
Kehidupan cinta anak manusia tidak ada yang tau pada siapa cinta dan perasaan sukanya akan di labuh kan, bahkan sesuatu yang tak pernah terbayangkan akal manusia pun bisa menjadi suatu kenyataan. Jika cinta terhalang beda keyakinan saja terkadang sulit di satukan apalagi cinta berbeda alam akankah semua ini bisa di hadirkan dalam dunia nyata ataukah hanya sebatas mimpi indah di kala tidur saja.
Tania yang tak bisa memejamkan mata meruntuki hatinya yang telah jatuh cinta pada mahluk yang bukan manusia, terbelenggu pemikiran dan lamunan yang entah kemana mengembara tiada tentu arah, Tersenyum ketiika mengenang saat saat bersama orang yang telah mampu meluluh lantakkan hatinya hingga membuat rasa cinta nya semakin dalam dia semakin dalam belenggu yang menjadi dilema hatinya, di tatapnya sosok pemuda tampan yang sudah cukup dewasa dan mapan, pilihan sang Ayah tercinta.
Pak guru Wili, ya, dia pemuda pilihan Ayah nya untuk menjadi pendamping hidup nya akankah dirinya mampu menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dengan menerima dan ihklas demi kebahagiaan Sang Ayah ataukah kemauan dan ke egoisan hatinya yang akan menjadi pemenang hingga tega mengabaikan keinginan orang yang sangat berjasa dalam hidupnya demi sebuah kebahagiaan hati.
Tania masih berkutat dengan lamunannya yang terus melalang buana tanpa mau memahami kini malam semakin larut.
"Tania...!" kamu tidak bisa tidur?" sapa pak guru Wili yang tiba-tiba saja sudah berada di tepi Ranjang nya membuat Tania tersentak kaget.
"Pak guru Wili, Ba-bapak mau apa?" tanya Tania gugup.
"Pertanyaan macam apa itu?' tentu saja aku khawatir Kenapa kamu belum juga tidur apa masih takut, jangan takut lagi semua sudah berlalu."ucap pak guru Wili lembut dengan tatapan mata sayu, membuat jantung Tania tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat.
Tanpa berusaha mau menjawab Tania hanya tersenyum kecut dirinya tak bisa tidur bukan karena tskut tapi karena binggung, harus menerima Pak guru Wili sebagai calon suaminya ataukah tetap pada cintanya pada mahkluk yang bukan manusia.
Sementara di belahan dunia lain tampak seorang Raja sedang mondar mandir di dalam istana kepribadian nya.
"Keterlaluan..!"ini sudah pukul berapa, kenapa Ratu Shima belum juga datang, apakah dia tidak akan datang, bukankah ini perintah ku apakah sekarang Ratu Shima seberani itu menolak undangan ku, Araaaaaagggghhhh..!"
Sang Raja mengacak-acak Rambutnya karena kesal, berkali-kali wajah Tampan nya melongokkan ke arah pintu luar, berharap Ratu Shima datang menemui undangan nya. satu jam...dua jam...tiga jam sudah berlalu tapi batang hidung Ratu Shima tak juga muncul.
"Cukup...!" cukup sudah kesabaran ku, awas saja malam ini kau tak datang aku tidak akan melepaskan mu dan kau akan tau apa yang akan ku lakukan padamu!"lirih sang Raja dengan wajah menyeringai.
"Praaaang....Pyaaaaarr..... bruuugh..!"bunyi semua benda yang di lemparkan sang Raja ke lantai karena kesal. Urung uringan marah kesal, kecewa semua berbaur menjadi satu Raja sudah tidak tahan lagi menghadapi sikap Ratu Shima yang mulai mengacuhkan nya, Raja berniat pergi menemui Ratu Shima sendiri dengan Langkah kaki yang tergesa-gesa Raja melangkah menuju pintu dan ketika hendak keluar, langkah kaki Raja terhenti ketika melihat siapa yang ada dan berdiri di depan pintu.
Bagaikan anak kecil yang baru bangun dari tidurnya Raja mengerjap ngerjapkan mata sambil mengusap usap wajahnya.
"Ka-kau..datang..!'
"Tentu saja, kamu kenapa?"tanya Ratu Shima sambil ngeloyor masuk ke dalam, Ratu shima sangat terkejut melihat pemandangan yang ada di dalam ruangan kamar itu, banyak perabotan dan benda benda yang jatuh berserakan di lantai.
"Kenapa ruangan ini kacau begini?"tanya Ratu Shima ingin tau.
