The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.45.RENCANA PUTRI.



Secepat kilat kedua bayangan itu melesat


bagaikan anak panah, sangat terlihat


sekali jika mereka memiliki ilmu yang


cukup tinggi, dalam sekejap keberadaan


pangeran Tatius, beserta patih lembu


ireng dapat dengan mudah di temukan.


Sengaja seorang yang di panggil dengan


sebutan putri itu tidak serata merta


langsung menemui dan menghadang


pangeran Tatius dan patih lembu Ireng.


Mereka memilih bersembunyi dan


menggintai pangeran Tatius dan patih


lembu Ireng dari balik semak belukar.


Tatapan tajam dari sang putri tak henti


hentinya tertuju pada pangeran Tatius


dan patih lembu ireng.


Sesekali sang putri menarik nafas panjang


diamatinya mereka berdua dengan sangat


teliti.


"Tidak ada yang istimewa dari mereka


berdua, lalu bagaimana mungkin mereka


bisa mengalahkan para harimauku."Desis


sang Putri.


"Dayang..!"


"Iya, Tuan putri,"


"Coba ceritakan padaku, bagaimana cara


mereka menghadapi dan menggalahkan


para harimauku,"


"Saya, tidak tau, putri, ketika itu seorang


laki laki tua yang ada di samping pemuda


itu, sedang terluka parah dan terdesak,


lalu tiba-tiba, anak muda itu mengeluarkan


sebuah keris dari balik bajunya, yang saya


ingat Tuan Putri, pemuda itu belum sempat


memberikan serangan, tapi tiba-tiba para


harimau putri sudah, hormat dan pergi."


"Itu, artinya, kekuatan dalam keris itu yang


mampu membuat para Harimau ku takut


dan tidak jadi menyerang."


"Benar, putri, sayapun berfikir demikian."


"Baiklah, kalau begitu, kita harus mengambil


keris itu dari tangan nya, karna sepertinya


kekuatan terbesar dari anak muda itu


terletak pada keris."


"Putri, benar, tapi bagaimana caranya kita


bisa merampas, keris itu? Tanya sang


Dayang


"Mendekatlah,"


Sang Dayang segera mendekati putri.


Sang putri membisikkan rencananya


yang akan dilakukan sang putri,


pada pangeran Tatius dan patih lembu


Ireng.


Mendengar rencana yang akan dilakukan


sang putri, sang Dayang sangat terkejut.


"Apa putri yakin dengan rencana yang


akan putri lakukan,"


"Tentu saja aku yakin, apa kamu tidak


percaya,"


"Saya percaya Tuan putri, tapi apakah


itu tidak membuat putri jijik,"


Mendengar ucapan dari sang Dayang


sang putri tertawa dengan lebar.


"Jika tidak dengan rencana itu, lalu


dengan rencana apa, apakah Bibik


Dayang punya ide,"


"Kita serang saja Tuan putri, pasti'


mereka akan kalah,"


"Bagaimana mungkin kamu bisa yakin


kalau kita akan menang, sedangkan


mereka bisa dengan mudah mengusir


para harimau ku."


Sang Dayang menarik nafas dan menghembuskan nya dengan sangat


kasar.


"Tuan putri benar, kita belum tentu bisa


menang menghadapi mereka,"


"Kelihatannya, mereka bukan para


Vampir biasa, sangat terlihat jelas dari


pakaian yang mereka kenakan."Ucap


sang putri.


"Benar, putri, jangan jangan mereka


seorang pangeran yang ingin menggikuti


Barat Daya,"


"Kamu benar, Dayang, mungkin mereka


datang ingin menggikuti sayembara itu.."


"lalu, apakah Tuan putri masih mau


melanjutkan rencana Tuan putri?"


"Tentu saja, aku sangat penasaran dengan


keris yang bisa membuat para harimau ku


bertekuk lutut di hadapan mereka dan


tidak mau menggaggu mereka, aku


akan rampas keris itu,"Jawab sang putri


berapi api.


"Tapi cara Tuan putri ini sangat licik,


dan itu bukan sikap kesatria Tuan putri."


"Apa kamu bilang?"berani sekali kau


menggatakan rencanaku, rencana


yang licik,"


"Ampun putri..!"bukan maksud hamba


nenghina Tuan putri, cuma sebagai


seorang putri kerajaan yang Agung


Tuan putri di larang berbuat curang."


"Halah..."itu peraturan ketika kita ada


di istana, tapi sekarang kita di luar


istana jadi peraturan itu tidak berguna,


kau paham?"Bentak sang putri.


"Baik putri, saya paham," Ucap Dayang


sanbil bergetar dia sangat tau jika


sang putri murka bisa bisa dia akan


di bunuh nya.


"Bagus..!" jadi ikuti rencanaku,"


"Baik Tuan putri,"


****


Sementara beberapa pengawal suruhan


dari kerajaan Sangkala sudah sampai


di istana kerajaan Awang Awang Vampire.


Kedatangan mereka yang di perintahkan


oleh Raja Sangkala untuk menjemput


putri Ratu Shima telah di ketahui oleh


para pengawal Abdi Ratu Derbah.


Dengan cepat para pengawal itu pergi


melapor kepada Ratu Derbah.


"Permisi Ratu..!"hamba mau melaporkan


bahwa di depan pintu gerbang istana


ada para pengawal dari kerajaan Sangkala


Meraka di perintahkan untuk menjemput


Ratu Shima, tolong Ratu Derbah sampaikan


pada Ratu Shima,"


"Apa ..?"Ada para pengawal istana kerajaan Sangkala, dan mereka mau menjemput


Ratu Shima?"


"Benar, Ratu..!"


"Kau bawa mereka, menemuiku disini,


tapi ingat, jangan sampai kehadiran


mereka di ketahui oleh Ratu Shima


maupun Raja Awang Awang Vampire,


apa kau paham?"


"Paham, Ratu, tapi....!"


Bukan kah mereka ingin bertemu dengan


Ratu Shima, lalu mengapa Ratu tidak


mengginjinkan Ratu Shima untuk tau ?"


"Kerjakan saja perintahku..!" jangan banyak


bertanya, jika tidak ingin, anak istrimu


kelaparan, karena aku akan membunuhmu,"


"Baa..ba.ik, Ratu," Jawab sang pengawal


terbatah bantah.


"Cepat pergi sekarang, sebelum kehadiran


mereka di ketahui pengawal Istana dalam.


"Baik, Ratu, hamba permisi,"


Setelah kepergian sang pengawal Ratu


Derbah tersenyum dengan sangat lebar.


"Ha .ha..ha..ha...!"


"Raja Sangkala mengirimkan para


pengawalnya untuk datang ke sini


menjemput Ratu Shima, hah.. jangan


mimpi, tidak akan aku biarkan Ratu


Shima keluar dari kerajaan ini, dia


harus tetap di istana ini, tidak boleh


sampai tau, apa yang putranya lakukan


dengan pangeran Yervan.


perjanjian di antara mereka tidak boleh


ada yang merusaknya, dan aku akan


segera menjadi Ratu paling kaya.


"Ha...ha ..ha ...!"