ada para pengawal istana kerajaan Sangkala, dan mereka mau menjemput
Ratu Shima?"
"Benar, Ratu..!"
"Kau bawa mereka, menemuiku disini,
tapi ingat, jangan sampai kehadiran
mereka di ketahui oleh Ratu Shima
maupun Raja Awang Awang Vampire,
apa kau paham?"
"Paham, Ratu, tapi....!"
Bukan kah mereka ingin bertemu dengan
Ratu Shima, lalu mengapa Ratu tidak
mengginjinkan Ratu Shima untuk tau ?"
"Kerjakan saja perintahku..!" jangan banyak
bertanya, jika tidak ingin, anak istrimu
kelaparan, karena aku akan membunuhmu,"
"Baa..ba.ik, Ratu," Jawab sang pengawal
terbatah bantah.
"Cepat pergi sekarang, sebelum kehadiran
mereka di ketahui pengawal Istana dalam.
"Baik, Ratu, hamba permisi,"
Setelah kepergian sang pengawal Ratu
Derbah tersenyum dengan sangat lebar.
"Ha .ha..ha..ha...!"
"Raja Sangkala mengirimkan para
pengawalnya untuk datang ke sini
menjemput Ratu Shima, hah.. jangan
mimpi, tidak akan aku biarkan Ratu
Shima keluar dari kerajaan ini, dia
harus tetap di istana ini, tidak boleh
sampai tau, apa yang putranya lakukan
dengan pangeran Yervan.
perjanjian di antara mereka tidak boleh
ada yang merusaknya, dan aku akan
segera menjadi Ratu paling kaya.
"Ha...ha ..ha ...!"