
"Kalau begitu Om Aaron keluar dulu ya, biar aku berganti pakaian." Aaron belum lagi mengucapkan apapun untuk menanggapi perbuatan Chiara pada pipinya, Chiara sudah mendorong tubuh Aaron untuk keluar dari kamar itu.
Dan seperti kerbau dicocok hidungnya, Aaron dengan begitu penurutnya langsung keluar dari pintu kamar yang segera ditutup kembali oleh Chiara.
"Yes! Akhirnya!" Chiara berteriak kecil sambil mengepalkan kedua tangannya dan menaik turunkan di depan dadanya.
"Om Aaron mencintaiku!"
"Dia mencintaiku!"
"Dan ini bukan mimpi!"
"Aku juga mencintaimu Om Aaron!"
"Sangat mencintaimu!"
"Muach!" Chiara mengucapkan semua kata-katanya sambil melompat ke sana kemari, memutar-mutar tubuhnya, dan membuat gerakan bibirnya maju ke depan, seperti orang yang akan mencium seseorang di depannya.
Aaron yang dengan begitu jelas bisa mendengar kata-kata Chiara di dalam sana, hanya bisa tersenyum-senyum dengan wajah sedikit memerah, membuat Zachary yang sedang menunggu bersama dengan 4 wanita itu berjalan mendekat ke arah Aaron.
"Pak Aaron... apa Anda sakit?" Zachary bertanya sambil menatap ke arah Aaron yang wajahnya tampak memerah.
Zachary bukannya tidak tahu kalau Aaron baik-baik saja, tapi wajah memerah Aaron setelah keluar dari kamar yang ada di kantornya, cukup membuat Zachary ingin sedikit menggoda bos besarnya yang sejak kejadian di ruang meeting tadi lebih banyak tersenyum dari biasanya, dan juga sesekali wajahnya tampak memerah dengan sikap canggung.
"Ah... tidak Zachary. Aku baik-baik saja." Aaron langsung menjawab pertanyaan dari Zachary, sambil melirik para wanita yang tadi datang bersama Zachary.
Tentu saja anda akan baik-baik saja pak, karena tadi di ruang meeting, tanpa disangka-sangka anda sudah mendapatkan vitamin untuk meningkatkan imun dan semangat pak Aaron. Doping untuk menjalani sepanjang hari ini.
Zachary berkata dalam hati sambil menahan senyumnya, membayangkan bagaimana Aaron yang dingin dan begitu introvert, ternyata bisa bertindak senekat itu di ruang meeting tadi, tanpa ragu, tanpa kata-kata pendahuluan sedikitpun, langsung mencium bibir Chiara yang terlihat jelas begitu kaget.
Dan dari wajah bingung Chiara, Zachary bisa memastikan bahwa itu adalah untuk pertama kalinya Chiara mendapatkan sebuah ciuman dari seorang pria, yang sebenarnya sudah menjadi suaminya sejak dua tahun lalu.
Zachary mengantarkan para wanita itu hanya sampai di depan pintu kamar itu, tanpa berani melihat ke dalam, apalagi ikut masuk, karena sejak dia melangkah ke sana, Zachary bisa merasakan tajamnya pandangan mata Aaron yang terus mengawasinya, seolah takut kalau-kalau Zachary berusaha mencari-cari kesempatan untuk melirik ke arah Chiara dengan penampilan tidak biasanya, yang bagi Aaron justru membuatnya terlihat begitu menarik dan menggoda jiwa laki-lakinya.
"Jadwal apa yang harus saya ubah Pak Aaron?" Begitu Zachary kembali mendekat ke arah Aaron, Zachary langsung bertanya.
"Sebelum membahas itu... dimana Angelina sekarang? Apa kamu sudah mengaturkan makan siang untuknya?" Aaron mau tidak mau mempertanyakan tentang Angelina, karena bagaimanapun mereka berdua memiliki hubungan cukup dekat, meskipun bukan hubungan asmara, murni karena bisnis dan juga sama-sama merasa senasib sebagai korban mutasi.
Dan sudah seharusnya, Aaron harus memperhatikan Angelina yang sudah datang jauh-jauh dari Amerika, meskipun ada perbedaaan pendapat yang membuat mereka sempat saling bersitegang tadi di ruang meeting.
Selain itu, Aaron sadar sepenuhnya, bahwa tindakannya yang tadi langsung membungkan bibir Chiara dengan memberikan sebuah ciuman hangat dan cukup lama dia lakukan, pasti merupakan hal yang menyakitkan bagi Angelina.
Karena Aaron bukannya tidak tahu kalau gadis cantik yang menjadi wakil CEO di Grup Malverich yang ada di Amerika itu, sejak dulu memang mencintainya, dan tidak pernah berhenti menggoda dan menyatakan perasaan cintanya, meskipun Aaron tidak pernah menanggapinya sedikitpun.
Bahkan Aaron seringkali menegur Angelina agar berhenti untuk mengharapkan balasan cintanya yang jelas-jelas sudah menjadi milik gadis lain.
"Tadi saya langsung menghubungi pak Diego agar mengajak nona Angelina makan siang bersamanya." Mendengar jawaban Zachary, Aaron langsung menarik nafas panjang.
"Ah, keputusan bagus Zachary." Aaron berkata pendek.
Bagi Aaron, saudara sepupunya Diego, pasti bisa membuat suasana hati Angelina lebih baik, karena mereka sudah saling kenal cukup lama, dan Diego merupakan pria yang selalu bisa bersikap manis terhadap wanita.
"Diego pasti bisa membuat suasana makan siang mereka cukup nyaman." Aaron kembali mengatakan hal yang menunjukkan kalau dia cukup berterimakasih kepada Zachary yang bisa dengan cepat memikirkan hal itu.
"Ya Pak Aaron. Tadi pak Diego juga mengatakan dengan senang hati akan mengajak nona Angelina makan siang, dan juga mengajaknya berkeliling sebentar melepas penat setelah perjalanan jauh dari Amerika." Zachary berkata untuk menegaskan kepada Aaron, kalau dia tidak perlu khawatir Angelina akan merasa kesepian karena yang pasti, Aaron akan menemui Angelina kembali setelah urusannya dengan para pimpinan di perusahaan papa Chiara selesai.
Tentu saja seorang Diego tidak pernah akan keberatan jika harus menghabiskan waktunya untuk menemani wanita cantik, apalagi semodis Angelina. Aku harap Diego yang sekarang cukup dekat dengan Jaka, tidak sering-sering bertemu dengan Chiara. Kalau ingat dari awal melihat Chiara, Diego begitu tertarik pada Chiara, membuatku merasa cukup khawatir kalau sepupuku yang temasuk golongan playboy itu bertindak macam-macam tehadap Chiara.
Aaron berkata dalam hati sambil menatap ke arah tablet di tangan Zachary, yang siap untuk melaksanakan perintah Aaron selanjutnya.