Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERTEMUAN DENGAN GEORGE



Aaron masih berdiri di depan kaca yang ada di salah satu sisi ruang walk in closetnya untukd mengecek penampilannya hari ini, ketika didengarnya suara pintu kamar mandi Chiara yang terbuka, menunjukkan kalau gadis itu baru selesai mandi.


Sekilas Aaron melirik ke arah jam di pergelangan tangannya, dan langsung menyunggingkan senyum di wajahnya begitu melihat bagaimana waktu mandi Chiara yang cukup cepat meskipun tidak ada apa-panya dibandingkan dengan kecepatannya.


Dengan cepatnya Chiara bersiap-siap, itu artinya mereka bisa cepat keluar dari apartemen, sehingga mereka berdua bisa segera pergi untuk menemui George dan secepatnya mendengar apa yang akan dikatakan George tentang hasil penelitiannya.


Begitu Aaron yang dengan setia menunggu pergerakan dari Chiara mendengar suara pintu kamar Chiara yang dibuka, menunjukkan kalau Chiara sudah selesai, Aaron langsung bergegas keluar dari pintu kamarnya juga.


“Aku sudah siap Om.” Chiara berkata sambil membenarkan letak tali tas yang menggantung di bahunya.


Cantik… kamu selalu terlihat begitu cantik dengan mengenakan pakaian apapun.


Aaron berkata dalam hati dengan mata ambernya yang menatap kea rah Chiara dengan tatapan terpesonanya.


Meskipun hari ini Chiara lebih memilih pakaian yang simpel, celana panjang jeans berwarna biru muda, dipadukan dengan hem berkerah berwarna merah muda, dengan jenis lengan bishop sleeve.


(Bishop sleeve merupakan salah satu jenis dari bentuk lengan yakni licin pada bagian pangkal lengan dan pada bagian ujung mengembang, panjang lengan sampai pergelangan tangan, serta dilengkapi dengan manset. Berbeda dengan bentuk puff sleeve, bishop memiliki panjang lengan dan pada bagian pangkal terlihat licin tidak menggembung. Jenis lengan pertama populer pada pertengahan hingga di akhir abad ke-19. Sedangkan bishop sleeve berkembang pada pertengahan abad 20. Model lengan ini menjadi ciri khas gaya tahun “70 an” .


Bishop sleeve tidak hanya diterapkan pada pakaian casual biasa, kini model lengan ini dijadikan sebagai aplikasi pada gamis, tunic, bahkan wedding dress. Bishop sleeve diterapkan untuk memberi kesan membesarkan pada bagian pergelangan tangan dan cocok dikenakan oleh orang yang memiliki tangan kecil).


Dengan tubuh mungil Chiara jika dibandingkan dengan tubuh Aaron, lengan bishop itu membuatnya tampil feminim tapi juga menunjukkan sisi Chiara yang masih begitu muda dan penuh energi positif.


“Kalau begitu kita berangkat sekarang, agar kita bisa sarapan lebih dahulu di sana sebelum kita bertemu dengan George.” Aaron berkata sambil menunggu Chiara yang sedang berjalan ke arahnya.


“Eh Om Aaron, terus bagaimana dengan asisten rumah tangga yang nanti datang dari kediaman Malverich kalau kita berangkat sepagi ini? Siapa nanti yang akan membukakan pintu apartemen? Apa tidak lebih baik kita menunggu mereka datang baru pergi?” Pertanyaan Chiara membuat Aaron tersenyum.


“Tenang saja, sebentar lagi Zachary akan datang ke sini. Dia yang akan membukakan pintu untuk mereka.”  Dengan sikap santai Aaron berkata sambil berjalan ke arah pintu apartemen, membuka dan membiarkan Chiara lewat terlebih dahulu, baru dia ikut keluar dan menutup kembali pintu apartemen itu.


“Ah, syukurlah kalau begitu. Kalau ada pak Zac, aku bsia tenang. Pak Zac memang bisa diandalkan dalam hal apapun.” Pujian Chiara terhadap Zachary, membuat dahi Aaron terlihat mengernyit.


“Apa sedemikian hebatnya Zachary ya?” Chiara yang awalnya terlihat santai saat mengatakan tentang Zachary, langsung menoleh kaget ke arah Aaron yang baru saja mengeluarkan kata-kata dengan nada suara terdengar tidak enak didengar oleh telinganya.


“Ah… Om Aaron cemburu ya? Masak sih dnegan pak Zac saja Om Aaron cemburu?” Tanpa basa-basi Chiara langsung menuduh Aaron cemburu, membuat Aaron yang selama ini memang tidak eprnah menunjukkan rasa cemburunya di depan Chiara jadi merasa salah tingkah.


