
"Sudah Pak. Saya sudah menghubungi Restu agar dalam waktu 40 menit dari sekarang bisa tiba di tempat ini, agar bisa bertemu dengan Pak Aaron dan nona Chiara setelah nona Chiara menyelesaikan makan malamnya bersama Pak Aaron. Karena mulai besok Restu sudah mulai bertugas mengantar jemput nona Chiara ke sekolahnya." Zachary langsung memberikan penjelasan kepada Aaron yang tadi sudah memberikan perintah untuk mengaturkan pertemuan antara Restu dengannya dan Chiara.
Chiara yang sudah berjalan di samping Aaron, hanya diam mendengarkan, dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya, berusaha mempercayakan apapun kepada Aaron dan Zachary, yang baginya terlihat berusaha mengaturkan segala sesuatu yang terbaik baginya.
Andai saja mereka masih hidup, papa dan mama pasti akan ikut bahagia, melihat bagaimana sekarang aku dikelilingi oleh orang-orang baik yang begitu perduli padaku. Apalagi om Aaron yang meskipun pendiam, tapi selalu mengutamakan keinginan dan kenyamananku.
Chiara yang sudah berada di dekat meja makan, berkata dalam hati sambil menarik kursi makan untuknya sendiri, dan duduk di sana, sambil menunggu Aaron dan Zachary yang terlihat masih membicarakan beberapa hal lain terkait urusan kantor.
Bu Ida dan Tia, tampak berdiri di sisi lain, di ujung meja makan itu, dan langsung tersenyum dan mengangguk dengan sikap hormat ke arah Chiara, begitu gadis itu memandang ke arah mereka berdua.
Sebentar kemudian, Aaron tampak menarik kursi yang ada tepat di depan Chiara, sedangkan Zachary mengikuti gerakan Aaron, ikut duduk di deretan yang sama dengan tampat Aaron duduk, dipisahkan oleh sebuah kursi kosong.
Sejak menjadi asisten pribadi Aaron, Zachary seringkali memang terbiasa makan bersama dengan Aaron, karena hal seperti itu, Aaron sendiri yang memintanya.
Sudah sejak lama, Aaron selalu makan menyendiri, bahkan dnegan senagaja dia menghindari waktu-waktu makan bersama dengan keluarganya selagi dia bisa menghindar.
Selain Diego yang memang sering menemaninya makan, Zachary adalah orang yang paling sering menemani Aaron dibandingkan dengan siapapun.
Dibandingkan dengan Diego yang hanya sesekali berada bersama Aaron karena Diego sendiri juga sibuk menangani perusahaannya, memang Zachary adalah asisten pribadi Aaron yang boleh dikata hampir setiap saat ada di dekat Aaron, sehingga banyak kegiatan yang dilakukan Aaron bersama Zachary.
Hal itu mau tidak mau membuat hubungan mereka berdua bukan sekedar hubungan bos dan karyawannya, tapi di saat tertentu, hubungan mereka justru lebih mirip seperti dua orang teman dekat.
Melihat bagaimana Aaron yang terlihat santai dengan keberadaan Zachary di meja makan, Chiara jadi tersenyum sendiri, merasa senang karena kembali lagi, Aaron menunjukkan sisi positifnya di depan Chiara, yang membuatnya semakin kagum dan menyukai Aaron.
Sosok laki-laki yang bagi Chiara selain tampan, kaya, tapi juga baik hati dan bijaksana.
# # # # # # #
"Semua jadwal kerjamu, beserta penjelasan detail tentang tugas-tugasmu mulai besok, sudah aku kirimkan melalui pesan di handphonemu." Zachary yang baru saja selesai memperkenalkan Restu sebagai sopir pribadi Chiara, langsung memberikan info kepada Restu tentang jadwal kerjanya selama menjadi sopir Chiara.
"Kalau begitu, kamu boleh pergi sekarang." Zachary mengakhiri kata-katanya pada Restu yang langsung menganggukkan kepalanya dengan sedikit membungkukkan tubuhnya, tersenyum pada Aaron yang duduk di sofa ruang tamu, dan Chiara yang berdiri di samping Zachary, sebagai tanda berpamitan, sebelum benar-benar pergi meninggalkan apartemen itu.
