Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KAMAR UNTUK CHIARA



"Mama senang sekali melihatmu datang kemari Chiara, sayangnya, mama tidak bisa tinggal lama. Karena ada acara penikahan anak teman mama yang harus mama hadiri malam ini." Sarah berkata dengan nada menyesalnya, karena di hari kepindahan Chiara, dia justru ada acara penting yang tidak bisa ditundanya, membuatnya tidak bisa berlama-lama dengan Chiara dan Aaron di hari pertama Chiara akan tinggal di apartemen ini.


Sebenarnya Sarah sudah meminta kepada Aaron untuk kepindahan Chiara digeser harinya, kemarin atau besok, tapi karena Aaron memiliki alasannya sendiri, dan juga Chiara adalah calon istrinya, Sarah memilih untuk mengalah, menyempatkan diri untuk datang menyambut Chiara, meskipun hanya bisa sebentar, sebelum dia sendiri pergi menghadiri pesta pernikahan anak temannya.


"Besok mama akan mampir kesini. Apa yang kira-kira kurang di tempat ini, kamu bisa mengatakannya pada mama, besok akan mama bawakan." Perkataan Sarah membuat Chiara sedikit tertegun.


Setelah berapa lama ini dia kehilangan sosok mamanya, sekarang berdiri seorang wanita cantik seusia mamanya yang sikap dan perkataannya membuat rasa rindu terhadap kehadiran sosok seorang mama sedikit terobati.


Sejak pertemuan mereka, Sarah terlihat begitu ramah dan berusaha untuk dekat dengan Chiara, dan itu membuat Chiara merasa nyaman berada di tengah-tengah keluarga Aaron meskipun mereka baru bertemu.


Sama seperti Zachary, Sarah berharap Chiara bisa menjadi gadis yang membuat Aaron bahagia dan tidak menyendiri dalam dunianya.


"Ah, ya Ma, terimakasih banyak. Kalau memang ada, Chiara akan segera beritahukan pada Mama." Sarah langsung tertawa kecil, merasa senang melihat sikap ceria Chiara, dan membuat hubungan mereka tidak kaku, seperti orang yang belum lama saling mengenal pada umumnya.


Justru sikap Chiara yang apa adanya dan terlihat sering tersenyum, membuat hubungan mereka tampak akrab.


Dan tanpa sadar, dari tempatnya berdiri, Grayson terus mengamati Chiara, dan sesekali ikut tersenyum bersama yang lain, tidak menunjukkan sikap sinis seperti yang dia lakukan pada Aaron.


"Oke, kalau begitu mama dan papa pulang dulu. Aaron, jangan pulang terlalu malam, biar Chiara bisa beristirahat. Besok dia masih harus masuk sekolah. Lagipula, hubungan kalian baru sah minggu depan, bukan hari ini. Harap bersabar ya sampai minggu depan." Sarah berkata sambil tersenyum ke arah anak tirinya yang terlihat tanpa ekspresi itu.


"Ya Ma." Dengan suara datar, Aaron langsung menjawab perkataan dari Sarah.


Malam ini memang Aaron berencana untuk segera pulang setelah urusannya menata kamar Chiara selesai, karena dia juga ingin memberi waktu pada Chiara untuk menyesuaikan diri tinggal di tempat barunya, tanpa harus merasa terganggu dan canggung karena keberadaannya di atap yang sama, meski jika dia menginap di apartemen itu, mereka akan berada di kamar yang berbeda.


"Sampai besok Chiara, tidurlah yang nyenyak malam ini. Kalau ada yang kurang beres dilanjutkan besok saja, masih ada banyak waktu." Sarah berkata sambil menggandeng tangan Johnson, mengajaknya untuk segera meninggalkan apartemen Aaron, karena mereka harus menghadiri pesta malam ini.


Sedang Grayson, seperti biasanya, tanpa menyapa dan berpamitan dengan Aaron, dia yang tadi datang dengan mengendarai mobil milik orangtuanya, langsung berjalan mengikuti kedua orangtuanya, tidak melihat ke arah Aaron sedikitpun, membuat Zachary melirik sekilas ke arah Grayson sambil menahan nafasnya, merasa ikut tidak terima melihat bagaimana cara Grayson memperlakukan Aaron.


