The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab176.SALAH PAHAM



Sementara di belahan dunia lain hubungan Devan dengan clara semakin hari semakin dekat semua berasal dari peristiwa yang terjadi di Bar yang mengakibatkan Clara mabuk dan hendak di lecehkan oleh seorang pengunjung Bar, yang mana ketika itu Devan pun berada di tempat itu dan menolongnya.


Kedekatan Devan dengan Clara pun di ketahui sang Nenek karena Devan selalu bercerita tentang segala apa yang dia rasakan pada sang Nenek, melihat dan menggingat permintaan Tania agar tak lagi mengaggu dirinya dan pak guru Wili karena dia calon suaminya, awal dari semua itu sangat pahit dan sakit tapi setelah brlajar ihklas dan menerima semuanya terasah, ringan dan biasa saja terlebih srkarang ini Devan sudah memiliki pacar yang bernama Clara, berasal dari suatu rasa yang sama sama terluka dan senasib yang kemudian menjadi kan mereka menjadi dekat, hingga membuat Devan sudah bisa move on dari hubungan Tania dan Pak Guru Wili.


Sama ketika saat ini langit begitu cerah dengan warna biru yang begitu terang, dengan sangat sabar Devan menunggu Tania yang sedang memilih baju untuk acara pernikahan nya dengan pak guru wili yang mana karena sibuk psk guru Wili tidak bisa menemani calon istri sehingga meminta bantuan dari Devan untuk menemani Tania.


Devan duduk di antara banyak nya baju baju yang bergelantungan dengan harga yang selangit amat sangat mahal , awalnya Tania menolak pergi ke butik fashion Dewi Dewi karena butik toko baju di sana sangat mahal dan mewah rata rata harga nya berkisar ratusan juta sampai miliaran.


Entah baju pengantin model apa yang harganya begitu fantastis dan selangit, mungkin sebangsa baju baju idolanya para artis terkenal seperti Nagita istri dari Raffi Ahmad yang baju bajunya terkenal sangat wah.. . karena nominal harganya yang sangat tinggi.


Berkali-kali Devan menelan ludahnya dengan kasar melihat nominal harga dari baju baju yang ada di butik fashion Dewi Dewi.


"Smoga hari ini Clara tidak menelepon nya dan menemuinya, bisa mampus jika sampai Clara datang ke butik ini dan melihat baju baju di sini kemudian merengek minta di belikan, bisa jual rumah Nanti." Gumam Devan dalam hati.


"Van...gimana menurutmu?" tanya Tania yang tiba-tiba datang dengan mengenakan baju pengantin pilihan dari pak guru Wili, Devan yang melihat Tania menggenakan baju pengantin yang sangat indah untuk sesat diam dan tertegun dengan kecantikan Tania dan berkali kali Devan menelan ludahnya dengan kasar menggigit salivanya ketika netranya melihat kecantikan Tania yang kuat biasa.


"Busyet.... cantik banget, pantas saja Pak guru Wili tak melepaskan Tania dan Pak guru Wili sudah sukses membuat Ayah Tania menyukai nya sehingga lewat bantuan sang Ayah dari Tania, pak guru Wili bisa mendapatkan Tania, sisa sisa cinta pada gadis di depannya itu masih ada tapi demi memenuhi permintaan Tania dan demi Tania bahagia Devan terpaksa merelakan cinta nya dan kini orang yang membalut luka hatinya adalah Clara dan sudah seharusnya Devan belajar mencintai Clara seperti Tania yang kini juga belajar mencintai Pak guru Wili demi kebahagiaan Ayah nya, beruntung DeVan masih waras dan sadar jika Tania calon istri orang andai Tania kekasih nya sudah barang tentu habis itu bibir merah Semerah jambu air.


"Van...!" gimana? di tanya kok diam saja, malah bengong lagi." sungut Tania kesal.


Lagi-lagi Devan menelan ludahnya dengan kasar.


"Bagus....bagus dan kau sangat cantik"ucap Devan kemudian.


Tania terkekeh mendengar ucapan Devan.


"Bilang cantik saja takut Van? Clara ngak ada di sini aman jadi jangan takut begitu."


Devan tersenyum kecut mendengar ucapan Tania.


"Baiklah kalau begitu aku akan ambil ini, beneran bagus kan Van?" tanya Tania meminta kepastian dari keyakinan Devan.


"Iya, itu bagus, beneran bagus kamu bagaikan putri Raja, ngak kalah dengan istri dari pangeran Charles." seru DeVan memuji.


Sementara Tania tersenyum kecut.


"Tania...?"


"Ya..!"


Tania tersenyum getir mendengar perkataan Devan.