"Aku juga akan segera pulang ke rumah." Aaron yang tadinya duduk sambil memperhatikan bagaimana Zachary memperkenalkan Restu pada Chiara, dan juga menjelaskan tugas-tugas Restu selama menjadi sopir pribadi Chiara mulai besok, langsung bangkit berdiri dan berjalan mendekat ke arah Chiara dan Zachary.
Begitu Aaron mengatakan akan segera pulang, Zachary mengangkat tangan kirinya, dan melihat jarum jam dari jam tangan yang melingkar di tangannya.
"Masih jam 8 malam Om Aaron." Chiara langsung berkomentar, setelah memajukan kepalanya ke depan, dan ikut melihat jam di pergelangan tangan Zachary yang cukup kaget dengan gerakan Chiara yang tiba-tiba mendekatkan kepalanya ke arahnya.
"Eh, iya Nona Chiara. Tapi besok kan Nona masih harus sekolah. Sebaiknya Nona beristirahat sekarang." Zachary berkata sambil melirik Aaron yang dilihatnya sedang ikut memandang ke arah jam di pergelangan tangannya dengan tatapan tajam, meskipun dia tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Bagi Zachary, tatapan mata Aaron sudah cukup membuatnya sedikit mengerti tentang apa yang dipikirkan Aaron tanpa harus laki-laki itu berbicara apapun, bahwa dia kurang suka melihat bagaimana Chiara yang sikapnya terlihat begitu santai pada Zachary.
"Tapi Pak Zac, ini kan belum terlalu malam. Benar kan Om Aaron?" Pertanyaan Chiara dengan nada manja dan cerianya sukses membuat Aaron langsung mengalihkan pandangan matanya dari jam tangan Zachary, yang diam-diam langsung menarik nafas lega, karena fokus Aaron langsung teralihkan kepada Chiara.
“Iya, tapi seperti kata Zachary, lebih baik kamu beristirahat karena kamu besok masih harus pergi ke sekolah pagi-pagi. Apalagi, dibanding dengan rumahmu, dari apartemen ini ke sekolahmu jaraknya lebih jauh. Kamu harus bersiap dan berangkat lebih pagi dibanding biasanya kalau tidak mau terlambat ke sekolah.” Perkataan Aaron membuat Chiara menarik nafas panjang sejenak.
“Tapi Om… tidak bsiakah…. Om Aaron tetap berada di sini untuk beberapa saat lagi? Dan menemaniku?” Chiara berkata lirih samil matany yang sayu memandang ke arah Aaron.
"Kenapa Chiara? Apa kamu merasa tidak nyaman tinggal di apartemen ini?" Aaron langsung bertanya dengna nada terlihat bertanya-tanya, sekaligus terdengar sedikit khawatir.
"Tidak juga Om, cuman biasanya memang aku agak sulit tidur kalau berada di tempat baru." Chiara berkata dengan nada ragu dan wajah memerah karena malu, sambil matanya yang masih terlihat sayu menatap ke arah Aaron, dengan tatapan bingung, karena sebenarnya jujur saja dia tidak ingin dan malu jika sampai dianggap sebagai anak manja oleh Aaron.
Akan tetapi, seperti yang dikatakan Chiara sebelumnya, karena dia begitu jarang pergi keluar dari rumahnya selain urusan sekolah, apalagi sampai menginap di luar karena hampir tidak pernah diijinkan oleh Mona, membuat Chiara tidak terbiasa dengan tempat yang baru dan tidur di tempat baru, meskipun tempat seperti apartemen Aaron ini, adalah tempat yang sangat nyaman untuk ditinggali.
"O, maaf, aku tidak tahu tentang itu." Aaron berkata pelan sambil memandang ke arah Chiara yang tampak gelisah.
"Oke, aku akan menemanimu sebentar lagi, sekalian aku mau membahas tentang kuliahmu. Kamu sudah kelas dua sekarang, jurusan mana yang ingin kamu ambil, universitas mana yang kamu pilih, Zachary bisa membantumu untuk menyiapkannya sejak sekarang." Dengan wajah datar, Aaron berkata kepada Chiara yang langsung tersenyum senang, membuat Zachary ikut tersenyum, meskipun wajahnya terlihat sedikit bingung dengan keputusan Aaron barusan.