The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.121.MALU



Tania menyelesaikan ritual mandi dalam dua puluh menit, sementara Pangeran Tatius sibuk melihat lihat segala isi keadaan ruangan yang ada di dalam kamar. dua puluh menit sudah Tania berdiam diri tak kunjung keluar kamar mandi pasalnya Tania lupa membawa baju ganti, terbiasa di dalam kamar tak ada siapapun, sekarang di dalam kamarnya ada Tatius laki-laki yang entah sejak kapan telah mencuri hatinya, malu dan gengsi jika minta tolong tapi berdiam diri di dalam kamar mandi yang dingin itu sangat menjenuhkan.


"Aku harus bagaimana?"


Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Cuma mandi saja kenapa lama sih, apa jangan jangan Tania pingsan di dalam kamar mandi, ah tidak .. tidak tadi kelihatan nya baik baik saja lalu kenapa lama." pangeran Tatius mengedarkan pandangannya dan tatapan matanya tertuju pada sebuah foto kecil milik Tania pangeran Tatius meraih foto itu dan tersenyum.


"Cantik." desisnya memuji.


Tania sudah tidak tahan lagi dengan hawa dingin di dalam kamar mandi dengan terpaksa Tania memberanikan diri untuk meminta pertolongan dari pangeran Tatius.


"Pangeran Tatius..!" lirih Tania memanggil nama pangeran Tatius, melihat Tatius tidak bergeming dari tempatnya duduk Tania kembali memanggil.


"Pangeran Tatius...!" brengsek ini cowok perasaan aku sudah memanggil dengan cukup keras tapi kenapa dia diam saja, dasar telinga gabus.


"Tatius...!"seru Tania sedikit keras lagi membuat Pangeran Tatius segera menoleh dan melihat pintu kamar mandi terbuka sedikit dengan kepala Tania menyembul di sana .


"Ada apa?"


"Ambilkan aku baju di Almari cepat, dingin ini."


"Oh, baju, baik tunggu sebentar."


Pangeran Tatius segera membuka Almari pakaian milik Tania dan terlihat lah beberapa tumpukan baju di dalam nya, pangeran Tatius yang tak terbiasa memilih pakaian sedikit binggung mau menggambil baju yang mana, pangeran Tatius khawatir jika pilihan nya tidak tepat.


Pangeran Tatius membolak-balik kan baju dan menentengnya dengan kedua tangan melihat model baju karena Pangeran Tatius merasa kesulitan jika melihat baju yang terlipat untuk itu pangeran Tatius membuka semua baju baju yang terlipat .


"Ini tidak cocok..!" desis pangeran Tatius yang kemudian melempar kan baju itu ke atas ranjang. Pangeran Tatius membuka hampir semua baju milik Tania dan semua yang dirasakan tidak bagus, Pangeran Tatius langsung melempar kan baju itu di atas ranjang jadilah Ranjang Tania penuh dengan baju berserakan.


Sudah mendapatkan satu baju yang dianggap nya cocok dan pas untuk Tania, Pangeran Tatius teringat CD, ya tentu saja harus ada CD dan BH, kembali tangan putih berkuku panjang itu mengobrak abrik semua isi Almari lagi untuk menemukan CD dan HB, setelah mendapat kan pangeran Tatius menenteng kedua benda keramat bagi kaum hawa tinggi tinggi.


"Kalau bukan karena cinta aku tidak mau pegang pegang benda keramat ini, ucap pangeran Tatius sambil terkekeh.


Sedangkan di dalam kamar mandi Tania mulai kesal.


"Masak iya, sih!" di mintai tolong ngak mau, aduuuh....mau sampai kapan aku terjebak di dalam kamar mandi begini, dasar Vampire jelek katanya cinta, masak cuma di mintai tolong ambilkan baju ngak mau, pelit amat jadi orang, kalau memang ngak mau tuh pergi dari kamarku biar aku bisa mengambil sendiri, lagipula kenapa tadi aku bodoh sekali, langsung masuk kamar mandi, Ayah.....dingin Tania tidak mau terjebak di kamar mandi begini." keluh Tania kesal.


"Tania..!"Tok...Tok...!


"Buka pintunya, ini baju kamu,"seru pangeran Tatius dari luar, mendengar pintu kamar mandi di ketuk wajah Tania berbinar senang.


