
Tidak menunggu lama Rumi Xo yang kecapekan di tambah luka yang sedikit membuat tenaganya berkurang sudah tertidur dengan pulas.
Di sisi lain patih lembu ireng sengaja memilih jalur yang berbeda dia memilih tempat yang sedikit tersembunyi dari orang orang yang biasa menggunakan jalan itu untuk lewat maupun sekedar melintas.
"Ku rasa ini tempat nya cukup aman lebih baik disini saja aku menggunakan tusuk konde milik Ratu Shima, sungguh sangat memusingkan jika aku harus mencari sendiri mutiara hijau itu lagi pula aku tidak tau bagaimana bisa memastikan mana yang memiliki mutiara hijau mana yang tidak, biar pangeran Tatius sendiri yang mencari, lagi pula aku tidak bisa bentrok dengan pasukan pengawal kerajaan Awang Awang Vampire yang juga sedang mencari keberadaan mutiara hijau itu, lebih cepat aku menggunakan tusuk konde ini pasti lebih bagus karena akan lebih cepat membuat pangeran Tatius datang. entah mengapa aku sangat khawatir dan tidak percaya dengan Raja hatiku menggatakan dia juga akan datang ke sini, mungkin Ratu Shima juga berfikir sama dengan ku sehingga dia memberikan gambaran suatu tanda jika sewaktu-waktu Raja datang, ya, aku tidak boleh bergerak terlambat jangan sampai Bapak dan Anak bertemu untuk memperebutkan mutiara hijau itu, akan sangat sulit jika sampai Raja Awang Awang Vampire yang datang dan turun tangan sendiri mencari dan menggambil mutiara hijau itu, jangan sampai Pangeran Tatius bertemu dengan Raja di sini, Raja Awang Awang Vampire bukanlah orang yang berhati lembut dia bisa melakukan apa saja demi tercapai keinginan nya dan ini sangat membahayakan pangeran Tatius, baiklah aku tidak akan membuang buang waktu lagi."
Dengan cepat patih lembu ireng menggeluarkan tusuk konde pemberian dari Ratu Shima, untuk beberapa saat Patih lembu ireng memandangi tusuk konde itu sebelum kemudian melempar nya tinggi tinggi ke atas langit, tusuk konde mengeluarkan cahaya biru semakin lama cahaya biru itu semakin terang dan beberapa menit kemudian tusuk konde itupun jatuh ke tanah, seperti apa yang di katakan Ratu Shima, Patih lembu ireng di minta menunggu beberapa saat sampai di sekeliling tusuk konde menggeluarkan air.
"Mana, Air nya! kenapa sampai sekarang tidak ada apa-apa, jangan jangan aku salah melempar tadi hufff...!" Patih lembu ireng menutup muka dengan kedua tangannya,"jika ini gagal bagaimana aku bisa menghubungi Pangeran Tatius, aku bukanlah Raja Sangkala yang bisa memanggil roh Pangeran Tatius ketika dibutuhkan, sial...!" Kenapa aku bodoh sekali.' Patih lembu ireng membuka kedua telapak tangannya yang tadi di gunakan untuk menutupi wajahnya, kemudian patih lembu ireng menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan sangat kasar. Ketika pandangan nya kembali mengarah pada tusuk konde yang menancap di atas tanah, Patih lembu ireng terkesiap dia sangat terkejut ternyata di sekitar tusuk konde milik Ratu Shima sudah ada genangan air dan samar samar terlihat sebuah bayang bayang yang awalnya hanya hitam dan gelap lama semakin lama menjadi terang, bayang bayang itu kini terlihat jelas menampakkan wujud manusia berjubah hitam panjang dengan kulit putih bersih, Patih lembu ireng tersenyum senang.
