The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.269.BAHAGIA



Raja melangkah ke kursi kebesaran nya, dia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Pangeran!" aku perintahkan kepada mu, panggil lima pembesar kerajaan Istana sekarang juga ke ruangan ku, ingat jangan sampai ada yang tau kita melakukan pertemuan Rahasia, terlebih Ratu Derbah dan Patih Ramboka, jangan sampai mereka berdua menggetahui hal ini. Kita akan melakukan pertemuan Rahasia membahas keamanan Rakyat dan negeri Istana Awang Awang Vampire secara darurat."


"Siap, Raja !"Perintah siap saya laksanakan."


Bergegas Pangeran Tatius pamit undur diri dan melangkah pergi akan tetapi belum sampai Pangeran Tatius melangkah sampai ke pintu Raja sudah menghentikannya.


"Pangeran, Tunggu!"


"Iya, Raja!" ada apa?'


"Raja Awang Awang Vampire turun dari kursi kebesaran nya dan melangkah mendekati Pangeran Tatius.


"Masalah hubungan mu dengan gadis itu aku tetap tidak bisa menerima jadi jangan berfikir Setelah aku mempercayakan semua keamanan kerajaan lantas aku mau menerima gadis itu."


"Raja, tidak perlu khawatir karena aku juga tidak akan mundur untuk masalah itu, aku sudah memilih dan aku tidak perduli jika Raja tidak merestui,"


"Kau...!"


Pangeran Tatius menyunggingkan sebuah senyuman ketika Raja terlihat murka.


"Raja, tunggu disini sebentar lagi aku akan kembali."


Pangeran Tatius segera terbang melesat keluar istana, sementara Raja merasa geram dengan keberanian Pangeran Tatius membela cintanya.


"Keterlaluan sekali itu anak, keras kepala dan nekad,memang sih gadis itu cukup cantik tapi bukankah dia berasal dari bangsa manusia dan hal itu akan merepotkan dimana kelak Pangeran Tatius tidak akan fokus dengan kehidupan kerajaan dia hanya akan memikirkan kehidupan pribadinya."


Raja mondar mandir menunggu kedatangan Pangeran Tatius, bersama beberapa prajurit pembesar kerajaan, tidak menunggu lama yang di tunggu sang Raja pun akhirnya datang juga, dengan cepat mereka semua memberi salam hormat kepada Sang Raja.


"Salam, Raja! ada apakah gerangan, mengapa kami di panggil kesini."


"Duduklah kalian semua dan dengarkan perintahku, aku tidak tau dengan pasti apakah kerajaan kita ini aman atau dalam bahaya tapi untuk menghindari segala kemungkinan buruk, ada baiknya kita waspada, aku mencium ada sesuatu yang mencurigakan di dalam kerajaan ini, karena tidak biasanya kerajaan kita ada burung gagak, aku khawatir kita kedatangan tamu yang tak kita ketahui dan hal itu sangat aneh untuk itu aku perintahkan pada kalian, pergi dan berlatihlah dengan sangat serius, perkuat pertahanan kerajaan untuk menghindari kecurigaan dari para penduduk Vampire di sini, kita akan melakukan dan menyusun kekuatan di luar dari dalam istana."


"Apa, maksud Raja kita akan menyusun kekuatan di luar istana."


"Benar, Pangeran! kita akan menyusun kekuatan di luar istana, sehingga tidak akan ada yang tau jika kita diam diam memperdalam kekuatan dan pertahanan kerajaan kita."


"Ide, yang bagus Raja, lalu bagaimana kita melakukan nya."sahut sang panglima antusias.


"Kerajaan Awang Awang Vampire memiliki banyak prajurit yang mana semua nya berasal dari kerajaan ini sendiri dan juga dari kerajaan Sangkalah, untuk itu aku perintahkan pada kalian terutama panglima kerajaan Wu Xiang kau bawa setengah dari kerajaan Sangkala untuk berlatih dan setengah dari dalam kerajaan ini sendiri, berlatih lah di lereng gunung merbabu di sana akan kalian temukan dataran luas, latih mereka semua di sana, dengan begitu kerajaan lain tidak pernah tau jika kita diam diam juga menyusun kekuatan."


"Ide, yang bagus, Raja! saya setuju dan kapankah hal itu akan kita laksanakan?"


