Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEMARAHAN ANGELINA



"Apa alasanmu hingga membuatmu nekat melakukan hal seburuk itu pada kami?" Angelina berkata sambil menatap tajam ke arah Mark.


"Karena aku sangat mencintaimu Angelina...." Dengan suara pelan, namun dengan penuh perasaan, Mark berkata kepada Angelina yang langsung menarik nafas dalam-dalam sambil mengacak rambutnya dan mengalihkan pandangan matanya dari Mark.


"Itu bukan alasan untuk membuatmu berhak menjadi seorang pengkhianat." Tanpa menatap ke arah Mark, Angelina langsung memotong perkataan Mark, yang sedang mengungkapkan isi hatinya pada Angelina.


Sebenarnya, Angelina cukup sadar tentang siapa saja pria di sekelilingnya yang menaruh rasa cinta padanya, termasuk Mark.


Hanya saja, selama ini hati Angelina yang terlalu mencintai Aaron, belum bisa terbuka dengan kehadiran pria lain.


"Aku tidak bisa melihatmu terus menderita, melihatmu hampir setiap hari menyendiri dan mabuk-mabukan setiap malam.... Aku juga ikut menderita melihatmu yang seperti itu...."


"Aku tidak mau mendengar pembelaan dirimu Mark! Itu bukan alasan yang tepat untuk menjadikanmu sebagai seorang pengkhianat! Apa kamu tahu tindakanmu itu bukan hanya menyakiti Aaron, tapi juga membahayakan orang lain! Benar-benar egois! Apa kamu tidak sadar, bukan hanya Aaron dan orang-orang di kelompok kita, tindakanmu juga membahayakan aku sebgai salah satu anggota kelompok mutan di tempat ini. Dan itu yang kamu jadikan alasan menjadi pengkhianat? Kamu mengatakan mencintaiku, tapi justru kamu membuatku dan yang lain dalam bahaya!" Angelina berkata dengan wajahnya yang terlihat masih begitu marah, yang dengan gerakan cepat membalikkan tubuhnya, berniat menjauh dari Mark.


"Aku tidak percaya karena cinta orang bisa menyakiti orang yang dicintainya." Angelina kembali mengungkapkan kekecewaannya sebelum memutuskan pergi meninggalkan Mark yang tampak terpukul setelah melihat reaksi dan kata-kata Angelina.


"Maafkan aku Angelina...." Suara lirih Mark tidak lagi diperdulikan oleh Angelina yang langsung kembali mengubah tubuhnya menjadi genangan air dan langsung pergi menghilang melalui sela-sela pintu apartemen Mark, meninggalkan Mark yagn amsih termangu di tempatnya.


Mark sungguh tidak menyangka kalau tindakan yang dia pikir untuk menunjukkan bukti cntanya, dan berharap bisa membuat Angelina melabuhkan hati kepadanya, ternyata justru membuat Angelina begitu kecewa padanya.


# # # # # # #


Kemana perginya George? Kenapa aku tidak bisa menghubunginya sama sekali? Apa dia juga sudah tahu tentang kejadian ini? Tapi kenapa dia tidak memberitahuku jika memang dia sudah lebih dahulu mengetahui tentang pergerakan Aldrich?


Angelina bertanya-tanya dalam hati setelah berulang kali gagal untuk menghubungi George.


"Jack, ajak beberapa teman kita untuk segera menangkap Mark. Dia sudah mengkhianati kita dan memberitahukan keberadaan kita kepada kelompok Aldrich Jangan biarkan dia lari. Bagaimanapun caranya, bawa dia ke basecamp kita dan awasi dengan ketat. Dan kamu Steve, segera aturkan tiket penerbangan ke Indonesia untuk semua anggota kelompok kita, termasuk Mark. Sepertinya kali ini kita harus benar-benar bertarung secara terbuka dengan kelompok Aldrich. Persiapkan diri kalian dan yang lainnya." Begitu Angelina pergi meninggalkan apartemen Mark, gadis cantik itu segera melakukan panggilan video conference dengan Jack dan Stev.


(Tahun 2020 adalah tahun dimana pandemi merebak secara global yang membuat banyak perusahaan meniadakan kegiatan perkantoran normal dan hampir semua pekerja telah bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Ini juga yang membuat banyak aplikasi teleconference menjadi booming karena hampir seluruh penduduk dunia menggunakan aplikasi meeting online untuk tetap terhubung.


