DEVANYE. STILL LOVING YOU

DEVANYE. STILL LOVING YOU
part 5



"Jangan Gila Dev! Gak mungkin!"


"Mungkin! Kalau kita bicara sama Melati!"


"Gak, Dev. Aku gak mau. Lagian aku juga gak cinta lagi sama kamu!" bohong, dan ini menyakitkan!


"Kamu bohong Nye!" Devan menatap mataku lamat-lamat.


"Aku gak bohong, karena aku udah punya pacar!"


What aku ngomong apa? Pacar?! Dan kalau Devan tahu aku bohong? Gawat!!


Devan tersenyum miring, masih menatapku. "Hahh aku gak percaya!" Aku menjauhkan diriku.


"Terserah, itu kenyataannya!" Seketika raut wajah Devan berubah, menyeramkan. Wajah yang pernah aku lihat dulu sekali saat dia cemburu. Dan sekarang wajah yang sama!


"Aku mau pulang!" ucapku tanpa menunggu, aku melangkahkan kakiku. Meninggalkan Devan dengan wajah seramnya.


Dasar Devan gila.


Apa dia mau aku jantungan, meninggal, lalu gentayangan? Oke aku berlebihan! Tapi dia memang gila!


"Anye!" terdengar suara Devan yang terengah di belakang, dan derap langkah kaki yang cepat. Mungkin dia sedang berlari.


"Anye, tunggu!" Devan mencekal tanganku menahan laju kakiku.


"Aku antar pulang!" seru Devan di antara deru nafas nya yang terengah.


"Bahaya kalau kamu pulang tengah malam sendirian!"


"Terserah!" ucapku sambil menarik tanganku.


Devan berjalan di depanku, di belakang kami tiga orang yang tadi membawaku dengan paksa. Ish dasar mereka menyebalkan. Kalau saja mereka bilang suruhan Devan aku juga akan ikut dengan mereka tanpa harus di paksa, dan dengan senang hati. Aku jadi suudzon kan, berfikir mereka mafia penjual anak di bawah umur!


Mobil melaju dengan kecepatan konstan, malah sepertinya lambat menurutku untuk ukuran mobil sport dan jalanan lengang. Apa dia sengaja?


Ku lirik pria di sebelahku ini. Mengemudi dengan santainya, padahal kan aku ingin cepat sampai rumah! Kalau saja aku bisa mengemudi aku akan gantikan dia dan memacu mobil ini dengan cepat!


"Kenapa?" tanya Devan, aku membuang pandanganku ke samping.


"Bisa cepat gak? Aku ngantuk!" ucap ku ketus, ini sudah lebih dari jam dua belas malam.


"Tidur aja. Nanti aku bangunkan kalau sudah sampai."


"Enggak! Nanti kamu macem-macem lagi!" Devan terkekeh, mungkin dia juga ingat dulu seperti apa. Waktu mengantarku pulang dan aku ketiduran di mobil. Kalau aku tidak bangun pasti dia sudah ******* bibirku. Dasar gak gentle!


"Hehe, masih ingat kamu!" wajahnya berubah merah, malu atau apa dia?


"Gak akan deh, suer. Janji. Kalau kamu mau tidur nanti aku bangunin." ucapnya dengan dua jari teracung.


"Awas aja kalau berani macem-macem aku lapor sama kak Mel kamu punya selingkuhan." ancamku.


"Selingkuhan aku kan kamu!"


"Aku bukan selingkuhan kamu. Karena kita gak ada hubungan apa-apa!" ketusku.


"Ada!"


"Apa yang ada?"


"Hubungan kita!"


"Yang mana?"


"Waktu aku cium kamu di kamar, kita udah punya hubungan lagi." Dasar Devan calon penghuni rumah sakit jiwa!


Tenang Nye, bisa-bisa kamu sendiri yang gila ngadepin ni orang!


Separuh nafasku


Ku hembuskan untuk cintaku


Biar rinduku


Sampai kepada bidadariku


Uu-uu


Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu


Biarkan bumi menolak, 'ku tetap cinta kamu


Biar mamamu tak suka, papamu juga melarang


Walau dunia menolak, 'ku tak takut


Tetap 'ku katakan 'ku cinta dirimu


Ohh


Karena kamu


Bintang di hatiku


Takkan ada yang lain


Mampu goyahkan rasa cintaku padamu


Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu


Biarkan bumi menolak, 'ku tetap cinta kamu


Biar mamamu tak suka, papamu juga melarang


Walau dunia menolak, 'ku tak takut


Tetap 'ku katakan 'ku cinta dirimu


Sudah jangan kau usik lagi


Cinta yang tertanam di hati


Akan 'ku bawa sampai mati


Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu


Biarkan bumi menolak, 'ku tetap cinta kamu


Biar mamamu tak suka, papamu juga melarang


Walau dunia menolak, 'ku tak takut


Tetap 'ku katakan 'ku cinta dirimu


Ohh-uu


Dirimu


Perfect bukan! Seperti kisah kami!


Note: Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Vote, komen, rating, dan likenya.