
"Akh!" Tiara memekik saat Gio dengan kasar mmbawanya masuk ke dalam salah satu kamar hotel yang ada disana. sepanjang perjalanan mereka tadi Gio mencengkeram tangannya dan tak melonggarkan sedikit saja hingga kini tangan Tiara memerah.
Gio mendorong Tiara ke dinding. kedua tangannya mengungkung Tiara yang kini ketakutan melihat amarah pria ini. Apalagi kini mereka berada di dalam kamar. Apa yang akan pria ini lakukan padanya di dalam kamar yang terkunci?
"Pak- Pak Gio, apa yang ak... hummmppp" Mata Tiara membulat saat Gio tiba-tiba saja mendekatkan dirinya dan meyambar bibirnya dengan kasar. Tiara yang tak siap dengan apa yang terjadi terkejut dengan apa yang di lakukan bosnya ini. Dia menggerakkan tangannya dan mendorong dada Gio. Namun, tak bisa. Pria itu malah mendorongnya dan menekannya ke dinding.
Tiara memukul dada Gio, dia sangat takut sekarang.
Gio mengangkat tangannya dan mengambil tengkuk Tiara menekannya, memperdalam ciumannya. Tiara masih mengunci bibirnya rapt-rapat membuat Gio kesal. Dia menggigit bibir bawah Tiara hingga berdarah. Tiara yang merasakan kesakitan disana memekik tertahan. Mendapatkan kesempatan, Gio segera melesakkan lidahnya ke dalam mulut Tiara. Memainkan lidah itu, membawanya menari dengan lincahnya.
Mata Tiara membelalak, dia kehabisan nafas dengan perlakuan pria itu. Pria ini sangat brutal tak membiarkanya bernafas dengan normal.
sadar dengan Tiara yang sulit bernafas Gio melembutkan perlakuannya, dia menaik dirinya hingga tautan bibir mereka terlepas. Tiara segera menarik nafas dalam dan banyak. Paru-parunya terisi denga udara seketika.
Tak menunggu lagi. Gio kembali memagut bibir Tiara. Namun, kali ini dengan lembut, membuat Tiara terhanyut dengan perlakuan pria itu. Si Beku. Si Datar. Si Dingin, kini tak terlihat lagi. Berubah menjadi pria yang penuh kelembutan dan juga hangat membuat Tiara kini terhanyut.
Tiara tak pandai dalam hal berciuman, ini pengalaman pertamanya. Dadanya serasa ingin meledak, menyemburkan kelopak-kelopk bunga-bunga indah dari sana.
Gio kembali menarik dirinya, saat tak merasakan perlawanan Tiara dengan lidahnya. Dia tersadar dengan apa yang dia lakukan, dia akan terima jika gadis ini akan memukul atau menamparnya atas ketidaksopanan dirinya.
"I love You, Tiara." Tiara menatap mata Gio, tatapan mereka saling mengunci satu sama lain. Nafas Gio terengah karena perasaannya yang membuncah.
"Aku suka denganmu. Aku cinta kamu!"
Gio sediri tak menyangka jika akan mengatakan hal itu pada asistennya, entah dia kerasukan setan dari mana, tapi rasa di dalam hatinya lega setelah mengatakan hal itu.
Gio merasa bersalah saat melihat Tiara hanya diam. Apakah dia di tolak?
"Katakan sekali lagi?" Tiara masih merasa tak percaya.
Gio mengkerut di hatinya, melihat ekspresi Tiara yang seperti ini.
"Aku... maaf!" Gio menarik tanganya dari dinding. lepaskan Tiara dari kungkungannya.
"Argghhhtt Apa yang aku lakukan? dasar sial!" Gio berteriak, mengusap rambutnya kasar, dia berbalik dan menendang udara kosong dengan perasaan kesalnya.
Bagaimana aku bisa melakukan hal ini? Aku baru saja melecehkan asistenku sendiri! Apa yang sudah aku lakukan?
Gio merasa kesal dengan dirinya snediri. Di tak tahu dengan apa yang dia lakukan. Tiara hanya gadis polos, jauh dari tipenya, dan sekarang apa yang sudah dia lakukan? Dia baru saja membuat pesta saudaranya kacau, dan yang paling parah dia melecehkan seorang gadis?! Sial!
Gio terdiam saat sepasang tangan kini melingkar dari belakang tubuhnya.
