The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.256..NEKAD



Dengan susah payah Ratu Shima bangkit dari terjatuhnya, dia benar benar sangat kesal dan marah pada Raja yang telah benar benar tega menyerangnya bagaikan musuh.


Tatapan mata tajam Ratu Shima membidik lurus ke arah Sang Raja dan dalam hitungan detik tubuh Ratu Shima melayang ke udara dengan mengayunkan pedang yang ada di tangannya, kali ini Ratu Shima benar benar memberikan serangan balasan yang gencar dan mematikan.


Beberapa kali Raja harus berkelit bahkan berguling guling di tanah, ketika pedang dari Ratu Shima menghujam ke arahnya.


"Sreeeeeeettttt...!bunyi jubah sang Raja yang terkena sabetan pedang dari Ratu Shima. Ratu Shima tersenyum smrik ini kali pertama kemenangan nya, dimana dia bisa membuat robek baju jubah hitam sang Raja.


Menyadari waktu terus berjalan dan Raja tidak mau membuang buang waktu dengan percuma maka dengan gerakan cepat Raja melompat mundur di keluarkan nya jurus seribu pisau.


"Ratu waspada dan berhati-hati lah, terima lah jurus seribu pisau."seru sang Raja pada Ratu Shima.


Ratu Shima terperangah tak percaya jika suaminya benar benar mengajaknya bertarung bagaikan musuh, sampai sampai tega menggeluarkan ilmu hanya untuk menjadi pemenang.


Tak ada yang bisa dilakukan selain menerima tantangan dan menangkis semua serangan yang datang.


Pisau-pisau kecil berterbangan menghujam ke arah Ratu Shima dengan sekuat tenaga Ratu Shima menangkis semua Pisau pisau yang datang menghujam ke arahnya.


Pangeran Tatius yang melihat hal itu merasa sangat takut dan menutup mata sampai pada satu ketika terdengar suara jeritan dari Ratu Shima.


"Aaaaaaaa...! sreeeeeeettttt...! satu pisau berhasil melukai lengan sang Ratu dimana luka itu mengalir kan Darah hitam. Pangeran Tatius yang mendengar jerittan sang ibu berteiak histeris.


"Ibu, Ratu!" teriak Pangeran Tatius histeris air mata yang tadinya mengalir di usapnya dengan kedua telapak tangan nya yang mungil.


"Lepaskan aku pengawal, aku mau melihat ibu Ratu yang terluka, Raja .... hentikan jangan bunuh Ibu Ratu... .Raja. aku siap belajar lepaskan Ibu Ratu ....Raja..!" aku mohon!


Teriakkan dari pangeran Tatius sempat membuat sang Raja terkejut, tapi Raja berpura-pura acuh dan tidak memperdulikan nya, Raja masih terus memberikan serangan pada Ratu Shima meskipun Ratu Shima terluka.


Sesungguhnya hati Raja sangat sedih dan prihatin serta tak tega tapi apa boleh buat demi membangun kan dan membangkitkan jiwa kesatria dari Pangeran Tatius, Raja terpaksa melakukan nya.


Tidak kurang akal Pangeran Tatius yang berada di bawah kendali cengkraman sang pengawal menggigit kuat kuat tangan sang pengawal hingga membuat sang pengawal meringis kesakitan yang mana akibat dari gigitan Pangeran Tatius cengkraman dari sang pengawal lepas.


Menyadari dirinya sudah tidak berada dalam cengkeraman sang pengawal Pangeran Tatius berlari menuju area pertarungan antara Ayah dan ibunya.


Raja sedikit terkejut ketika melihat putranya berlari menuju ke arahnya, rasa panik tiba-tiba menyerang dirinya ketika Raja menyadari pisau pisau kecil masih berterbangan ke arah Ratu Shima yang berusaha menangkis semua serangan dengan pedang nya.


Entah karena sudah memiliki ilmu ataukah bakat yang terpendam Pangeran Tatius maju tanpa rasa takut dan gentar.


Tubuh kecil berlari tanpa senjata, ketengah tengah berhamburan pisau pastilah membuat takut siapa saja yang melihat termasuk sang Ratu, kedua bola matanya mendelik dengan sempurna.


"Pangeran apa yang kau lakukan Nak....minggir pisau Pisau itu bisa melukai mu." seru Ratu Shima ketakutan pada putranya.


Sedangkan Sang Raja pun berteriak panik atas kenekatan dari pangeran Tatius.


"Pangeran menyingkir lah...!"seru sang Raja pada Pangeran Tatius.


Jurus seribu pisau yang sudah terlempar dan terlepas tidak mungkin bisa di tarik lagi dan jalan satu-satunya agar Pangeran Tatius tidak terluka, dengan cepat Raja terbang melesat menyambar tubuh mungil itu, tapi di luar dugaan kedatangan Raja yang ingin menyelamatkan nya justru mendapatkan serangan dari Pangeran Tatius.


