
Ternyata berat sekali melepaskan orang yang kita cintai untuk pergi jauh dari kita. Apalagi waktunya cukup lama. 4 tahun... rasanya berat sekali harus berpisah dari om Aaron selama 4 tahun ke depan.
Chiara berkata dalam hati dengan wajah sendunya.
Chiara menarik nafas dalam-dalam sambil menahan airmatanya keluar, begitu melihat Aaron dan Diego yang berjalan menjauh darinya, mulai memasuki area bandara yang tidak lagi diperbolehkan untuk para pengantar masuk ke area itu.
Beberapa kali Diego terlihat menoleh sambil melambaikan tangannya ke arah para pengantarnya dengan senyum tersungging di bibirnya.
Akan tetapi Aaron hanya menoleh tidak lebih dari dua kali, untuk selanjutnya dia berjalan lurus tanpa menoleh kembali, agar hatinya tidak lagi goyah, dan dia sendiri tahu, dia pasti tidak akan tahan jika harus melihat wajah Chiara yang menunjukkan aura tidak rela melepasnya pergi ke Amerika.
Sarah hanya bisa memandang kepergian Aaron dengan pandangan sayu. Entah kenapa, Sarah merasa kepergian Aaron kali ini tidak seperti dia kuliah dulu.
Meskipun dulu Aaron kuliah di Amerika, tapi beberapa bulan sekali dia akan pulang ke Indonesia saat waktu libur tiba.
Tapi kali ini Sarah bisa merasakan ada sesuatu yang akan membuat Aaron tidak akan mengambil kesempatan untuk berkunjung ke Indonesia sampai 4 tahun ke depan.
Dan pemikiran itu membuat Sarah merasa cukup sedih, karena meskipun Aaron adalah anak tirinya, Sarah begitu menyayangi Aaron seperti anaknya sendiri, dan seringkali juga merasakan rindu saat putra sulungnya itu pergi untuk waktu yang cukup lama.
Apalagi sekarang ada Chiara, dimana seharusnya Aaron lebih sering untuk pulang, paling tidak untuk melihat keadaan Chiara sebagai suami yang baik dan bertanggung jawab.
"Ayo kita kembali sekarang..." Johnson yang melihat bahwa baik Sarah dan Chiara terlihat tidak ada niat untuk pergi meskipun sosok Aaron dan Diego sudah tidak lagi terlihat, akhirnya mengajak mereka untuk pergi meninggalkan area bandara.
"Ah... ya... Ayo Chiara, kita pulang." Sarah berkata sambil meraih lengan Chiara, menggamitnya, dan mengajak Chiara untuk pergi bersamanya.
Chiara langsung tersenyum mendengar ajakan dari Sarah yang terlihat begitu perhatian padanya.
Untuk saat ini, Chiara cukup merasa bahagia karena pernikahannya dengan Aaron, membuatnya memiliki kesempatan untuk merasakan lagi kasih sayang seorang ibu yang sudah lama hilang dari hidupnya karena kecelakaan maut yang sudah merenggut nyawa kedua orangtuanya 5 tahun lalu.
# # # # # # #
Aaron yang sudah berpisah jalan dengan Diego, langsung menelpon ke kantor dan meminta salah satu sopir yang biasa menjadi sopirnya selama dia di Amerika untuk menjemputnya di bandara.
Sedang Diego sendiri sudah dijemput oleh sopir keluarganya yang memang tinggal di Amerika.
Keluarga Diego sendiri, termasuk Brenda yang sempat menjadi bridesmaid di acara pernikahan Aaron dan Chiara, masih berada di Indonesia karena mereka ingin berlibur sebentar ke beberapa temapt wisata di Indonesia sebelum mereka kembali ke Amerika.
"Kita kemana Tuan Aaron?" Ron, sopir Aaron segera bertanya kepada Aaron kemana tujuan mereka begitu Aaron duduk di bangku penumpang, di mobil Lamborghini berwarna merah yang merupakan warna favorit dari Aaron.
Jika orang lain, setelah melakukan penerbangan dengan jarak yang cukup jauh dan waktu yang cukup lama pasti ingin beristirahat sebentar, sebelum melakukan aktifitas mereka terutama karena efek jetlag yang pastinya membuat orang tidak nyaman, akan tetapi Aaron, selalu saja memilih untuk langsung pergi ke kantornya, dan memulai pekerjaannya.