"Katakan sekali lagi, dan aku akan menjawab 'iya'!" nada suara di belakang sana terdengar dengan sedikit bergetar, seperti sedang menahan sesuatu.
Gio terdiam mengartikan apa yang di katakan gadis itu.
Iya?
Gio membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Tiara dengan lamat.
"Aku..." sulit untuk mengeluarkan kata-kata itu lagi, padahal tadi dia mengucapkannya dengan lancar dan tanpa hambatan.
"Aku..." merasa frustasi. Gio menarik rambutnya dengan kasar. Tiara tersenyum dia tahu sedikit cerita tentang Gio dari Axel. Pria ini tak mudah untuk mengutarakan kata hatinya.
"Kalau Bapak sulit untuk mengatakannya, bagaimana kalau aku yang katakan. Aku juga cinta padamu, Pak. maukah kau menerima aku yang tak punya apa-apa?" tanya Tiara. Dia merasa gila sendiri. Tak pernah terpikirkan kalau dirinya yang akan mengatakan cinta dan meminta pria itu untuk menerimanya. Dimana harga dirinya sebagai wanita? Harga diri? Masa bodoh! Dia tak peduli sekarang. Yang ia tahu dia sedang bahagia dan tak ingin melewatkan momen indah ini.
Gio menatap Tiara tak percaya. gadis itu menggantikan dirinya ntuk menyatakan cinta. Gio tersenyum kecut. Merasa sebagai pria dirinya memang payah!
"Bagaimana? Aku tunggu dalam tiga. Dua...." Tiara mulai menghitung menggunakan jarinya.
''Sa..."
"Aku mau. Aku mau menerimamu!" jawab Gio dengan cepat. Dia kemudian mengambil Tiara ke dalam pelukannya. Perasaan hatinya tengah bahagia kini. Bahagia yang bahkan melebihi dari kebahagiaannya dulu. Terlalu bahagia hingga rasanya dia terbang ke surga.
Tiara melingkarkan tangannya ke tubuh Gio, dia tersenyum dan melesakkan kepalanya ke dada pria itu. Merasakan hangatnya dada dan pelukan dari pria yang kini memegang status kekasihnya.
Kekasih? Dia tak lagi jomblo sekarang?
Tiara sampai tak percaya dengan apa yang terjadi. Dia tak lagi jomblo! Berarti mulai malam minggu depan dia akan kencan? Makan malam di luar. Jalan berdua sambil memakan eskrim. Setangkai bunga setiap kali dia datang? Waww....
Gio menarik dirinya dan menciumi wajah Tiara di beberapa tempat. "Terimakasih. Terimakasih Tiara." kembali menciumi wajah gadis itu. pipi, kening, dagu, hidung, dan... bibir Tiara.
Gio menarik dirinya.
"Kau tidak mau aku cium? Kenapa tidak membalasku?" tanya Gio menatap wajah Tiara yang ada di dalam tangkupan kedua telapak tangannya.
Tiara mengalihkan pandangannya ke arah lain, menolak adu tatap dengan pria itu.
"Aku... Aku gak bisa ciuman." jujur Tiara dengan wajah yang semakin memerah. Gio tersenyum dengan lebarnya membuat Tiara yang meliriknya terpesona. Pria beku ini jika tersenyum sangat, sangat tampan!
Sekali lagi Gio mencium Tiara di ujung hidungnya.
"Jadi ini ciuman pertamamu?" tanya Gio dengan bibir masih tersenyum dengan lebar.
"Ciuman kedua!" jawab Tiara. Gio mengubah raut wajahnya jadi kesal. Siapa pria yang menjadi yang pertama untuk Tiara? Dia kira ini ciuman pertama gadis ini. "Karena yang pertama sudah kau rebut tadi dan hampir membuatku mati sesak nafas, Pak!" cerca Tiara menatap Gio dengan kesal. Gio kembali melebarkan senyumannya. Ternyata dirinya...
"Maaf, kali ini aku akan melakukannya dengan hati-hati." ucapan Gio membuat wajah Tiara semakin memerah. Kali ini berarti Gio akan ...
"Ikuti saja alurnya." bisik Gio pelan, lalu kembali mereka saling mendekat untuk merasakan kisah kasih cinta mereka.
Aaahhhhh..... So sweet nya mereka ini...