DEVANYE. STILL LOVING YOU

DEVANYE. STILL LOVING YOU
Axel-Gio part 101



"Mas?" Senyum Tiara mengembang sempurna saat melihat seseorang yang ia kenal dari belakang Gio.


Merasa penasaran, siapa yang dipanggil mas oleh Tiara, Gio memutar tubuhnya.


"Gio?" tunjuk pria itu sambil membawa nampan makanan di tangannya.


"Ken?"


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Tiara heran.


Kenzo si dokter yang tempo malam menculik Tiara, dan juga dia adalah sahabat Gio dan Axel. Kebetulan? Ya othor mau bikin orang ketiga disini, diantara mereka hahaha...(tawa jahat othor).


Kenzo mendudukan dirinya di kursi di antara Tiara dan Gio. Dia juga menyimpan nampan makanannya di atas meja.


"Kalian ... saling kenal juga? Sedang apa disini?" tanya Kenzo dia tersenyum manis pada Tiara.


"Sedang..."


"Yang kau lihat kami sedang apa? Berenang?" tanya Gio ketus.


Kenzo mendelik kesal pada pria sedatar tembok di depannya. Tumben sekali pria datar ini makan siang dengan wanita.


"Aku tahu kalau kalian sedang memesan makanan, basa basi sedikit tidak apa-apa lah, jangan kaku deh!" cibir Ken.


"Basi!" ucap Gio tak suka. Kehadiran Ken membuat moodnya down seketika.


"Pak Gio. Jangan suka marah begitu deh. cepet tua! Mas Ken kan hanya menyapa kita!" Tiara berujar dengan kesal.


Orang ini memang tak bisa diajak basa basi, tidak bisa diajak ramah!


Cihh... Mas Ken? Manis sekali panggilannya!


"Kalau menyapa gak akan bawa makanan dia kesini!" tunjuknya malas pada makanan yang di bawa Ken.


"Memangnya kenapa sih? Aku sebagai sahabat kamu dan sebagai kakak dari sahabat Tiara tidak apa-apa dong ikut makan disini!" goda Ken.


"Aku hari ini free. Sudah tiga minggu bekerja masa tidak boleh aku ambil libur satu hari. Kau ingin membuat aku jadi jomblo seumur hedup?" kesal Ken menatap Gio dengan pandangan tak suka.


"Kalau kau ingin banyak libur tentu akan mudah jika kau di tugaskan ke daerah pedalaman!"


"Woo... Wow... Enak saja! Aku masih betah tingal di kota!"


"Bukannya kau suka gadis yang polos ya? Di pedalaman tentu masih banyak gadis yang polos!" ujar Gio.


"Polos juga gimana dulu, aku sukanya gadis polos seperti yang di depanku ini..." Ken menaik turunkan alisnya pada Tiara, Gio merasa kesal dengan Ken yang menggodanya, bahkan Tiara sampai tersenyum dan tersipu malu karena godaan lelaki itu.


"Heh. Jangan pernah berani ganggu dia." ucap gio dengan nada garang. Tiara menatap Gio, tak percaya. Gio sedang menunjukkan sisi kepemilikan kah? Seperti apa kata dokter Gusti tempo hari?


"Dia itu asistenku! Awas saja kalau kau ganggu dia!" ucap Gio membuat Tiara menurunkan senyuman di bibirnya. Ternyata dirinya memanglah hanya seorang asisten bagi Gio. Hanya seorang asisten!


"Dia hanya asisten kan? Bukan pacar!" jawab Ken santai, tanpa mau peduli dengan perubahan raut wajah di kedua orang di depannya.


Gio hendak menjawab, tapi ucapannya tertahan karena pelayan datang membawakan pesanan mereka.


"Aku ke toilet dulu." Tiara berdiri dan langsung beranjak pergi dari sana.


Gio dan Ken menatap kepergian Tiara.


"Heh... kau suka dengan dia?" tanya Ken setelah Tiara tidak terlihat lagi dalam jangkauan pandangan mereka.


"Aku suka dengan dia? Hah... Bercanda!" ucap Gio dengan tawa kecil di bibirnya. Dia mengambil jus di depannya dan menyeruputnya perlahan. Rasa segar dan dingin mengalir di tenggorokannya.


Bercanda dia bilang? Kita lihat saja. Apa kamu memang bercanda atau tidak! Ken menatap Gio dengan pandangan meremehkan.


Seorang Gio tidak akan mengatakan hal semacam itu jika dia tak menyukai seseorang! Apa artinya hati pria ini mulai kembali terbuka?


"Yakin tidak suka? Hanya bercanda? Well. Jadi kalau aku dekati asisten mu ... tentu tidak apa-apakan?" Ken tersenyum lalu menyeruput minuman kopinya.