Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERMINTAAN ALDRICH



Karena itu, kumohon Aldrich… demi cintamu padaku, jangan bertindak bodoh dengan meluapkan kemarahanmu pada orang-orang yang tidak bersalah. Dan percayalah padaku, bukan hanya aku, akan ada banyak orang lain yang memandangmu sebagai manusia biasa dengan penuh kasih sayang. Aku yakin kamu akan bertemu dengan orang-orang baik itu, seperti peneliti baik hati yang berusaha membantuku saat itu.


Aku sungguh berharap, kamu bisa menemukan cintamu pada yang lain, seorang wanita yang benar-benar mencintaimu apa adanya, seperti aku dan kamu yang saling mencintai tanpa syarat. Karena aku percaya, jika kamu mau melihat sekitarmu, akan ada wanita yang jauh lebih baik dariku, yang akan mencintaimu lebih dari cintaku padamu, yang dengan egois meninggalkanmu sendiri menghadapi dunia yang tidak adil ini.


Jangan pernah menyerah untuk melawan monster dalam dirimu sendiri Aldrich, tetaplah menjadi Aldrich yang aku kenal, sebelum aku pergi darimu.


Aku yang sangat mencintaimu,


Aletta.


Membaca surat itu, bahkan Aldrich bisa membayangkan bagaimana sedih dan takutnya Aletta saat menuliskan itu, seolah-olah dia bisa melihat Aletta pasti menuliskan surat itu sambil menangis.


Suara tangisan dari Aldrich tidak bisa lagi dia bendung setelah membaca hingga akhir setiap kata-kata, yang merupakan pesan terakhir Aletta untuknya.


“Aletta… Aletta….” Tanpa perduli dengan orang-orang di sekelilingnya, dengan posisi jatuh terduduk, Aldrich memanggil nama almarhum kekasihnya sambil memeluk kertas itu di dadanya, dengan suara yang terdengar begitu menyedihkan.


Aaron yang melihat itu bahkan harus mengalihkan pandangan matanya dari Aldrich, sambil salah satu lengannya memeluk erat tubuh Chiara, karena bagaimanapun, Aaron sedikit banyak bisa merasakan apa yang sedang dirasakan Aldrich saat ini.


Kehilangan orang yang begitu dicintai, merupakan hal yang sangat mengerikan, apalagi jika kepergian orang itu dengan cara yang menyedihkan seperti Aletta.


Cukup lama Aldrich menangis hingga terguguk di dalam tempatnya terkurung, hingga akhirnya, dia terdiam, mengusap semua airmatanya, dan bangkit berdiri, mendekat ke arah jeruji yang paling dekat posisinya dengan Aaron berdiri bersama Chiara dalam pelukannya.


“Mask men, mungkin ini terdengar menggelikan bagimu. Dan bagimu, mungkin aku tidak berhak untuk meminta ini padamu. Tapi setelah hari ini, tolong jangan kirim aku kembali ke Amerika. Jika kamu ingin memenjarakanku, itu terserah padamu, asal tidak kembali ke Amerika, aku akan tinggal diam dalam penjaraku tanpa berusaha untuk melarikan diri.” Kata-kata Aldrich membuat Aaron menahan nafasnya.


Aku sungguh tidak menyangka, kalau cinta Aldrich pada almarhum kekasihnya, bisa membuat Aldrich bahkan melupakan setiap dendam yang ada pada dirinya. Sepertinya benar kata Chiara, mungkin pada dasarnya, Aldrich bukanlah orang yang benar-benar kejam, hanya saja mungkin kami bukanlah orang yang bisa mengerti tentang kesedihan, kesepian dan penderitaannya. Aku sungguh beruntung memiliki orang-orang yang menyayangi dan mencintaiku, terutama istriku, Chiara, sumber kekuatan dan kebahagiaanku.


Aaron berkata dalam hati sambil menganggukkan kepalanya kepada Aldrich.


“Aku akan memenuhi permintaanmu, selama kamu juga bisa memegang janjimu.” Perkataan Aaron membuat Aldrich menarik nafas panjang sebelum akhirnya dia menganggukkan kepalanya, menyetujui permintaan Aldrich.


“Aku orang yang selalu memegang janjiku.” Aldrich berkata sambil melirik ke arah Zachary.