Raja Sedikit tersipu malu tapi tak dapat menyembunyikan kebahagiaan yang diam diam hadir menyelimuti hatinya.
"itu ..!" tidak sengaja tersentuh tangan lalu jatuh ke lantai." ucap Raja berbohong, tentu saja berbohong karena tak mungkin bicara jujur jaga imed agar tidak jatuh di mata Ratu Shima.
Ratu Shima mangut mangut dia tau Raja berbohong pada nya.
"Hebat ya....tangan kamu bisa menyentuh semua benda yang ada disini sampai jatuh hancur begitu.
Memahami Ratu shima meledek nya Raja tentu saja tidak akan tinggal diam jika harga dirinya di jatuhkan sikap otoriter nya mrndadak muncul.
"Semua terjadi karena kesalahanmu Ratu!"
"Aku, apa salah ku dan apa hubungannya aku dengan perabotan ini.' tanya Ratu Shima bingung.
Terdengar suara tawa Ratu Shima mendengar ucapan Raja yang di rasa sangat lucu.
"Ngapain menunggu ku dari sore bukankah perintah mu mengatakan temui Raja Nanti malam bukan Nanti sore.,"
"Ratu....!" keterlaluan sekali kamu, apa kamu tidak bisa merasakan jika aku sangat merindukanmu, datang sudah tidak menemuiku, di temani tidur aku di tinggalkan kau benar benar keterlaluan dan tidak berperasaan."ucap Raja emosi.
Ratu Shima mengeryitkan dahinya dan tersenyum miring.
"Apa, Raja bilang?" aku tidak menemui mu, apa Raja lupa, aku datang langsung menemui mu di tempat biasa kita bertemu, tapi apa yang ku lihat Raja lagi sibuk bercinta dengan Ratu Derbah kan? jadi apa pantas aku mengaggu kesenangan Raja, tidak kan dan aku sudah benar aku pergi tidak mengaggu kesenangan mu lalu kenapa masih kau salahkan aku sekarang katakan mengapa kau memanggilku."
Raja menelan ludahnya dengan kasar ketika mendengar perkataan Ratu Shima.
"Aku...
"Katakan..!apa tujuan mu menyuruhku datang kesini, ini sudah malam aku capek mau beristirahat agar aku bisa cepat tidur."
Perlahan-lahan Raja mendekati Ratu Shima.
"Shima... aku merindukan mu, malam ini beristirahatlah bersamaku aku ingin tidur dalam pelukan mu," ucap Raja parau dengan suara berat dengan tatapan mata yang berkabut gairah. Raja memeluk pinggang ramping Ratu Shima dari belakang dan menenggelamkan kepalanya pada leher jenjang Ratu Shima.
Ratu Shima tak bergeming bayangan ketiika Raja bercinta dengan Ratu Derbah, sejujurnya membuat hatinya sangat sakit meskipun Ratu Shima sadar Ratu Derbah juga berhak atas diri Raja. Perlahan-lahan Ratu Shima menepis tangan dan kepala Raja yang berusaha bermanja padanya.
"Aku, tidak bisa, aku ingin sendiri."
Raja mengeryitkan dahinya, menatap wajah cantik di depannya dengan tatapan memohon.
"Kamu masih marah padaku, jangan lakukan itu Ratu aku tidak sanggup, aku melihat mu disini dekat di sini aku tidak bisa jika kau acuhkan aku, sungguh aku menyesal."
"Raja, tidak perlu merasa menyesal itu sudah kewajiban Raja memberikan nafkah batin pada Ratu Derbah, jadi itu tidak masalah dan Raja tidak salah."
"Berarti apa yang ku lakukan benar?"
"Ya, Raja sudah benar."
"Baiklah, Kalau begitu kewajiban mu juga memberikan apa yang menjadi hak ku."ucap Raja sambil tersenyum menyeringai.
Ratu Shima mundur untuk beberapa langkah.
"Maaf, Raja!" untuk kali ini aku belum bisa."
"Kenapa?'Apa karena hatimu masih sakit bilang saja kalau kamu sebenarnya cemburu pada Ratu Derbah."
"Cemburu, tidak untuk apa aku cemburu padanya."
"Baiklah, kalau begitu ayo layani aku istriku,"lirih Raja Awang Awang Vampire yang dengan sigap langsung mengedong tubuh Ratu Shima masuk ke dalam kamar kepribadian nya, membiarkan ruangan kepribadian depan masih dalam keadaan berantakan.