
Patih lembu ireng berusaha menggikuti arah di mana putri Lin Ying di bawa pergi akan tetapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika ingat dia harus menjaga raga pangeran Tatius, dengan perasaan serba salah akhirnya patih lembu Ireng membiarkan Putri Lin Ying di bawa menjauh pergi.
"Untuk urusan putri Lin Ying, nanti saja di bahas sekarang yang terpenting hanyalah menjaga raga pangeran Tatius" desis Patih lembu ireng.
Di dekat raga pangeran Tatius Patih lembu ireng menunggu dengan hati resah waktu semakin berjalan tapi pangeran Tatius belum kelihatan tanda tanda kehadiran nya.
Suasana di dalam ruangan kosong kerajaan Sangkala tampak pangeran Tatius duduk dengan terus menatap wajah cantik Tania, meskipun kini Tania bisa mengerti dirinya tak lagi dalam bahaya akan tetapi rasa ketakutan nya masih ada.
"Aku ingin pergi dan mencari sendiri temanku."
"Tidak bisa di luar sangat berbahaya, mengerti dan bersabarlah, oh ya, nama kamu siapa, setidaknya apa boleh aku berteman dengan mu?'"
"Aku tidak mau memiliki teman seorang Vampire."jawab Tania ketus.
Deg...!"jawaban Tania yang terlihat membenci seorang Vampire membuat hati pangeran Tatius menciut sedih seakan kering kerongkongan nya Pangeran Tatius menelan perkataan Tania dengan senyum keterpaksaan, ada rasa sakit yang tiba-tiba hadir di relung hatinya yang dalam.
"Lepaskan aku..!" mau apa kau bawa aku kesini."sebuah teriakan suara dari luar ruangan.
Tania yang menggenali suara seseorang di luar segera berdiri dan terlihatlah Dodi sedang memberontak di tangan Vampire satu.
"Dodi...!teriak Tania.
Dodi yang tadinya memberontak segera diam dan menatap ke dalam, sang Vampire satu melepaskan cengkraman nya dan berlari lah Dodi ke dalam tanpa A..B..C.. Dodi langsung menghambur masuk ke dalam pelukannya Tania.
Pangeran Tatius yang melihat Dodi langsung memeluk Tania merasa geram dan marah kedua tangan dengan kuku panjang nya hendak menyambar dan melemparkan laki-laki di depannya itu tapi niatnya dia tahan, menggingat laki-laki di depannya adalah teman dari gadis yang selama ini di tunggu nya.
Sakit, patah hati, cemburu dan kecewa itulah yang kini sedang melanda hati dan jiwa pangeran Tatius, untuk mengusir rasa ketidaknyamanan di dalam hatinya pangeran Tatius membuang muka sambil mendengus kesal.
"Laki-laki itu kah yang telah merebut hati dan cinta dari gadis yang selama ini di tunggu nya pagi, siang dan malam selalu menanti datangnya bulan purnama mencari jejak dan arah keberadaan gadis yang di cintai nya bertahun tahun menunggu bertahun tahun tidak membiarkan siapapun mengisi hatinya kini setelah sekian lama penantian itu tiba yang terpampang di depan mata dia telah memiliki kekasih telah menambatkan hati pada orang dan jiwa yang lain, tak terasa air mata Pangeran Tatius menetes, pukulan tendangan bahkan hukuman rasanya tak sesakit ini, melihat orang yang sangat kita cintai bersama mesra dengan orang lain itu sangat menyakitkan andai waktu bisa di rubah andai suatu rasa bisa di cegah sudah sejak dulu aku melupakan nya agar tidak ku rasakan sakit nya sebuah cinta.
"Woi.... Vampire jelek...kau apakan pacarku hah, kurang ajar, akan aku bunuh kau." seru Dodi setelah melepaskan pelukannya dari Tania, tangannya langsung menarik jubah hitam dan panjang milik pangeran Tatius sontak saja perlakuan Dodi membuat pangeran Tatius tersentak kaget dari lamunannya dan buru-buru mengusap air mata yang sempat jatuh.
Pangeran Tatius tersenyum mendengar perkataan Dodi hingga memperlihatkan gigi giginya yang runcing, melihat sang Vampire di depannya tersenyum menunjukkan giginya yang runcing Dodi keder juga.
"Tania...! ternyata giginya Vampire panjang dan menakutkan." bisik Dodi lirih pada Tania membuat Tania tersenyum dan menarik Dodi menjauh dari Vampire itu.
"Dia tidak jahat, dia yang menolong ku tadi."ucap Tania memberikan jawaban.
Dodi yang tidak menyangka membelalak kan kedua bola matanya.
"Serius..!"
Tania mengagguk sebagai tanda jawaban.