“Apa dia adalah orang yang kamu sebutkan sebagai adik dari peneliti yang menyimpan surat ini?” Pertanyaan Aldrich membuat Aaron mengalihkan pandangannya ke arah Zachary yang sedang menatap ke arah mereka.


“Jika diijinkan, aku ingin bertemu dengannya. Meskipun aku tidak sempat mengucapkan terimakasih pada kakaknya, aku ingin berterimakasih padanya sebagai ganti kakaknya.” Aldrich berkata dengan pelan, berharap keinginannya dikabulkan oleh Aaron.


“Baik, kami akan memintanya untuk menemuimu.” Aaron berkata sambil menggerakkan tubuhnya ke samping, berniat mengajak Chiara untuk berjalan kembali ke arah Zachary.


“Tung… tunggu Nona Chiara….” Suara panggilan dari Aldrich dengan suara terdengar ragu, yang menyebutkan namanya, membuat Chiara menghentikan langkahnya, dan juga Aaron.


Setelah Chiara menoleh kembali ke arahnya, Aldrich menatap Chiara sambil menahan nafasnya beberapa saat.


Seperti katamu Aletta, meskipun butuh waktu yang cukup lama, akhirnya aku sudah bertemu dengan seorang wanita yang tatapan matanya sangat mirip denganmu. Dia tidak pernah memandangku dengan sikap jijik dan takut, tapi tatapannya penuh dengan kasih sayang dan rasa prihatin. Dan jika ada satu wanita seperti itu, aku yakin kata-katamu memang benar, di luar sana pasti masih ada orang-orang seperti kalian yang memandang dan memperlakukanku dengan tulus, meskipun untuk itu, aku harus berjuang dan bersabar agar bisa bertemu dengan orang-orang seperti itu.


Aldrich berkata dalam hati, sebelum dia mengucapkan kata-katanya pada Chiara.


“Nona Chiara, maafkan aku untuk apa yang sudah aku lakukan padamu selama 3 hari ini. Semoga itu tidak membuatmu takut dan trauma. Terimakasih selalu menganggap dan memperlakukanku seperti manusia normal.” Kata-kata Aldrich cukup membuat Aaron terkejut, apalagi Chiara.


Akan tetapi sebentar kemudian, Chiara menyunggingkan senyum lebar ke arah Aldrich.


“Ah, tenang saja Tuan Aldrich, meskipun selama 3 hari ini menjadi sandera Tuan Aldrich, Tuan juga sudah bersikap baik padaku, bahkan memberikan semua makanan enak padaku, seolah-olah aku bukan seorang sandera. Dan Tuan Aldrich memang manusia normal, sama denganku yang memiliki tubuh, daging dan darah, kenapa aku harus memperlakukan Tuan Aldrich dengan berbeda?” Chiara yang menanggapi perkataan Aldrich dengan suara ceria, dan juga senyum manisnya, membuat Aldrich ikut tersenyum, meskipun dengan sikap yang terlihat sangat canggung.


Kamu sangat beruntung mask men. Menemukan istri sebaik nona Chiara, yang aku yakin akan tetap berdiri teguh di sisimu, mendukungmu, dalam segala kondisi dan keadaan. Semoga kalian berdua bahagia selalu.


Aldrich mengucapkan doanya dalam hati dengan tulus, sebelum akhirnya dia mengalihkan pandangan matanya, ke arah Zachary kembali, menanti sosok laki-laki yang mengingatkannya pada penyelamatnya itu datang mendekat kepadanya, agar dia bisa mengucapkan terimakasih dengan baik padanya. Sebuah ucapan terimakasih yang tertunda sangat lama.


# # # # # #


“Om Aaron…..” Dengan manja Chiara yang baru saja memasuki kamar bersama Aaron berkata sambil berusaha melompat turun dari gendongan Aaron.


Sampai detik ini, Chiara sungguh tidak mengerti kenapa Aaron terus-menerus memperlakukannya dengan terlalu protektif hari ini.


Setelah terakhir kalinya Aldrich berbicara dengannya, Aaron langsung meminta George dan Angelina mengurus sisanya, sedang dia sendiri, dengan gerakan super cepat, kembali menggendong Chiara, dan membawa Chiara berteleportasi, langsung ke kamar yang ada di apartemen mereka.