"Andai bisa menolak, sudah pasti aku akan menolak nya tapi semua berhubungan dengan kebahagiaan sang Ayah mana tega Tania menolaknya, lagi pula Tania bisa belajar mencintai pak guru Wili sebagai mana kamu belajar mencintai Clara kan?"


"Tania ini beda!"


"Sudahlah Devan, ini sudah Nasib ku ,lagi pula hanya dengan cara ini bisa membalas kebaikan yang selama ini Ayah berikan padaku."ucap Tania datar.


Devan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, hati Devan ikut merasa sesak dan prihatin dengan apa yang di alami gadis yang sangat di cintai nya, bukan hal baru dan Rahasia lagi jika sebenarnya Tania mencintai Tatius mahkluk aneh berjenis Vampire, mungkin karena Tatius selalu melindungi nya sehingga hati Tania jatuh padanya dan sudah bisa di pastikan cepat atau lambat Tatius akan menggalami patah hati seperti apa yang pernah dia rasakan.


"Kau melamun lagi?" mikir apa sih Van?"seru Tania menggagetkan.


"Tidak ada?" sudah sana bilang kau pilih yang itu."usir Devan pada Tania, tak sanggup jika berdua lama lama getaran cinta di hatinya masih ada dan Sebenarnya Devan juga kesal pada dirinya sendiri, Tania saja tidak lagi memikirkan orang kok aku yang jadi kepo memikirkan nya." Keluh Devan sambil menjatuhkan bokong nya di sudut kursi yang ada di antara barisan baju baju indah.


Di sisi lain Clara yang kesal karena ponsel Ndari Devan mati segera melakukan pelacakan dari riwayat panggilan terakhir.


"Kenapa sih ponselnya di matikan?" jangan jangan Devan ada main sana cewek lain, awas saja kalau berani berani main di belakang ku, ini arahkan kenapa ke arah butik baju, hei .. bukankah di daerah ini itu yang ada cuma butik fashion Dewi Dewi butik termahal yang menyediakan baju-baju pengantin, ngapain Devan di sana? Ahkh... jangan jangan Devan mencari baju pengantin, untuk siapa apakah Dwvan berniat mencari baju baju untuk diriku , ah....so sweet deh jika itu benar." triak Clara dalam hati senang.


Dengan cepat setelah melakukan pelacakan tempat Clara memanggil mobil taksi untuk mengantar dirinya ke tempat di mana dalam. Geogel map menunjukkan lokasi terakhir tempat Devan berada dalam jarak tiga puluh menit akhir nya mobil taksi sampai pada butik fashion Dewi Dewi, setelah membayar uang pada sopir taksi Clara turun dari mobil, matanya terlihat menyipit ketika dari kejauhan terlihat sebuah motor yang tak asing lagi baginya.


"Tuh, kan sudah ku bilang Devan ada di sini? tapi lagi ngapain dia di tempat beginian, apa iya Devan lagi memesan baju pengantin untuk ku jangan jangan Devan ingin segera melamar ku jadinya Devan ada di sini." Gumam Clara dalam hati.


Dengan hati riang dan langkah pasti Clara memasuki butik fashion Dewi Dewi, berkali-kali netranya di buat kagum dengan berjajar nya baju baju bagus dan sangat mahal. Clara celingukan kesana kemari mencari sosok Devan sang kekasih.


Karena tidak menemukan di lantai bawah kaki kecil dan putih nya berjalan menuju lantai atas dan ketiika baru saja sampai Clara sudah di suguhkan pemandangan yang sangat menyesakkan dada , di mana sang kekasih sedang asik bersenda gurau dengan seorang gadis cantik yang sedang memakai baju pengantin, hati Clara tiba-tiba terasa sesak dan pedih.


Dengan langkah bagaikan seorang kapiten dengan suara derap kaki brok...brok....brok, Clara datang menghampiri DeVan yang kala itu bersama Tania.


"Oh ..jadi ponsel kamu matikan biar aku tidak bisa mengganggu kesenanganmu dengan gadis ini dan wah.....hebat sudah memilih baju pengantin pula dan sangat fantastis di bawa memilih baju pengantin di tempat ternama kau benar benar hebat Devan dan aku ngak nyangka kamu Setega ini padaku aku benci kamu..!" teriak Clara sambil berlinang air mata yang kemudian berlari turun dan pergi.


Devan yang melihat itu sedikit tertegun dan menatap Tania berharap Tania akan memberikan saran tapi gadis di depannya justru terkekeh.


"Tuh kejar pacarmu cemburu tuh ha ...ha ..ha... kasian selamat memberikan penjelasan smoga bisa membujuk nya." ucap Tania seraya Tertawa membuat Devan mendelik.


"Tertawakan saja hari ini baru giliran ku besok giliran mu dan ku pastikan kamu lebih pusing menghadapi dan memberikan penjelasan pada pacar Vampire mu," Desis Dengan dalam hati.