Perangkat lunak video conference menjadi kebutuhan yang mengalami demand yang tinggi sebagai satu- satunya alternatif yang paling aman dan terbukti dapat diandalkan dibandingkan untuk tetap ke kantor ditengah wabah. Peserta rapat online meeting ini hanya memerlukan aplikasi pilihan video conference yang terinstal dan koneksi internet.


Selain itu video conference juga mampu mengatasi masalah geografis karena setiap orang bisa terhubung tanpa harus memikirkan jarak. Permasalah komunikasi dapat terpecahkan dan pekerjaan juga dapat dikirim melalui email.


Angelina sengaja dengan cepat melakukan meeting dadakan bersama Jack dan Steve, untuk mengatur stategi yang harus mereka jalankan setelah tahu tentang Aldrich yang sudah mendapatkan banyak info penting dari Mark terkait kelompok mereka dan siapa mask men sebenarnya.


Apalagi dari pembicaraan Mark di telepon tadi, Angelina bisa mendengar kalau Aldrich bahkan sudah berhasil menyandera Chiara.


Aku benar-benar tidak mengerti dengan cara berpikir Mark, bisa-bisanya dia melakukan hal seperti ini. Apa dia ingin jatuh banyak korban? Apa dia tidak tahu bagaimana kejamnya Aldrich? Benar-benra bodoh. Dan beraninya dia mengatasnamakan cinta untuk mencelakakan banyak orang. 


Angelina terus mengomekl dalam hati sambil terus memberikan perintah pada Jack dan Steve tentang rencana mereka menyusul Aaron.


Sedangkan untuk George yang melihat pergerakan Aldrich dan kelompoknya ke Indonesia, tanpa memberitahukan kepada siapapun, karena sedang mencurigai Angelina sebagai pengkhianat, segera melakukan penerbangan ke Indonesia untuk dapat menemui Aaron.


# # # # # # #


“Apa maksudnya semua ini? Kenapa jadi Mark yang kalian tuduh sebagai pengkhianat?” Pertanyaan George membuat Angelina tersadar dari lamunannya tentang peristiwa bagaimana dia mengetahui Mark sebagai informan dari kelompok Aldrich.


“Tanyakan saja sendiri pada yang orangnya.” Angelina menjawab pertanyaan George dengan sedikit ketus, karena merasa masih kesal dengan kata-kata George yang sudah berani menuduhnya sebagai pengkhianat.


“Mark? Apa maksudnya semua ini?” George bertanya sambil menatap lurus ke arah Mark yang mau tidak mau mengangkat wajahnya untuk bisa menatap ke arah George yang sedang mananti jawabannya.


“Maaf George, aku memang bersalah. Memang aku yang memberitahukan pada salah satu kaki tangan Aldrich info detail tentang Aaron, termasuk siapa mask men dan istrinya.” Mendengar perkataan Mark, dengan cepat George bergerak ke arah Mark, mencengkeram kerah pakaian Mark, dan menggerakkan tangannya, bersiap meninju wajah Mark dengan tangannya yang terkepal erat.


Tindakan George membuat semua yang ada di sana memandang mereka dengan wajah tegang, termasuk Angelina, yang tidak menyangka kalau seorang George akan semarah itu.


“George hentikan….” Aaron dengan cepat menahan tinju George yang sudah berjarak 5 cm dari wajah Mark yang terlihat pasrah, tidak melawan sama sekali.


“Aaron! Gara-gara dia, semua orang di kelompok kita dalam bahaya. Bahkan nasib Chiara yang sekarang ada di tangan Aldrich, kita tidak tahu apakah dia dalam keadaan baik-baik saja. Apa kamu akan membiarkan dia yang sudah mengkhianati kita begitu saja? Seolah tidak terjadi apa-apa?” George berkata dengan nada penuh emosi, meskipun dia menuruti perintah Aaron untuk menghentikan niatnya memukul wajah Mark.


Mark sendiri terlihat lesu dan merasa bersalah sudah menimbulkan kekakacauan ini.


Mark sadar dia tidak bisa menyalahkan kemarahan George, karena sebenarnya dia juga yang sudah menghalangi beberapa orang anggota kelompok mereka yang biasa bertugas mencari info dan mengawasi gerak-gerik Aldrich, sehingga George sempat kehilangan info tentang Aldrich yang sudah terbang bersama kelompoknya ke Indonesia.