The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.204.MELAYANG LAYANG



Pangeran Tatius sangat terkejut melihat sikap dari Kakeknya, wajah tampan nya tiba-tiba berubah menjadi pucat, ada rasa was was dan takut yang kini mulai menyusup ke dalam sanubari nya, bayangan nya bahwa sang kakek akan menyetujuinya kini pupus sudah.


Tak jauh berbeda dengan Pangeran Tatius, Raja Sangkala pun merasa sangat terkejut dia tidak pernah menyangka jika cucu kesayangan nya akan mencintai seorang anak manusia. Dengan tatapan mata yang tajam sang kakek menggamati wajah dari pangeran Tatius, hatinya semakin bergemuruh ketiika menyadari dan melihat pemuda tampan yang ada di depannya ini, yang sangat dia bangga banggakan dan dia cintai bukan saja, hanya mencintai anak manusia tapi dirinya juga rela berjuang menjadi manusia seutuhnya demi cintanya pada anak manusia, di mana kuku panjang dan taring runcing tak lagi di miliki Pangeran Tatius. kini Sang kakek dapat melihat dengan jelas, pengorbanan cinta yang pangeran Tatius lakukan, Raja Sangkala menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, sementara pangeran Tatius kini wajahnya menunduk.


"Kenapa kau menunduk Pangeran?"tanya Raja Sangkala dengan suara serak dan berat.


"Apakah, kakek juga akan menghalangi cintaku,"tanya pangeran Tatius dengan hati-hati.


Sebelum Raja Sangkala menjawab pertanyaan dari pangeran Tatius, Raja Sangkala kembali menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar. Pangeran Tatius dengan bibir bergetar, kembali bertanya.


"Apakah Kakek akan marah dan menghalangiku?"tanya pangeran Tatius dengan hati-hati.


"Kakek tidak akan menghalanggi mu, tapi, Ayahmu pasti tidak akan trima itu,"


"Aku tau, apa..? tadi kakek bilang apa, tidak akan menghalangi ku, benarkah yang ku dengar ini kakek." tanya pangeran Tatius penasaran


Raja Sangkala tersenyum melihat wajah Pangeran Tatius yang kini mulai berbinar lagi.


"Apakah Kakek, bisa sejahat itu, mana calon menantu Kakek, kenapa tidak kau bawa ke sini,"


"Aku harus minta izin dulu karena aku khawatir Kakek akan menolak nya."


"Anak, bodoh sejak kapan kakek tidak menuruti kemauan mu, baiklah bawa calon menantu kakek aku akan memberikan sambutan dengan menggadakan pesta penyambutan malam ini."


"Trimakasih, kakek," seru pangeran Tatius sambil memeluk kakeknya yang kemudian dengan cepat Pangeran Tatius pamit undur diri hatinya kini menjadi sangat tenang dan senang, ketika Langkah kaki Pangeran Tatius sudah sampai di luar tiba-tiba Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya, dia menoleh ke sebuah puri kecil yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil, yang mana di dalam Puri itu ada orang yang selalu menjadi teman setia pangeran Tatius yang mana Pangeran Tatius sudah menganggapnya seperti saudara nya sendiri.


"Tok..., tok...tok..!"


"Lihat, Caolin!" apa aku bilang, Pangeran Tatius datang menemuiku kan," Seru Sein Zee dengan mata berbinar senang.


Sedangkan Caolin menelan ludahnya dengan kasar dia sangat sedih karena kali ini dia yang sudah kalah taruhan akan menjadi pelayan pribadi Sein Zee selama dua Minggu, alamat tidak bisa bersantai.


Dengan cepat Sein Zee segera membuka kan pintu dengan bibir tersenyum.


"Pangeran Tatius...! mari masuk," ajak Sein Zee, sementara Caolin terpaksa harus bersembunyi agar tidak ketahuan mereka.


"Sial...gue harus jadi obat nyamuk orang pacaran, tau begini aku balik pulang dari tadi. saja, aku benar benar salah sangka ku pikir Pangeran Tatius tidak akan suka dan tertarik pada pelayan nya tapi ternyata diam diam ada cinta di antara mereka huuuuuff... aku menyesal lebih mempercayai perasaan hatiku yang ternyata salah, sabar Caolin berdoa saja mereka berdua tidak lama dan tidak ada adegan mesra mesraan nya, biar kamu tidak menutup mata, karena malu telah menjadi obat nyamuk di antara mereka," Gumam Caolin dalam hati.


