
Putri Lin Ying yang terbang melesat mengejar kepergian pak guru Willi sempat terlihat mata laki-laki bangsa manusia. Cambuk yang tadinya diarahkan untuk menghadang dan menepis serangan dari Pangeran Tatius dengan cepat diarahkan ke tubuh putri Lin Ying.
Karena dalam keadaan tidak siap dan tidak menyadari cambuk milik laki-laki bangsa manusia bisa dengan mudah melukai tubuh dari Putri Lin Ying yang akhirnya menimbulkan suara jeritan histeris dari bibir putri Lin Ying yang terkena sabetan cambuk yang setiap hentakannya memercikkan api dari laki-laki Bangsa manusia.
Bukan hanya darah yang mengalir dari kaki kiri putri Lin Ying yang terkena sabetan cambuk akan tetapi juga api yang membakar gaun bawah dari putri Lin Ying.
"Aaaaaaa....! suara jeritan dari putri Lin Ying.
Pangeran Tatius yang tidak menyangka jika laki-laki bangsa manusia telah memberikan serangan kepada putri Lin Ying, dengan cepat melesat terbang ke arah putri Lin Ying yang menjerit histeris.
Dengan sangat cepat Pangeran Tatius memadamkan api yang membakar gaun putri Lin Ying dengan tangannya, meskipun Pangeran Tatius sendiri merasa kan sakit akibat panas dari api namun dia tidak menyerah terus dan terus di padamkan nya api yang menjalar di gaun bawah putri Lin Ying.
Laki-laki Bangsa manusia terkekeh melihat pemandangan yang ada di depan mata, di mana Pangeran Tatius sangat panik karena api yang membakar gaun putri Lin Ying cukup besar, kesempatan itu pun tidak disia-siakan oleh laki-laki bangsa manusia dengan sangat cepat diraihnya sebuah pedang panjang yang terselip di balik bajunya, dengan kecepatan tinggi laki-laki bangsa manusia menggarahkan pedang panjang itu ke tubuh Pangeran Tatius yang sibuk membantu putri Lin Ying.
Putri Lin Ying yang melihat gerakan dari laki-laki bangsa manusia berteriak sangat keras ketika sebuah pedang panjang mengarah pada punggung Pangeran Tatius.
"Pangeran awas di belakang mu..!" teriak Putri Lin Ying panik karena pedang yang di arahkan laki-laki Bangsa manusia melesat dengan sangat cepat, Pangeran Tatius yang mendengar teriakkan dari putri Lin Ying pun segera menangkap pedang yang mengarah ke tubuhnya dengan sebelah tangan kanan sehingga pedang yang melesat ke tubuh Pangeran Tatius tertahan tangan kanannya tak aya lagi darah hitam pun mulai mengalir dan menetes dari tangan kanan Pangeran Tatius, Putri Lin Ying yang melihat itu berteriak histeris karena tak tega melihat tangan Pangeran Tatius yang terluka sementara api yang membakar gaun bawah nya pun belum padam seluruh nya.
Sungguh situasi yang sulit dimana jika Pangeran Tatius melepaskan genggaman pedang yang mengarah kepada nya, otomatis tubuhnya yang akan menjadi sasaran dan jika melepaskan tangan kirinya otomatis api yang membakar gaun bawah putri Lin Ying semakin besar dua posisi yang sama sama tidak menguntungkan Pangeran Tatius.
Melihat lawannya terluka dan dalam kepanikan laki-laki bangsa manusia tertawa lebar hatinya sangat senang kali ini dendam nya beberapa tahun yang silam telah terbayarkan.
"Sial dia mampu melukai ku jika hal ini kubiarkan bisa jadi aku yang akan binasa ditangannya, tidak ada cara lain aku harus melempar putri Lin Ying ke tempat yang banyak air mungkin kolam, sungai ataupun lautan."Gumam Pangeran Tatius dalam hati.
Pangeran Tatius melihat kesekliling tempat yang ada di sekitar itu dan terlihatlah olehnya sebuah kolam kecil tanpa menunggu lama dengan cepat Pangeran Tatius melempar kan tubuh putri Lin Ying ke dalam kolam.
"Byuuuuuuurrr....! putri Lin Ying yang tidak mengira akan di lemparkan ke dalam kolam air sedikit terkejut, setelah putri Lin Ying masuk ke dalam kolam air dengan gerakan cepat Pangeran Tatius segera memberikan serangan tendangan kepada laki-laki Bangsa manusia yang mana tangannya masih mengayunkan pedang ke arah pangeran Tatius di mana kala itu pangeran Tatius menangkap pedang yang mengarah ke tubuhnya dengan cara menahannya dengan tangan kanan sehingga tangan kanan Pangeran Tatius terluka dengan menggeluarkan darah segar berwarna hitam.
