
Pangeran Yasza sangat bahagia dan terharu atas sikap dan perilaku dari sang Ayah yang mana kali ini benar-benar di luar dugaan nya, dengan muda sang Ayah merestui niatnya untuk melakukan penyerangan terhadap kerajaan Awang Awang Vampire.
Bahkan dengan sangat arif bersedia memberikan satu ilmu yang pastinya itu adalah ilmu yang sangat luar biasa, dimana sesungguhnya sang Ayah, Raja Ambarwata juga tak kalah dengan Raja Prayudha dimana masa mudanya mereka juga kerap malang melintang di dunia persilatan.
Kerajaan Ambarwata juga sering melakukan penyerangan penyerangan terhadap kerajaan kerajaan lain yang ada di sekitarnya, beberapa kali mengalami kekalahan dan beberapa kali juga menggalami kemenangan.
Pasang surut dunia persilatan di alam Vampire sering terjadi hingga pada beberapa tahun terakhir ini sudah tidak ada lagi bahkan sudah jarang ada penyerangan penyerangan terhadap kerajaan kerajaan lain, semua sudah fokus dengan kehidupan dan kemakmuran Rakyatnya, hingga tak lagi ada niatan untuk melakukan penyerangan guna memperluas wilayah kerajaan mereka.
Pangeran Yasza Kembali ke kerajaan dan beristirahat di dalam kamarnya, sampai terdengar suara burung gagak yang terlihat melintas di depan jendela berputar berkali-kali, Pangeran yasza segera membuka pintu dan burung gagak pun mulai mendekat dan menjatuhkan gulungan kertas yang ada di dalam gigitan giginya.
Dengan cepat Pangeran Yasza segera mengambil gulungan kertas yang di jatuhkan sang burung gagak, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman dimana dia sangat yakin akan mendapatkan kabar berita yang sangat menggembirakan.
Perlahan lahan Pangeran Yasza membuka gulungan kertas itu dan mulai membacanya.
"Pangeran, saya baru bisa masuk di Rumah salah satu penduduk kerajaan Awang Awang Vampire dan tinggal di rumah nya, dia akan membantu saya untuk mendapatkan pekerjaan di dalam kerajaan istana dan hanya itu yang bisa saya kabarkan untuk hari ini."
Wajah Pangeran Yasza terlihat memerah, tangannya meremas kertas yang ada di dalam gengaman tangan nya.
"Cuma kabar tak berguna dia kabarkan dasar bodoh, seharusnya dia sudah bisa masuk ke dalam istana bukan malah menumpang di Rumah warga penduduk nya, benar benar bodoh, tidak bisa di andalkan," dengus Pangeran Yasza dengan geram.
"Tok... Tok....Tok..!'
"Masuk!"
"Maaf, Pangeran! makan malam sudah di siapkan."
"Aku tidak selera makan jadi tidak perlu mempersiap kan makan malam, simpan kembali makannya."
"Tapi, Pangeran!"
"Aku bilang, aku tidak makan Bik! sudahlah jangan hiraukan aku saat ini aku hanya ingin sendiri."
"Baiklah, Pangeran! makanannya aku biarkan saja di meja makan siapa tau nanti Pangeran ingin makan."
"Terserah, padamu saja bik."
Malam semakin larut Namun Pangeran yasza tak juga bisa memejamkan mata, pikiran nya masih tertuju pada prajurit Junxian yang di tugaskan untuk memata matai keadaan dan suasana kerajaan.
"Apa mungkin sesulit itu untuk bisa masuk ke dalam kerajaan, atau memang prajurit ku Junxian saja yang bodoh, aku semakin penasaran dengan kerajaan Awang Awang Vampire, seperti apa keadaan dan suasana disana harus kah aku sendiri yang akan pergi kesana?"bikin orang penasaran saja."grutu Pangeran Yasza dalam hati hingga dia tertidur.
keesokan harinya Pangeran Yasza sudah bersiap untuk pergi ke lereng bukit dimana sang Ayah melakukan semedi di dalam goa yang ada disana.