"Malam, ini juga"


"Ya, karena aku mau menunjukkan pada lawan Kerajaan Awang Awang Vampire bukanlah kerajaan lemah yang bisa dengan mudah di buat main main, agar bisa menjadi contoh untuk kerajaan kerajaan yang ingin coba-coba mengaggu kita."


"Hebat, Raja sungguh cerdas dan cerdik dalam hal ini."


"Baiklah, Kalian segera membawa mereka pergi untuk berlatih gunakan jalan Rahasia agar kepergian kalian tidak menimbulkan suatu kecurigaan."


"Siap, Raja!"


Semua panglima pembesar kerajaan dengan cepat melakukan perintah dari sang Raja, secara diam diam dan tanpa menimbulkan suatu kecurigaan pada penduduk Rakyat Awang-awang Vampire, dimana jika mereka menggetahui hal ini maka akan menimbulkan kepanikan yang luar biasa, demi menjaga ketentraman dan kenyamanan Rakyat semua para panglima besar melakukan segalanya secara diam diam. Prajurit itu terbagi menjadi dua bagian sebagai dari prajurit Sangkala dan sebagian dari Prajurit Awang-awang Vampire sendiri, mereka semua sudah bersiap dengan melewati jalan Rahasia menuju lereng gunung Merbabu.


****


Sementara itu di Kerajaan Ambarwata Pangeran Yasza tersenyum puas dengan kepesatan dan kemajuan yang terjadi pada prajurit prajurit nya.


"Hebat... !"


Lanjutkan dan terus bersemangat karena kita tidak lama lagi akan melakukan penyerangan terhadap kerajaan Awang Awang Vampire dan aku akan memusnahkan kerajaan itu menjadi Abu serta para Rakyat nya akan menjadi budak kita.


"Hidup.... Pangeran Yasza...!"


"Hidup..... Pangeran Yasza....!"


"Hidup ... Pangeran Yasza.....!"


Semua teriakan mengagung-agungkan Pangeran Yasza menggema di lapangan luas dimana para prajurit dari kerajaan Ambarwata sedang berlatih.


Tidak lama kemudian terdengar suara burung gagak.


"Kwaaak..... kwaaak.....kwaak...!"


Burung gagak berwarna hitam dengan bulu bulu halus bagaikan sutra terbang merendah di hadapan Pangeran Yasza.


Dengan cepat Pangeran Yasza mengambil gulungan kertas yang ada di mulut sang gagak, setelah Pangeran Yasza memberikan satu perintah kepada para prajurit Ambarwata.


"Berlatih dengan keraslah kalian, perkuat pertahanan agar kita bisa mencapai kemenangan, kita akan memberikan kejutan pada Raja pembunuh itu secepatnya agar dia tidak akan lagi bisa tersenyum kita akan jadikan Rakyatnya budak budak kita."


para prajurit bergemuruh bersorak Sorai dengan antusias mereka bersemangat untuk berlatih. Ada yang berlatih memanah ada yang berlatih pedang dan ada yang berlatih dengan ilmu ilmu kekuatan yang ada di dalam istana itu


Pangeran Yasza masuk ke dalam istana kerajaan, kemudian dengan perlahan lahan membuka gulungan kertas yang tergulung rapi, dia membaca isi surat yang tertera disana.


Senyum Pangeran Yasza mengembang pertanda sangat puas dan senang dengan berita yang dikirimkan oleh mata matanya lewat perantara burung gagak.


"Akhirnya dia bisa masuk juga ke dalam istana, ternyata Raja Awang Awang Vampire memiliki dua istri dan dua putra mahkota, di kerajaan Awang-awang Vampire memiliki kurang lebih lima ratus ribu tentara perang dan pertahanan mereka tidak terlalu ketat, untuk itu bisa melakukan penyerangan dari arah Utara dan barat ini sangat menguntungkan sekali dan para prajurit ku tidak perlu bersusah paya sekali serang dengan serangan mendadak mereka pasti akan hancur lebur dan Raja Awang-awang Vampire akan aku siksa terlebih dahulu sebelum akhirnya dia harus membayar kematian dari Paman Hamdan. Tunggu kedatangan kami Raja Awang-awang Vampire, aku akan segera memberikan kejutan yang mengejutkan padamu," desis Pangeran Yasza dengan senyum tersungging di bibirnya karena Bahagia.