DEVANYE. STILL LOVING YOU

DEVANYE. STILL LOVING YOU
Axel-Gio part 166



"Apa yang kalian lakukan?" Tubuh Tiara menegang mendengar suara maskulin di belakangnya. Dia menarik dirinya dari hadapan Gio. Berusaha memaksa untuk bangun dari atas pangkuan pria itu meski tangan Gio masih erat memegang pinggangnya. Tiara sampai mencubit lengan Gio hingga pria itu terpaksa melepaskan Honey Bunny-nya dengan perasaaan tak rela di hatinya. Tiara merapikan bajunya yang sedikit berantakan.


Maaf ya tak ada adegan r*mas atau acara membuka kancing baju. Hanya baju Tiara kusut karena dia tak mau diam tadi saat memeluk Gio dengan erat. Upss....


"Jadi ini yang kalian lakukan saat aku tak ada di kantor? Bukannya bekerja, kalian malah sibuk bercinta?!" Axel berkata dengan kesal sedikit membentak, dia datang untuk bekerja malah melihat dua orang yang sedang di mabuk cinta bermesraan di ruangan kantornya. Tiara tak berani melihat peda Axel yang sepertinya sedang sangat kesal. Baru kali ini dia melhat Axel yang seperti itu.


Gio berdecak kesal, juga heran dengan kedatangan pengantin yang seharusnya seharian menikmati waktunya di kamar dengan istrinya.


Tiara menunduk malu, meremas baju kemejanya. Malu sekali karena Axel melihat dirinya sedang melakukan hal seperti itu dengan Gio. Tatapan matanya terlihat tajam serta dipenuhi perasaan kesal. Ya tentu saja kesal, orang yang diberikan emban kepercayaan malah melakukan hal menjijikan yang seperti itu dengan asistennya. Di kantornya pula!


"Tiara, kembalilah ke ruangan." Ujar Gio kini berdiri di sampingnya. Gio mengelus pundak Tiara memberikan rasa nyaman, namun tak seperti itu yang dirasakan oleh Tiara di dalam hatinya. Dia salah. Dia harusnya tadi menolak saat Gio menariknya. Dasar Gio, Bos Mesum. Sayangnya, dia adalah kekasihnya.


Tiara masih menunduk, hawa dingin yang menyerangnya terasa membekukan hingga ke hatinya, perasaan tak karuan ditatap sedemikian oleh bos yang selalu ramah kini berubah menakutkan. Siapa juga yang tak akan marah jika tempat kerja berubah tempat untuk memadu kasih. Meskipun hanya adegan ciuman yang dia lihat.


"Sana kembali lah ke ruangan, aku akan disini sebentar untuk membahas rapat besok." Tiara mengangguk patuh. Dia lalu pergi dari sana setelah sebelumnya mengangguk dengan sopan kepada Axel.


Dengan cepat Tiara melangkahkan kakinya ke arah pintu. Sebelum menutup pintu itu, Dia melirik ke arah Gio yang kini tersenyum menatapnya, seakan dalam senyum itu mengatakan kalau semua akan baik-baik saja.


Axel berjalan melalui Gio dan kemudian menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke kursi kebesarannya. Kedua tangannya berada pada sandaran kursi, satu tangan terkepal dan satu tangan lagi mengurut pangkal hidungnya cukup keras.


"Apa yang terjadi? Kenapa pengantin masuk kerja? Apa ada masalah?" Gio beralih duduk di hadapan axel. Pria itu tahu juka Axel marah bukan karena dirinya yang bermesraan dengan Tiara.


"Tidak ada. Aku hanya ingin kerja sebelum pergi honeymoon. Dan kau enak-ekanan berduaan bermesraan dsini dan tak melakukan tugasmu dengan baik? Sebaiknya cari tempat lain untuk bermesraan!" Axel mengibaskan tangannya, tanda mengusir.


Gio menatap axel dengan lamat, wajah pria itu terihat sangat kesal. "Apa yang terjadi? kau sedang marah dengan Renata?" pertanyaan Gio membuat Axel menoleh dengan cepat. Apa terlihat kalau memang itu yang terjadi? Bukan marah pada Renata tapi pada keadaan yang pernah menimpa Renata.


"Tidak. kami tidak marahan. Jangan berlagak sok tahu!" ucap Axel kesal.


"Aku bukan sok tahu, aku hanya tahu. Sedari dulu kau tak pernah bisa menyimpan kebohongan dariku. Dan sekarang pun kau marah bukan kareana aku bermesraan dengan Tiara. Ada apa? Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Gio. Axel mendelik kesal ke arah kakaknya itu.


Axel memang tak bisa menyembunyikan apapun dari pria setengah beku ini. Ya... Sebutkan saja setengah beku karena Tiara sudah mencairkan setengah beku yang lain.


"Kenapa?" tanya Gio lagi, kali ini dengan menopang kakinya di atas kaki yang lain.


Axel hanya diam. Apa dia harus menceritakan kisah gagalnya semalam arena Renata histeris? Bukankah itu aib dia dan istrinya?


"Aku bilang tdak ada, ya tidak ada! Kembali lah ke ruanganmu. Aku akan bekerja hari ini!"


"Besok kau juga akan bekerja?"


"Hem..."


"Bukannya kau lusa akan berangkat honeymoon?" tanya Gio.


"Itu kan lusa. Aku akan bekerja hari ini dan juga besok. Lusa kau lagi ayang akan aku titipi perusahaan ini, awas saja kalau kerjaanmu hanya berpacaran dengan Tiara! Dia akan aku kirim ke kantor cabang di kota lain!" ucap Axel dengan dinginnya. Gio memutar bola mata malas..


"Dan aku akan ikuti Tiara ke kota itu."


"Kalau kau berani, aku akan pastikan kau hanya akan jadi satpam disana!"


"Tidak peduli, lagi pula , kemanapun dan jadi apapun aku, aku yakin Tiara pasti akan mendukungku!" ucap Gio bangga. Dia sangat yakin sekali jika Tiara pasti tak akan keberatan jika dia kembali pada kehidupannya dulu yang yak punya apa-apa.


Axel menatap Gio tak suka. Si anti wanita ini sangat bucin dengan kekasihnya hinggarela turn pangkat menjadi satpam. Hehh dasar bucin tingkat dewa!


"Kau yakin kalau Tiara tak akan seperti itu? bagaimana kalau dia hanya dekat denganmu karena kau anggota Aditama? seperti sebelumnya?" Gio terdiam mendengar hal yang seperti itu. Meski dia yakin Tiara tak akan melihatnya karena siapa dia.