Hari ini Pangeran yasza akan menjadi murid dari Raja Ambarwata yaitu Ayahnya sendiri guna memperkuat dan menambah ilmu untuk persiapan penyerangan kepada kerajaan Awang Awang Vampire.
"Apa, kau sudah siap Pangeran?"
"Aku, sudah siap Raja."
"Bagus, berlatihlah dengan sungguh sungguh dan serap semua ilmu yang akan kuberikan kepadamu."
"Baik, Raja!'
Salah satu ilmu dari kerajaan Awang Awang Vampire adalah jurus seribu pisau dimana dalam sekali hentakan dan serangannya akan memunculkan seribu pisau yang datang bersamaan ke arah kita, cara menangkis dan melawan nya sebenarnya cukup mudah.
Pisau-pisau itu akan keluar dari sarangnya dalam bentuk dua posisi garis yaitu garis horizontal yang mana arah dari pisau itu lurus mendatar ke arah kita dan yang kedua adalah garis diagonal di mana dia akan memberikan serangan lurus miring ke kiri ataupun kanan dan kita bisa menggunakan taktik menghidar dengan cara mengunakan garis Vertikal yaitu tegak lurus, kau bisa naik keatas membumbung tinggi untuk menghindari serangan serangan seribu pisau yang memiliki dua arah garis yaitu horizontal dan diagonal.
Kamu juga bisa menggunakan cara tiarap atau menjatuhkan tubuhmu di atas tanah, pisau pisau itu bergerak lurus sehingga tak akan bisa melukai, ketika tubuhmu berada di bawah dan di atas tanah. Itulah dua gerakan menghindar dari serangan seribu pisau.
Perlu diketahui dalam menghadapi serangan seribu pisau jangan sekali-kali kau mencoba untuk menangkis nya Karena jika sekali saja kau menangkis hal itu akan mengakibatkan pisau pisau lain yang keluar dari sarangnya bisa memahami keberadaan posisi lawan dan hal itu akan memudahkan nya untuk menjatuhkan kita.
Untuk yang kedua ilmu yang sering digunakan Raja Awang Awang Vampire adalah hentakan kaki nya pada tanah, hentakan itu akan menimbulkan suara yang sangat dahsyat dan keras di mana langit akan berubah menjadi gelap seketika petir menyambar sebelum kemudian akan muncul angin yang sangat dahsyat,
Ilmu itu aku juga tidak tau bagaimana cara bisa menepisnya yang bisa kita lakukan hanya dengan cara mencari pegangan yang kuat agar kita tidak terbawa arus dahsyatnya sebuah angin.
"Bersiaplah aku akan memberi kan satu ilmu yang mana bisa kau gunakan ketika kamu terdesak ataupun tersudut kau bisa menggunakan ilmu tujuh bayangan dimana tubuhmu akan menjadi tujuh bayangan dan Lawan akan sulit mencari mana yang asli dari tubuh mu hal itu bisa kau gunakan untuk memberikan serangan yang mematikan pada lawan, jadi kau juga akan memiliki peluang untuk menang."
"Wah ilmu yang sungguh luar biasa trimakasih Raja, aku akan belajar dengan sungguh-sungguh agar hasil yang kudapat kan bisa sempurna."
Raja Ambarwata memberikan cara dan hal hal yang harus di lakukan Pangeran yasza agar bisa memiliki ilmu yang akan di ajarkan kepada nya.
Sementara di kediaman kerajaan Awang Awang Vampire, Pangeran Tatius sedang duduk dengan santai dengan membaca sebuah buku kuno yang pernah di temukan dan belum sempat di baca ketika dia berada di penjara bawah tanah akibat fitnah yang di berikan Ratu Derbah kepadanya, sehingga Ayahnya murka dan memasukkan nya ke dalam penjara.
Sedangkan Tania sudah tertidur pulas di atas Ranjang, wajah cantiknya begitu mempesona sehingga Pangeran Tatius beberapa kali memberikan kecupan ringan di pipi halus nya, sebelum duduk dan membuka buka buku kecil yang di temukan nya.
