DEVANYE. STILL LOVING YOU

DEVANYE. STILL LOVING YOU
part 170



Devan tertawa saat melihatku yang makan dengan sangat lahap. Dia keterlaluan! Harusnya kami makan dulu sebelum bermain, lututku sampai gemetaran karena dia! Aku kelaparan!


"Makan pelan-pelan!" ucapnya. Aku mendelik marah ke arahnya.


"Aku lapar! Jangan ganggu aku!" ucapku garang. Devan menarik tangannya dari atas kepalaku dan mengangkatnya di depan tubuhnya.


"Wow, tenang. Seperti singa betina saja! Semakin lama semakin galak!" ujarnya seraya tertawa. Kurang ajar! Aku di samakan dengan singa betina?


Ku ambil tangannya dan menggigitnya gemas.


"Aww... aww... sakit!" keluhnya, dia menarik tangannya, terlihat bekas merah membulat, bekas gigitanku. "Sakit, yang!" cicitnya.


"Rasakan!" ucapku. "Salah sendiri kamu siksa aku sampai aku kelaparan!" cercaku.


"Hehe... mumpung gak ada anak-anak, yang!"


Alasan! Ada atau tidaknya anak-anak buktinya tidak membuat pria mesum ini berhenti mengangguku. Bahkan saat itu, dia berani-beraninya menggoda milikku dengan jari tangannya, sedangkan kami sedang makan siang bersama, di depan kami juga ada Daniel dan Axel. Bagaimana keadaanku saat itu? Buruk! Aku menahan suaraku, hingga keringat dingin keluar dari pori-pori kulitku!


Bukan hanya itu saja. Bahkan aku juga ingin mencekik dia saat kami makan bersama dengan mama Lita dan papa Stevan. Hal yang sama dia lakukan, menggodaku dengan tangannya.


"Sayang, setelah makan... kita...."


"Apa?" aku mendelik ke arahnya. Sepertinya aku tahu apa yang ingin dia bicarakan!


Devan menarik turun kan alisnya!


"Devan, kamu pakai obat ya?" tanyaku di sela kunyahanku.


"Enggak!"


"Terus, kenapa ingin lagi? Emang kamu gak capek apa?" tanyaku.


"Hehe... Kan aku ingin mengabulkan harapan Daniel dan Axel, yang!" bisiknya.


"Tidak mau! Enak saja! Yang ada aku malah pingsan kalau ladenin kamu terus-terusan!" ucapku sambil terus menyuapkan makanan ke dalam mulutku. Aku kesal!


Devan menarikku ke dalam pelukannya dan mencium pucuk kepalaku mesra. Dia tertawa renyah.


Sunset?


"Aku ingin berkencan sama kamu. Kita nikmati sunset, lalu makan malam romantis di tepi pantai." ucapnya. Haishh... bukannya pria kalau ngajak wanita makan malam romantis, harusnya hal itu di rahasiakan ya?


"Berarti itu bukan kejutan dong!" tanyaku.


"Kejutan?"


"Biasanya cowok suka kasih kejutan kan sama cewek kalau makan malam, mereka gak akan ngomong gitu!" terangku.


"Halaaahh... buat apa! Kita sudah menikah lama apa masih butuh kejutan?!" ucapnya cuek. Menyebalkan!


Hatiku rasanya kecewa. Yang aku fikirkan berdua bersama Devan adalah hal-hal yang romantis. Penuh dengan kejutan!


-Makan malam romantis.


-Kamar yang di sulap menjadi kamar pengantin.


-Menyatakan cinta di hadapan semua orang.


-Atau seperti yang aku lihat di film, menyelam, lalu dia menyatakan cinta dengan sebuah tulisan di tangannya!


Ada satu lagi!


-Main paralayang dan beberapa orang mengibarkan kain dengan tulisan I Love You di kain terbentang itu!


Kita lihat saja apakah semua fikiranku akan terjadi besok? Masih ada waktu dua hari!


Devan pergi ke kamar mandi untuk membersihakan dirinya, sedangkan aku melanjutkan makan siangku yang tertunda tiga jam!


Ku lirik piring Devan yang masih utuh, sedangkan milikku sudah hampir habis. Ku geserkan piring kosong ku dan menggeserkan milik Devan.


"Devan, punya kamu aku makan ya!" teriakku. Tapi tak ada jawaban dari dalam sana. Aku masih lapar!