“Ti… tidak… buat apa aku cemburu dengan Zachary?” Aaron langsung menjawab dengna cepat, sekaligus mempercepat langkah kakinya ke arah lift.


“Ayolah Om… akui saja kalau Om Aaron memang cemburu….” Chiara berkata sambil menyusul langkah-langkah lebar Aaron, dan juga memegang lengan Aaron, menggoyang-goyangkannya dengan tatapan mata manja tertuju pada Aaron yang langsung berdehem pelan melihat bagaimana sikap manja Chiara padanya.


“Tidak kok, aku tidak cemburu.” Aaron berusaha untuk tetap mengelak, mengatakannya dengan suara pelan dan setenang mungkin, tanpa membiarkan Chiara menatap ke arah mata ambernya, agar Chiara tidak tahu kalau dia sedang berusaha bersikap sebiasa mungkin.


“Ah, Om Aaron jujur dong….”


“Bilang saja Om Aaron cemburu…”


“Kenapa harus cemburu, Zachary bukan sainganku.”


“Masa sih Om Aaron tidak cemburu?”


“Tidaklah… tidak mungkin aku cemburu.”


Chiara yang terus meminta Aaron mengakui bahwa Aaron cemburu, dan Aaron yang terus mengelak, justru membuat suasana pagi ini terasa ceria bagi mereka berdua.


# # # # # # #


Begitu menyelesaikan makan pagi mereka, Aaron dan Chiara langsung menuju kamar George, sebuah kamar hotel dengan tipe presidential suit room, dengan fasilitas mewah dan luas ruangan yang begitu luas.


“Selamat pagi Aaron, dan nona kecil ini… pasti nona Chiara.” George yang baru saja membukakakn pintu kamar hotelnya, langsung menyapa Aaron dan Chiara dengan senyum ramahnya.


Baik Chiara maupun Aaron langsung menganggukkan kepalanya mendengar sapaan George.


Aaron yang mengangguk untuk membalas sapaan George, sedang Chiara mengangguk untuk membenarkan ucapan George tentang siapa dirinya yang tadi disebutkan oleh George.


“Selamat pagi, senang bertemu dengan Anda. Chiara…” Chiara berkata sambil mengulurkan tangannya ke arah George yang segera menyambutnya.


“George… jangan bersikap terlalu formal. Pasti kamu sudah mendengar tentang aku dari Aaron. Bicara santai saja padaku seperti aku pada Aaron.” George berkata sambil melepaskan kembali jabatan tangan diantara mereka berdua.


Ah, ternyata ini yang bernama Chiara. Jauh lebih cantik dan menarik dari foto yang pernah aku lihat. Gadis ini memang cantik dan dari sinar matanya terlihat cerdas dan juga menunjukkan kalau dia gadis dengan karakter yang menyenangkan. Pantas saja Aaron begitu mencintainya. Apalagi dengan karakter mereka yang sangat berbeda, Chiara sudah seperti musim semi bagi Aaron yang hidupnya selama ini terkesan dingin dan datar, seperti langit malam di musim dingin.


George berkata dalam hati, mulai menerka-nerka apa yang membuat Aaron begitu mencintai istrinya yang terpaut usia 12 tahun lebih muda darinya itu.


Meskipun George tidak berani menatap Chiara terlalu lama, karena dari tatapan mata amber laki-laki yang berdiri di samping Chiara itu terlihat begitu jelas sikap over protektif terhadap sosok wanitanya itu.


Dan bagi seorang George yang mengenal Aaron selama belasan tahun, dia hafal betul dengan gerak-gerik Aaron, meskipun tidak mengeluarkan sepatah katapun.


Entah marah, senang, sedih, meski orang lain melihat ekspresi Aaron tetap datar, tapi bagi George, tatapan mata amber Aaron, tidak pernah bisa menyembunyikan apa yang sedang dirasakan oleh Aaron.


“Ayo, kita duduk dan mulai membicarakan apa yang sudah ditunggu-tunggu oleh Aaron, dan pastinya, kamu juga sudah menunggu kabar baik tentang in ikan?” George berkata sambil mengajak mereka duduk di ruang tamu, aygn merupakan bagian dari fasilitas kamar presidential suit room tempatnya bermalam.


George sendiri dengan santainya mengatakan itu setelah tadi pagi Aaron sempat mengirimkan pesan yang mengatakan kalau dia akan datang bersama istrinya, dan Chiara, sudah mengetahui tentang siapa dirinya, dan masalah yang ada diantara mereka sebagai pasangan suami istri yang tidak bisa melakukan kegiatan normal mereka sebagai pasangan suami istri pada umumnya.