Melihat laki-laki bangsa manusia terpental dengan pedang yang juga terpental jauh dengan sigap Pangeran Tatius memberikan serangan jurus seribu pisau, karena tidak ada kesiapan dalam menghadapi serangan Pangeran Tatius yang tiba-tiba maka tak aya lagi tubuh laki-laki bangsa manusia harus berkelit kesana kemari untuk menghindari hujaman pisau yang diberikan Pangeran Tatius.
Sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga begitu juga dengan laki-laki bangsa manusia dengan mudah pisau itupun mengenai beberapa bagian tubuh nya.
"Sreeeeeeettttt.... sreeeeeeettttt.... sreeeet..!
kedudukan menjadi imbang antara Pangeran Tatius dan laki-laki bangsa manusia keduanya sama-sama terluka dan keduanya sama-sama mengeluarkan darah di mana luka dari tangan Pangeran Tatius lebih sedikit parah karena dia dengan sengaja menggenggam pedang yang diarahkan ke punggungnya kala itu, sementara laki-laki bangsa manusia terpaksa harus meringis menahan sakit akibat dari beberapa sabetan pisau yang menggores beberapa bagian dari tubuhnya ada yang dari lengan, paha dan pinggang.
"kurang ajar..! berani kau melukaiku Aku tidak akan memberikan ampunan lagi padamu." seru laki-laki bangsa manusia yang merasa geram dia tidak terima jika dirinya terluka, laki-laki Bangsa manusia tersenyum menyeringai kala otaknya sudah menemukan satu cara yang bisa membuat Pangeran Tatius tidak berdaya.
Sementara putri Lin Ying yang terlepar ke dalam kolam yang awalnya sangat terkejut dan berfikir Pangeran Tatius sangat tega padanya kini mulai tersenyum, kini putri Lin Ying menyadari tujuan dari pangeran Tatius melemparkan nya masuk kedalam kolam semua dia lakukan agar api yang membakar gaun bawah putri Lin Ying bisa segera padam.
Putri Lin Ying semakin mengagumi sikap dari pangeran Tatius, rasa cinta yang pernah ada rasa kagum yang begitu mendalam semakin memperkokoh dinding Hatinya.
Diam-diam Putri Lin Ying berharap agar gadis yang sangat di cintai Pangeran Tatius itu mati dan jika gadis itu sudah mati dan tidak ada, sudah pasti harapan untuk bisa memiliki Pangeran Tatius akan lebih besar dan akan sangat membanggakan jika kerajaan Barat Daya mendapatkan seorang pimpinan Raja seperti Pangeran Tatius,sudah wajahnya sangat tampan di tambah lagi dengan kehebatan yang dimiliki nya.
Putri Lin Ying yang sibuk dengan lamunannya tidak menyadari sama sekali bahaya yang sedang mengincarnya, beberapa kali laki-laki bangsa manusia melirik kearahnya di mana dia sedang mencari kesempatan dan kelengahan dari Pangeran Tatius agar laki-laki Bangsa manusia bisa dengan mudah Kembali menyerang dan menyandra Putri Lin Ying.
Pangeran Tatius yang tidak menyadari rencana dari laki-laki Bangsa manusia dia tetap fokus menahan semua serangan dari laki-laki bangsa manusia.
kesempatan yang ditunggu-tunggu telah tiba di mana Pangeran Tatius lengah terhadap keselamatan Putri lin Ying, dengan sangat sigap dan dengan kecepatan yang tinggi laki-laki bangsa manusia memberikan serangan kepada putri Lin Ying hingga membuat putri Lin Ying terjerembab jatuh kedalam kolam, belum lagi putri Lin Ying siap melindungi dirinya sendiri kini laki-laki bangsa manusia menyambar tubuhbya dan membawanya Naik kedaratan. Setelah itu tubuh putri lin Ying disandra dengan sebilah pedang laki-laki bangsa manusia itu menodongkan pedang pada leher Putri lin Ying.
"Pangeran Tatius Tolong aku....!" seru Putri Lin Ying ketika itu tubuhnya di tarik dari dalam kolam naik kendaraan, Pangeran Tatius yang mendengar jerittan putri Lin Ying segera menoleh namun gerakan laki-laki bangsa manusia yang sangat cepat sudah lebih dulu mendapatkan tubuh putri Lin Ying dan kini menyandra nya di bawag tajamnya sebuah pedang panjang.