Sementara Pangeran Tatius dan Sein Zee duduk di ruang tamu dan Sein Zee membuatkan sedikit jamuan untuk memberikan penyambutan buat Pangeran Tatius yang baru datang.


"Pangeran sudah lama ya ngak datang ke istana kerajaan Sangkala ini, apakah di sana pangeran sedang sibuk?" tanya Sein zee membuka percakapan.


"Iya, sangat sibuk sekali sampai lupa datang ke sini untuk menemuimu?" cetus Pangeran Tatius sambil tersenyum dengan di sertai menikmati hidangan jamuan yang di berikan Sein zee kepada nya.


"Yeah.....mau di lupakan nih!" sahut Sein Zee dengan bibir di mayunkan dan dengan wajah di buat sesedih mungkin. Lagi-lagi Pangeran Tatius tertawa lebar.


Pangeran Tatius bangkit dari duduknya dan melihat keindahan dekorasi ruangan, yang kemudian menoleh kearah Sein Zee di tatapnya Sein zee dari atas sampai bawah membuat Sein Zee, menundukkan kepala karena malu dengan jantung berdebar debar.


"Sudah tidak punya waktu lagi," Gumam pangeran Tatius yang kemudian memangkup wajah. sein Zee yang menunduk untuk tengadah menatapnya.


"Aduh Pangeran, jantung ku serasa mau copot ini, cuma di sentuh begini saja aku sudah tak mampu berkutik bagaimana mau bilang cinta, bagaimana menggatakan I love you smoga Caolin tidak melihat ini semua, jika dia melihat nya aku juga malu."Gumam Sein Zee bermonolog sendiri dalam hati.


"Kenapa kamu menunduk kan kepala, sudah ku bilang berkali kali di antara kita tidak ada perbedaan ok, aku tidak suka melihat mu menunduk begini," ucap Pangeran Tatius sambil melepaskan tangannya yang menangkup wajah cantik Sein Zee putri dari salah satu pelayan kerajaan yang sudah lama mengabdi pada Raja Sangkala. Sein Zee gadis paling cantik di antara semua gadis yang ada di kerajaan itu dan sejak Pangeran Tatius kecil, Kakek nya sudah sering membiasakan Pangeran Tatius bermain dengan nya untuk itu kedua nya sangat dekat.


"Apakah kau memakai baju yang paling bagus hari ini?" tanya pangeran Tatius sambil menggangkat kecil sedikit baju lengan yang di kenakan Sein Zee. Menggetahui Kecerdasan Pangeran Tatius yang bisa mengetahui jika hari ini Sein Zee memakai baju yang paling bagus membuat Sein Zee malu, sangat malu, pasalnya, sein Zee ketahuan sengaja memakai baju yang paling bagus untuk menyambut kedatangan pangeran Tatius.


"Kenapa bertanya begitu, apakah ini bu-buruk?" tanya Sein Zee dengan terbata-bata karena rasa gugupnya yang tak bisa di kontrol, berdiri dengan jarak cuma sepuluh Senti meter membuat nya tak berdaya, sangat mimpi jika dia bisa mengatakan I love you jika begini saja sudah bergetar hebat.


"Tidak buruk, tapi kurang bagus."jawab pangeran Tatius sambil melangkah kembali ke tempat duduknya yang kemudian di ikuti Sein Zee yang juga duduk di depan nya.


"Begini lebih bagus, aku bisa bernafas dengan lega dari pada berdiri dengan jarak yang sangat dekat, ku pikir dia akan mencium ku ternyata tidak, huuuuff..... pikiran sudah mesum saja ini," keluh Sein Zee dalam hati.


"Aku cuma punya ini yang paling bagus aku tidak punya lagi,"jawab Sein Zee.


Pangeran Tatius mangut mangut kemudian bangkit berdiri dari duduknya dan mendekati Sein Zee.


"Duh... Pangeran! Kenapa kau membuat hatiku Kembali tidak normal, sudah bagus duduk di sana mau apalagi berjalan mendekati ku, apakah kau sebenarnya ingin menciumku, Oopps..jadi mesum lagi nih otak gara gara sikapmu yang membingungkan tapi sungguh kehadirannu kali ini benar benar membuat ku terasa melayang layang mungkin semua terjadi karena kita sama sama memendam rindu yang dalam." Gumam Sein Zee dalam hati.


"Duh.....copot jantung ku, kau buat aku begini terus Pangeran, cepet dong bilang cinta nya aku sudah tidak sabar nih!" desis Sein Zee dalam hati.