Dodi yang keterbelakangan mental segera mendekati Vampire.
"Kata pacarku, kamu tidak jahat dan kamu yang menolong pacaku trimakasih ya?"
Pangeran Tatius mengangguk meskipun hatinya serasa sakit orang yang di tunggu nya bertahun tahun sudah punya kekasih.
"Nama pacarmu siapa?" tanya pangeran Tatius penasaran, karena dari tadi bertanya tak sekalipun di jawab, meskipun saat bertanya, pada kekasih orang yang selama ini di tunggu nya, rasaanya itu sangat sakit.
"Pacarku namanya Tania."
"Bohooong...!"sebuah suara teriakan dari luar yang sontak saja membuat semua yang di situ menoleh ke sumber suara di mana ada seorang laki-laki tampan datang dengan seorang Vampire yang tadi juga membawa Dodi.
"Devan...!" seru Tania girang, lagi-lagi Pangeran Tatius merasa bingung dengan sikap Tania jika laki-laki ini adalah pacarnya lalu kenapa gadis yang di sukai nya juga sangat terlihat bahagia dengan kedatangan laki-laki satu nya lagi apakah gadis didepannya ini punya dua pacar jika gadis di depannya mau menjadi pacarnya juga itu artinya nanti dirinya pasti jadi pacar ketiga, dalam hati pangeran Tatius gedek dengan kehidupan cinta para manusia.
"Tania..! kau tidak apa apa?
"Tidak, aku baik baik saja."
"Ya, sudah ayo pergi..!" ajak Devan sambil menarik tangan Tania.
"Kami tidak takut," seru Devan cepat sambil menggenggam erat tangan Tania.
"Lalu sekarang kita bagaimana apakah akan berada di tempat ini selamanya."
"Apa yang harus kami lakukan." tanya Tania pada Vampire.
"Kau bertanya padaku?" tanya pangeran Tatius tak percaya dari tadi melihat gadis di depannya jutek sekarang sudah mau bicara.
"Tentu saja padamu Vampire jelek, orang Tania menatapmu," Seru Dodi.
Kali ini pangeran Tatius tersenyum dan tidak marah dengan perkataan Dodi, melihat sang Vampire tersenyum Dodi cepat cepat berjalan mendekati Tania.
"Giginya mengerikan," lirih Dodi membuat Tania tersenyum, melihat gadis di depannya tersenyum hati pangeran Tatius pun ikut senang.
"Sini, kau..!"
"iya, pangeran."
"Bawa mereka ke perbatasan kota ini, tunjukkan jalan pulang."
"Siap, pangeran."
Dodi yang mendengar perkataan pangeran Tertawa lepas.
"Ha ..ha...ha... pangeran kok jelek begini seru Dodi." membuat Tania langsung mendelik ke arahnya.
"Maaf, Tania! ini lucu kok ada ya pangeran tapi jelek begitu."
Devan yang sudah gemas dengan sikap Dodi langsung menjewer telinga nya.
"Ingat, kalau bukan karena dia Tania sudah mati, ngerti ngak jadi yang sopan."
Devan hanya cengar cengir mendapatkan ceramah dari Devan.
Pangeran Tatius mendekati Tania.
"Hati-hati ya..!"ucap pangeran Tatius pada Tania parau seolah berat melepasnya meskipun tak pernah Tania mau menjawab nya.
"Pengawal..!'pastikan mereka semua aman jangan sampai terjadi sesuatu pun pada mereka dan jika kalian macan macam aku akan memberikan hukuman yang tak akan kalian lupakan."
"Baik, pangeran!"
Untuk beberapa saat pangeran Tatius menatap sekali lagi wajah Tania sebelum dirinya keluar dari raga pengawal Vampire.
"Aku pergi dulu sampai ketemu lagi."
Perlahan-lahan mulut Vampire itu terbuka dan keluarlah dari dalam mulut Vampire cahaya kuning keemasan melesat terbang jauh tinggi dan Vampire yang raganya di gunakan pangeran Tatius langsung jatuh terkulai di lantai pingsan untuk beberapa saat.
Patih lembu ireng yang menunggu raga dari pangeran Tatius tersenyum bahagia ketika raga pangeran Tatius mulai bergerak dan membuka mata.
"Pangeran sudah kembali..!'
"Iya, paman!"
"Pangeran gawat, apa yang pangeran Tatius khawatir kan ternyata benar putri Lin Ying di culik dan saya yakin pasti pelakunya laki-laki bangsa manusia, sekarang apa yang harus kita lakukan."
"Kita akan pergi menemuinya, ayo paman ikuti aku, smoga tidak terlambat."
Secepat kilat Pangeran Tatius dan Patih lembu ireng melesat terbang tinggi meninggal kan kerajaan Barat Daya.