The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.379.HANCUR



Devan yang sudah dibaringkan diatas Ranjang dengan susah payah masih terus menggigau dan bicara sesukanya. Merasa telinga panas karena harus mendengar Devan menyebut nama Tania dan memanggil manggilnya, gadis itu berniat pergi dan keluar dari dalam kamar apartemen Devan.


"Masih saja menggigau, huuff lebih baik aku pulang dan biarkan dia bicara apapun pusing Aku mrndengar celotehan nya yang tambah menyakitkan hati." gumam gadis itu yang mana tangannya kini langsung meraih hendel pintu, tapi belum sampai tangan halus itu sempat membuka pintu sebuah tangan kekar sudah menarik nya hingga jatuh ke atas Ranjang.


Sontak saja hal itu membuat gadis yang ingin membuka pintu terkejut. terlebih Devan lagi-lagi mengigau tak karuan.


"Kau mau kemana Tania, disini saja temani Aku, bukankah sebentar lagi kau juga akan menjadi istriku, jadi tidak ada salahnya kan jika Aku meminta hakku malam ini juga."


"Hei, sadar Aku bukan Tania lepaskan Aku jangan gilaa kau, sudah mabuk menyusahkan lagi,"sunggut gadis itu kesal.


"Kamu galak sekali, jika begini kamu semakin cantik dan mengemaskan membuat darah kelakianku bergolak, ayo cantik kita lakukan apa yang seharusnya Nanti kita lakukan, Aku tidak mau kamu menjadi milik orang lain kamu harus menjadi milikku."celoteh Devan dalam mabuknya.


""Aku bukan Tania lepaskan Aku,"


"Kau mau kemana, tidak, kamu tidak boleh pergi kamu harus berada disini di sisiku selalu, ayolah,"rayu Devan


Karena pengaruh minuman yang memabukkan yang mana Devan sudah tidak bisa lagi berfikir dengan jernih maka malam itu terjadi lah sesuatu yang tidak diinginkan dengan sangat rakus dan penuh dengan gai raah Devan melampiaskan hasratnya yang sudah memuncak.


Sementara gadis itu tidak bisa lari dari jeratan cinta satu malam yang Devan lakukan padanya, sungguh sial dan geram itulah yang dirasakan gadis yang ada disamping Devan dengan buliran bening air matanya yang terus menetes, dia sangat pada dirinya sendiri.


Bibirnya menolak tapi tubunya ikut hanyut dan menerima setiap sentuhan yang diberikan Devan kepadanya hingga terjadilah peristiwa cinta satu malam.


Entah berapa kali Devan melakukan nya hingga Devan tertidur pulas karena kelelahan, sementara gadis itu yang masih terus menangis karena mahkota kesuciannya telah direngut sang mantan kekasih, akhinya tertidur juga di samping Devan.


"Esok hari ketika matahari mulai muncul dari ufuk timur Devan terbangun dari tidurnya, sambil mengerjap-ngerjapkan mata.Devan yang hendak melangkah masuk kedalam kamar mandi terkejut bukan kepalang ketika mendapati dirinya tidur tanpa sehelai benang.


"Apa yang terjadi dengan ku, dan itu siapa yang tidur di samping ku?"dengan cepat Devan menyambar baju dan mengenakannya karena was-was dan penasaran siapa gadis yang tidur disampingnya maka Devan dengan perlahan membangunkan gadis itu.


"Bagun, siapa kau dan mengapa kau berada di dalam kamar ku?"


Gadis itupun bangun matanya terlihat lelah sepertinya semalaman dia menangis.


"Kau lupa apa yang kau lakukan padaku Van," ucap gadis itu dengan suara serak dan berat.


Melihat siapa gadis yang ada di depannya Devan berteriak histeris.


"Clara...? kenapa kau ada disini dan itu kenapa kau tidak pakai baju?"


"Bukannya kamu yang membuat Aku tidak memakai baju?"sunggut gadis itu kesal.


Clara terdiam hatinya benar-benar telah hancur sehancur kesuciannya yang telah terkoyak, Clara sangat menggenal Devan sekali menolak dia akan menokak dan sekali bicara tidak mau bertanggung jawab maka Devan tidak akan pernah bertanggung jawab.


Lama terdiam dengan buliran bening air matanya yang terus mengalir, tak terasa Devan sudah selesai melakukan ritual mandi nya.


"Cepat kau mandi setelah itu pergi lah dari sini."


"Tidak perlu kau mengusir ku sekarang juga Aku akan pergi,"seru gadis itu dengan menyeka Air mata nya.


"Hei, jangan gilaa, kau mau memamerkan keadaan mu yang acak-acakan begitu cepat mandi sana, kemudian pergi jangan membuat siapapun curiga apa kau mengerti, ini semua kan salah mu kenapa kau masuk ke dalam kamar ku, dimana-mana kucing lihat ikan pasti di sikat lah."ledek Devan yang mana semakin membuat Clara kesal dan marah akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, seandainya malam itu dia tidak menolong Devan tentu dirinya tidak akan bernasib sial begini.


Clara berkali-kali merutuki kebodohan nya, mengharapkan Devan berhati mulia,akan tetapi itu sangat lah mustahil, Devan hanya mencintai Tania untuk itu Devan hanya akan rela mengalah dan berkorban demi Tania bukan dirinya, Clara keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah sedih dia melangkah keluar kamar.


"Tunggu...! teriak Devan Ketika Clara akan membuka pintu untuk keluar."Jika kau tulus mencintai ku Aku harap apa yang terjadi diantara kita jangan sampai Tania tau, Aku tidak mau hubungan ku dengan Tania hancur gara-gara kamu apa kau mengerti?"


Semakin sesak dan pedih rasanya hati Clara sudah jatuh tertimpa tangga pula dengan ancaman Devan, sungguh Devan laki-laki yang tidak berperasaan.


Melihat Clara diam dan mengagguk Devan menyunggingkan sebuah senyuman.


"Bagus, berapa jumlah uang yang kau minta untuk permainan kita semalam atau begini saja tulis berapa pun jumlah uang yang kau mau disini."


"Tidak perlu kau berikan Aku cek cukup berikan Aku 400 ribu karena Aku mengeluarkan 400 ribu untuk membayar minuman mu di Club itu."


Devan Tertawa lebar mrndengar permintaan Clara mantan kekasih nya.


"400 ribu, kalau begitu bisa bokinng lagi dong." cletuk Devan yang langsung membuat bola mata Clara merah padam.


"Benar-benar pemuda brengsek kau cepat berikan uang ku."


"Ini ada satu juta lebih kau boleh ambil semua."


"Aku tidak butuh semua nya Aku mengambil punya ku sendiri, dan untuk malam ini Aku kasihkan harga tubuhku padamu geratis puas kau," seru Clara sambil berjalan menuju pintu,Devan sedikit tercengang dengan sikap Clara.


"Baik, trimakasih atas ke gratis an ini dan Aku mau lihat apakah cewek yang yang memberikan gratis kenikmatan malam malam ini berani datang di pesta pernikahan ku, ataukah tidak, Aku khawatir jika kamu tidak datang itu artinya kamu sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan pernikahan ku jadi pastikan kamu datang."


"Kau...!" teriak Clara geram dan dengan cepat pergi berlari meninggalkan kamar Devan.