"Pangeran Tatius..!" ini sungguh luar biasa aku bisa melihat Pangeran Tatius di sana dia benar benar Tampan dan jika mutiara hijau itu bisa kembali pada nya pasti lah akan sangat mengagumkan, hei....siapa itu yang lagi bersamanya?' pangeran Tatius berjalan dengan seorang wanita, cukup cantik tapi...! Kenapa terlihat sedikit berusia ya maksdmu tidak sepadan dengan pangeran Tatius yang masih muda, ah...yang benar saja selera pangeran Tatius daun tua...hi...hi...hi...jika Ratu Shima tau pasti di tertawakan masak jatuh cinta sama orang seusia ibunya, beruntung sekali wanita itu huuuuff.... Pangeran Tatius bikin pasaran ku hancur saja, bukankah seharusnya tuh cewek bergandeng dan bersanding dengan ku karena usia kami yang sama sama sejajar Araaaaaagggghhhh...... kenapa aku memikirkan wanita yang di sampingnya itu, lebih baik aku panggil pangeran Tatius sekarang juga."lirih Patih lembu ireng dalam hati.
Patih lembu ireng duduk bersila dengan kedua tangan di depan dada.
"Pangeran Tatius....!"
"Pangeran Tatius...!"
"Apa pangeran mendengar ku!" Tanya Patih lembu ireng.
"Paman Patih lembu ireng..!" benarkah ini kau yang memanggil ku!"
"Iya.. Pangeran hamba yang memanggilmu!'
"Aku tidak melihat mu, aku hanya mendengar suaramu paman ada di mana?" tanya pangeran Tatius sambil celingukan mencari sumber suara.
"Pangeran..!' apa yang kau cari dan pangeran sedang bicara dengan siapa?" tanya Bibi Derbah yang ada di sampingnya.
Pangeran Tatius tidak menjawab pertanyaan dari Bibi Derbah sebagai jawaban pangeran Tatius menggangkat tangannya sebagai tanda agar Bibi Derbah diam. Tidak mendapatkan jawaban dari Pangeran Tatius Bibi Derbah menelan ludahnya dengan dengan kasar, seraya mengagguk tanda mengerti.
"Katakan, Paman ada di mana dan mengapa memanggilku?"
"Dari mana paman tau itu!"
"Tuan putri Ratu Shima yang memberi tau beliau mendengar Raja bicara pada penasehat Hyang Shu, jika Raja pernah membuang mutiara hijau di lautan samudera x dan sekarang saya berada di lautan samudera x, cepatlah Pangeran karena Raja juga memerintahkan beberapa prajurit kerajaan untuk mengambil mutiara hijau itu dari Naga Betina dan masalah nya semua Naga yang ada di lautan samudera x semua nya berwarna putih dan aku tidak tau yang mana."keluh Patih lembu ireng.
"Baiklah paman, kau lakukan apa yang paman bisa lakukan di sana aku akan berusaha bisa cepat datang."
"Baik, Pangeran !"
Patih lembu ireng bangkit dari duduk bersila nya setelah menggambil kembali tusuk konde yang dia tancapkan di tanah dan menyimpan nya kembali di balik bajunya.
Patih lembu ireng menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan sebelum kemudian terbang melesat ke tempat di mana dia meninggal kan Naga betina putih.
Sampai di tempat tujuan Patih lembu ireng mengelengkan kepalanya ketika melihat Naga betina putih yang menjelma menjadi manusia itu sedang tertidur dengan pulas.
"Cepat sekali tidurnya Naga ini, apakah aku harus menunggu dia bangun ataukah aku membangunkan nya, jika aku tunggu dia bangun keburu waktu pagi datang dan akan bayak yang melihat Naga ini dan akupun pasti kesulitan karena mereka juga akan menangkap ku jika mereka tau aku adalah seorang Vampire, tidak ada pilihan aku harus membangunkan nya."
Perlahan-lahan patih lembu ireng mulai memanggil manggil Nama Naga betina putih.
"Hei ..!"Naga betina..bangunlah jangan kau tidur."
Satu panggilan yang tak di dengar dan tak ada respon dari sosok Naga yang ada di depannya, hal itu membuat Patih lembu ireng sedikit emosi.
"Ayo, cepat bangun..!"kalau tidak mau bangun aku akan bawakan air satu ember untuk menyiram mu."
Tubuh Rumi Xo hanya menggeliat akan tetapi dia tidur lagi, merasa kesal Patih lembu ireng berjongkok di dekat Naga betina putih dan bibirnya mendekat ke telinga Rumi Xo dan berteriak dengan keras.
"Baguuuuuunnnn.....!"