Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
EMOSI YANG MENGHILANG DENGAN TIBA-TIBA



“Om… Om… Aaron….” Chiara berkata dengan suara yang terbata-bata, dengan wajah tidak percayanya, matanya membulat sempurna sambil menatap lurus ke arah Aaron.


“Hati-hati dengan apa yang kamu pegang. Ini bisa melukaimu.” Aaron berkata sambil tangannya yang tadi menyalakan lampu, meraih lampu meja yang tadinya akan dipukulkan Chiara ke arah Aaron.


Aaron meraih lampu itu tanpa melepaskan cekalan tangannya di tangan Chiara, dan langsung meletakkan kembali lampu itu di atas meja, baru dengan sikap terlihat enggan Aaron melepaskan cekalan tangannya pada pergelangan tangan Chiara.


“Om Aaron….” Tanpa berpikir panjang, setelah sadar dari rasa kagetnya, Chiara kembali memanggil nama Aaron dengan tatapan matanya yang berkaca-kaca karena haru, dan langsung bergerak cepat, memeluk tubuh Aaron, tanpa memberikan kesempatan pada Aaron untuk mencegah tindakannya.


Chiara tidak perduli lagi dengan apapun, yang pasti, setelah lewat setahun tanpa pernah mendengar kabar ataupun tahu sosok Aaron yang tidak pernah membalas pesannya kecuali kemarin malam, saat ini Chiara ingin memeluk Aaron untuk melepaskan rasa rindunya, dan juga kegalauan hatinya akibat peristiwa semalam, bahkan yang berlanjut sampai sepanjang hari ini.


Chiara… my little girl… my most beautiful wife.


Aaron berkata dalam hati sambil menahan nafasnya.


Jujur saja, Aaron tidak menyangka dengan reaksi Chiara yang langsung memeluknya dengan begitu erat, yang menunjukkan bahwa gadis itu begitu menantikan kedatangannya, apalagi Aaron bisa melihat dnegan jelas bagaimana gadis kecilnya itu ternyata begitu merindukannya.


Membuat semua amarah dan rasa kesal di hati Aaron tiba-tiba saja menguap, hilang entah kemana, dan menyebabkan dengan kesadaran penuh, Aaron menyebutkan nama Chiara dalam hati dengan lembut dan mesra.


Rasa sakit di dadanya, dan juga panas yang sempat timbul karena Brandon kemarin, yang menyebabkan darahnya mendidih, tiba-tiba digantikan dengan rasa damai dan hangat yang mengalir di dadanya, mendinginkan kepalanya dengan seketika itu juga.


Padahal karena rasa panas di dadanya akibat cemburu yang dirasakannya, dengan tidak perduli, tengah malam kemarin dia membangunkan Zachary dari tidur nyenyaknya.


Dan memberikan puluhan tugas kepada Zachary, termasuk salah satunya mengaturkan penerbangan untuknya malam itu juga dengan menggunakan jet pribadinya, dan mengaturnya dengan pihak bandara dengan cepat.


Dan saat ini, Chiara bukan hanya memeluk Aaron dengan sangat erat, namun juga sangat lama, membuat Aaron harus beberapa kali menahan nafas, dan berusaha keras mengendalikan detak jantungnya yang menggila karena pelukan Chiara pada tubuhnya.


Setelah setahun berpisah, Aaron bisa merasakan bagaimana perubahan tubuh Chiara yang semakin dewasa, sehingga pelukan Chiara sekarang dan tahun lalu, jika Aaron membandingkannya, semakin membuat tubuhnya terasa panas dingin, karena pelukan itu benar-benar mengikis jarak diantara mereka berdua sekarang.


Apalagi dengan polosnya, Chiara memeluk Aaron begitu kuat, sehingga dengan sempurna tubuh bagian depan mereka saling menempel, membuat Aaron benar-benar harus menahan tubuhnya agar tidak bereaksi berlebihan, mengakibatkan adanya keringat dingin yang tiba-tiba menetes di kening Aaron karena merasa udara di sekitarnya terasa begitu gerah.


“Om Aaron… maaf kalau masalah foto kemarin sudah membuat om Aaron marah.” Chiara berkata sambil melepaskan pelukannya kepada Aaron, dengan wajahnya yang terlihat memerah karena malu, baru sadar bahwa dia baru saja memeluk Aaron dengan begitu erat dan begitu lama, bahkan sempat membasahi kemeja yang dikenakan Aaron dengan keringat dinginnya yang tadi sempat keluar karena ketakutan, sekaligus airmata harunya karena tidak menyangka dengan kedatangan Aaron yang tiba-tiba.


