DEVANYE. STILL LOVING YOU

DEVANYE. STILL LOVING YOU
Axel-Gio part123



Tiara merasakan pusing di kepalanya. Dia juga merasakan badannya yang hangat seperti meriang, tenggorokannya terasa kering. Dia mengambil lagi botol yang ada di dekatnya dan kembali menenggaknya dengan pelan.


Suara dentuman lagu masih terdengar dengan keras memekakan telinga. Orang-orang yang sedang menari di sana membuat pandangan Tiara terasa berputar. Mungkin ini efek dari dirinya tak pernah menghadiri pesta atau semacamnya.


"Le. Kita pulang yuk!" Ajak Tiara. Dia sudah tak tahan. Rasanya ingin pulang, lalu mandi dan tidur. Mungkin setelah ini dia akan merasakan baik pada tubuhnya.


"Eh. Mau pulang sekarang?" tanya Lea. Ini memang sudah hampir satu jam dari saat mereka datang tadi. Sebenarnya Lea masih enggan untuk pulang. Jarang-jarang dia menghadiri pesta reuni semacam ini.


"Oke aku ke toilet dulu deh. Mau cuci muka biar gak ngantuk!" ucap Alea lalu dia pergi ke kamar mandi tanpa tahu apa yang di alami oleh sahabatnya ini.


Kepala Tiara semakin terasa pusing, bahkan dia harus menopangkan tangannya pada tepian meja supaya tidak terjatuh.


"kamu kenapa Ra?" tanya Delon saat Tiara memegani kepalanya.


"Gak tahu kak. Kepalanya pusing. Mungkin karena aku gak biasa dengan acara rame seperti ini." ucap Tiara.


"Oh... kamu.."


Bruk!!!


Tiara tiba-tiba saja terjatuh, segera Delon menangkap tubuh Tiara yang kini terkulai lemas di dalam pelukannya. Dia tersenyum menyeringai membalas senyuman dari seseorang dari kejauhan sana.


Alea sudah kembali dari toilet, wajah basahnya sudah ia keringkan dengan menggunakan tisu. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Tak ada Tiara disana. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tapi sahabatnya itu tak tahu ada dimana.


"Cari temen kamu itu ya?" Seorang pria mendekat ke aah Alea yang kebingungan.


"Eh iya."


"Tadi dia pamit sama aku, dia di antar saja sama si Delon. Katanya kasihan kamu kalau masih ingin disini. Ntar juga si Delon balik lagi sini kok!" ucap pria itu.


"Oooh ya sudah deh kalau dia mau pulang sama Kak Delon."


"Kamu Lea ya? Aku Miko!"pria itu mengulurkan tanggannya pada Alea.


"Senang kenalan sama kamu!" ucap Miko dengan senyum penuh di bibirnya.


"Senang juga ketemu sama kamu!"


Delon tersenyum senang saat melihat gadis yang ada di hadapannya kini terkulai lemah. Dia tersnyum senang. Saat mengobrol dengan Tiara dia tahu kalau gadis ini masih polos.


"Panaasss....!" Tiara meracau sambil menarik-narik gaunnya bagian atas. Satu tangan yang lain mengipasi wajahnya yang mulai berkeringat.


Panas ... Tak nyaman ... Tiara berguling ke kanan dan ke kiri, Dia sungguh tak nyaman dengan keadaan dirinya yang seperti ini. Apa dia sedang sakit?


Tiara membuka matanya. Dia ingin ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Wajahnya sangat kepanasan sekarang, telinganya juga terasa berdengung.


Dia melihat ada seseorang di dekatnya. Entah siapa, dia tak bisa mengenali wjahnya. Tapi dia bisa melihat postur tubuh pria itu yang jangkung kurus.


"Siapa kamu? Sedang apa kamu di kamarku?" tanya Tiara, dia mencoba untuk bangkit, tapi tak bisa. Tubuhnya lemas sekarang.


"Coba kamu lihat baik-baik, ini dimana? Bukan kamar kamu, sayang! Kita sedang ada di hotel. Kamu gak pernah kan tidur di hotel?" tanya delon sambil membuka satu persatu kancing bajunya.


Tiara melebarkan matanya. Benar ini bukan kamarnya, kamarnya sempit sedangkan disini, kamarnya luas juga indah.


Tiara tertawa, Pria ini tidak tahu saja kalau dia juga pernah menginap di hotel.


"kamu ejek aku atau gimana sih? Walaupun aku kampungan dan gak gaul aku juga pernah tidur di hotel!" racau Tiara tanpa sadar dengan ucapannya. Dia mencoba untuk bangkit kembali dengan menopang berat tubuhnya pada kedua sikunya.


"Oh ya? Dengan siapa?" tanya Delon.


"Bosku! Aku pernah menginap di hotel dengan bosku!"


Delon tertawa dengan keras. Ternyata anak ini tidak polos juga. Dia kira gadis ini polos dan tak tahu dengan hal yang begituan tapi ternyata... ada main dengan bos sendiri.


Ya sudahlah, ini artinya dia tak akan meminta pertanggung jawaban dari dia karena dia sudah pernah melakukannya dengan bosnya. Entah sudah berapa banyak lelaki yang menjamahnya, tapi dia tak peduli.


"Tolong bantu aku! Aku mau ke kamar mandi!" Tiara mengulurkan tangannya, meminta bantuan. Tapi hal itu malah membuat Noah semakin tergoda, dia seperti melihat Tiara yang melambaikan tanganya meminta dia untuk mendekat. Apalagi rok Tiara yang tersibak hingga memperlihatkan pahanya yang putih mulus, gaun hitam itu terlihat kontras di tubuh Tiara dan membuat Tiara semakin menggairahkan.


Delon menarik satu sudut bibirnya, dia bergerak dengan perlahan ke arah Tiara, pelan-pelan dia merangkan naik ke atas kaki Tiara.


"Hei, aku minta tolong kamu buat bangunkan aku, bukan untuk menaiki ku! Aku butuh bantuan untuk ke kamar mandi!" Tiara mendorong bahu Delon sedikit keras, sungguh tak ada tenaga lagi yang dia punya untuk melawan.


Delon semakin melebarkan senyum di bibinya. Dia semakin suka dengan wanita seperti Tiara. Menaklukan gadis yang seperti ini sangat menantang baginya. Akan terasa indah jika wanita iini bisa takluk di dalam peklukannya sebentar lagi!