Pangeran Tatius kemudian menggeluarkan beberapa keping uang emas cukup banyak dan di serahkan pada Sein Zee.


"Trima ini, sore ini juga beli baju yang paling mahal dan bagus untuk ku, Nanti malam Kakek akan menggandakan pesta." ujar pangeran Tatius yang kemudian kembali duduk di tempat duduknya, sementara Sein Zee benar benar di buat tak percaya.


"Pangeran Tatius...!kau betul betul perhatian dan mencintai ku sedalam ini untuk sekedar baju saja kau juga perhatian, sedangkan di tempat persembunyian Caolin yang melihat adegan romantis itu berkali kali harus menelan ludahnya karena merasa sangat tegang dan terpesona.


"Wah ...Sein Zee sangat beruntung, Pangeran Tatius memang menaruh hati padanya duh uang sebanyak itu aku juga mau, beli baju baru, tapi....


Ucapan Caolin mengantung lantaran melihat seekor cicak merayap di dinding.


"Tolong....ada cicak....!" seru Caolin yang tiba-tiba keluar dari tempat nya bersembunyi, yang sudah pasti kehadiran Caolin membuat pangeran Tatius dan Sein Zee mendelik seketika.


"Kau ..ada di sini?" Tanya Pangeran Tatius.


Dengan gugup karena ketahuan jadi obat nyamuk Caolin menunduk.


"Maaf, saya tidak bermaksud menjadi penguping, cuma tadi Sa-saya kesini, belum sempat pergi, pangeran Tatius sudah datang ja-jadi nya saya bersembunyi dan itu cicak....cicak itu membuat ku takut karena bentuknya yang menggelikan, ma-maaf sudah menggaggu Pangeran, sekali lagi Ma-maaf kan saya Pangeran." ucap Caolin dengan tangan bergetar. Sementara Sein Zee yang melihat temannya tiba-tiba keluar dari persembunyiannya cuma bisa menepuk jidatnya.


"Aduuuh....croboh sekali sih kamu, pasti' pangeran Tatius marah." lirih Sein Zee dalam hati.


Sementara Pangeran Tatius yang melihat Caolin menatap nya dengan tatapan tajam, hal itu membuat Caolin semakin ketakutan.


"Kenapa menunduk?"


"Maafkan saya Pangeran," duuuh.... mampus pangeran Tatius kelihatan nya sangat marah," Gumam Caolin dalam hati.


"Di mana cicaknya?"


"Tuh ..!"


"Hei.. cicak jangan ganggu gadis gadis cantik di sini ya .. . wuuuuuuzz..... !"Pangeran Tatius hsnya meniupkan angin sedikit dari bibir nya dan anehnya cicak seperti kapas langsung terbang terbawa angin.


"Sudah, jangan takut.. cicaknya sudah tidak ada dan kebetulan kau di sini, kau temani Sein Zee beli baju baru yang bagus ya, sekalian ini kau juga beli baju baru yang bagus juga, datanglah di Acara pesta penyambutan ku, Nanti malam aku akan memperkenalkan pada kalian semua orang yang spesial dalam hidup ku, ingat kalian harus datang terutama kau Sein Zee, kau mengerti."


"Mengerti, pangeran!


"Baiklah, aku pergi dulu sampai jumpa Nanti malam, ingat harus datang ya."seru Pangeran Tatius yang langsung mendapat kan anggukan dari keduanya, setelah pangeran Tatius pergi kedua gadis cantik itu saling bertatapan.


"Kau lihat Caolin bagaimana sikap Pangeran Tatius padaku!"


"Iya, aku melihat nya sangat so sweet."


"Menurut mu, siapa kira-kira orang spesial itu?"tanya Sein zee pada Caolin.


"Pasti kamu...!" kan kamu wajib datang dan wajib beli baju yang paling bagus.,"


"Aku sangat senang , Caolin rasaanya hatiku sudah melayang layang."


"Ayo, cepat kita beli baju biar Nanti malam tidak datang terlambat."


"Ayo...!"Jawab Sein zee bersemangat.


____________


_____________


"Hai Assalamualaikum....!


sudah mau mendekati 21 hari kita berpuasa smoga semua kk reader semua dalam keadaan sehat , Sebentar lagi lebaran sudah beli baju baru belum. ...?


trimakasih 🙏 masih setia mendukung karya Amburadul saya.banyak cinta untuk kalian semua 😘😘😘 like plus vote jika berkenan trimakasih 🙏😘