Buku yang sangat kecil tapi memiliki keunikan dan keanehan di dalam nya, yang mana dari bab ke bab isi buku hanya menjelaskan tata cara memakmurkan Rakyat.
Merasa lelah dan bosan selain itu juga merasa sangat mengantuk Pangeran Tatius berniat merebahkan tubuhnya di atas Ranjang, disisi kekasihnya, di tutup nya buku kecil itu, ketika hendak melangkah ke Ranjang tiba-tiba telinga Pangeran Tatius yang sangat peka mendengar suara burung gagak yang terbang melewati jendela kamar nya. Sontak saja hal itu membuat Pangeran Tatius berlari menuju jendela dan melihat langit langit luar istana.
"Kenapa ada burung gagak di istana ini?"aku belum pernah melihat Raja membeli burung gagak, ini sangat aneh apakah istana ini sedang kedatangan tamu asing? sudah lah itu di pikiran besok pagi saja, aku tidak mau menyia-nyiakan waktu. Aku rasanya ingin segera tidur disampingnya meskipun cuma bisa memandang dan cup sedikit, tidak boleh berbuat lebih itu lebih baik dari pada berjauhan bisa rindu berat ini, beruntung Tania tidak membalas cinta Devan coba kalau dia balas bisa hancur duniaku, Devan cukup Tampan dan juga sangat perhatian, bagaimana kabarnya dia di istana kerajaan Sangkala, yang jelas untuk saat ini Akulah yang menang dan akulah yang paling beruntung bisa berada dekat dengan Tania dan untuk Devan selamat memendam rindu aku tidak akan membiarkan Tania sedikit pun dekat dengan mu, rasanya ingin sekali segera memiliki Tania seutuhnya agar tidak ada lagi yang berani menggambilnya dariku, Devan memang terlihat rela melepaskan Tania tapi hatinya tidak Devan tidak bisa di percaya juga Tania, aku bisa merasakan terkadang Taniapun terbuai gombalannya, huuuuff.....!
"Gedebuk....!"tak sengaja tangan Pangeran Tatius menyentuh bulu kecil yang dia letakkan di atas meja akibat nya buku itu terjatuh.
Dengan tenang Pangeran Tatius memungut buku itu, yang mana posisi buku yang jatuh dalam keadaan telungkung melebar, perlahan lahan buku itu diambil dan di balik hendak di tutup, tapi netra Pangeran Tatius seketika tertegun ketika melihat sebuah tulisan berwarna merah dan besar, kemudian perlahan lahan Pangeran Tatius membacanya.
"Jurus tujuh bayangan, apa ini ? bukan kah ini satu ilmu Kanuraganu harus melihat dan mencobanya."
Perlahan lahan Pangeran Tatius berjalan mendekati Ranjang kekasihnya.
"Dia sangat cantik, aku pergi dulu sayang, bobo yang nyenyak ya? Nanti aku kembali." lirih Pangeran Tatius yang kemudian mengecup lembut kening dan bibir kekasihnya dengan sangat perlahan dan hati-hati khawatir jika pemilik nya akan terbangun.
Setelah itu dengan cepat tubuh Pangeran Tatius terbang melesat keluar Puri istana kepribadian nya, tempat yang di tujuh Pangeran Tatius adalah dataran luas yang ada di samping istana kerajaan Awang Awang Vampire.
Suasana Malam yang tampak begitu cerah dengan jutaan bintang bertaburan diatas langit semakin menambah keindahan malam yang ada di kerajaan istana Awang Awang Vampire.
Semilir angin berhembus lembut menyibakkan rambut dan baju kebesaran seorang pemuda tampan yang kini berdiri di bawah cahaya sang rembulan yang berwarna kuning keemasan.
Dengan hanya beralaskan rerumputan hijau sang pemuda yang tak lain adalah pangeran Tatius duduk bersila, netranya menatap lurus kedepan dia melakukan beberapa gerakan yang di tulis kan di dalam buku kecil yang dia bacanya.
Suasana Malam yang sepi tanpa seorangpun mengetahui karena semua nya sedang tidur menggapai mimpi, Di bawah sinar rembulan Pangeran Tatius terus berlatih hingga menjelang pagi.