Hal itu sudah menjadi suatu kebiasaan dari Aaron yang sudah dimengerti oleh Ron sebagai sopir pribadi Aaron selama Aaron ada di Amerika.
Dan hebatnya, meskipun baru saja melakukan perjalanan jauh, Aaron tetap saja terlihat segar dan tidak ada kesan lelah sedikitpun di wajah tampannya, membuat Ron semakin tidak habis pikir.
Begitu Aaron melangkah memasuki pintu masuk gedung perkantoran miliknya, pegawai di bagian front office yang mengenalnya langsung membungkukkan sedikit tubuhnya dengan sikap hormat, begitu juga para pegawai yang kebetulan mengetahui siapa Aaron sebenarnya.
Karena jarangnya Aaron berkunjung di kantor cabangnya yang ada di Amerika, membuat tidak semua pegawai di tempat itu mengenalnya dengan baik, kecuali bagian front office yang sejak awal memang diberikan pengetahuan detail tentang orang-orang penting di perusahaan ini, dan yang pasti juga pengetahuan tentang Aaron Malverich, pemilik Grup Malverich, dengan posisi jabatan tertinggi di tempat itu.
"Selamat siang Tuan Malverich." Sapaan hangat dari dua petugas front ofice langsung disambut dengan sebuah anggukan tanpa senyum oleh Aaron yang langsung berjalan ke arah lift agar bisa segera memasuki kantor miliknya yang ada di lantai paling atas dari gedung perkantoran Malverich itu.
Bagian front office segera memberikan info kepada pimpinan lain begitu Aaron sudah memasuki lift.
Kedatangan Aaron yang sebelumnya memang sudah direncanakan sehingga diketahui oleh para jajaran pimpinan tempat itu, membuat mereka segera menyiapkan diri untuk menemui Aaron dan membuat jadwal temu dengan Aaron agar mereka bisa membahas masalah pekerjaan mereka.
Selama ini, tidak banyak kesempatan yang dimiliki para pimpinan di tempat itu untuk bisa berkomunikasi langsung dengan Aaron, membuat mereka berlomba-lomba mengatur jadwal mereka untuk dapat menemui Aaron secara pribadi untuk menunjukkan kinerja mereka.
Angelina sendiri begitu mendengar tentang kabar kedatangan Aaron, langsung menyunggingkan senyumnya sebelum dia keluar dari kantornya sendiri untuk bisa segera menemui Aaron.
# # # # # # #
Hal pertama yang dilakukan Aaron ketika sampai di kantornya adalah melepaskan overcoat yang dikenakannya dan menggantungnya di gantungan mantel yang ada di dekat pintu masuk kantornya.
(Overcoat adalah adalah jenis mantel panjang yang dimaksudkan untuk dipakai sebagai pakaian terluar, yang biasanya meluas di bawah lutut. Mantel paling sering digunakan di musim dingin ketika kehangatan lebih penting.
Overcoat adalah baju panjang yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan untuk melindungi tubuh agar tetap hangat, dan sekaligus bagian dari gaya busana. Mantel dipakai sebagai pakaian luar. Pada musim dingin sering dipakai setelah pemakaian rompi, setelan jas, cardigan, baju hangat, hingga seragam militer.
Overcoat biasanya berlengan panjang dan memiliki bukaan di depan yang bisa ditutup dengan kancing atau ritsleting, velcro, sabuk, atau kombinasinya. Sebagai hiasan, mantel sering diberi kerah dan epolet. Mantel segala cuaca dibuat dari tekstil sintetis yang tahan air, sementara mantel musim dingin dibuat dari kain wol. Overcoat dari kulit dan bulu binatang disebut mantel bulu.
Ukuran panjang overcoat lebih panjang dari jaket pada umumnya, biasanya hingga sampai di bawah lutut).
Untuk beberapa saat setelah duduk di kursi kerjanya, Aaron yang meletakkan handphonenya di atas meja yang ada di depannya terus menatap ke arah handphone itu tanpa berkedip dengan pikiran kacau.