"Akhirnya, mau juga tuh Vampire jelek membantu,"Tania membuka sedikit pintu kamar mandi dan menggulurkan tangannya tanpa memandang, Pangeran Tatius dengan sigap meletakkan baju itu di tangan Tania dan ketika Tania hendak menutup pintu kamar mandi lagi tiba-tiba Pangeran Tatius berseru.


"Jangan ditutup dulu, masih ada yang tertinggal."


"Apa lagi?"seru Tania dari dalam kamar mandi.


"ini, ulurkan tangan mu,"


Dengan terpaksa Tania Mengulurkan tangannya kembali, ketiika tangan nya sudah menegang satu benda pemberian Pangeran Tatius dengan cepat Tania menutup pintu kamar mandi dan bermaksud untuk menganti bajunya dan Alangkah terkejutnya Tania, ketika menyadari benda apa yang terakhir di ulurkan padanya.


"Astaga...! Vampire jelek itu juga menggambil kan BH dan CD ku Aaaaa.....maluuuu....mau ku taruh di mana mukaku nanti, jika berhadapan dengan nya, duh bagaimana ini dia juga memegangnya iiiiihh.. nyebelin amat sih jadi cowok." grutu Tania dalam hati.


"Tania, ganti bajunya kok lama sih, keluar dong capek nih, nungguin yang di tungguin ngak muncul muncul."


"iya, Sebentar!"


Dengan berat hati Tania keluar dari dalam kamar mandi yang langsung di sambut dengan senyuman oleh Pangeran Tatius. Melihat Pangeran Tatius senyum senyum wajah cantik Tania berubah menjadi merah merona terlebih ingat Pangeran Tatius dengan santai memegang BH dan CD nya sungguh malu yang sampai ke ubun ubun.


"Tatiuuuuuss...!" apa yang kau lakukan dengan baju bajuku?"Teriak Tania geram.


"Aku, tidak melakukan apa apa aku cuma mencari baju yang cocok untuk kamu, kenapa kau berteiak."


"Lihat.....!" semua bajuku berantakan, kamu pikir ngak capek apa melipatnya, dasar Vampire sialan trima ini."


Tania melepaskan sendal jepit yang di pakai nya dan di pukul pukul kan nya pada tubuh Pangeran Tatius.


"Buuuuugh...!"


"Buuuuugh...!"


"Buuuuugh..!"


"Ampun sayang, aku ngak bermaksud begitu, masak baru jadian aku sudah mendapatkan pukulan bukankah seharusnya aku di sayang bukan di pukulin begini." ucap Pangeran Tatius.


"Bodoh, trima saja, ini kamu juga sudah kurang ajar ambil baju dalam ku tanpa ijin, pakai diri pegang pegang segala lagi."


"Ya..sayang kalau tidak di pegang masak di gigit sih."


"Iiiiihh.... menyebalkan kamu,"


Tania terus memukul pangeran Tatius sedangkan pangeran Tatius menghidar sambil terkekeh mengoda.


"Tok..!Tok..Tok..!


"Tania...ada apa Nak, kenapa di dalam berisik sekali, buka pintunya."


Tania yang kala itu memukul Pangeran Tatius berhenti memukul dengan mendadak.


"A-Ayah..!" ada Ayah bagaimana ini, kamu sembunyi cepat."Seru Tania gugup.


"Tenang saja aku bisa bersembunyi di atas langit langit itu,"


"Ya, sudah cepat..!"


"Sebentar,"


"Apalagi,"


"Ada yang harus ku bawa,"


"Cepat bawa lalu pergi."


"Baiklah,"


Pangeran Tatius segera menunduk sedikit dan ....


"Cup....!"


Sebuah kecupan kilat lagi lagi mendarat di pipi Tania membuat Tania terkejut dan mendelik seketika sedang kan Pangeran Tatius yang mendapatkan pelototan dari sang kekasih cuma tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya sebelum Pangeran Tatius melesat terbang bertengger di dinding langit kamar Tania.


Merasa sudah aman Tania melangkah menuju ke pintu dan di bukanya pintu kamar dan terlihat lah sosok Ayah yang sudah berdiri tegak di depan pintu.


"Ayah...!"