"Aku tidak marah." Aaron berkata selirih mungkin karena saat ini dia merasakan tenggorakannya yang sedikit tersekat, karena begitu eratnya pelukan Chiara ke tubuhnya.


Dan bagaimana bisa Aaron mengatakan dia marah, sedang pelukan Chiara saat ini sudah membuat hatinya langsung meleleh.


Kehadiran Aaron saat ini membuat Chiara merasa seperti bermimpi, tapi kehangatan tubuh Aaron yang baru saja dipeluknya, membuat Chiara sadar bahwa ini bukan sekedar mimpi.


Aaron baru menyadari tinggi badan Chiara memang bertambah setelan benar-benar tepat berdiri di hadapan istri kecilnya itu.


Setahun yang lalu, tinggi Chiara masih sebatas dadanya, dan sekarang, hampir menyentuh dagunya.


"Tentu saja bertambah tinggi Om, masak aku bertambah pendek? Tapi Om....?" Dengan nada ceria Chiara menanggapi perkataan Aaron, tapi sebentar kemudan menghentikan bicaranya, memandang ke arah tubuh Aaron tanpa berkedip.


"Kenapa?" Aaron bertanya sambil sedikit menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah Chiara.


Aaron cukup tersentak ketika tiba-tiba saja kedua tangan Chiara memegang kedua lengannya bagian atas dengan erat, bahkan setelah itu tangan kanan Chiara tanpa merasa canggung memegang pinggang Aaron.


"Om... kenapa Om jadi jauh lebih kurus dari setahun yang lalu?" Dengan wajah penasarannya, Chiara bertanya kepada Aaron yang harus mengalami shock pada jantungnya karena tindakan Chiara pada tubuhnya.


"Ehem...." Aaron berdehem pelan, sambil menelan ludahnya, sebelum menjawab pertanyaan Chiara.


"Mungkin itu hanya perasaanmu saja Chiara." Aaron berusaha menjawab dengan sikap setenang mungkin.


"Masa sih? Aku yakin Om Aaron sekarang jauh lebih kurus." Chiara berkata pelan, dan tidak disangka-sangka oleh Aaron, Chiara menggerakkan kedua tangannya diantara lengan dan pinggang Aaron.


Dan secara tiba-tiba, Chiara mengelus-elus kedua pinggang Aaron, lalu kembali memeluk Aaron yang harus menahan nafasnya dengan seketika karena dada Chiara yang kembali menempel di tubuhnya.


Chiara.... kamu ini benar-benar bisa membuatku mati muda karena terkena serangan jantung. Akh... tindakanmu ini benar-benar bisa membuatku lupa diri.... Fokus Aaron! Fokus! Pikirkan hal lain sekarang! Jangan terpancing! Kendalikan dirimu dengan baik!


Aaron berteriak dalam hati, berusaha keras untuk mengontrol pikirannya yagn sudah mulai berkelana kemana-mana, akibat sentuhan tangan Chaira ke pinggangnya tadi, juga karena bagian tubuh Chiara yang baginya tidak seharusnya menempel begitu erat ke tubuhnya untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 5 menit, membuat sesuatu yang ada pada diri Aaron memberontak, ingin bangkit dari tidurnya.


"Benar kan, Om Aaron bertambah kurus. Dari pelukannya saja sudah ketahuan kalau Om Aaron bertambah kurus dibandingkan tahun lalu. Ya kan Om?" Chiara berkata sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Aaron dengan wajah tidak bersalahnya, membuat Aaron benar-benar mati kutu saat ini.


Aaron sendiri, langsung sedikit mengalihkan wajahnya dari Chiara sambil menarik nafas lega, karena Chiara sudah menjauhkan diri darinya sebelum Aaron khilaf, dan berakhir dengan meminta haknya sebagai suami kepada Chiara.


My little girl... bisa-bisanya kamu memastikan kalau aku bertambah kurus dengan cara seperti itu. Hah... benar-benar membuat aku tidak bisa berkata-kata melihat sikap dan tingkah polosmu itu.


Aaron berkata dalam hati sambil menggerakkan tubuhnya, berbalik ke arah bagian dalam apartemen.


"Kenapa kamu heboh sekali? Umum kan orang bertambah gemuk atau kurus?" Aaron berkata sambil menjauhkan tubuhnya dari Chiara untuk bisa menenangkan detakan jantungnya yang menggila, lalu berjalan ke arah bagian dalam apartemen, diikuti oleh Chiara yang sejak melihat kedatangan Aaron terus menyungingkan senyum bahagianya tanpa henti.