Setelah itu Zachary melirik ke arah Aaron yang dilihatnya terlihat tetap tenang dan dingin seperti biasanya, seolah tindakan Grayson tidak berpengaruh sedikitpun padanya, meskipun jika orang normal, jika selalu diabaikan seperti itu pasti akan merasa tersinggung.


"Ayo kita lihat kamarmu Chiara." Aaron berkata sambil berjalan ke arah bagian dalam apartemennya, diikuti Chiara sendiri dan Zachary.


Begitu sampai di salah satu pintu kamar, dan membukanya, Chiara langsung tersenyum dengan mata terbeliak.


Interior kamar yang diaturkan Aaron untuknya sungguh membuat Chiara merasa sangat senang.


Dinding, beberapa perabot seperti tempat tidur bersama spreinya, cat di dalam kamar itu didominasi oleh warna biru muda dan merah muda, dua warna kesukaan Chiara.


Dan perpaduan warna itu membuat suasana kamar itu terlihat begitu cerah dan ceria, seolah menggambarkan sifat calon penghuni kamar itu, Chiara yang selalu terlihat bersemangat dan ceria dengan wajah cantiknya yang terlihat mungil.


"Wah.... cantik sekali kamar ini Om Aaron..." Chiara berkata sambil matanya memandang ke sekelilingnya dengan begitu antusias, apalagi saat melihat sebuah jendela besar berbentuk L di sudut kamarnya, yang menunjukkan pemandangan kota itu dari atas.


"Semoga desain kamar ini sesuai dengan seleramu." Aaron berkata sambil matanya ikut melihat ke arah sekeliling kamar itu, memastikan tidak ada yang cacat, atau kurang rapi, karena sebenarnya, baru tadi siang, penataan kamar yang akan ditempati Chiara itu selesai dilakukan oleh desainer interior yang disewa oleh Aaron.


(Desainer interior adalah seseorang yang melakukan pekerjaan perancangan interior. Desain interior tidak sama dengan dekorasi. Jika arsitektur digambarkan sebagai seni dan ilmu mendesain struktur untuk interaksi manusia).


"Aku suka sekali Om Aaron. Aku tidak menyangka kalau Om Aaron akan mendesainnya sesuai dengan warna kesukaanku. Omong-omong, darimana Om Aaron tahu kalau aku begitu menyukai warna biru dan merah muda?" Pertanyaan Chiara membuat Aaron langsung berdehem pelan.


"O... masalah itu.... Zachary yang mengatakan padaku, biasanya para gadis suka warna itu." Aaron berkata sambil melirik ke arah Zachary yang hanya bisa meringis sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, terpaksa setuju dan mengiyakan perkataan Aaron.


Wah... pak Aaron ini.... Jelas-jelas sejak beberapa hari lalu sibuk memintaku mencari info detail tentang kesukaan Nona Chiara, termasuk warna kesukaannya, bisa-bisanya mengatakan kalau itu ide dariku. Kenapa pak Aaron tidak mau mengakuinya ya? Jadi seperti orang yang malu-malu kucing saja pak Aaron ini. Nona Chiara benar-benar membuat sisi lain dari pak Aaron terus bermunculan.


Zachary berkata dalam hati tanpa berani menyangkal apa yang dikatakan oleh Aaron.


"O ya? Pak Zac ternyata benar-benar mengerti tentang selera para gadis, pastin sebelum menikah, Pak Zac sering bergonta ganti kekasih ya...?" Chiara berkata sambil tangannya sedikit bergerak, berencana memukul kembali bahu Zachary, untungnya, Chiara langsung tersadar dan teringat dengan pembicaraannya bersama Zachary tadi di lift.


Zachary yang melihat gerakan tangan Chiara, hampir saja memundurkan kakinya dengan wajah kaget, tapi begitu Chiara menghentikan gerakannya, Zachary langsung meringis sambil menarik nafas lega.