Melihat sang Raja berkelebat ke arahnya, dengan sangat gesit dan dengan gerakan cepat Pangeran Tatius menjatuhkan dirinya ke tanah dan mengengam pasir yang ada dan dalam hitungan detik tanpa di duga Pangeran Tatius melempar kan butiran butiran pasir dengan kuat ke arah sang Raja, tak aya lagi Raja pun berteriak kesakitan karena merasakan matanya yang perih akibat butiran butiran pasir.


Belum juga rasa terkejut akibat ulah dari putranya lagi-lagi Pangeran Tatius membuat sesuatu yang mencengangkan.


"Pangeran...! kau tidak apa-apa Nak?" tanya sang Ratu panik.


"Tidak Ibu Ratu, tangan ibu Ratu terluka, maafkan aku yang tidak patuh hingga membuat Raja murka pada Ibu Ratu, aku berjanji aku akan giat belajar Ibu Ratu."


Ratu Shima tersenyum mendengar perkataan dari putranya dan memeluk nya dengan erat.


"Ibu tidak apa-apa ini cuma luka kecil saja."


Sementara Raja yang sudah bisa membuka kedua bola matanya yang terkena debu hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya, melihat kecerdasan dari putranya, diam-diam Raja tersenyum bangga melihat keberanian putra nya dalam menghadapi serangan yang sangat dahsyat.


Raja berjalan mendekati putranya dan Ratu Shima yang masih berpelukan.


"Bagaimana Pangeran apa kau sudah siap berlatih." tanya Raja Awang Awang Vampire kepada putranya.


Pangeran Tatius melepaskan pelukan Ibunya dan berdiri dengan tegak kemudian menjatuhkan dirinya dan membungkuk hormat laksana seorang murid pada seorang guru.


"Aku, siap Raja...!"


Sang Raja Tersenyum smrik melihat putranya yang sudah bersedia berlatih.


"Pengawal ...!" bawa Ratu Shima ke tabib istana, suru memberikan pengobatan yang terbaik."titah Raja pada sang pengawal


"Baik,Raja!"


Bergegas pengawal istana membawa Ratu Shima untuk masuk ke tabib dalam istana tanpa membantah Ratu Shima menerima ajakan dari sang pengawal.


Ketika Ratu Shima hendak berjalan, Raja berjalan mendekati dan menjajari langkah dari Ratu Shima.


"Maafkan, aku Ratu!


Ratu Shima tidak menjawab permohonan maaf dari sang Raja, Ratu Shima hanya mendengus kesal, Sementara Raja menelan ludahnya melihat sikap Ratu Shima yang cuek.


Tidak ada yang dapat dilakukan ketika Ratu Shima marah, Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan kemudian berjalan mendekati Pangeran Tatius.


"Apakah Pangeran sudah siap dengan pelatihan ini ?"tanya sang Raja pada Pangeran Tatius yang langsung di jawab dengan anggukan kepala Raja tersenyum smrik melihat kesiapan dari pangeran Tatius.


Hari berganti hari bulan berganti bulan Raja yang secara langsung membimbing Pangeran Tatius dalam menimba ilmu Kanuragan dari hari ke hari mengalami kemajuan bahkan terkadang Pangeran Tatius yang cerdik ilmu Kanuragan nya lebih matang dari pada Raja.


Semua ilmu yang di miliki Raja sudah Raja turunkan pada Pangeran Tatius, Raja tidak puas jika Pangeran Tatius hanya berlatih di bawah bimbingan nya dengan kekuasaan yang Raja miliki, Raja memanggil seorang sesepuh yang sangat terkenal sangat hebat dan sakti, karena Pangeran Tatius anak yang cerdas dua cepat sekali bisa menguasai ilmu-ilmu yang di berikan kepada nya.


Hingga Raja memberikan ilmu yang sangat sulit dan sangat membutuhkan kesabaran serta ketekunan dalam berlatih.


Raja memberikan ilmu Indra penciuman di mana ilmu itu bisa melacak siapa saja yang sedang di carinya hanya dengan Indra penciuman.


"Pangeran ilmu ini tidak ada yang bisa nengguasainya Karena ilmu ini sangat banyak sekali pantangan dan persyaratan nya, apakah Pangeran sanggup."


"Saya akan berusaha sebisa saya Raja."


Raja Prayudha memberikan beberapa pandangan tentang ilmu Indra penciuman yang mana dalam pelatihan dan cara agar bisa nengguasainya Pangeran Tatius di minta untuk bisa bersabar dengan segala bentuk godaan yang ada, dengan mata terpejam Raja menitahkan pada Pangeran Tatius agar bisa menyebut satu persatu apa saja yang datang menemui dirinya.