DEVANYE. STILL LOVING YOU

DEVANYE. STILL LOVING YOU
Axel-Gio part 160



Axel tersenyum senang. Bibirnya mengembang dengan sempurna melihat keindahan yang ada di depan matanya. Siapa lagi kalau bukan istinya tercinta? Wanita tercantik, termanis, tersegalanya menurutnya.


Di kamar pengantin yang sudah dihias dengan sangat cantik, Renata duduk dihadapan Axel, dia menunduk malu di tatap sedemikian rupa oleh pria yang tadi siang telah menyandang status sebagai suaminya.


Axel sungguh gemas melihat wajah malu-malu itu. Ingin rasanya dia mengecup wajah merah itu. Merasakan bibir manis Renata.


"Aku senang kita sudah resmi menjadi suami istri. Trimakasih, Re. Trimakasih karena sudah mau menikah denganku." Axel mengambil tangan Renata dan mengecup jari-jari tangan Renata dengan lembut.


Mata Renata berkaca-kaca. Dia sangat merasa bersalah dengan perkataan Axel barusan.


"Harusnya aku yang mengatakan itu, Xel. Trimakasih karena kamu sudah mau menerima aku yang cacat ini. Maaf. Maaf karena selama ini aku bersikap egois. Hiks..." Renata menangis, ingat jika dia pernah berbuat hal yang membuat Axel sedih apalagi meninggalkan pria itu yang sangat tulus mencintainya.


"Sudah lah. Itu sudah berlalu. Jangan dipikirkan lagi, kita sudah sah sekarang tak ada yang bisa memisahkan kita. Sampai tua nanti, kamu mau kan menemaniku sampai sisa usiaku?" Axel menatap istrinya dengan tatapan yang lembut.


Renata mengangkat pandangannya menatap mata Axel yang penuh kesungguhan. Perlahan dia mengangguk, "Aku mau. Aku mau temani kamu sampai kapanpun." Axel tersenyumsenang dengan jawaban Renata.


"Aku punya hadiah pernikahan untuk kamu. Tunggu sebentar!!" Axel bangkit dan mengambil sebuah amplop coklat dari nakas yang ada di samping ranjang pengantin mereka. Axel sudah meminta Gio menyimpan itu siang tadi. Kelopak mawar yang tersebar di lantai tersapu kakinya yang melangkah.


"Ini. Hadiah untuk kamu. Sudah lama aku siapkan. Semoga kamu suka." Axel menyerahkan sebuah map cokat pada Renata. Bibirnya mengulas senyum, dia sudah membayangkan bagaimana reaksi Renata jika melihat isi di dalam sana.


"Buka saja, dan baca isinya." Renata menurut apa kata suaminya. Dia membukanya dan membacanya. baru saja membaca di bagian atas, matanya membulat dengan bibir terbuka, dadanya naik turun membaca tulisan yang ada disana. Semakin kebawah semakin dia terkejut.


"Ini..." Menatap Axel tak percaya. Axel tersenyum seraya mengangguk.


"Itu hadiah buat kamu. Sebenarnya itu memang punya kamu sih." Axel menggaruk belakang lehernya yang tak gatal. Benar juga itu semua memang punya Renata yang dia rebut dari tangan pria tua itu.


Renata tak tahu lagi harus mengatakan apa. Dia menatap suaminya, masih tak menyangka dengan apa yang ada di tangannya kini. Renata menghambur memeluk suaminya dengan erat dengan berderai air mata.


"Trimakasih. Trimakasih Axel. Trimakasih banyak. hiks... Trimakasih!" Renata menangis di dalam pelukan suaminya. Axel mengelus punggung Renata dengan sayang.


"Ibu, ayah, dan juga Kak Tommy pasti senang ini kembali. Trimakasih." Renata mengucapkan kata timakasih berulang kali pada Axel. Dia sungguh tak tahu apa lagi yang harus dia katakan selain itu. Sungguh hatinya senang dengan apa yag dihadiahkan Axel padanya. Semua hal yang indah terjadi hari ini, menjadi istri seorang Axel Felix Aditama, dan juga miliknya yang telah lama hilang.


"Aku senang kalau kamu juga senang. Sekarang jangan menangis lagi. Aku juga rasanya ingin menangis!'' canda Axel.


Renata menggelengkan kepalanya. "Aku gak nangis. Aku bahagia. Hanya bahagia... hiks... trimakasih..." Renata mengeratkan pelukannya pada Axel, tak peduli dengan gaunnya yang mungkin akan basah atau kotor karena tangisnya.


Axel mencium kepala Renata dengan syang. Dia senang bisa membuat Renata bahagia. Hanya itu yang bisa dia berikan untuk hadiah pernikahan ini. Mengembalikan apa yang menjadi hak Renata yang pernah hilang.